5 Alasan Kenapa Saya Lebih Memilih Naik Travel ke Jakarta Dibandingkan Naik Bus

travel bus

Enam tahun terakhir ini, setidaknya saya sering pergi ke Jakarta. Tidak sering memang. Hanya sekali atau dua kali dalam setahun. Urusan pergi ke Jakarta ini berbagai macam, datang interview saat masih cari kerja, nonton Teater JKT48 saat sedang ngefans berat, liputan peluncuran produk smartphone, atau kegiatan lainnya yang mengharuskan saya hadir di Jakarta.

Saya juga pernah datang ke Jakarta (tepatnya ke Tanggerang sih) secara tiba-tiba jam 3 pagi lewat panggilan teman. Ceritanya teman saya ini sedang ada masalah keluarga. Dia nelepon saya jam 3 pagi dan minta antar untuk ke rumah bibinya di Tanggerang. Waktu itu saya antar dia naik bis ke Tanggerang. Tentang hal ini akan saya ceritakan di lain hari.

Yang akan saya ceritakan di tulisan adalah soal perjalanan saya ke Jakarta. Biasanya saya pergi ke Jakarta kalau tidak naik bus, yah naik travel. Sampai tulisan ini dibuat, saya belum pernah pergi ke Jakarta naik kereta api, begitu juga pulangnya.

Kalau mau dihitung-hitung, seringnya, saya naik travel dibandingkan naik bus ke Jakarta. Begitu juga sebaliknya. Memang sesekali naik bus tapi pengalaman naik travel Jakarta Bandung atau sebaliknya terasa lebih mengasyikan.

Ada beberapa alasan kenapa saya lebih suka naik travel dibandingkan naik bus. Alasan-alasan tersebut bisa disimak berikut ini.

1. Kemudahan membeli tiket kapan saja

tiket
via https://www.publicdomainpictures.net/en/view-image.php?image=245596&picture=generic-tickets-sign

Alasan ini yang membuat saya suka naik travel ke Jakarta atau dari Jakarta ke Bandung. Saya bisa membeli tiket jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan. Misalnya, saya dapat undangan untuk menghadiri sebuah acara di hari Rabu, saya bisa merencanakan membeli tiket seminggu sebelumnya, atau malah lebih lama lagi. Saya juga bisa memilih waktu keberangkatan dan posisi duduk yang saya mau. Tidak hanya tiket keberangkatan, tiket pulang juga bisa saya rencanakan untuk membeli terlebih dulu.

Bandingkan dengan naik bus. Kalau saya naik bus, setidaknya saya harus pergi ke terminal  terlebih dulu. Bus terpagi yang berangkat ke Jakarta dari terminal Kota Bandung (Leuwipanjang), berangkat pukul 05.00 WIB. Biasanya berangkatnya ngaret kalau busnya belum penuh-penuh amat.

2. Lebih nyaman

tempat duduk mobil travel
via https://pxhere.com/en/photo/885879

Alasan kedua adalah karena travel memiliki kursi duduk yang lebih nyaman dibandingkan kursi duduk bus. Kursi duduknya gak bikin sakit punggung dan enak buat tidur, apalagi kalau kebetulan kursi mobil travel tidak penuh.

Bandingkan kalau naik bus, saya harus mencari tempat duduk kosong dan bukan tempat duduk yang saya inginkan. Tidur di bus juga kurang nyaman karena suasannya tidak lebih adem dibandingkan mobil travel.

3. Tidak terlalu banyak orang

orang di dalam bus
via https://www.pexels.com/photo/man-person-people-train-527/

Poin ini masih menyambung dengan poin kedua yakni soal kenyamanan karena tidak begitu banyak orang di dalam kendaraan. Mungkin ini subjektif tetapi kalau saya pribadi, saya merasa lebih nyaman di sebuah mobil yang hanya berisi sedikit orang. Umumnya mobil travel hanya berisi 8 sampai 12 orang. Bandingkan dengan bus yang jumlah kursinya bisa mencapai 80 orang, bahkan bus kadang melebihkan kapasitas untuk orang yang mau berdiri sepanjang perjalanan.

4. Bisa memilih rute sesuai tujuan

petunjuk jalan
via https://pxhere.com/en/photo/1184084

Travel biasanya menyediakan beberapa rute tujuan yang bisa saya pilih. Semisal, saya ingin ke daerah Thamrin, maka saya bisa memilih travel yang menyediakan perjalanan langsung ke daerah Thamrin. Atau ketika dulu saya nonton JKT48, saya bisa langsung ke fx Sudirman, mal tempat teater JKT48 berada.

Kalaupun tempat tujuan yang saya tuju tidak ada rutenya dari Bandung, saya bisa mencari yang terdekat dari lokasi tujuan. Dari lokasi tujuan, saya bisa naik transportasi on-demand alias ojeg online.

Bandingkan dengan naik bus. Kalau naik bus, saya harus tanya dulu ke supir untuk mencari tahu saya harus teman dimana ke lokasi yang ingin saya tuju di Jakarta. Cukup merepotkan.

5. Tidak ada gangguan pengamen dan penjual minuman

air minum
via https://pixabay.com/en/water-bottle-drink-purity-mineral-630789/

Tidak ada cerita mobil travel disusupi pengamen atau penjual “cang ci men”. Berbeda dengan bus yang saat di terminal dan saat di perjalanan, selalu ada pengamen dan penjual yang menjajakan makanan minuman.

Tidak ada yang salah sebenarnya cuman kadang banyak pengamen jalanan yang sikapnya sering memaksa kalau tidak ngasih uang. Mending kalau suaranya bagus, ini mah tampilan bertato, rambut merah, dan suara cempreng. Nyanyi pas lagi panas-panasnya.

Pernah juga saya temuan penjual makanan yang memaksa saya untuk membeli makanannya, tidak kasar sih, tapi jatuhnya saya gak ikhlas belinya. Bagi sebagian orang faktor kelima bisa jadi hal yang cukup mengganggu.

Karena lima faktor tersebut, saya masih betah menggunakan travel. Harga naik mobil dari Bandung ke Jakarta sedikit lebih mahal dibandingkan naik bus tapi harga yang sedikit mahal ini cukup worth it dengan kenyamanan yang diberikan. Kalaupun pakai bus, biasanya dalam kondisi tertentu atau mendesak seperti kursi mobil travel sudah penuh.

 

 

 

 

 

Advertisements

Drive Home Expo 2018, Ketika Pameran Properti dan Otomatif Hadir dalam Satu Atap

Umumnya sebuah pameran diadakan untuk menghadirkan atau memamerkan produk dengan niche yang sama. Kalaupun beda produk, pameran tersebut biasanya bersifat umum seperti pameran dari sebuah sponsor acara. Nah, bagaimana jika ada pameran yang menghadirkan dua niche berbeda dalam satu acara?

Memang bisa yah? Tentu saja bisa, apalagi kalau kedua niche menyasar target pasar yang sama dengan kebutuhan yang berbeda.

Hal tersebutlah yang dilakukan oleh Rumah.com dan Mobil123.com. Dua situs ternama tersebut menghadirkan pameran yang dinamakan Drive Home Expo 2018.

Pameran Drive Home Expo 2018 ini berlangsung di ICE BSD City Tangerang mulai tanggal 2 sampai 4 November 2018.

Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia dan Mobil23.com sebagai portal otomotif nomor 1 di Indonesia memamerkan produk properti dan otomotif yang bisa dipilih oleh kalangan first buyer atau siapapun yang memang membutuhkan properti dan kendaraan dalam waktu dekat.

Saya sendiri tertarik dengan pameran ini. Betapa enggak, saya bisa mencari properti yang sesuai dengan dana dan lokas sekaligus membeli atau sekadar lihat mobil untuk kebutuhan keluarga. Yah, meskipun saya belum bisa nyupir dan belum punya gak ada salahnya punya keinginan buat mobil dulu. Biar termotivasi buat belajar hehe.

Lantas apa yang melatarbelakangi hadirnya pameran Drive Home Expo 2018 ini?

Pameran Drive Home Expo 2018 ini dilatarbelakangi dari survey yang dilakukan oleh Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2018. Masih menurut rilis yang saya terima, survey ini dihadirkan mengetahui respon pasar dari sisi permintaan sekaligus untuk menciptakan transparansi informasi bagi konsumen.

Survey tersebut menunjukan data bahwa di semester kedua tahun 2018 ini kebutuhan untuk mencari rumah teroglong tinggi. Sebagai gambarang, 6 dari 10 orang memiliki rencana untuk membeli rumah pada paruh tahun kedua 2018.

Survey yang dilakukan pada Juni 2018 lalu ini juga mengungkapkan bahwa 63% dari 1.000 pengisi survey (responden) berencana membeli rumah dalam paruh tahun kedua 2018. 57% dari mereka yang berencana membeli rumah tersebut merupakan kategori first buyer atau kategori pembeli pertama yang umumnya berasal dari Milenial.

Atas dasar hasil survey tersebut, Country Manager Rumah.com, Marine Novita menginisiasi hadirnya pameran ini. Rumah.com menggandeng  Mobil123.com untuk bersinergi dalam menghadirkan pameran ini.

Alasan bergabungnya Mobil123.com di pameran ini didasari karena kebutuhan milenial yang memiliki mobilitas tinggi dan mencari rumah di sekitar pinggir Jakarta. Maklum, bagi para milenial, rumah di tengah sudah terlalu mahal. Karena itu banyak milenial yang mencari rumah di kawasan suburban tetapi dengan akses yang mudah ke tengah kota.

Berdasarkan hal tersebut, saya sepakat kalau memang menargetkan pasar yang sama kenapa tidak menggandeng mitra untuk bekerja sama tetapi dengan kebutuhan yang berbeda. Sebagai milenial pun saya juga pasti tertarik untuk datang ke pameran properti sekaligus lihat-lihat mobil yang diinginkan.

Terlebih menurut Regia Glamouria yang menjabat sebagai Country Manager Mobil123.com, mengatakan kalau tren penjualan kendaraan motor belakangan cenderung naik. Regia mengatkan hal tersebut berdasar pada data GAIKINDO yang menyatakan kalau penjualan kendaran bermotor selama Januari sampai September 2018 naik 7% jika dibandingkan periode yang sama di 2017.

Saya tertarik untuk mengunjungin pameran ini. Sayangnya domisili saya ada di Bandung. Barangkali kalau ada di sekitar Bandung pasti saya datang ke acara ini.

Nah, buat warga Jabodetabek atau dari daerah manapun yang memiliki waktu dan berniat membeli rumah dan mobil, bisa langsung datang ke Drive Home Expo 2018.  Di pamera ini, akan ada banyak mobil yang menarik dan bisa jadi salah satunya adalah idaman. Di pameran ini juga hadir pameran properti dengan penawaran skema DP 0%, cicilan uang muka, serta promo bebas biaya KPR.

Cuman itu? Tentu saja tidak, buat pengunjung yang datang Drive Home Expo 2018 bisa menikmati program khusus untuk yang membeli mobil dan properti sekaligus. Selain itu, bagi yang datang ke pameran ini menggunakan Grab, ada promo potongan harga spesial dengan kode GFBDriveHome.

Menarik bukan? Kalau menurut saya sih pameran ini menarik dengan banyak penawaran yang tergolong menggiurkan.