Koperasi Digital, Strategi Koperasi untuk Beradaptasi dengan Zaman

cooperative

Sudah sejak lama, kita semua diajarkan tentang koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Sudah ada bukti pula bahwa koperasi menjadi pilar penting bertahannya masyarakat Indonesia ketika krisis terjadi pada 1998. Dua pernyataan tersebut mengindikasikan satu hal, koperasi adalah organisasi ekonomi merakyat yang bisa bertahan meski dihadang krisis sekalipun.

Sayangnya, di era modern. koperasi seperti “tidak mendapat tempat” di era globalisasi ini. Memang masih banyak koperasi yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah, tapi keberadaannya tergolong“stagnan”.

Fungsi koperasi tampak seperti dimanfaatkan untuk simpan pinjam saja. Padahal, jika koperasi banyak dimanfaatkan untuk kepentingan produktif, koperasi bisa tumbuh dan mendapat tempat di masyarakat, terutama di kalangan generasi milenial (generasi yang melek dengan teknologi dan informasi).

Generasi milenial tampak melihat koperasi sebagai produk usang yang ketinggalan zaman. Generasi milenial tidak melihat koperasi sebagai produk kekinian. Penyebabnya karena koperasi tidak  mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang begitu cepat ini.

Faktor inilah yang menurut hemat saya, membuat koperasi di Indonesia berjalan di tempat. Koperasi seperti tersingkirkan oleh konsep utama yang lebih modern. Padahal koperasi di Indonesia punya potensi besar untuk berkembang dan bersaing dengan produk lain yang lebih modern.

Salah satu contoh koperasi yang sukses di dunia dan jadi patokan adalah Zen Noh. Koperasi yang berdiri tahun 1972 ini merupakan enggabungan dua sekunder koperasi pertanian level nasional, yaitu Zenkoren (yang ber­gerak dalam pengadaan kebutuhan pertanian) dan Zenhanren (bergerak di bidang pemasaran pro­duk pertanian)..

Zen Noh adalah koperasi asal Jepang yang mampu mencapai perputaran omset hingga 63.449 dolar AS, atau Rp 583,73 triliun) pertahun. Perncapaian itu diraih Zen Noh karena beberapa hal. Diantaranya adalah karena jumlah anggota yang sudah mencapai lebih dari 10,2 juta jiwa serta dukungan sistem informasi teknologi yang sudah mereka miliki.

Apakah koperasi di Indonesia bisa berkembang seperti Zen Oh? Tentu potensi ke arah sana ada. Hanya saja, perlu beberapa strategi agar koperasi bisa bertahan di tengah kompetisi yang serba cepat ini.

Banyak koperasi yang begit

Jika ingin berkembang seperti Zen Oh atau minimal beradaptasi di era modern seperti sekarang. Ada 5 hal yang perlu dilakukan oleh koperasi di Indonesia untuk bersaing di era modern.

1. Memiliki Website

Website adalah opsi penting yang harus dimiliki oleh lembaga koperasi saat ini. Memiliki website berarti memiliki identitas koperasi yang jelas dan bisa dianggap sebagai lembaga koperasi yang lebih professional. Kebradaan website juga jadi informasi untuk mereka yang ingin mengetahui informasi lebih jelas terkait koperasi. Selain memiliki website, lembaga koperasi juga diharapkan sudah mengajukan Google My Business yang tujuannya agar lebih mudah mencari koperasi di Google.

2. Penggunaan Aplikasi Koperasi

Tidak sedikit lembaga koperasi yang masih memakai pencatatan manual dalam mengelola data koperasi mereka. Ada yang masih menulis memakai buku manual tetapi juga ada yang mulai beradaptasi dengan teknologi, minimal sudah menggunakan aplikasi pengolah data semacam Microsoft Excel.

Jelas, agar koperasi tidak ketinggalan zaman, pengelolaann data sebaiknya sudah menggunakan aplikasi koperasi tersendiri. Tujuannya agar pengelolaan database anggota, pengelolaan bisnis, dan laporan keuangan bisa lebih mudah dilakukan.

3. Penggunaan Database Digital

Aplikasi yang dimiliki koperasi sebisa mungkin sudah meliputi sampai data anggota yang bisa mudah diakses dimana saja. Artinya, aplikasi harus terhubung dengan jaringan internet. Tujuannya jelas, agar pengurus (bahkan anggota) bisa mengakses darimana saja.

Di tengah era mobile dan banyaknya orang menggunakan smartphone, penggunaan aplikasi semacam ini jelas tak terlelakan keberadaannya. Karena itu, sangat penting bagi pemiliki koperasi untuk memiliki database digital yang lengkap yang bisa dipantau dari mana saja. Mengapa harus memiliki database yang lengkap? Karena saat ini, yang paling mahal adalah data. Masa depan koperasi justru harus bisa memanfaatkan data yang ada sebagai acuan untuk bisa memahami konsep bisnis di era modern. Ingat, Google dan Facebook saja bisa terkenal dan menghasilkan banyak uang karena mereka memiliki data banyak orang di dunia;.

4. RAT Secara Online

Kegiatan Rapat Anggota Tahunan atau RAT secara online bisa membuat kegiatan koperasi lebih efektif, Pengurus dan anggota tidak perlu lagi melakukan rapat anggota tahunan secara tatap muka langsung. Banyak media internet seperti WhatsApp dan kawan-kawannya yang memungkinkan rapat anggota tahunan dilakukan secara online.

Konsep RAT secara online ini juga sudah terangkum secara jelas dalam Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI Nomor 19/Per/M.KUKM/IX/2015. Peraturan tersebut tercantum pada bagian keempat rapat anggota melalui media Elektronik Pasal 16, yang berbunyi

“Rapat Anggota dapat juga dilakukan melalui media telekonferensi, video konferensi, atau sarana media elektronik lainnya yang memungkinkan semua peserta saling melihat dan mendengar serta berpartisipasi langsung dalam Rapat Anggota”

Jika koperasi sudah mulai beradaptasi secara digital, maka pelaksanaan RATA secara online tentu bisa dilakukan. Apalagi RAT secara online memiiliki kelebihan, diantaranya: lebih banyak orang yang terlibat dalam rapat dan juga lebih hemat biaya.

Pelaksanaan RAT secara online tentunya juga akan lebih siap jika dalam aplikasi koperasi, sudah ada fitur RAT yang memungkinkan anggota dan pengurus bisa memberikan hak suara dan juga memungkinkan hasil rapat didokumentasikan secara digital.

5. “Mengubah Mindset Anggota Koperasi”

Poin satu sampai empat tidak akan terwujud jika orang yang terlibat dalam koperasi tidak memiliki mindset digital. Artinya, agar lembaga koperasi lebih maju dan lebih siap di era internet, maka harus diubah dulu pola pemikiran SDM yang terlibat dalam koperasi.

Halangan-halangan semacam sudah nyaman dengan konsep koperasi tradisional, ribet, atau gaptek tentu harus diubah secara perlahan. Minimal para pengurus koperasinya yang harus lebih siap untuk berubah. Jika pengurus sudah siap, maka bukan tidak mungkin anggota juga bisa menyesuaikan diri agar koperasi bisa bertahan di era globalisasi.

Jika 5 poin tersebut dapat direalisasikan dengan baik, bukan tidak mungkin koperasi bisa mendapat tempat di generasi milenial. Mereka bisa lebih mudah akses informasi ke internet dan mengetahui identitas koperasi.

Tapi yang lebih penting, koperasi yang sudah siap dengan era digital, bukan tidak mungkin bisa mengikuti koperasi yang sudah sukses di dunia. Contohnya seperti ZEN NOH yang hanya dengan website mereka, mereka mampu menyampaikan laporan keuangan, dan hasil rapat anggota. Semuanya karena konsep digital dan data yang sudah terintegrasi dalam sebuah sistem informasi.

Wake Up Wakaf dan Kunjungan ke Kebun Indonesia Berdaya Subang

kebun indonesia berdaya

“Wake Up! Wakaf”

Begitulah namanya. Nama dari program yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa. Dari namanya, sudah jelas kalau program ini semacam ajakan untuk semua orang, termasuk kamu-kamu yang baca tulisan ini untuk berwakaf.

“Lho, bukannya wakaf itu sulit dan harus memiliki uang banyak dulu?”

Pertanyaan tersebut pasti terlintas di pikiranmu. Tapi percayalah, pertanyaan itu juga terlintas di pikiran saya sebelum akhirnya Dompet Dhuafa memperkenalkan tentang wakaf.

Perkenalan itu terjadi, pada hari Kamis 17 Oktober 2019. Saya dan puluhan narablog dari Bandung dan sekitarnya dapat kesempatan untuk memenuhi undangan dari Dompet Dhuafa mengunjungi Kebun Indonesia Berdaya. Lokasi perkebunan tersebut ada di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang.

Di tempat tersebut, saya diajak untuk berkenalan dengan wakaf dan berkunjung ke hasil wakaf produktif berupa kebun nanas dan buah naga. Tempat tersebut cukup jauh dari Bandung. Perlu waktu kurang lebih tiga jam dari Bandung menuju tempat yang cukup pelosok ini.

Kedatangan kami (saya dan teman blogger Bandung) disambut dengan baik. Kami disambut dengan makanan hasil tani Kebun Indonesia Berdaya. Ada jus nanas, sate nanas, serta makanan seperti jagung dan kacang.

Kami memakan cemilan tersebut dengan riang gembira di sebuah saung, seperti tempat makan lesehan. Di tempat ini juga, sembari kami menikmati cemilan, ada diskusi soal wakaf. Dalam diskusi ini, saya baru paham kalau wakaf itu tidak sekadar 3M (Masjid, Madrasah dan Makam) saja.

kebun indonesia berdaya
Diskusi soal program Wake Up Wakaf

Wakaf itu ternyata banyak bentuknya. Poin utamanya adalah tentang hakikat memberikan sesuatu yang bermanfaat dalam tempo yang lama.

Nah, di Dompet Dhuafa, ada empat pilar utama pengembangan hasil wakaf. Empat pilar tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial. Contohnya berdirinya banyak rumah sakit dari Dompet Dhuafa. Atau di bidang pendidikan, sudah banyak sekolah yang didirikan. Di aspek sosial, ada pembangunan mesjid.

Unuk ranah ekonomi, Dompet Dhuafa fokus pada wakaf dalam bentuk tanah. Tanah ini kemudian dimanfaatkan untuk ruko, mini market, peternakan, dan perkebunan. Dan Kebun Indonesia Berdaya adalah salah satu contoh pengelolaan wakaf tanah Dompet Dhuafa.

kebun indonesia berdaya

Di Kebun Indonesia Berdaya, Dompet Dhuafa memanfaatkan tanah wakaf untuk menanam buah naga dan nanas. Ada juga lahan yang digunakan untuk peternakan kambing yang diperuntukkan untuk kurban.

kebun indonesia berdaya
Peternakan Domba di Kebun Indonesia Berdaya

Keberadaan Kebun Indonesia Berdaya ini juga memiliki manfaat besar bagi masyarakat sekitar untuk tetap produktif. Salah satu penerima manfaat dari keberadaan Kebun Indonesia Berdaya pun dihadirkan dan berbincang-bincang dengan kami.

Beliau bercerita tentang besarnya manfaat dari tanah wakaf tersebut. Beliau dan para petani merasa banyak terbantu dengan kehadiran wakaf dari Dompet Dhuafa. Padahal dulu, beliau selalu mengalami kesulitan dalam pengolahan buah dan hal-hal teknis lainnya.

Selain diskusi, kami juga diajak berkeliling ke lahan perkebunan nanas dan buah naga. Sayang, bukan musim panen, sehingga kami tidak bisa memetik buah naga. Perkebunannya tergolong luas lho. Saya cukup asik dan betah disini meski saat berkunjung cahaya matahari sangat terik sekali.

kebun indonesia berdaya kebun indonesia berdaya kebun indonesia berdaya

Lalu, apa hubungannya program Wake Up Wakaf dengan kedatangan kami di Kebun Indonesia Berdaya? Jawabannya adalah tentang terbukanya pikiran kami bahwa wakaf tidak harus menunggu kaya atau ada uang dulu. Kebun Indonesia Berdaya adalah salah satu contoh wakaf produktif yang bisa terwujud dari urunan wakaf banyak orang.

Artinya, wakaf bisa dilakukan oleh siapapun dengan nilai minimal 10 ribuan saja. Nah, karena itu jika pembaca, mau berwakaf, bisa dimulai dari sekarang dengan nilai 10 ribu saja. Bayangkan, jika ada satu juta orang yang berwakaf dengan nilai Rp10.000 saja, tentu jumlahnya tergolong banyak. Uang itu yang kemudian bakal dikelola oleh Dompet Dhuafa sebagai wakaf produktif.

Jadi, tunggu apalagi, yuk ikut wakaf produktif di Dompet Dhuafa!

 

OPOP, Ketika Pesantren Bersaing di Ranah Ekonomi

Pesantren, yang selalu identik dengan kegiatan keagamaan, ternyata memiliki potensi untu melakukan hal lebih dari itu. Potensi tersebut adalah potensi pengembangan ekonomi. Potensi tersebut justru bisa hadir dan melahirkan produk ekonomi kreatif yang bersaing dengan produk lainnya. Potensi itulah yang dicoba dilirik oleh OPOP atau One Pesantren One Product.

OPOP sendri adalah salah satu program dari rangkaian 17 program “Pesantren Juara”. Program ini digagas oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. Hadirnya OPOP diharapkan mampu mendongkrak dunia perekonomian Jawa Barat sekaligus jadi ajang pelatihan pesantren di Jawa Barat dalam ranah menjalankan roda perekonomian.

Saya sendiri jadi salah satu saksi yang menyaksikan betapa menariknya program OPOP ini. Bertempat di Hotel Ibis, TSM Bandung, pada 3 September 2019, saya bisa menyaksikan ribuan pesantren yang menghadiri kegiatan bertajuk “Temu Bisnis dan Simbolis Bantuan Penguatan Modal Usaha”.

 

Kegiatan “Temu Bisnis dan Simbolis Bantuan Penguatan Modal Usaha”

Bersama Gubernur Jawa Barat

Sumber Foto: OPOP

 

Tercatat ada sekitar 1074 pesantren yang lolos dari 1500 pesantren yang mendaftar OPOP. Pesantren yang lolos tersebut melaju ke tahap berikutnya dan mendapatkan bantuan dana untuk pengembangan bisnisnya. Selain seremonial temu bisnis ini, acara tersebut juga menghadirkan pameran berbagai produk dari pesantren yang mengikuti OPOP.

Ada banyak produk menarik yang dipamerkan, mulai dari air minum dalam kemasan, kerajinan tangan, produk cemilan atau makanan, pakaian, sampai bidang jasa seperti melukis hena. Saya pun sempat terkesima dan kagum dengan berbagai produk yang dipamerkan tersebut.

Sebagian produk-produk dari pesantren yang mengikuti OPOP 2019

Oh yah, para finalis dari 1074 pesantren yang hadir di Bandung, selain mendapatkan modal usaha, juga mendapatkan pelatihan selama 8 hari di satu tempat yang sudah ditentukan. Selain itu, mereka juga akan mendapat pendampingan usaha dari orang-orang yang sudah berpengalaman.

Untuk modalnya sendiri, para peserta ini akan mendapat masing masing sebesar 25-30 juta rupiah.
Kegiatan OPOP 2019 akan berlangsung satu tahun penuh. Nantinya akan dipilih pesantren yang jadi juara dalam gelaran OPOP ini. Seleksi pemenang tentu saja berdasarkan kreativitas produk serta bagaimana sistem penjualan ke publik.

Kabar baiknya, OPOP ini tidak hanya akan berlangsung sekali. Setelah kegiatan berlangsung satu tahun penuh, OPOP akan dibuka kembali untuk gelombang kedua. Hal ini dilakukan karena di Jawa Barat khususnya, terdapat sembilan ribu pesantren lebih yang terdaftar.

Foto bersama Ketua Dinas KUMKM Pemprov Jabar
Foto bersama Ketua Dinas KUMKM Pemprov Jabar, Sumber Foto: MegaKartiwan

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dinas KUMKM Pemprov Jabar saat saya dan beberapa rekan Blogger mewawancarai beliau. Menurut beliau, untuk melaju ke tahap pertama OPOP, ada beberapa tahap yang harus dilalui. Pertama tahap administrasi, yakni tahap untuk mengirimkan proposal bisnis para pesantren dikirim ke https://opop.jabarprov.go.id/.

Setelah itu, petugas OPOP akan menilai layak tidaknya pesantren tersebut untuk lolos ke tahap berikutnya, tentunya penilaian berdasarkan proposao yang dikirimkan. Jika ternyata layak lolos, maka pertugas OPOP akan mendatangi pesantren untuk kemudian wawancara terkait produk yang dihasilkan. Setelah itu, pertugas akan menentukan apakah pesantren tersebut akan lolos ke tahap berikutnya atau tidak.

Tentu kegiatan OPOP ini nantinya boleh diikuti oleh pesantren manapun yang ada di Jawa Barat. Jadi, jika tidak lolos pada tahun ini, malah bisa mengikuti lagi pada tahun berikutnya. Satu program yang menarik tentunya.

Bonus Foto:

saya bersama panah, produk dari salah satu pesantren yang mengikuti OPOP

 

Kiat Menjadi Orang Tua Terbaik Untuk Anak-Anak

parents kids

Setiap orang tua tentunya harus mengasuh anaknya sebaik mungkin agar sang buah hati bisa tumbuh dewasa dengan sempurna. Untuk bisa menjadi sosok orang tua yang terbaik, memang bukan hal yang mudah, kita perlu tahu apa saja kiat-kiatnya.

Dengan begitu, maka buah hati bisa menjadi seorang individu yang dewasa, percaya diri, dan juga mandiri. Terutama bagi Anda para orang tua baru, maka perlu tahu apa saja tips untuk bisa menjadi sosok orang tua yang terbaik.

Untuk Anda yang ingin tahu lebih mendalam mengenai tips tepat untuk menjadi orang tua yang terbaik untuk si buah hati, Anda bisa langsung simak ulasan media parenting di indonesia berikut ini.

Banyak orang tentu yang ingin tahu jelas mengenai cara jitu menjadi sosok orang tua terbaik untuk anak anak. Terutama bagi mereka yang ingin mengasuh anak anak dengan lebih baik lagi, pastinya harus tahu tips tepat untuk menjadi orang tua yang terbaik untuk si buah hati.

Ada salah satu cara jitu menjadi sosok orang tua terbaik untuk anak anak yaitu dengan menerapkan disiplin terbaik untuk buah hati Anda. Anda lebih baik hanya memaksimalkan peraturan yang dirasa masuk akal saja.

Tentunya peraturan tiap usia anak berbeda-beda, agar Anda bisa menjadi yang paling terbaik untuk buah hati Anda, maka Anda harus mengetahui pertauran setiap usia yang masuk akal. Jangan terlalu berpegang terhadap peraturan, Anda tentunya harus mengetahui sikap toleransi jika anak Anda semisal melanggar peraturan.

Semua tentu ada sebabnya, oleh karena itu Anda harus lebih bisa mengerti mengapa buah hati Anda melakukan suatu hal tertentu. Anda bisa menanyakan kepada si anak mengapa melakukan sutu kesalahan tertentu dan dengarkan dengan baik-baik.

Memang selain dari yang di atas, masih ada beberapa lagi tips tepat untuk menjadi orang tua yang terbaik untuk si buah hati lain yang bisa Anda ketahui kalau ingin mengasuh anak anak dengan lebih baik lagi.

Tips lainnya yaitu dengan menentukan hukuman yang tidak terlalu kasar. Tentunya hal ini juga sangat penting untuk kepentingan buah hati Anda. Lebih baik hukuman tidak didasari sepenuhnya dengan emosi saja. Hukuman harus didasari dengan pemikiran dampak dari hukuman tersebut bagaimana nantinya.

Anda harus tahu hukuman yang tidak terlalu kasar tetapi mampu membuat buah hati Anda jera. Jika memang ada saatnya Anda emosi karena perilaku anak yang tidak kunjung berubah akan kesalahannya, maka Anda bisa menahan emosi Anda terlebih dahulu baru menghukum buah hati Anda.

Bagaimanapun hukuman merupakan bentuk sikap disiplin yang nantinya bisa membuat buah hati Anda menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lebih mampu terhindar dari kegiatan negatif. Dengan mengetahui cara jitu menjadi sosok orang tua terbaik untuk anak anak di atas, maka tentunya Anda bisa dimudahkan lagi kalau ingin mengasuh anak anak dengan lebih baik lagi.

Demikian saja bahasan tentang tips tepat untuk menjadi orang tua yang terbaik untuk si buah hati. Bagi Anda yang ingin mengasuh anak anak dengan lebih baik lagi, maka Anda harus tahu dulu info di atas.

Semoga Anda bisa lebih terbantu dengan info cara jitu menjadi sosok orang tua terbaik untuk anak anak kali ini. Memang tak mudah untuk menjadi orang tua yang terbaik, tetapi hal tersebut hal yang harus dilakukan setiap orang tua.

 

Cooperative Fair 2019, Pameran Produk Unggulan untuk Milenial

“Generasi Milenial Jabar Juara”, itulah tema yang diangkat dalam sebuah kegiatan yang bertajuk “Cooperative Fair 2019”. Kegiatan ini bukanlah sebuah kegiatan biasa, melainkan sebuah pameran yang tidak biasa dan tergolong megah, setidaknya menurut pandangan saya yang datang ke lokasi pameran ini pada 23 Agustus 2019.

Pameranya sendiri berlangsung di Mall Trade Centre (MTC) Metro Indah Mall  di Jalan Soekarno Hatta Bandung pada 23-25 Agustus 2019. Artinya, 3 hari pameran berlangsung tetapi saya hanya datang pada hari pertama dan memberi kesan yang baik.

Bergaya di Cooperative Fair 2019
Saya Bergaya di Cooperative Fair 2019

Saya sendiri datang ke lokasi acara pada Jumat, saat pembukaan. Pembukaan acara ini sendiri dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat serta istri dari Gubernur Jawa Barat, Ibu Atalia. Sayang, Gubernur kebanggaan kita semua, Pak Ridwan Kamil berhalangan hadir. Padahal di posternya ada Pak Ridwan Kamil. Nih posternya

COOPERATIVE FAIR 2019

Cooperative Fair 2019

Lalu, apa saja yang ada di Cooperative Fair 2019? Apa yang ditawarkan oleh pameran ini? Bagi yang belum tahu, Cooperative Fair 2019 adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Dinas KUK) Jawa Barat. Acara ini pertama kali diselenggarakan pada 23-28 Juli 2004 di Lapangan Gasibu Bandung.

Tahun 2019 adalah tahun keenam belas diselenggarakannya acara Cooperative Fair 2019. Cooperative Fair 2019 juga diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-72  sekaligus  ulang tahun Provinsi Jawa Barat  ke-74 yang jatuh pada tanggal 19 Agustus.

Lantas kenapa tadi saya bilang Cooperative Fair 2019 bukan kegiatan biasa? Pasalnya, Cooperative Fair 2019 menampilkan lebih dari 100 produk unggulan yang telah dikurasi oleh tim juri. Produk-produk tersebut meliputi produk dari berbagai bidang, ada produk makanan atau kuliner, kerajinan tangan, alas kaki, pakaian, bahkan produk olahan yang dibuat dengan inovatif dan kreatif.

Produk-produk yang dipamerkan di Cooperative Fair 2019 berasal dari berbagai provinsi di Jawa Barat. Produk yang ditampilkan adalah produk unggulan yang inovatif dan kreatif dari tiap provinsi. Selain dari Provinsi Jawa Barat, ada juga produk unggulan yang dihadirkan dari provinsi lain di Indonesia. Tidak ketinggalan produk dari berbagai dinas.

Qukyta shoes dari bandung
Qukyta shoes dari Bandung
dari banjar
Fashion dari Banjar
air gaharu dinas kehutanan j
Air Gaharu dari Dinas Kehutanan

 

Tidak Sekadar Pameran

Cooperative Fair 2019 bukan hanya sekadar pameran produk saja. Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai aktivitas yang berhubungan dunia koperasi dan juga UMKM. Contohya adalah konseling tentang koperasi, perizinan usaha untuk UMKM, seminar tentang koperasi dan UMKM, sampai ada juga sesi konsultan yang melibatkan 12 konsultan pendamping usaha. Yang hadir sebagai konsultan ahli adalah Ibu Saskia Smith, seorang pakar bidang pemasaran fashion yang pernah jadi mitra dagang Indonesia.

Selain seminar dan diskusi, hadir pula acara hiburan. Acara hiburan diselenggarakan di panggung di sebelah pameran. Di acara hiburan ini, ada berbagai hiburan seperti musik, atraksi seni dan budaya, komunitas reptile, ada cosplay, dan ada juga komunitas ngaduide.  Ada juga lomba kreatvitias seperti lomba mewarnai bertema koperasi untuk milineal, dan juga pemilihan duta koperasi.

Lomba mewarnai dan pemilihan duta koperasi barangkali jadi acara yang menarik dan sesuai dengan tema dari acara ini, yakni “Generasi Milenial Jabar Juara”. Hanya saja menurut hemat saya, acara ini kurang terasa milenial. Meskipun acara ini bertujuan agar generasi muda Jawa Barat berperan aktif dalam pembangunan ekonomi, tetapi acara terasa kurang milenial, jika milenial yang dimaksud adalah generasi muda dan penerus bangsa.

Mengapa saya bisa mengatakan acaranya kurang terasa milenial? Pasalnya, acara Cooperative Fair 2019 lebih terasa seperti acara pameran yang besar dengan berbagai hiburan yang ditujukan untuk kalangan umum, bukan sekadar milenial saja.

 

Dari mulai konsep acara, dekorasi, serta pameran, terasa seperti ajang pameran produk yang besar yang melibatkan banyak orang. Barangkali saran saja untuk penyelanggara, jika tujuannya untuk milenial, acaranya bisa dikemas dengan milenial. Contohnya adalah konsep acaranya agar lebih muda, yang ikut pameran pun seharusnya ada generasi yang lebih muda.

Tapi tanpa mengurangi rasa hormat, Cooperative Fair 2019 adalah acara yang luar biasa. Banyak produk yang menarik yang dipamerakan di acara ini. Hanya saja sekali lagi, konsep acara ini masih kurang terasa milenial jika merujuk pada tema yang diusungnya.

Review Trailer film “Mahasiswi Baru”, Trailer yang Kocak dan Bikin Penasaran Nonton

Bagaimana jadinya jika aktor tiga generasi, Widaywati, Karina Suwandi, dan Morgan Oey main film bareng? Jawabannya bisa ditemukan pada film “Mahasiswi Baru”. Sebuah film yang disutradarai oleh Monty Tiwa, sutradara ternama yang filmnya sering masuk deretan film terlaris.

Official Poster Mahasiswi Baru (2019)

Seperti apa film “Mahasiswi Baru”. Posternya bisa disimak pada gambar di atas. Sementara untuk video trailer-nya, bisa simak berikut. Jangan lupa ditonton dulu. Karena saya bakal bahas soal trailer dari film “Mahasiswi Baru” ini.

Bagaimana trailer dari Mahasiswi Baru ini? Keren kan. Menurut saya sendiri sih keren. Tapi sebelum saya bahas lebih lanjut, saya kasih tahu dulu kenapa film ini adalah film lintas generasi, atau yang saya sebut tiga generasi.

Aktor-Aktris Tiga Generasi

Aktor-aktris Mahasiswi Baru
*Sumber: https://www.kapanlagi.com/showbiz/film/indonesia/siap-syuting-film-mikha-tambayong-mahasiswi-baru-tak-sesederhana-judulnya-767f11.html

Generasi pertama ada Widyawati, yang mewakili generasi “oma-opa” atau “kakek-nenek”. Sudah tidak perlu diragukan lagi sih kalau kualitas akting Widyawati. Beliau juga adalah aktris kenamaan pada masanya.

Di film ini sendiri, Widyawati berperan sebagai Lastri, seorang nenek yang ingin kuliah lagi. Beliau akhirnya masuk kampus dan berteman dengan anak-anak remaja masa kini. Selain Widyawati, di generasi ini juga hadir aktor kawakan Slamet Rahardjo.

Generasi kedua diwakilkan oleh Karina Suwandi. Karina ini berperan sebagai anaknya Lastri. Kalau dari trailer, terlihat kalau Karina Suwandi justru lebih berperan sebagai “ibu” untuk ibunya sendiri.

Oh yah, jika Widyawati mewakili generasi 70 dan 80-an, Karina Suwandi ini ada di generasi awal 90-an dan di 2000-an. Perannya di layar lebar belakangan lebih banyak berperan sebagai figur ibu. Di generasi ini, ada juga kang Iszur Muchtar.

Generasi ketiga, ada Morgan Oey. Morgan Oey mewakili aktor generasi masa kini. Morgan berperan sebagai salah satu teman kampus Lastri. Selain Morgan, ada juga Mikha Tambayong yang cantiknya gak ketulangan di film ini. Ada juga Umay, mantan aktris cilik yang kini mukanya bakal bikin cewek-cewek kesengsem.

Kesan Trailer Mahasiswi Baru

Film Mahasiswi Baru

Nah, sekarang giliran saya bahas soal trailer. Waktu saya lihat trailer film ini, saya penasaran karena muncul di beranda Youtube. Penasaran dengan judulnya, pas nonton trailernya, pas nonton wow, mantap banget ini film.

Saya senyum sendiri lihat nenek lincah Widyawati gabung bareng anak muda. Konsep ini yang bikin saya penasaran, bagaimana seorang nenek kuliah dan berteman dengan anak muda. Dan akting dan watak Widyawati yang diperlihatkan di trailer sih kocak banget.

Momen di trailer yang bikin terkenang dan ngakak sih, pas Lastri (yang diperankan Widyawati) bilang”Yoaaa Braaaay”. Lucu banget sih ini. Terus, momen pas Lastri bilang kalau kelompok mereka disebut “paguyuban”, alih-alih disebut “geng”. Dan momen terkocak adalah ketika Lastri dan temennya mau keluar kelas lewat jendela dan mereka gak sadar kalau kelas itu ada di lantai 3. Kan kocak.

Trailer yang kocak, akting Morgan dan Widyawati yang keren, ide cerita yang segar, serta “tangan dingin” Monty Tiwa yang biasa menangani film komedi, bikin film “Mahasiswi Baru” jadi film yang layak ditonton. Kombinasi aktor-aktris lintas generasi juga jadi sajian menarik yang disajikan film ini.

Melihat trailer-nya sih, saya penasaran buat nonton film ini. Film ini sendiri bakal tayang mulai 8 Agustus 2019 di bioskop Indonesia. Filmnya cocok ditonton oleh semua usia, alias film ini adalah film keluarga. Terlebih karena film ini juga menyoroti hubungan ibu dan anak dan problematika keluarga

Film ini juga bisa ditonton bareng temen-temen geng karena temanya cukup pas dengan kehidupan mahasiswa zaman sekarang. Jadi, jangan lupa yah buat tonton film ini. Trailer ini aja bikin kocak, apalagi nanti filmnya.

 

 

Buka Cabang Baru, Bolu Susu Lembang Hadirkan Promo SERBU (Serba Rp30 Ribu)

Akhir 2017 lalu, saya pernah menuliskan tentang salah satu oleh-oleh khas Bandung yang dinamakan, Bolu Susu Lembang, di salah satu blog saya yang lain. Teman-teman bisa baca artikelnya tentang Bolu Susu Lembang di Blog Hilmangraha. Di artikel tesebut, saya membahas soal peluncuran produk Bolu Susu Lembang.

Fenomena Bolu Susu Lembang

bolu susu lembang

Setahun lebih sesudah peluncuran, Bolu Susu Lembang pun mulai dikenal banyak orang. Tidak sedikit orang yang mencari Bolu Susu Lembang sebagai oleh-oleh khas atau hanya sekadar cemilan untuk dimakan. Popularitasnya bahkan mengalahkan kue-kue artis yang sempat merajarela.

Bolu Susu Lembang juga jadi fenomenal lantaran banyaknya agen yang menjual kue ini, baik resmi maupun tidak resmi. Biasanya agen atau mitra resmi menjual Bolu Susu Lembang dengan harga yang normal, yang tidak terlalu jauh dengan harga aslinya. Sementara agen tak resmi biasa menjual lebih mahal kisaran Rp45 ribuan ke atas. Agen tidak resmi ini biasa ditemukan di pinggir jalan kota Bandung.

Fenomena tersebut tentu menjelaskan bahwa Bolu Susu Lembang banyak diminati. Jujur, saya juga menyukai Bolu Susu Lembang, terutama untuk rasa original dan coklat.

bolu susu lembang

Oh yah, bagi yang belum tahu, Bolu Susu Lembang ini memiliki tiga rasa. Yang pertama adalah original, kedua rasa coklat, ketiga rasa vanilla. Belakangan, hadir Bolu Susu Lembang rasa baru, yakni rasa Colenak. Jadi sekarang ada Bolu Susu Lembang rasa keempat.

Promo SERBU

bolu susu lembang

Sambutan baik dari masyarakat Bandung Raya maupun luar Bandung Raya, Bolu Susu Lembang menghadirkan promo yang dinamakan promo SERBU atau promo “Serba Rp30 ribu. Dari namanya, jelas kalau promo ini menawarkan harga satu boks Bolu Susu Lembang dengan hanya Rp30 ribu saja. Tentu ini lebih murah dari harga aslinya yang mencapai Rp33 sampai Rp35 ribu.

Namun, untuk mendapatkan promo SERBU ini, ada syarat dan ketentuannya. Berikut syarat dan ketentuan promo SERBU.

  1. Promo berlangsung dari 29 Juni 2019 sampai 7 Juli 2019. 
  2. Promo hanya berlaku untuk pembelian minimal 3 kotak Bolu Susu Lembang dan berlaku kelipatan. 
  3. Promo berlaku di seluruh toko resmi Bolu Susu Lembang, kecuali Store Bandara Husein Sastranegara dan Store Stasiun Bandung Pintu Utara 
  4. Promo tidak berlaku di toko mitra usaha
  5. Promo tidak berlaku untuk pembelian melalui layanan pesan antar (Gojek, Grab, atau sejenisnya)

Promo ini tentu dihadirkan dengan berbagai alasan. Salah satunya menjawab tantangan karena banyaknya agen tidak resmi yang menjual Bolu Susu Lembang  dengan harga yang mahal. Dengan promo SERBU, diharapkan banyak orang lebih memilih membeli Bolu Susu Lembang di toko resminya.

Pembukaan Toko Baru

bolu susu lembang

Promo SERBU juga tidak semata-mata menjawab fenomena harga Bolu Susu Lembang yang tinggi. Promo SERBU juga dihadirkan sebagai perayaaan kehadiran tiga toko baru Bolu Susu Lembang. Ketiga toko baru tersebut berada di tiga titik pusat keramaian Kota Bandung, yakni:

Bolu Susu Lembang Jalan Riau
Jl. R.E. Martadinata No.57, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115
0811-1500-146
https://maps.app.goo.gl/P2a8Xqb4yvq67cPd6

Bolu Susu Lembang Dago
Jl. Ir. H. Juanda No.116, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
0811-1500-146
https://maps.app.goo.gl/TPfgi1XLSgajNTTBA

Bolu Susu Lembang Cihampelas
Jl. Cihampelas No.153-159, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
0811-1500-146
https://maps.app.goo.gl/WECnqPSfyHhYfswj9

Nah, kebetulan, saya mendatangi salah satu toko baru Bolu Susu Lembang, yakni Bolu Susu Lembang yang ada di Jalan Riau. Toko ini menghadirkan banyak produk Bolu Susu Lembang dengan berbagai rasa. Ada juga produk Bolu Susu Lembang yang hadir dengan kotak kecil. Harganya kalau tidak salah hanya Rp17 ribuan saja.

bolu susu lembang

Selain itu, di toko Bolu Susu Lembang Jalan Riau, terdapat berbagai cemilan lain dari berbagai merek. Jadi kalau datang ke toko ini, tidak usah sungkan juga untuk berbelanja cemilan lainnya. Kuy, segera ke toko Bolu Susu Lembang

 

 

Marketplace Kiosagro Siap Menjembatani Para Pelaku UKM di Bidang Agro

Masalah terbesar industri pertanian di Indonesia adalah rantai logistik yang panjang yang membuat hasil pertanian harganya mahal saat diterima di konsumen akhir. Rantainya bermula dari petani yang menjual hasil taninya ke distributor dengan harga murah. Distributor ini biasanya dijual juga ke distributor lain sebelum sampai ke konsumen.

Yang membedakan, makelar ini menjual produk tani dengan harga tani yang lebih tinggi. Contohnya, petani menjual hasil taninya ke distributor tempat tani berdomisili. Distributor ini kemudian menjual ke distributor luar kota dengan harga 50% lebih tinggi dari harga asalnya. Distributor luar kota menjual ke pasaran, 50% dari harga beli dari distributor sebelumnya.

Dari pasar, konsumen membeli dengan harga yang lebih tinggi karena tentu pasar ingin untung. Semisal, hasil tani awalnya dijual dengan harga Rp100.000, dijual ke distributor menjadi Rp150.000 kemudian dijual lagi menjadi Rp200.000 ribu dan penjual di pasar bisa saja menjual ke konsumen dengan harga Rp250.000 sampai Rp300.000.

Rantai logistikt ersebut hanyalah simulasi, bisa saja rantainya lebih panjang yang membuat hasil tani dijual dengan harga yang tidak semestinya. Karena fenomena ini, sering muncul istrilah tengkulak untuk para distributor. Hal ini juga memicu kecemburuan para petani yang merasa dimanfaatkan oleh para tengkulak.

Fenomena inilah yang kemudian ingin dicari solusinya oleh  PT. Kiosagro Indonesia Sejahtera. Perusahaan yang ada di Kota Bandung ini menghadirkan sebuath layanan bernama Kiosagro.com.

Kioasagro.com ini adalah tempat jual beli, layaknya marketplace populer, hanya saja fokusnya adalah bidang agro. Bidang agro dalam hal ini tidak hanya pada sektor pertanian tetapi juga sektor perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan ataupun hasil olahan dari itu semua.

Pada Senin, 20 Mei 2019, saat Hari Kebangkitan Nasional, Kiosagro.com ini resmi diluncurkan. Bertempat di Hotel Patra Comfort, Jalan Ir H Juanda No 132 Bandung, saya diundang untuk menghadiri peluncuran bertajuk “Soft Launching AGROners Berdigital di era Millenials”.

Diundang ke acara soft launching Kiosagro.com

Pada acara tersebut, hadir CEO dari Kiosagro.com, Hadiyan Nursofyan. Pak Hadiyan ini adalah sudah berpengalaman di bidang agro karena latar pendidikannya juga yang lulusan pertanian. Pengalaman di bidang pertanian atau industri agro inilah yang akhirnya membuat Kioasagro.com dihadirkan.

Hadiyan Nursofyan
Hadiyan Nursofyan, CEO Kiosagro.com

Pembicara lainnya yang hadir pada acara ini adalah Prof. Tuhpawana. P. Senjaja yang merupakan dosen senior pertanian UNPAD. Ada juga Ibu Siti Nur Maftuhah penggarak UMKM Jabar. Tidak ketinggalan rekan blogger yang juga penggiat UMKM Jawa Barat, Ade Setriadi Truna hadir sebagai pembicara di bagian penutupan.

Ade Truna Setiadi,
Ade Truna Setiadi, Penggerak UMKM Bandung

Ada juga Renata Pramento, CTO dri Kiosagro, dan Syaeful Bahri, CPO dari Kioasagro. Keduanya memaparkan cara kerja kerja Kioasgro.com ini.

Sebenarnya, cara Kiosagro.com sama seperti martketplace pada umumnya. Penjual bisa menjual hasil agro di situs ini. Barang yang dijual dalam bentuk olahan yang sudah jadi ataupun hasil tani langsung.

Nah, konsumen bisa membeli langsung barang tersebut dengan cara transfer via rekening bank, yah mirip seperti jual beli pada umumnya. Barang yang dibeli tentu saja dikirimkan melalui jasa kurir yang populer di Indonesia.

Dengan cara ini, petani bisa langsung menjadi penjual dari hasil taninya ke Kiosagro.com. Jadi, para petani bisa langsung menentukan harga sendiri dan tidak melewati rantai tengkulak yang panjang. Konsumen pun bisa langsung membeli hasil tani dengan harga yang langsung ditentukan oleh petani, sama-sama untung tentunya.

Oh yah, penjual yang menjual hasil taninya di Kioagro bisa berjualan secara gratis selama 30 hari. Jika lebih dari 30 hari, Kiosagro menyediakan pilihan paket berbayar.

Pilihan paket berbayar ini menurut saya sendiri bagus tetapi bisa jadi pedang bermata dua. Bagus karena Kiosagro menawarkan cara monetasi layananya dengan baik tetapi bagi penjual pemula, tentu merek akan berpikir lagi jika barang jualannya tidak terlalu laku.

Sebenarnya cara monetasi lain bisa dipilih oleh Kiosagro. Cara tersebut adalah dengan menggratiskan terlebih dulu semua layanan dari Kiosagro.com samapai banyak penggunan yang memakainya. Baru kemudian ditawarkan fitur premium kepada penjual.

Cara ini tentu bisa membuat banyak orang melirik Kiosagro tetapi cara ini juga memerlukan ongkos yang tinggi untuk bertahan. Lihat saja banyak layanan startup yang gugur di tengah jalan karena tidak memiliki bahan bakar uang untuk kebutuhan marketing.

Jadi, menurut saya, cara monetasi berbayar setelah 30 hari masih masuk akal. Terlebih jika Kiosagro mampu memberikan berbagai layanan menarik bagi penjual di Kiosagro.com. Terlebih, Pak Hadiyan, selaku CEO mengatakan akan membangun ekosistem dari Kiosagro.com.

Rencana ekosistem kiosagro.com

Saya apresiasi langkah dan visi dari Pak Hadiyan. Kehadiran Kiosagro.com juga tergolong menarik. Hanya saja, banyak PR yang harus dilakukan oleh Kiosagro.com agar dikenal di masyarakat luas. PR pertama tentu saja bagaimana agar layanan ini bisa merekrut banyak petani untuk menjual hasil taninya di Kiosagro.com.

Nah, buat para petani atau para pelaku UMKM di bidang Agro, tertarik untuk berjualan di Kiosagro.com?

Disabilitas dan Pentingnya Mencermati Kasus Keseteraan Pendidikan

disabilitas

2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Tanggal yang krusial karena hari Pendidikan seringkali hanya dicap sebagai seremonial belaka. Bukan hari penting semacam Hari Pancasila atau Hari Buruh yang bikin tanggal di kalender jadi merah. Padahal, faktor Pendidikan lebih penting dan jadi pilar utama dalam kehidupan.

Salah satu contoh yang bisa dilakukan di Hari Pendidikan Nasional adalah dengan mengangkat pentingnya pendidikan bagi semua kalangan. Perayaan bisa dilakukan dengan edukasi kepada masyarakat dengan tingkat sosial berbeda-beda, termasuk mereka yang kurang mereka. Edukasi bisa berupa pentingnya pendidikan sebagai bekal bagi generasi selanjutnya.

Isu penting yang bisa diangkat adalah soal keadilan Pendidikan untuk kaum disabilitas. Kaum disabilitas ini seringkali termarginalkan atau terpinggirkan karena dianggap “berbeda” dari orang kebanyakan. Malah, tidak sedikit kasus sekolah yang tidak mau menangani murid disabilitas dan mengharuskan mereka masuk ke sekolah khusus.

Contohnya pada 2014, KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) menerima laporan soal kasus kekerasan pada siswa disabilitas di sebuah sekolah dengan konsep Boarding School.

Kisah lainnya menimpa seorang anak bernama Rofi Firdhan Ilhamda. Warga Kabupaten Lebak, Banten yang tidak bisa masuk SMK lantaran Rofi, hanya bisa berdiri dan berjalan menggunakan satu kaki.

Cerita lain juga menimpa Muhammad Farhan yang menerima perundungan lantaran dari teman-temannya lantaran dia adalah anak berkebutuhan khusus. Videonya sempat viral dan jadi bahan perbincangan warganet.

disabilitas
sumber gambar https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Disability_symbols.svg

Tiga contoh kasus di atas hanyalah contoh dari banyaknya kasus yang terjadi pada kaum disabilitas. Hal ini mengindikasikan bahwa di Indonesia, soal keseteraan Pendidikan bagi disabilitas masih kurang perhatian. Padahal, pada 2015 UNESCO memiliki misi pendidikan untuk semua kalangan anak.

Selain itu, para kaum disabilitas juga memiliki hak setara sebagai manusia dan sebagai warga negara Republik Indonesia. Hak tersebut sudah tercantum pada Pasal 28 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Di dalam pasal tersebut tercantum isi bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kelangsungan hidup setiap warga negara, tanpa terkecuali para penyandang cacat. Mereka (kaum disabilitas) memiliki hak yang sama untuk maju dan berkembang.

Isu kasus disabilitas ini tidak serta menjadikan kita pesimis bahwa kedepan kasus serupa bakal terjadi. Justru dengan hadirnya Hari Pendidikan Nasional, isu ini bisa diangkat dan diperjuangkan oleh banyak kalangan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membantu atau memotivasi kaum disabilitas untuk terus belajar. Atau mengakampanyekan tentang kisah banyaknya sekolah dan kaum disabilitas yang mengalami proses belajar dan mengajar yang baik.

Salah satu yang bisa dijadikan inspirasi adalah cerita soal Alifia Kamelia. Alifia Kamelia adalah siswa SDN Karangrejo 3 yang mengalmai gangguan pendengaran sejak bayi. Semenjak masuk TK, Alifia memakai alat bantu dengar. Selain itu, Alifia Kamelia juga memiliki guru pendamping yang membantunya untuk belajar.

Alifia Kamelia
Alifia Kamelia, siswa berkebutuhan khusus.
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2017/09/22/16371601/kisah-anak-anak-berkebutuhan-khusus-yang-sekolah-di-sd-negeri?page=all

Semangat Alifia Kamelia bisa jadi contoh bagi kaum disabilitas lain untuk terus semangat belajar. SDN Karangrejo 3 bisa juga jadi contoh yang baik dalam mendidik dan memperlakukan kaum disabilitas.

Mengapa kesertaran bagi kaum disabilitas sangat penting? Karena sekali lagi, mereka berhak untuk berkembang dan maju. Bukan tidak mungkin, mereka jadi orang hebat kedepannya dan bekerja di perusahaan besar. Bisa jadi juga mereka jadi founder startup atau perusahan teknologi.

Terlebih sekarang banyak perusahaan teknologi hadir di berbagai negara, contohnya iPrice. Perusahaan yang bermarkas di Malaysia ini adalah perusahaan rintisan yang fokus pada layanan perbandingan harga e-commerce di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Karyawan di iPrice terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama yang berbeda. Semua yang bekerja di iPrice memiliki keseteraaan yang sama. Tidak ada pembeda. Hal yang sama tentu bisa terjadi di dunia pendidikan, dimulai dengan keseteraan pendidikan bagi semua kalangan termasuk di tingkat paling dini. Karena dengan keseteraan, semua orang dan mungkin kaum disabilitas bisa menggapai mimpi mereka.

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Cara Memancungkan Hidung Yang Bisa Membuat Penampilan Anda Menjadi Semakin Cantik

hidung

Setiap wanita di dunia ini tentunya ingin memiliki wajah yang cantik jelita. Wajah cantik ini selalu diidentikan dengan wajah yang putih, mulus, bibir merah merekah, bentuk alis serta bulu mata yang indah, dan hidung yang mancung.

Ngomong-ngomong soal hidung mancung, memang memiliki hidung mancung adalah dambaan stiap wanita, tetapi bagaimana kalau anda memiliki hidung yang tidak mancung alias pesek. Berikut cara memancungkan hidung yang bisa membuat penampilan anda menjadi semakin cantik :

1. Hilangkan Garis Senyum

Mungkin sebagian dari anda belum mengetahui apa itu garis senyum? Garis senyum itu dimulai dari hidung lalu turun terus hingga dagu. Perlu diketahui bahwa garis senyum ini terbentuk secara alami ketika anda tersenyum dan tertawa.

Dengan seiiringnya bertambah usia, garis senyum ini bisa berubah menjadi permanen. Sehingga selain bisa membuat wajah anda menjadi nampak lebih tua, garis senyum ini juga bisa berpengaruh pada hidung. Dimana dengan semakin kentara garis senyum, maka semakin lebar dan turun (pesek) juga hidung anda.

hidung

Untuk itu anda harus bisa menghilangkan garis senyum tersebut. Caranya adalah dengan mengisi mulut anda dengan udara (tembamkan kedua pipi). Kemudian desirkan udara tersebut ke kedua pipi anda selama 5 detik. Dan laukan secara bergantian dalam waktu 5 menit.

2. Latihan Bernafas

Mungkinkah dengan hanya bernafas bisa membuat hidung anda menjadi lebih mancung? Tentu saja bisa!. Karena cara bernafas disini bukanlah cara bernafas seperti biasa, namun gerakan ini merupakan bagian dari yoga, yakni ujjayi breathing atau alternatife channel/ nostril breathing.

Caranya adalah : pertama duduklah anda dengan nyaman. Kalau perlu, duduklah diatas matras yoga. Lalu tenangkan pikiran dan jiwa anda. Kemudian posisikan tangan anda (jari telunjuk dan tengah dilipat kedalam).

Cara ini anda hanya bisa menggunakan jempol dan jari manis untuk menutup lubang hidung. Lalu blokir satu lubang hidung, tarik nafas, kemudian tahan selama 4 detik.

Dan jangan dulu membuang nafas anda. Akan tetapi gantian tutup lubang hidung yang satunya lagi. Nah sekarang baru buang nafas anda dari lubang hidung yang tadinya ditutup tersebut.

3. Pembentukan Hidung

Cara membentuk hidung atau yang dikenal dengan istilah Teknik nose shaping ini merupakan langkah pertama untuk cara memancungkan hidung secara alami.

Perlu diingat bahwa cara ini membutuhkan kesabaran dan konsitensi yang cukup tinggi. Karena jika anda melakukan cara ini hanya sekali dua kali tentunya hasilnya tidak akan maksimal atau bahkan nihil.

Sama halnya tubuh yang bisa berubah jadi langsing serta berotot jika dilatih dan olahraga, maka hidung juga bisa berubah jika “dilatih”. Cara ini atau latihan ini bekerja untuk memahat hidung anda menjadi seperti yang diharapkan. Adapun cara latihannya adalah sebagai berikut :

  • Pertama tekan kedua sisi hidung dengan menggunakan jari telunjuk anda. Penekanan ini bermanfaat untuk ½ menutup lubang hidung anda.
  • Selanjutnya beralih ke mata. Lihatlah ke atas/ atap, namun tanpa harus menengadahkan kepala anda.
  • Sembari menekan sisi hidung, bernafaslah anda seperti biasanya. Namun pada saat menghembusaknnya kembangkanlah lubang hidung anda dan buang nafas dengan kencang.
  • Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal lakukanlah gerakan ini selama 10 detik x 3 set setiap hari.

Itulah salah satu tips kecantikan tentang cara memancungkan hidung. Bagi anda yang ingin memiliki hidung mancung, anda bisa mencoba cara-cara diatas. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Sumber : PopMama