Catatan Senja untuk Rona (Sebuah Pemikiran tentang Performa Rona Anggreani)

Screenshot_3

Sudah lama saya tidak menulis blog, Saya sendiri bingung akan menulis apa. Agar blog ini tetap hidup, terpikir untuk membuat posting-an tentang apa yang saya suka, misalnya dalam hal idoal. Karena itu, saya kali ini akan menulis tentang JKT48, persis seperti posting review yang pernah saya tulis tahun lalu ketika saya menonton teater untuk pertamakalinya.

Untuk kali ini, saya akan membahas secara khusus, yakni Rona Anggreani. Dia termasuk salah satu member yang saya dukung di JKT48. Bahkan, boleh dibilang dia termasuk jajaran utama member yang saya dukung (Selain Melody, Sendy, dan Naomi). Tulisan ini bukanlah tentang biodata atau hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya. Terkait biodata Rona atau biasa disapa Ayen bisa dicari lewat mesin pencari Google. Tulisan ini lebih difokuskan pada pendapat saya pribadi tentang Rona Anggreani sebagai seorang member tim KIII JKT48.   Judulnya adalah  Catatan Senja untuk Rona (Kenapa Senja? Karena saya Menulis tulisan ini menjelang malam) Continue reading “Catatan Senja untuk Rona (Sebuah Pemikiran tentang Performa Rona Anggreani)”

Cahaya Matahari Milliku yang Bersinar tak Terduga : Pengalaman Pertamakali Menonton Teater JKT48.

Catatan :
Ini cerita teater pertamaku. Aku datang ke Jakarta bersama fans dari Bandung, tepatnya dengan rombongan Kang Wildan.  Tulisan ini cukup panjang. Aku tidak tahu ini berupa review atau pengalaman atau FR, entahlah tapi  yang jelas aku ingin menuliskan pengalaman berhargaku ini. Silakan komentar bila berkenan.

Sabtu, 16 November 2013, Pukul 19.00 WIB.

Aku duduk dengan tenang di dalam teater. Di sebelah kananku seorang perempuan yang kutaksir usianya lebih dari 20 tahun. Dia tidak sendirian. Tampaknya dia datang dengan pacarnya.  Namun pacarnya tidak duduk di sampingnya. Pacarnya lebih  memilih berdiri. Sementara itu, di sebelah kiriku duduk seorang fans memakai baju kuning. Dari fisiknya sekilas ia bukanlah orang Indonesia. Perkiraanku ini benar.

“Ini hari pertamaku teater” ucapku mengajak akrab dengannya.

Dia hanya mengangguk. Kemudian aku bicara dalam bahasa inggris yang sederhana, entah benar atau tidak grammar yang aku pakai, tapi dia mengerti. Dia bilang bahwa itu juga merupakan teater pertamanya. So, this is Sonichi!. Aku kenalan dengannya tapi aku tidak ingat namanya. Entah dia ingat namaku atau tidak. Soalnya aku bersusah payah mengeja namaku dalam bahasa Inggris padanya. Setelah agak mulai sedikit akrab, aku tanya di Jepang dia tinggal dimana?
Continue reading “Cahaya Matahari Milliku yang Bersinar tak Terduga : Pengalaman Pertamakali Menonton Teater JKT48.”

Mimpi dan Proses, Usaha Menjadi yang Terdepan

Proses

Proses adalah sesuatu atau kegiatan atau jalan dalam meraih sesuatu. Namun proses sendiri sering dianggap enteng dan sering diabaikan. Inginnya semua serba instan, cepat, dan tanpa melewati hal-hal yang sebenarnya tidak mau kita lakukan. Siapa memangnya yang ingin bersusah payah?

Tapi mengabaikan proses adalah kekalahan. Mengutip salah satu lagu yang cukup populer di kalangan anak muda sekarang terutama mereka yang mendengarkan atau pun fans fanatik JKT48. Sebuah lagu pembuka dari setlist Pajama Drive, judulnya Shonichi atau Hari Pertama. Mengapa saya perlu mengutip lagu ini? Coba simak sebagian liriknya berikut!

Impian ada di tengah peluh
Bagai bunga yang mekar secara perlahan
Usaha keras itu tak akan mengkhianati

Continue reading “Mimpi dan Proses, Usaha Menjadi yang Terdepan”