Reza Permadi, pendiri Atourin

Di era digital yang serba cepat ini, “healing” atau menyeimbangkan kesehatan mental menjadi kebutuhan bagi banyak orang. Namun, destinasi wisata populer seringkali justru menimbulkan kepenatan baru karena padatnya pengunjung. Oleh karena itu, wisata alternatif menuju “slow living” kian diminati, dan desa wisata menjadi salah satu pilihan yang menarik.

Tapi, bagaimana cara mencari dan mengelola informasi desa wisata dengan efektif? Di sinilah peran teknologi digital sangat dibutuhkan. 

Adalah sosok bernama Reza Permadi yang hadir dengan inovasi yang membawa desa wisata menuju era digital: Atourin Visitor Management System (AVMS).

Reza Permadi dengan AVMS-nya tidak sekadar menghadirkan layanan atau situs layaknya agen perjalanan wisata. Saya tadinya berpikir demikian. Tapi, AVMS mampu menghadirkan layanan yang tak sekadar memberikan info terkait perjalanan wisata. Namun juga pengelolaan desa wisata dan pengelolaan pengunjung.

Buah karyanya mendapat apresiasi dari Astra lewat bidang SATU Indonesia Awards 2023 di bidang Teknologi. Lantas, apa yang Reza Permadi lakukan? 

Reza Permadi: Milenial Penggerak Digitalisasi Desa Wisata

Reza Permadi saat mendapat penghargaan SATU Indonesia Awards 2023.
Sumber: Instagram.com/repermadi

Sebelum bercerita soal AVMS, saya ajak pembaca berkenalan dulu dengan Reza. 

Reza Permadi, lahir di Jakarta pada 29 April 1993, memiliki kecintaan yang mendalam terhadap industri pariwisata Indonesia. Lulusan Master of Sustainable Tourism ini melihat potensi besar dalam pemanfaatan teknologi untuk memajukan desa wisata dan mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Atas dedikasinya tersebut, Reza dianugerahi penghargaan Satu Indonesia Award kategori teknologi pada tahun 2023.

Tidak hanya mengembangkan AVMS, Reza juga aktif mendampingi dan bekerja sama dengan komunitas lokal, khususnya Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), untuk membangun desa wisata di Indonesia. Pokdarwis sendiri merupakan kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian dan berperan aktif dalam pengembangan dan pengelolaan potensi wisata di desa mereka.

“Saya bekerja di komunitas, khususnya di Pokdarwis, kelompok sadar wisata. Dan yang saya lakukan adalah mendampingi teman-teman di desa wisata, supaya punya produk, kalau bapak dan ibu bosan tinggal di hotel, atau harganya mahal, bisa tinggal di homestay, tinggal sama yang punya rumah tapi tidak sekamar. Biasanya homestay punya kamar satu yang disisihkan untuk wisatawan,” jelas Reza dalam acara Local Media Summit 2024 yang saya nukil dari situs dari situs RRI.co.id.

Reza mendampingi Pokdarwis untuk mengembangkan berbagai produk wisata, seperti paket wisata 3 hari 2 malam di Pantai Klayar, Pacitan, atau 4 hari 5 malam untuk keliling desa di Surabaya. Ia juga membantu mereka dalam memasarkan produk wisata tersebut secara daring maupun langsung.

“Jujur saja, aplikasi ini lahir berawal dari tugas kuliah saya,” ungkap Reza, mengenang awal mula AVMS yang berasal dari sebuah paper sederhana tentang manajemen pengunjung yang ia tulis saat kuliah, menukil dari Antaranews. Namun, gagasan brilian Reza tidak berhenti di atas kertas. Ia bertekad untuk mewujudkannya menjadi sebuah solusi nyata bagi desa wisata di Indonesia.

Aktivitas Wisata Journey of The Stones. Foto: dok Kemenparekraf. Sumber: Dok Kemenparekraf.

Kegiatan yang dilakukan Atourin disambut baik juga oleh pemerintah. Pada 2024, Atuorin bekerjasama dengan Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) untuk menggarap wisata di Kawasan Borobudur. 

Dinukil dari metrotvnews.com, kegiatan tersebut berlangsung pada 27-29 Agustus 2024 untuk mempromosikan desa wisata di Kawasan DPSP Borobudur sebagai destinasi wisata tematik berkelas dunia. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang sinergi antara desa wisata dan komunitas dengan para peserta kegiatan.

AVMS: Membuka Pintu Digitalisasi Desa Wisata

Tampilan website Atourin

Pada tahun 2019, Reza meluncurkan AVMS, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk memudahkan pengelola desa wisata dalam mendata dan mengelola pengunjung. AVMS hadir dengan berbagai fitur unggulan yang memudahkan pengelolaan desa wisata. AVMS bisa diakses di situs Atourin.com. 

AVMS juga punya aplikasinya yang bisa diunduh di Google Play Store maupun Apple App Store. 

Selain itu, AVMS juga menghadirkan berbagai informasi terkait wisata yang bisa disimak di https://blog.atourin.com/.

Beberapa fitur unggulan AVMS antara lain:

  • Sistem Reservasi Online: Wisatawan dapat memesan tiket masuk dan paket wisata secara online, kapanpun dan di mana pun. Hal ini meningkatkan efisiensi dan memudahkan wisatawan dalam merencanakan kunjungan mereka.
  • Database Pengunjung: AVMS mencatat data pengunjung secara otomatis, sehingga pengelola desa wisata dapat memahami profil pengunjung dan mengembangkan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
  • Manajemen Tiket dan Paket Wisata: AVMS memudahkan pengelolaan tiket masuk, paket wisata, dan layanan lainnya. Pengelola dapat menetapkan harga, mengelola stok, dan memantau penjualan dengan mudah.
  • Laporan Keuangan: AVMS menghasilkan laporan keuangan secara otomatis, sehingga pengelola dapat memantau pemasukan dan pengeluaran dengan transparan dan akuntabel.
  • E-Ticketing: AVMS menawarkan sistem e-ticketing yang ramah lingkungan, mengurangi penggunaan kertas, dan mendukung pariwisata berkelanjutan.

Cara Kerja AVMS

AVMS bekerja dengan sistem cloud-based, sehingga dapat diakses kapan pun dan di mana pun melalui perangkat yang terhubung dengan internet. Berikut adalah gambaran singkat tentang cara kerja AVMS:

  1. Pendaftaran dan Setup: Pengelola desa wisata mendaftar ke AVMS dan mengatur profil desa wisata mereka, termasuk informasi destinasi, harga tiket, paket wisata, dan lain-lain.
  2. Integrasi Sistem Pembayaran: AVMS terintegrasi dengan berbagai sistem pembayaran online, sehingga memudahkan wisatawan dalam melakukan transaksi.
  3. Pemesanan Tiket dan Paket Wisata: Wisatawan dapat memesan tiket masuk dan paket wisata melalui website atau aplikasi AVMS.
  4. Validasi Tiket: Saat tiba di desa wisata, wisatawan menunjukkan e-ticket yang telah dipesan melalui AVMS untuk divalidasi oleh petugas.
  5. Pengelolaan Data dan Laporan: AVMS mencatat semua transaksi dan data pengunjung secara otomatis, dan menyajikannya dalam bentuk laporan yang mudah dipahami.

Dampak Nyata AVMS bagi Desa Wisata

Sumber: Instagram.com/repermadi/

AVMS telah memberikan dampak nyata bagi lebih dari 200 desa wisata di seluruh Indonesia. Beberapa manfaat yang dirasakan oleh pengelola desa wisata antara lain:

  • Peningkatan Jumlah Pengunjung: Sistem reservasi online dan kemudahan akses informasi melalui AVMS membantu meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa wisata.
  • Peningkatan Pendapatan: AVMS memudahkan pengelolaan keuangan dan meningkatkan efisiensi, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan desa wisata.
  • Peningkatan Efisiensi Pengelolaan: AVMS mengurangi beban administratif dan memudahkan pengelolaan desa wisata, sehingga pengelola dapat lebih fokus pada pengembangan destinasi dan pelayanan kepada wisatawan.
  • Pengembangan Ekonomi Lokal: AVMS membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, misalnya dengan menjual produk lokal atau menyediakan jasa pemandu wisata melalui platform AVMS.

Reza Permadi, dengan AVMS-nya, telah membuktikan bahwa teknologi dan inovasi dapat menjadi kunci untuk memajukan pariwisata Indonesia, khususnya di desa-desa wisata. Saya cukup kagum dengan apa yang dilakukannya. 

Ia mampu menerapkan disiplin ilmu yang ia miliki dan mengombinasikannya dengan teknologi untuk memberdayakan potensi wisata dan membawa dampak positif bagi masyarakat lokal. Kisah inspiratif Reza Permadi dan AVMS memberikan harapan bahwa generasi muda Indonesia dapat menjadi penggerak perubahan dan mewujudkan pariwisata Indonesia yang lebih baik, berkelanjutan, dan memberdayakan.

Leave a comment

Quote of the week

"People ask me what I do in the winter when there's no baseball. I'll tell you what I do. I stare out the window and wait for spring."

~ Rogers Hornsby