Asus Zenfone Max M2 Menjawab Tantangan Tren Mobile Gaming di Indonesia

Jika satu atau dua dekade lalu, obrolan soal gim akan terpusat pada konsol dan PC, perangkat yang umumnya digunakan untuk main gim. Tetapi era sekarang dan beberapa tahun kedepan, tren tersebut berubah. Hal ini dipengaruhi karena penetrasi penggunaan smartphone dan internet yang cukup masif.

Kedua faktor tersebut (smartphone dan internet) mulai memengaruhi tren gim beberapa tahun belakangan sampai satu dekade kedepan. Trennya sekarang mulai bergeser, gim tidak lagi sekadar permainan yang ada di konsol dan PC. Gim mulai berkembang ke arah yang berbeda yang banyak orang bilang sebagai Industri gaming masa depan, yakni cloud gaming dan mobile gaming. 

Cloud gaming adalah salah satu metode bermain gim yang menarik dan menjanjikan. Bermain gim dengan metode ini tidak memerlukan perangkat dengan spesifikasi tinggi, yang penting adalah kecepatan internet saja.

Dengan sebuah smartphone harga terjangkau, asal internet cepat, kita bisa memainkan sebuah gim PC maupun gim berat lainnya hanya menggunakan platform browser atau platform sejenisnya. Cloud gaming ini memang cukup menguat seiring dengan hadirnya teknologi jaringan 5G yang jelas mengakomodir cara bermain seperti ini.

Sayangnya, untuk beberapa tahun kedepan, Indonesia masih berkutat dengan perluasan jaringan internet 4G. Teknologi jaringan 5G kemungkinan akan ramai dan diimplementasikan pada 5 atau 4 tahun mendatang (sekitar 2023 dan 2024). Karena itu, untuk beberapa tahun kedepan, cloud gaming mungkin tidak akan terlalu dominan di Indonesia.

Tren Mobile Gaming di Indonesia

Yang bakal dominan dan menguasai industri gim di Indonesia adalah mobile gaming. Perkembangan mobile gaming ini cukup masif seiring banyaknya orang Indonesia yang menggunakan ponsel pintar. Perkembangan mobile gaming juga dipengaruhi banyaknya pengembang gim yang menghadirkan gim menarik di platform mobile. 

Tidak aneh jika kemudian banyak orang mengisi waktu luang dengan bermain gim baik di rumah, di jalanan, di stasiun kereta, di sekolah, bahkan di kantor sekalipun. Beberapa gim yang dimainkan tersebut diantaranya Mobile Legends, PUBG Mobile, AoV, dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa gim tersebut kini memiliki kompetisi resmi yang disebut e-sport. 

Data dari Statista menguatkan kalau Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna mobile gaming yang begitu cepat. Trennya cenderung naik dari tahun ke tahun.

mobile gaming trend
perkiraan peningkatan pengguna mobile gaming sampai tahun 2023. Sumber : https://www.statista.com/outlook/211/120/mobile-games/indonesia

Pada 2017 misalnya, tercatat ada 55 juta orang di Indonesia yang memainkan gim dari perangkat mobile. Di 2018, jumlah pengguna meningkat menjadi 64 juta pengguna. Di 2023, jumlah pengguna mobile gaming diperkirakan meningkat mencapai 102,9 juta pengguna alias mengalami penetrasi peningkatan mencapai 36,77%.

mobile gaming trend
Penetrasi peningkatan pengguna mobile gaming sampai tahun 2023. Sumber : https://www.statista.com/outlook/211/120/mobile-games/indonesia

Peningkatan pengguna mobile gaming tersebut juga berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan yang didapat dari industri mobile gaming. Masih dari data Statista, di 2019 ini, pendapatan dari industri mobile gaming mencapati $624 juta atau sekitar Rp8,8 Milyar. Di tahun 2023, jumlahnya diperkirakan meningkat mencapai $783 juta atau sekitar Rp11,1 Milyar.

Perkiraan pendapatan dari industri mobile gaming di Indonesia. Sumber : https://www.statista.com/outlook/211/120/mobile-games/indonesia

Asus Turut Serta ke Industri Mobile Gaming 

mobile gaming asus
sumber: Asus Indonesia

Berdasarkan data tersebut, Asus, vendor ternama asal Taiwan, melihat industri mobile gaming sebagai industri yang menjanjikan. Asus melihat pangsa pasar di industri mobile gaming ini akan terus meningkat. Karena alasan itulah, beberapa tahun belakangan ini, Asus mulai fokus mengembangkan ponsel pintar untuk kebutuhan bermain gim.

Hal ini berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika Asus banyak mengeluarkan beberapa lini produk Zenfone seperti Zenfone Laser, Zenfone Max, Zenfone Zoom, dan Zenfone Selfie.

Mulai 2018, Asus mulai memperbaiki lini produk Zenfone mereka dengan fokus pada dua kategori. Kategori pertama adalah kategori ponsel yang memang dikhususkan untuk penggunaan umum seperti  Zenfone series  dan Zenfone Live L series. Kedua ponsel ini lebih menyasar pengguna untuk kalangan umum.

Kategori kedua adalah ponsel pintar yang khusus untuk memenuhi kebutuhan bermain gim. Di kategori kedua inilah, fokus Asus tercurah, tentu tanpa mengesampingkan lini produk pertama. Namun, di kategori kedua inilah, ceruk pasar yang besar. Sesuai data yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa pengguna mobile gaming akan mengalami peningkatan dan Asus melihat peluang tersebut.

Untuk mendukung pertumbuhan pengguna mobile gaming ini, Asus sudah mengeluarkan dua generasi ponsel. Yang pertama adalah Asus Zenfone Max Pro M1 dan Asus Zenfone Max M1 yang hadir pertengahan 2018 lalu.

Generasi kedua, hadir apa yang Asus sebut sebagai #NextGenerationGaming2019. Di generasi ini, lahir sebuah ponsel yang memenuhi kebutuhan bermain gim yang maksimal, yakni ROG Phone, sebuah ponsel gaming untuk para pencinta gaming sejati di kelas atas.

Selain ROG Phone, Asus juga menghadirkan dua ponsel lainnya, Asus Zenfone Max Pro M2 dan Asus Zenfone Max M2. Kedua ponsel ini jadi penerus Asus Zenfone Max Pro M1 yang laris di pasaran.

Asus Zenfone Max Pro M2 juga tergolong laris di pasaran karena menawarkan spesifikasi dan kemampuan yang lebih baik dibandingkan Asus Zenfone Max Pro M1. Baik Asus Zenfone Max Pro M1 maupun Asus Zenfone Max Pro M2, keduanya dihadirkan sebagai ponsel untuk pengguna yang membutuhkan ponsel gaming dengan baterai awet, layar lega, dan harganya cukup terjangkau.

Lantas, bagaimana dengan Asus Zenfone Max M2? Asus Zenfone Max M2 adalah penerus dari Asus Zenfone Max M1. Keduanya memang tidak sepopuler saudaranya (seri Pro), tapi keduanya justru dihadirkan oleh Asus sebagai solusi bagi yang membutuhkan ponsel dengan layar lega, baterai cukup besar, dan performa yang masih cukup oke untuk main gim. Dan yang terpenting harganya yang lebih terjangkau dari seri Max Pro.

Asus Zenfone Max M2 khususnya, menjadi salah satu lini produk yang diunggulkan oleh Asus. Lewat ponsel ini, Asus hendak menargetkan pasar yang memang membutuhkan ponsel murah tetapi cukup mumpuni, terutama untuk kebutuhan bermain gim populer.

Lewat Asus Zenfone Max M2 juga, Asus ingin turut serta mendorong pertumbuhan industri mobile gaming. Mengapa? Karena mengandalkan ROG Phone Asus Zenfone Max Pro M2 tentu tidak cukup. ROG Phone harganya tergolong mahal dan tidak semua orang membutuhkan ponsel ini. Asus Zenfone Max Pro M2, harganya masuk akal, sekitar Rp2 jutaan.

Tetapi untuk turut mendorong pertumbuhan industri mobile gaming, dibutuhkan ponsel yang cukup oke, dengan harga tak lebih dari Rp2 juta. Posisi inilah yang kemudian diisi oleh Asus Zenfone Max M2, sebuah ponsel yang harga jualnya mulai Rp1,9 juta. Dengan harga tersebut, spesifikasi seperti apa yang didapat? Simak spesifikasi lengkap Asus Zenfone Max M2 berikut ini.

Spesifikasi Asus Zenfone Max M2

  • Rilis: Desember 2018
  • Layar: IPS LCD 6,26 inches
  • Resolusi Layar: 720 x 1520 piksel, 19:9 ratio
  • Chipset: Qualcomm SDM632 Snapdragon 632 (14nm)
  • CPU: Octa-core (4×1.8 GHz Kryo 250 Gold & 4×1.8 GHz Kryo 250 Silver)
  • GPU: Adreno 512
  • Memori Internal: 64 GB with 4 GB RAM, 32 GB with 3 GB RAM
  • Memori Eksternal: microSD, up to 512 GB
  • Kamera Belakang: Dual: 13 MP, f/1.8, 1.12µm, PDAF + 2 MP, depth sensor. LED flash, HDR, panorama
  • Kamera Depan: 8 MP, f/2.0, 1.12µm
  • Baterai: Non-removable Li-Ion 4000 mAh battery

Jika menilik spesifikasi saja tentu tidak puas bukan? Karena itu, mari bahas soal apa yang menarik yang ditawarkan oleh Asus Zenfone Max M2 ini. Kenapa ponsel ini menarik dan juga bisa jadi pilihan bagi pengguna alias kamu-kamu yang ingin ponsel Android murah tapi mumpuni untuk main gim.

Keunggulan Asus Zenfone Max M2

1. Desan Bukan Kaleng-kaleng

Asus Zenfone Max M2 datang dengan desain bodi yang cukup kuat. Bodinya berbahan metal yang membuat perangkat yang satu ini kokoh. Penggunaan bodi metal ini merupakan upgrade dari Asus Zenfone Max M1 yang hadir dengan bodi plastik.

Dengan pembaruan di bagian material bodi, tentu membuat Asus Zenfone Max M2 lebih menarik dan tak layak dipandang sebelah mata. Bodinya cukup solid dan ketika dipegang di tangan juga terasa cukup kuat.

Posisi sensor sidik jari juga cukup pas dan lubangnya memiliki kedalaman yang tidak pendek. Sehingga ketika telunjuk mengenai lingkaran di sensor sidik jarinya, terasa cukup pas dan enak.

Dengan penggunaan bodi metal, jelas membuat desain bodi Asus Zenfone Max M2 tidak murahan. Bisa dibilang, bodi desain Asus Zenfone Max M2 bukan kaleng-kaleng.

2. Layar yang Luas

Asus Zenfone Max M2 datang dengan layar berdimensi 6,26 inci. Layarnya ini memakai panel IPS LCD dengan rasio layar 19:9. Dengan rasio layar yang panjang, layar di ponsel ini jadi terasa luar.

Selain itu tampilan layar ponsel ini juga cukup jernih. Meskipun resolusi yang diusung ponsel ini hanya HD+ alias 720 x 1520 piksel, tetapi layarnya mampu menampilkan kontras warna yang cukup terang dan detail.

Tidak ada masalah ketika memakai ponsel ini untuk menonton video di Youtube. Kontras warna yang ditampilkan cukup bagus. Tampilan video juga bisa diatur dengan cara zoom in agar video bisa tampil memenuhi ke bingkai layar.

3. Performa Cukup untuk Main Gim

Daya tarik lain dari Asus Zenfone Max M2 adalah chipset yang digunakan. Chipset yang dipakai oleh ponsel ini adalah Snapdragon 632. Chipset ini adalah upgrade dari Qualcomm Snapdragon 625 yang terkenal punya performa tinggi tetapi hemat daya dan tidak panas. Chipset juga ini dibangun dengan fabrikasi 14nm, serupa dengan teknologi fabrikasi pada chipset Snapdragon 636 dan Snapdragon 660.

Penggunaan Snapdragon 632 di Asus Zenfone Max M2 justru yang membuat kenapa ponsel ini tidak sekadar pelengkap Max M2 series. Penggunaan Snapdragon 632 membuat Asus Zenfone Max M2 layak diperhitungkan sebagai ponsel murah dengan performa yang cukup oke.

Seperti yang sudah dibahas di atas, kalau Asus fokus menghadirkan ponsel gaming, termasuk untuk kelas ponsel murah sekalipun. Tetapi tentu tidak sekadar murah. Percuma harganya murah kalau chipset yang digunakan kurang mumpuni.

Lantas apa Snapdragon 632 ini mumpuni untuk main gim? Jelas mumpuni untuk mendukung gim populer seperti Free Fire, Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Asphalt 9. Namun kemampuan prosesor yang ada di Snapdragon 632 jelas kalah dari Snapdragon 660 yang dipakai di Asus Zenfone Max Pro M2.

Untuk diketahui, di dalam Snapdragon 632 ini, tersemat prosesor tipe Kryo, serupa dengan Snapdragon 636. Bahkan, performanya cenderung mendekati Snapdragon 636.

Tipe prosesor Kryo yang digunakan di chipset Snapdragon 632 adalah Kryo 250 yang terdiri dari dua cluster prosesor yang keduanya memiliki empat core berkecepatan 1,8 GHz. Yang berarti total prosesor pada chipset ini adalah delapan core alias octa core. Sementara untuk grafisnya, Snapdragon 632 memiliki pengolah grafis 506.

Dengan memakai Snapdragon 632, seperti apa performa dari Asus Zenfone Max M2? Benchmark dari Antutu dan Geekbench ini bisa jadi tolak ukurnya.

antutu dan geekbench asus zenfone max m2

Terlihat di gambar di atas kalau nilai Antutu yang ada di Asus Zenfone Max M2 mencapai angka 100 ribuan. Angka yang tidak rendah namun jelas tidak tinggi. Hanya dengan angka 100 ribuan ini, Asus Zenfone Max M2 ini sudah cukup bagus. Sebagai pembanding, Asus Zenfone Max Pro M1 yang punya chipset Snapdragon 636 memiliki nilai Antutu 116 ribuan, yang artinya selisih poinnya dengan Asus Zenfone Max M2 hanya 15 ribu poin saja.

Nilai Geekbench juga menunjukan angka single-core dan multi-core yang tidak begitu buruk, yakni 1.242 untuk single-core dan 4.629 untuk multi-core. Jika angka tersebut masih terasa bias, cek gambar berikut ini.

Gambar tersebut adalah pengaturan grafis gim PUBG Mobile. Di pengaturan grafis “smooth”, PUBG Mobile masih bisa dijalankan dengan frame rates “high” atau kisaran 30 fps. Di pengaturan grafis “balanced” juga, PUBG Mobile juga bisa dijalankan dengan frame rates “high”. Oh yah, angka 30 fps ini adalah angka fps yang cukup nyaman untuk menjalankan sebuah gim agar lancar.

Berdasarkan penjelasan tersebut, tidak berlebihan menyebut Asus Zenfone Max M2 sebagai ponsel yang cukup menarik dan mumpuni untuk main gim di kelas harganya. Chipset yang digunakan tergolong mumpuni untuk menjalankan gim populer.

Selain itu, Asus Zenfone Max M2 memakai OS Android murni yang berarti tidak ada kostumisasi UI (tampilan antarmuka). Penggunaan OS Android murni jelas memberi efek tidak beratnya sistem oleh costum UI yang biasanya memiliki fitur tambahan.

Asus Zenfone Max M2 sendiri memakai tipe Android murni Pure Android Oreo 8.0 yang sangat ringan untuk bermain game. Selain itu, Asus juga biasanya memberikan pembaruan Android kepada ponsel besutan mereka. Hal ini berarti Asus Zenfone Max M2 bakal mendapat pembaruan untuk Android versi berikutnya, yakni Android 9.0 Pie dan Android Q (yang saat artikel ini ditulis belum ada nama dan versi nomor resminya)

4. Baterai Tahan Lama

Asus Zenfone Max M2 dibekali dengan baterai 4.000 mAh. Kapasitas baterai ini tergolong besar, malah lebih besar dibandingkan ponsel lain yang harganya lebih mahal dari Asus Zenfone Max M2.  Lantas, seberapa awetkah ponsel dengan baterai cukup besar ini? Perhatikan gambar berikut ini.

baterai asus zenfone max m2

 

Asus Zenfone Max M2 berdasarkan benchmark Geekbench mendapat skor baterai 5.923 dengan nilai “medium”. Di sebelahnya terlihat gambar status penggunaan Asus Zenfone Max M2. Terlihat di gambar, kalau Asus Zenfone Max M2 terakhir diisi ulang sekitar 2 harian dengan penggunaan layar sampai 6 jam lebih.

Selain itu, dengan sisa baterai 14%, Asus Zenfone Max M2 masih bisa dipakai sampai 8 jam lebih. Dengan data ini, jelas kalau daya tahan baterai Asus Zenfone Max M2 tergolong awet dan cukup pas memenuhi kebutuhan bermain gim yang rata-rata memang penggunanya tidak hanya butuh chipset mumpuni tetapi juga daya tahan baterai yang awet.

5. Kamera Cukup Oke

pengaturan kamera asus zenfone max m2

Asus Zenfone Max M2 tidak hanya soal performa dan baterai. Ponsel ini juga dilengkapi dengan kamera yang mumpuni. Malah di kelas harganya, kamera di Asus Zenfone Max M2 tergolong bagus. Tengok saja hasil tangkapan foto kamera belakang dari Asus Zenfone Max M2 berikut ini.

Jika menilik hasilnya, tangkapan kamera belakang Asus Zenfone Max M2 cukup lumayan baik dan detail, bahkan tangkapan foto di kondisi gelap sekalipun. Kombinasi kamera belakang Asus Zenfone Max M2 yang terdiri dari kamera utama 13 MP dan kamera kedua 2 MP untuk dept sensor sudah cukup oke.

Untuk potret makanan atau pemandangan sudah terbilang. Untuk efek bokeh juga tergolong lumayan baik. Oh yah, kamera belakang di ponsel ini sudah mendukung beberapa fitur ED flash, HDR, panorama, dan PDAF. Tersedia juga mode manual bagi yang suka otak-atik kamera smartphone dengan mode manual.

Lantas bagaimana dengan kamera depan? Kamera depan Asus Zenfone Max M2 dibekali kamera 8 MP yang memiliki bukaan f/2.0. Tidak disangka, hasil tangkapan kamera depan ponsel ini mengagetkan karena ternyata hasilnya lebih bagus dari yang diperkirakan. Cek saja hasil tangkapan kamera depan Asus Zenfone Max M2 berikut ini.

Hasil tangkapan kamera depan Asus Zenfone Max M2 ternyata bisa lebih rapih. Malah hasilnya lebih detail dan lebih baik dibandingkan kamera belakang Asus Zenfone Max M2. Foto dengan efek bokeh juga tampak lebih bagus hasil tangkapan kamera depan Asus Zenfone Max M2 dibandingkan kamera belakangnya.

Simpulan

Menilik keunggulan yang ditawarkan oleh Asus Zenfone Max M2, tampak kalau Asus Zenfone Max M2 memang pantas diberi predikat sebagai ponsel gaming cukup mumpuni di kelas harga terjangkau.

Kehadiran Asus Zenfone Max M2 ini bisa jadi daya tarik untuk pengguna yang memang butuh ponsel murah tetapi cukup oke untuk main gim. Layar yang luas yang membuat main gim jadi lebih nyaman juga jadi kelebihan tersendiri. Selain itu, desain ponsel ini juga cukup solid dan kokoh. Kamera pun cukup oke dan jadi nilai tambah dari Asus Zenfone Max M2.

Dengan kehadiran Asus Zenfone Max M2 di pasaran, bukan tidak mungkin pertumbuhan pengguna mobile meningkat, terutama mereka yang memakai smartphone untuk kebutuhan bermain gim. Dengan meningkatnya pengguna mobile gaming jelas akan memberi keuntungan, baik bagi vendor smartphone, pengembang gim, bahkan untuk ekosistem industri mobile gim itu sendiri.

Tertarik dengan Asus Zenfone Max M2? Asus Zenfone Max M2 ini hadir dengan dua varian. Varian pertama hadir dengan RAM 3 GB dan penyimpanan internal 32 GB yang dijual dengan harga  Rp1,999,000. Varian kedua hadir dengan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB yang dijual dengan harga  2,399,000.

Tertarik dengan Asus Zenfone Max M2? JIka Anda tertarik dengan Asus Zenfone Max M2, Anda bisa membeli Bukalapak di link ini. Anda yang tertarik dengan Asus Zenfone Max Pro M2 yang harganya bisa lebih mahal, bisa membeli Asus Zenfone Max Pro M2 di Bukalapak lewat link ini.

 

Advertisements

Review Asus Zenfone Max M2, Hape yang Tidak Boleh Dipandang Sebelah Mata

Ketika Asus memperkenalkan Asus Zenfone Max M1 bersamaan dengan Asus Zenfone Max Pro M1, saat itulah saya berpikir kalau Asus Zenfone Max M1 kurang diminati. Spesifikasinya terlalu nanggung, dan Asus juga lebih fokus dalam mempromosikan  Asus Zenfone Max Pro M1 yang memang cukup sukses di pasaran.

Pada 11 Desember 2018, Asus memperkenalkan penerus dari Asus Zenfone Max Pro M1 dan Asus Zenfone Max M1. Generasi kedua tersebut diberi nama Asus Zenfone Max Pro M2 dan Asus Zenfone Max M2.

Asus Zenfone Max Pro M2 memang jadi pusat perhatian tetapi kehadiran Asus Zenfone Max M2 juga tidak boleh diremehkan. Hal ini karena spesifikasi yang ditawarkan oleh Asus Zenfone Max M2 cenderung menarik jika dibandingkan dengan Asus Zenfone Max M1.

Spesifikasi yang ditawarkan oleh Asus Zenfone Max M2 terlihat tidak nanggung dan tergolong oke di kelasnya. Mengapa? Karena Asus Zenfone Max M2 adalah ponsel resmi pertama yang hadir di Indonesia dengan chipset Snapdragon 632.

Kehadiran chipset Snapdragon 632 di Asus Zenfone Max M2 membuat saya tertarik untuk mengetahui performa ponsel ini lebih jauh. Saya penasaran seperti apa performa yang diberikan oleh ponsel ini? Benarkah ponsel ini kurang menarik? Saya pun mencoba mengulas Asus Zenfone Max M2 sebagai bukti kalau ponsel ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Spesifikasi Asus Zenfone Max M2

 

  • Rilis: Desember 2018
  • Layar: IPS LCD 6,26 inches
  • Resolusi Layar: 720 x 1520 piksel, 19:9 ratio
  • Chipset: Qualcomm SDM632 Snapdragon 632 (14nm)
  • CPU: Octa-core (4×2.2 GHz Kryo 260 & 4×1.8 GHz Kryo 260)
  • GPU: Adreno 506
  • Memori Internal: 64 GB with 4 GB RAM, 32 GB with 3 GB RAM
  • Memori Eksternal: microSD, up to 512 GB
  • Kamera Belakang: Dual: 13 MP, f/1.8, 1.12µm, PDAF + 2 MP, depth sensor. LED flash, HDR, panorama
  • Kamera Depan: 8 MP, f/2.0, 1.12µm
  • Baterai: Non-removable Li-Ion 4000 mAh battery

Kelebihan Asus Zenfone Max M2

1. Performa Bersaing di Kelas Harganya

Salah satu yang membuat Asus Zenfone Max M2 menjadi menarik adalah karena penggunaan Snapdragon 632. Penggunaan chipset ini yang membuat Asus Zenfone Max M2 harus jadi incaran banget banyak orang.

Berbeda dengan Asus Zenfone Max M1 yang memang kurang menarik lantaran memakai Snapdragon 430 sehingga ponsel tersebut sebenarnya kalau mau boleh bilang kejam, layak tidak dipilih.

Kehadirani Snapdragon 632  di Asus Zenfone Max M2  justru membuat ponsel ini tak boleh dipandang sebelah mata. Pasalnya, Snapdragon 632 ini memiliki tipe prosesor Kryo, serupa dengan Snapdragon 636. Bahkan, tidak aneh jika performa Snapdragon 632 mendekati Snapdragon 630.

Untuk lebih tahu tentang Snapdragon 632 Asus Zenfone Max M2, saya menggunakan CPU-Z seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Dari informasi tersebut, jelas terlihat kalau Snapdragon 632 dibangun dengan proses teknologi 14nm. Terlihat juga kalau prosesor ini menggunakan Kryo dengan delapan inti prosesr (CPU 0 sampai CPU 7) dengan Adreno 506.

GPU Adreno yang ada di prosesor ini serupa dengan yang ada di Snapdragon 625, karena memang Snapdragon 632 ini bisa dibilang pembaruan dari Snapdragon 625. Namun jelas prosesornya lebih kencang. Hal ini juga dapat dilihat dari nilai Antutu yang didapatkan oleh Asus Zenfone Max M2 yang mencapai skor 102.186.

antutu dan geekbench asus zenfone max m2

Skor Antutu tersebut tergolong baik jika menilik ponsel lain di kelas harga yang sama. Tidak usah terlalu jauh, nilai Antutu Asus Zenfone Max M2 ini hanya berbeda 15 ribu poin dari Antutu Asus Zenfone Max Pro M1 yang mencapai 116 ribuan.

Karena itu, bisa dibilang performa Asus Zenfone Max M2 ini sebenarnya masih cukup mumpuni meskipun memang performanya sedikit dibawah Snapdragon 636.

Mari coba lihat performa Asus Zenfone Max M2 berdasarkan PC Work 2.0. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini, performa Asus Zenfone Max M2 mencapai angka 5.947. Skor yang tidak jelek untuk kelas harganya.

pc mark 2.0 asus zenfone max m2

Performa Asus Zenfone Max M2 jelas tergolong bagus. Ponsel ini tergolong gegas dalam menjalankan aplikasi maupun perpindahan satu aplikasi ke aplikasi lain. Padahal unit Asus Zenfone Max M2 yang saya tes mengusung RAM 3 GB dan ROM 32 GB saja.

Selain performa untuk kebutuhan penggunaan sehari-hari, performa Asus Zenfone Max M2 untuk main gim tergolong lancar. Memang kualitasnya kurang bagus tetapi Adreno 506 sebagai pengolah grafis yang ada di Snapdragon 632 terbilang mumpuni untuk menjalankan gim.

Selanjutnya, mari cek performa Asus Zenfone Max M2  melalui gim PUBG Mobile. Mengapa PUBG Mobile? Karena gim ini paling populer dan sering dijadikan patokan apakah sebuah ponsel layak dipilih atau tidak.

Asus Zenfone Max M2 tergolong layak memainkan PUBG Mobile. Meskipun saat pertama kali memainkan PUBG Mobile, gim tersebut menyarankan untuk mengatur grafis gim ke pengaturan grafis rendah (low).

pubg setting grafis

Menariknya, saat saya ubah gim ini ke pengaturan grafis “balanced” dan frame rate “medium”, gim ini tetap berjalan lancar. Malah beberapa kali saya mendapatkan chicken dinner di Asus Zenfone Max M2 dengan pengaturan grafis ini.

Selain PUBG Mobile, saya juga mengetes performa Asus Zenfone Max M2 dengan gim Free Fire. Gim ini hadir jadi bundle aplikasi bawaan karena itu tentu performa gim ini layak dicoba. Hasilnya? Ini grafis yang saya dapatkan ketika memainkan Free Fire di Asus Zenfone Max M2.

Free Fire free fire setting

 

 

Untungnya, main PUBG Mobile di Asus Zenfone Max M2  tergolong nyaman memakai pengaturan grafis “smooth” dengan framerates “medium”.  Saya sempat dua kali menang alias chicken dinner memainkan PUBG Mobile di ponsel ini.

Menilik performa yang ditawarkan oleh Asus Zenfone Max M2, bisa dibilang performa ponsel ini tergolong baik. Performanya cukup kencang dan di atas rata-rata dibandingkan ponsel lain di kelas harga yang sama (kisaran Rp2 sampai Rp2,5 jutaan). Pengarus OS Android murni tampaknya juga berpengaruh terhadap performa ponsel ini.

2. Baterai dengan Ketahanan Daya yang Baik

baterai asus zenfone max m2

Asus Zenfone Max M2 dibekali dengan baterai berkapasitas 4.000 mAh. Baterai ini tidak hanya besar tetapi memang menawarkan daya tahan baterai yang lama. Dengan penggunaan sampai 84%, saya masih bisa mendapatkan screen-on-time sebanyak 6 jam.

Selain itu, ketika ponsel ini digunakan bermain gim, saya bisa memainkan gim PUBG Mobile sekitar satu jam lebih dan hanya mengonsumsi baterai sebesar 10%. Saat saya gunakan untuk menonton video Youtube dengan resolusi 720p selama satu jam, konsumsi baterai yang digunakan juga hanya 10% saja.

Berdasarkan pengalaman tersebut, tidak berlebihan jika saya menyebut kalau daya tahan baterai ponsel ini tergolong awet.

3. Tampilan Layar yang Enak Dipandang

Asus Zenfone Max M2 menawarkan layar 6,26 inci IPS LCD. Dimensi layarnya serupa dengan saudaranya, Asus Zenfone Max Pro M2. Bedanya, Asus Zenfone Max M2 hanya mengusung resolusi HD+ 720 x 1520 piksel sementara Asus Zenfone Max Pro M2 sudah mengusung full HD+. Untuk detail layarnya bisa disimak pada informasi dari AIDA64 berikut ini.

 

Menilik informasi tersebut, terlihat kalau v memiliki kerapatan layar sebesar 270 ppi. Kerapatan layarnya memang tidak tinggi tetapi kabar bagusnya, tampilan layar Asus Zenfone Max M2 tergolong baik. Kontras layarnya tergolong cerah dan masih bisa dilihat ketika terkena sinar matahari langsung.

Oh yah, satu catatan untuk sektor layar yaitu bagian notch. Asus Zenfone Max M2 dan Asus Zenfone Max Pro M2 memiliki notch. Hanya saja, notch pada Asus Zenfone Max M2 sedikit lebih panjang jika dibandingkan dengan Asus Zenfone Max Pro M2.

4. Bodi Metal

Hal menarik dari Asux Zenfone Max M2 adalah bodinya yang terbilang kokoh karena berbalut metal. Hal ini jelas jadi keunggulan tersendiri yang membuat Asux Zenfone Max M2 memiliki nilai jual yang lebih. Terlebih karena Asux Zenfone Max M2 ini perlu bersaing di kelas harganya, yakni Rp2 jutaan dengan ponsel lain.

Pasalnya, di kelas harga ini, ponsel lain banyak yang mengusung bodi dengan tampilan menarik meski dari plastik. Ada ponsel lain seperti Nokia 5.1 Plus yang menawarkan bodi metal kokoh tetapi desainnya menarik.

Asus Zenfone Max M2 mengambil jalur sebagai ponsel dengan bodi metal dengan finisihing yang biasa saja. Memang tidak terlihat mewah dan bodi metal ponsel terkesan biasa saja. Tetapi penggunaan bodi metal di HP ini patut dipuji. Bukan hanya karena bodinya yang kokoh tetapi juga feel  menggenggam ponsel ini terasa cukup enak.

Penggunaan bodi metal dengan tampilan yang biasa saja di Asus Zenfone Max M2 adalah hal yang bisa dimaklumi. Jika desain bodi ponsel ini terlihat mewah, maka hal itu sama saja akan “membunuh” saudaranya, Asus Zenfone Max Pro M2 yang menawarkan bodi akrilic (bahasa marketing lain untuk plastik) dengan polesan menarik layaknya tampilan kaca.

5. Kemampuan Face Unlock yang Baik

Hal yang membuat saya suka dari Asus Zenfone Max M2 adalah face unlock. Fitur yang sudah umum sebenarnya tetapi menariknya face unlock di Asus Zenfone Max M2 tergolong baik. Pasalnya, face unlock di ponsel ini memiliki respon yang cepat dalam memindai wajah.

Pemindai wajahpun tergolong pintar. Hal ini dibuktikan oleh rekan kerja saya, Jihan, yang saya suruh untuk memakai face unlock dengan mendaftarkan wajahnya yang memakai kacamata. Kebetulan memang dalam keseharian, Jihan memakai kacamata.

Saya menyuruh Jihan untuk mencoba membuka layar ponsel dengan face unlock dengan kondisi memakai kacamata dan membuka kacamata. Menariknya, Asus Zenfone Max M2  ini ternyata mampu membaca wajah Jihan dengan baik. Kecepatan dalam memindai wajah pun tergolong cepat.

Selain itu, saya juga mencoba mengetes face unlock di kondisi gelap. Hasilnya, face unlock Asus Zenfone Max M2 ini sulit membaca wajah saya dengan baik. Baru ketika ada cahaya dari arah depan wajah (lewat cahaya monitor laptop), face unlock Asus Zenfone Max M2 mampu membaca wajah saya dengan baik.

Asus ZenPower Slim 6000 mAh: Mengembalikan Kepercayaan Kepada PowerBank

Asus ZenPower Slim 6000

Jika ada satu produk elektronik yang sering saya hindari, produk itu adalah power bank. Bukan tanpa alasan. Baterai hape saya pernah rusak karena keseringan penggunaan power bank. Sejak itu, saya tak percaya lagi dengan power bank. Kalau boleh milih, saya lebih baik memilih penggunaan dua baterai. Maklum, hape pintar saya masih menggunakan abteria yang bisa dicopot.

Sangat sulit rasanya jika saya harus memakai power bank kembali. Selain karena ukurannya yang kadang berat jika dibawa-bawa, power bank juga punya suhu yang tak stabil. Sampai suatu hari, ada power bank yang membuat saya kembali percaya pada benda elekronik ini, Asus Zenpower Slim 6000mAh

Asus Zenpower Slim 6.000 mAh

asus zenpower slim box

Sesuai namanya, power bank ini punya kapasitas 6.000 mAh. Kapasitas yang tidak terlalu besar memang tapi cukup untuk penggunaan hape saya dengan kapasitas baterai yang setengah dari kapasitas power bank ini.

Asus Zenpower Slim 6.000 mAh sendiri merupakan power bank yang mudah dibawa ke manapun, dan sesuai dengan smartphone Anda. Desain power bank ini yang tampak  langsing membuat Asus ZenPower Slim mudah dipegang. Hal ini berkatbobot berat power bank yang hanya 170 saja.

Selain bobotnya yang ringan, power bank ini punya teknologi yang dinamakan ASUS PowerSafe. Teknologi ini mampu memantau suhu sekaligus juga mengendalikan voltase input dan output.

Untuk diketahui, power bank yang saya gunakan sebelumnya tidak punya teknologi seperti ini. Power bank yang saya gunakan tak punya fitur istimewa sehingga membuat arusnya tidak stabil saat saya gunakan untuk isi daya hape saya. Beda dengan Asus ZenPower Slim 6000 yang ternyata punya fitur penjaga arus sirkuit pendek.

Bagaimana rasanya menggunakan Asus Zenpower Slim 6.000 mAh ini? Berikut saya jelaskan pemaparan saya pakai produk ini. Tapi sebelumnya mari simak spesifikasi Asus Zenpower Slim 6.000 mAh

Spesifikasi Asus Zenpower Slim 6.000 mAh

– Capacity : 3.85 V / 6000 mAh
– Power : Input Power:DC(micro USB): 5 V / 2 A
– Output Power: Output 1 (embedded adapter): DC5 V / 2.4 A
– Dimensions : 110.9 x 67.6 x 14.82 mm(WxDxH)
– Weight : 170 g

Desain Asus ZenPower Slim 6000 yang Mudah Dibawa Kemana-mana

Seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya, Asus ZenPower Slim 6000 ini merupakan power bank yang punya desain kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Bentuk power bank ini kotak dengan warna merah yang mencolok (versi yang saya punya). Dengan bentuk yang slim ini, power bank lebih mudah masuk saku dan lebih mudah saat saya butuhkan saat hape saya butuh pengisian daya.

Asus ZenPower Slim 6000 hadir dengan  sekitar 11 cm x 14 cm dengan ketebalan 6 mm saja. Saat memegang power bank ini, kesan halus saya rasakan di tengan saya. Tapi terkadang permukaan power bank terasa agak licin sehingga kadang membuat saya harus hati-hati ketikaa memegang power bank ini.

asus zenpower slim

Power bank ini tidak sepenuhnya berbalut warna merah.  Terdapat bodi berwarna hitam pada bagian samping bawah, bagian yang dekat dengan logo ASUS yang tersemat di bodi power bank ini, tertulis informasi yang berkaitan dengan power bank seperti kapasitas power bank yang cukup besar. Informasi lainnya tersemat di bagian pinggir dengan tulisan yang kecil.

Pada bagian yang berlawanan juga berwarna hitam. Pada bagian ini, terdapat port USB yang digunakan sebagai output untuk mengisi daya hape. Sebelahnya terdapat micro USB yang digunakan untuk input saat power bank ini harus diisi daya lewat listrik. Nah, sebelah micro USB terdapat lampu indikator yang menandakan apakah kapasitas baterai ini penuh atau tidak. Sebelahnya algi ada tombol power.

Saya jujur suka dengan desain yang ringkas dan slim dari power bank ini. Permukaan yang agak licin masih bisa saya maklumi karena hanya kekurangan minor saja.  Bagian samping juga ringkas meski hanya satu port untuk pengisian daya. Mungkin tujuannya agar pengisian lebih stabil sehingga tidak terdapat dua port USB seperti power bank lain pada umumnya.

Mendukung Quick Charging

Kesalahan besar saat saya menggunakan power bank sebelumnya adalah tidak mengenal spesfiikasi secara detail. Saya tidak begitu memerhatikan ouput dari power bank tersebut sehingga ketika digunakan, hape saya menun jukan indikator kalau hape saya diisi daya dengan pengisian yang rendah alias bukan normal. Mungkin daya yang masuk kurang kali yah.

Nah, power bank Asus ZenPower Slim 6000 ini punya fitur quick charging. Fitur ini membantu sekali untuk hape pintar yang sudah mendukung pengisian cepat seperti punya saya.

Fitur quick charging ini terdapat daya output power bank ini yakni 2,4A. Saat saya gunakan untuk isi daya hape saya yang punya kapasitas 3.000 mAh, power bank ini mampu mengisi daya kurang dari 2 jam. Serupa dengan pengisian daya normal pada charger quick charge yang saya gunakan.

Sementara ketika diisi daya, dari lampu indikator kosong sampai penuh membutuhkan waktu yang agak lama. Mungkin sekitar 6 sampai 7 jam. Tidak ingat, yang jelas saya isi daya power bank dari pukul 09.00 malam, bangun pukul 04.000 sudah penuh.

Fitur ASUS PowerSafe Technology

Asus Powersave Technology

Klaim saya untuk kembali percaya pada power bank berkat Asus ZenPower Slim 6000 bukan klaim semata. Fitur ASUS PowerSafe Technology adalah alasan kenapa saya percaya pada power bank ini. Dengan fitur keamanan ini, baterai saya tidak mengalami gangguan. Fitur seperti pengatur temperature, over charger, maupun fitur eksklusif seperti adapter protection merupakan fitur yang suka.

Fitur-fitur tersebut selain menjaga baterai hape yang diisi daya lebih awet, fitur tersebut juga membuat power bank jadi lebih aman digunakan. Bisa dibilang fitur-fitur ini membuat Asus ZenPower Slim 6000  selangkah lebih maju dibanding power bank pada umumnya.

Keunggulan Asus ZenPower Slim 6000

Selama pemakaian Asus ZenPower Slim 6000 saya menemukan beberapa keunggulan yang akahirnya membuat saya berminat menggunakan power bank ini. Berikut keunggulan tersebut.

  1. Desain slim yang mudah dibawa kemana-mana dan terasa ringan
  2. Fitur Quick Charge 2,4 A
  3. Desain balutan merah yang cantik (Versi yang saya gunakan)
  4. Fitur Asus PowerSafe Technology yang mengontrol panas power bank dan juga saat power bank diisi daya
  5. Berdasarkan klaim Asus, power bank ini tahan lama karena sudah diuji sampai 5.000 kali. Saya percaya sih kalau power bank telah diuji sebanyak itu

Kekurangan Asus ZenPower Slim 6000

Ada kekurangan yang saya temukan selama memakai power bank ini dalam tempo tiga hari. Kekurangannya memang mayor tapi bisa jadi catatan juga

  1. Desain bodi yang licin dan perlu kehati-hatian.
  2. Hanya satu port USB untuk mengisi daya sehingga hanya bisa digunakan untuk isi daya satu hape saja. Tidak bisa dua hape saat bersamaan.

Terlepas dari kekurangan yang minor tersebut, saya menyukai power bank ini. Seperti yang saya bilang di awal, Asus ZenPower Slim 6000 telah mengembalikan kepercayaan saya terhadap power bank. Terimakasih ASUS.

Oh yah, bagi Anda yang tertarik dengan ASUS ZenPower Slim 6000, Anda bisa membeli power bank ini  dengan harga Rp 229.000.

 

Sumber foto dokumentasi pribadi

Mengapa ASUS ZenBook 3 UX390 Adalah Laptop yang Layak Anda Pilih?

“Kenapa memilih Macbook?” tanya saya pada pimpinan yang sekaligus teman di tempat saya bekerja.

“Biar ada lebih prestise ketika bertemu klien atau saat presentasi”. Ujarnya sembari membuka kardus Macbook yang baru saja datang ke kantor kami.

Kejadian itu selalu membuat saya selalu berpikir, apa benar, suatu produk bermerek memiliki nilai lebih (dalam hal ini prestise) dbandingkan produk lain yang sejenis atau diatasnya? Apa lantas, orang akan kagum ketika kita presentasi dan melihat laptop kita adalah sebuah Macbook?

Saya pikir, ini tidak relevan. Tidak ada yang salah ketika orang memutuskan membeli Macbook. Tapi apakah benar-benar orang membutuhkan laptop tersebut? Atau hanya sekadar biar memiliki nilai tersendiri dihadapan orang lain?

Padahal, ada banyak produk laptop lain yang sejenis Macbook yang secara spesifikasi lebih mumpuni. Salah satunya adalah Zenbook, seri laptop Asus yang memilih desain tipis dan ditujukan untuk kalangan profesional atau pebisnis. Secara identitas produk, ceruk pasar Zenbook dengan Macbook sama.

Zenbook hadir dengan berbagai varian. Satu diantarnya yang menarik perhatian saya dan bisa mengalahkan Macbook, adalah Zenbook 3 UX390.

Saya melihat Zenbook 3 UX390 ini sebagai produk unggulan dari Asus untuk menyasar kaum pebisnis muda dan para pekerjaan eksekutif. Ini terlihat dari bentuk desain, spesifikasinya, serta berbagai keunggulan yang ditawarkannnya membuat laptop ini memiliki nilai lebih yang membuat orang bisa meninggakan Macbook.

Saya bukan sembarang ngomong, sudah banyak yang melakukan ulasan pada produk ZenBook UX390 ini. Ingin rasanya, saya menyarankan pada bos untuk memilih produk ini dibanding yang sekarang ia punya. Tapi, mau gimana lagi, pasti dia tidak akan goyah. Apalagi saran dari saya.

Oke, mari sekarang melihat, ZenBook UX390 lebih dalam agar Anda tahu mengapa saya menyarankan laptop ini kepada Anda (termasuk bos saya di tempat kerja).

Performa Unggul di Kelasnya

Kabylake adalah kode prosesor Intel generasi ke-7. Prosesor ini adalah optimalisasi dari generasi sebelumnya, Skylake. Namanya optimalisasi, jelas ada banyak keunggulan yang tidak didapatkan dibanding versi sebelumnya.

Contoh jelas adalah teknologi fabrikasi 14nm+ yang disematkan pada Kabylake. Sementara generasi sebelumnya hanya 14nm tanpa embel-embel plus. Prosesor Kabylake ini jadi “senjata utama” yang tersemat dalam ZenBook 3 UX390 lewat seri Intel Core i7-7500U.

Seperti generasi sebelumnya, Intel selalu membedakan tipe untuk desktop dan mobile. Untuk komputer jinjing tipis atau istilah Intel adalah Ultrabook, mereka selalu menambahkan embel-embel “U” yang mengacu pada prosesor hemat daya.

Maka tak heran, jika ZenBook 3 UX390 sebagai laptop yang hemat daya karena memiliki TDP 15W.

Memakai prosesor hemat daya, apa itu berarti akan membuat ZenBook UX390 kehilangan performanya?

Jelas tidak1

Pemilihan Intel i7-7500U sebagai dapur pacu ZenBook UX390 bukan tanpa sebab. Hemat saya, Asus menyematkan prosesor Intel i7-7500U sebagai penyokong kebutuhan para pengguna yang menginginkan laptop dengan kinerja terbaik tetapi tetap hemat daya.

Saya buat ilustrasi tentang keunggulan Intel Kabylake i7-7500U berikut ini.

Secara teknis, Intel i7-7500U mampu memberikan kecepatan hingga 3,5 Ghz, seperti yang tertera pada gambar tersebut.  Tapi nilai berbeda dengan apa yang diklaim ASUS  bahwa kecepatan prosesor ZenBook UX390 bisa sampai 3,1Ghz. Perbedaan angka ini sebenarnya tidak terlalu mencolok mengingat nilai angkanya tidak terpaut jauh dan sama-sama diatas 3,1Ghz. Tampaknya, ASUS mengatur kecepatan tidak terlalu tinggi untuk kestabilan performa dan daya.

Dukungan RAM 16GB DDR3 yang sudah mendukung konfigurasi dual channel membuat laptop ZenBook UX390 bisa menghasilkan performa yang berjalan secara simultan sehingga membuat proses saat menyala di awal lebih cepat

Dengan prosesor 2 Core dan 4 Threads yang didukung dengan pengolah grafis Intel HD Graphics 620 membuat laptop ini bisa menjalankan berbagai pekerjaan berat, terutama untuk yang berurusan dengan grafis atau multimedia.

Dukungan RAM 16GB DDR3 yang sudah mendukung konfigurasi dual channel membuat laptop ZenBook UX390 bisa menghasilkan performa yang berjalan secara simultan sehingga membuat proses saat menyala di awal lebih cepat

Performa ZenBook UX390 makin kencang berkat penyimpanan tipe NVMe SSD. SSD itu adalah jenis penyimpanan yang lebih baik dibanding HDD. Nah, di ZenBook UX390 ini, SSD digunakan dengan tambahan fitur NVMe atau Non-Volatile Memory yang akan bekerja secara cepat saat proses komputasi. Katanya sih, kinerja SSD ini bisa melakukan 64.000 perintah dalam satu waktu.

Berdasarkan spesifikasi tersebut, sangat jelas, jika ZenBook UX390 ini memiliki kinerja yang tergolong tinggi. Hal ini juga terbukti lewat tes benchmark yang dilakukan Selular.ID yang saya sertakan gambarnya berikut ini.

Gambar via Selular.ID

 

Desain yang Tipis Mendukung Mobilitas Tinggi

Bobot yang ringan yakni 910 gram dengan dimensi yang super tipis menjadi kelebihan dari ZenBook 3 UX390. Dengan ukuran tersebut, tidak berlebihan menyebut laptop ini sebagai laptop dengan ketipisan yang teramat tipis yang bahkan melebihi ketipisan dari Macbook yakni hanya 11,9 m.

Tak percaya? Cek pada gambar berikut ini.

Gambar via Selular.ID

Sudah terbukti bukan? ZenBook 3 UX390 tampak lebih pantas untuk mobilitas tinggi dibanding Macbook. Desain laptop ini juga tidak sembarangan. Bentuk rupa yang elegan dengan desain khasn Zenbok yakni Concentric Circle Design membuat laptop ini memiliki nilai keindahan tersendiri yang tidak bisa ditemukan di laptop lain, termasuk di Macbook sekalipun.

Mau varian warna rose gold, quartz grey dan royal blue, semuanya sama, tampak berkilau elegan dan membuat penggunanya lebih percaya diri.

Varian Warna ASUS ZenBook 3 UX390

Tidak berlebihan memang menyebut ZenBook 3 UX390 sebagai laptop atau Ultrabook dengan desain yang tak bisa dikalahkan di kelasnya. Berkat proses produksi desain memakai pahatan diamond cut dengan struktur lapisan alumunium alloy yang biasa digunakan di pesawat terbang yang melekat pada laptop ini membuat laptop ini tampak memiliki desain yang kuat. Apalagi laptop ini sudah melalui prosesos anodizing atau anodisasi yang berfungsi membuat laptop ini tahan terhadap korosi.

Apa artinya hal tersebut? Artinya, ZenBook 3 UX390 tidak didesain sembarangan. ZenBook 3 UX390 dihadirkan sebagai laptop yang bisa jadi “senjata ampuh” atau teman untuk pengguanya dalam jangka waktu lama tanpa menurunkan nilai desiannya di kemudian hari.

 

Dukungan Sistem Operasi Windows 10 Pro

Zenbook 3 UX390 sudah dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 Pro. Dengan sistem operasi ini, Anda bisa lebih produktif dalam mengerjakan berbagai tugas yang banyak karena sistem operasi memang ditujukan untuk kalangan profesional

Contohya melakukan pekerjaan secara multitasking, membuat agenda, browsing, mengetik, membuat presentasi, sampai untuk aktivitas hiburan seperti menonton film maupun bermain game bisa dilakukan dengan Windows 10 Pro yang tertanam di Zenbook 3 UX390.

Hadirnya Windows 10 tentu menjadi solusi yang bagus karena Anda tidak perlu memasang Windows 10 lagi (apalagi menginstal versi bajakan). Kehadiran sistem operasi Windows 10 ini bisa jadi solusi yang tepat dalam menemani segala aktivitas Anda dalam hal produktif maupun hiburan.

Kehadiran Windows Hello misalnya. Akses ke Windows Hello lebih mudah karena kehadiran sensor sidik jari sehingga Anda tidak perlu menuliskan password untuk masuk. Tak ada lagi istilah lupa password karena Anda bisa mengakses Windows dengan sekali sentuhan.

 

Layar yang Menampilkan Visual yang Nyata

Keunggulan lain dari ZenBook 3 UX390 adalah layarnya yang memiliki bezel tipis 7,6mm tapi mampu menghasilkan visual yang nyata dengan tampilan kontras warna yang tajam. Dilengkapi dengan panel NTSC besaran color gamut 72 persen, laptop yang hadir dengan dimensi 12.5-inci Full HD dan sudut pandang hingga 178 mampu memberikan visual yang detail.

Bukan cuman itu, layarnya juga memiliki kecerahan gambar sangat tinggi sampai 300 nits. dan nilai kontrast 1000:1.

Asus benar-benar mengoptimalkan layar ZenBook 3 UX390 ini tidak hanya terpaku pada hardware tatapi juga software. Dukungan 3 aplikasi khusus pada layar ini adalah buktinya. Ketiga aplikasi tersebut adalah

1. Asus Splendid Technology

Aplikasi ini menghadirkan kemampuan mengoptimalkan tampilan gambar sebaik dan seciamik mungkin pada berbagi kondisi. Ada empat fitur dalam teknologi software ini yakni:

  • Normal Mode, yang memiliki fungsi untuk menampilkan visual yang cocok untuk penggunaan sehari-hari.
  • Eye Care Mode, fitur yang bermanfaat untuk penggunaan laptop dalam jangka waktu lama dengan mengubah kecerahan pada cahaya biru di layar untuk direduksi sehingga lebih ramah untuk retina mata.
  • Vivid Mode, fitur yang menamplkan visual dengan ktnras warna dan gambar yang tajam. Sangat cocok digunakan ketika menonton video atau foto.
  • Manual mode, seperti namanya mode ini adalah mode manual yang memungkinkan bebas mengatur tampilan gambar sesuka hati.

2. TruVivid

TruVivid merupakan teknologi yang mampu mengubah tampilan umum pada layar dan mengoptimalkan agar layar lebih sempurna kejernihan,kecerahan dan tingkat responsifitas pada layar.

TruVivid bekerja dengan mengubah desain layar sehingga tampilan lebih jelas dan mengurangi pantulan bayang. Sederhannya, teknologi layar yang biasanya terdiri dari empat lapisan (pelindung kaca, panel sentuh, celah udara dan modul LCD) diubah menjadi dua lapisan saja.

3. Tru2Life Video

Sesuai namanya, fitur ii akan bekerja maksimal ketika layar menampilkan sebuah video. Dengan fitur ini pengguna akan dapat menikmati tampilan gambar yang lebih realistis pada video sehingga tampilan video tampak lebih tajam dan warnanya lebih akurat.

Optimalisasi layar yang dilakukan Asus pada ZenBook 3 UX390 benar-benar patut diacungi jempol. Kombinasi harware mumpuni dan software pendukung membuat ZenBook 3 UX390 akan dinilai sebagai laptop yang memiliki tampilan visual yang nyata.

Semua teknologi layar pada ZenBook 3 UX390 tetap aman, bahkan terhadap goresan sekalipun. Mengapa? Karena Asus telah menyematkan pelindung Gorilla Glass 4 pada layarnya sehingga layarnya jelas akan aman dari gangguan debu atau hal-hal lainnya.

Untuk mengetahui detail spesifikasi layar ZenBook 3 UX390 bisa disimak pada gambar berikut.

 

 

 

Fitur Lain yang Keren dari ZenBook 3 UX390

Selain keunggulan yang sudah disebutan, ZenBook 3 UX390 juga memiliki fitur-fitur lain. Fitur-fitur ini adalah pelengkap yang membuat ZenBook 3 UX390 memiliki nilai tambah sehingga layak untuk dipinang.

Fitur-fitur tersebut adalah

1. Port USB Type C 3.1 Multifungsi

ZenBook 3 UX390 tidak memiliki banyak port seperti umumnya sebuah laptop. Hanya ada satu port pada bagian kanan samping. Posisinya ada di ujung. Port ini adalah USB Type C 3.1 yang nantinya bisa tersambung dengan berbagai hal.

Yang utama adalah untuk charger baterai dan yang kedua untuk tersambung dengan konektor lain melalui Universal Dock. Jadi tidak usah khawatir jika aksesoris yang kamu punya ternyata tidak memilki lubang port. Ada Universal Dock yang bisa membantu

2. 1x combo audio jack

Audio jack jelas berfungsi untuk terhubung dengan headphone atau headset.

3. Backlit Keyboard

Keyboard pada ZenBook 3 UX390 adalah backlit keyboard yang memiliki jarak antara tombol hanya 19,8mm, Mirip dengan keyboard desktop pada umumnya. Tentu ini saja membuat fungsi keyboard jadi lebih bermanfaat buat pengguna untuk menghindari kesalahan ketik atau typo.

Yang mengesankan dari keyboard ZenBook 3 UX390 adalah kedalaman setiap key-nya yakni 0.8mm. Apa artinya ini? Jika dibandingkan dengan pesaing, maka kedalaman keyboard ini dua kai lebih dalam untuk kenyamanan pengetikan. Bahkan, Asus menjamin mengetik dengan ZenBook 3 UX390 dapat bertahan hingga 10 juta pengetikkan, 33% lebih baik dari standar industri.

4. Fingerprint Sensor

Sensor sidik jari yang sudah dibahas dibagian software Windows 10.

5. Touchpad Presisi

ZenBook 3 UX390 telah  didukung dengan touchpad yang presisi dan dirancang sangat nyaman. Tentu hal ini ditujukan agar mengetik bisa memiliki akurasi yang lebih tepat dan juga nyaman digunakan.

6. Baterai Tahan 9 Jam

Baterai pada ZenBook 3 UX390 bisa bertahan sampai 9 jam lamanya. baterainya juga mendukung pengisian cepat 49 menit untuk sampai 60%.

Penjelasan 6 fitur tadi dapat disimak pada gambar berikut ini.

7. Sonic Master

ZenBook 3 UX390 telah dilengkapi dengan kualitas audio canggih Sonic MasterPremium. Fitur pada audioZenBook 3 UX390 ini dapat disimak pada gambar berikut. 

Seperti terlihat pada gambar, ada empat fitur atau teknologi yang tersemat di ZenBook 3 UX390. Keempat teknologi tersebut bertujuan untuk menghadirkan kualitas suara yang berkualitas, berdefinisi tinggi, dan juga memberikan kualitas suara layaknya kualitas suara di bioskop.

Nah itulah alasan mengapa ZenBook 3 UX390 adalah laptop yang cocok untuk kamu gunakan. Saya sangat merekomendasikan Ultrabook ini dibandingkan Macbook. Jelas, saya juga merekomendasikan produk ini pada para eksekutif maupun pebisnis lainnya.

 

 

Sekilas Tentang ASUS ROG G752, Laptop Gaming Kelas Atas

Awal Februari ini, saya kebetulan mendapatkan email dari Asus berisi rilis produk laptop andalan mereka, ASUS ROG G752. Sebuah laptop gaming kelas atas yang menawarkan performa handal dengan desan tnagguh.

Dalam rilisnya, Juian Cen mengungkapkan jika produknya ini akan sukses di pasaran dan menawarkan desain tangguh ala Iron Man.

Screenshot_7

Berikut kutipan dari rilis tersebut

 

Juliana Cen, Country Product Group Leader ASUS Indonesia, mengatakan, dengan ASUS ROG G752, pihaknya yakin bahwa ASUS akan mampu kembali mendulang kesuksesan di ranah notebook gaming di Indonesia seperti yang pernah dicapai di tahun 2015 lalu. “ASUS ROG G752 akan menjadi salah satu pioner utama kami di tahun ini,” ucap Juliana.
“ROG G752 memiliki desain istimewa dengan mengadopsi konsep tampilan a la Iron Man menggunakan bahan Titanium Gray+ yang mengandung bahan tembaga,” sebut Juliana. “Adaptasi tersebut menimbulkan pengaruh yang sangat kuat pada notebook ini, berupa kesan mewah dan futuristik,” sambungnya.

Saya tentu saja terkesima dengan produk ini. Apalagi, produk ini sudah dilengkapi dengan pendingin yang cerdas. Tidak ketinggalan, produk ini sudah dilengkapi dengan keyboard khusus bermain game dengan fitur Anti Ghosting dan tombol makro. Lengkap deh, fiturnya.
Saya yakin produk ini akan laku di pasaran dan menarik perhatian gamer. Saya juga tertarik untuk review produk ini. Tapi, tentunya perlu waktu yang banyak untuk review lebih mendalam.

Nah karena itu tunggu review produk ASUS ROG G752 dari saya. Untuk teaser awal, saya akan berikan keterangan spesifikasi lengkap produk ini yang bisa disimak dibawah ini.

 

Screenshot_6
Kalau menilik spesifikasinya, ASUS ROG G752 ini tentunya akan menjadi “monster” di kelasnya. Tunggu yah artikelnya 🙂