Review Trailer film “Mahasiswi Baru”, Trailer yang Kocak dan Bikin Penasaran Nonton

Bagaimana jadinya jika aktor tiga generasi, Widaywati, Karina Suwandi, dan Morgan Oey main film bareng? Jawabannya bisa ditemukan pada film “Mahasiswi Baru”. Sebuah film yang disutradarai oleh Monty Tiwa, sutradara ternama yang filmnya sering masuk deretan film terlaris.

Official Poster Mahasiswi Baru (2019)

Seperti apa film “Mahasiswi Baru”. Posternya bisa disimak pada gambar di atas. Sementara untuk video trailer-nya, bisa simak berikut. Jangan lupa ditonton dulu. Karena saya bakal bahas soal trailer dari film “Mahasiswi Baru” ini.

Bagaimana trailer dari Mahasiswi Baru ini? Keren kan. Menurut saya sendiri sih keren. Tapi sebelum saya bahas lebih lanjut, saya kasih tahu dulu kenapa film ini adalah film lintas generasi, atau yang saya sebut tiga generasi.

Aktor-Aktris Tiga Generasi

Aktor-aktris Mahasiswi Baru
*Sumber: https://www.kapanlagi.com/showbiz/film/indonesia/siap-syuting-film-mikha-tambayong-mahasiswi-baru-tak-sesederhana-judulnya-767f11.html

Generasi pertama ada Widyawati, yang mewakili generasi “oma-opa” atau “kakek-nenek”. Sudah tidak perlu diragukan lagi sih kalau kualitas akting Widyawati. Beliau juga adalah aktris kenamaan pada masanya.

Di film ini sendiri, Widyawati berperan sebagai Lastri, seorang nenek yang ingin kuliah lagi. Beliau akhirnya masuk kampus dan berteman dengan anak-anak remaja masa kini. Selain Widyawati, di generasi ini juga hadir aktor kawakan Slamet Rahardjo.

Generasi kedua diwakilkan oleh Karina Suwandi. Karina ini berperan sebagai anaknya Lastri. Kalau dari trailer, terlihat kalau Karina Suwandi justru lebih berperan sebagai “ibu” untuk ibunya sendiri.

Oh yah, jika Widyawati mewakili generasi 70 dan 80-an, Karina Suwandi ini ada di generasi awal 90-an dan di 2000-an. Perannya di layar lebar belakangan lebih banyak berperan sebagai figur ibu. Di generasi ini, ada juga kang Iszur Muchtar.

Generasi ketiga, ada Morgan Oey. Morgan Oey mewakili aktor generasi masa kini. Morgan berperan sebagai salah satu teman kampus Lastri. Selain Morgan, ada juga Mikha Tambayong yang cantiknya gak ketulangan di film ini. Ada juga Umay, mantan aktris cilik yang kini mukanya bakal bikin cewek-cewek kesengsem.

Kesan Trailer Mahasiswi Baru

Film Mahasiswi Baru

Nah, sekarang giliran saya bahas soal trailer. Waktu saya lihat trailer film ini, saya penasaran karena muncul di beranda Youtube. Penasaran dengan judulnya, pas nonton trailernya, pas nonton wow, mantap banget ini film.

Saya senyum sendiri lihat nenek lincah Widyawati gabung bareng anak muda. Konsep ini yang bikin saya penasaran, bagaimana seorang nenek kuliah dan berteman dengan anak muda. Dan akting dan watak Widyawati yang diperlihatkan di trailer sih kocak banget.

Momen di trailer yang bikin terkenang dan ngakak sih, pas Lastri (yang diperankan Widyawati) bilang”Yoaaa Braaaay”. Lucu banget sih ini. Terus, momen pas Lastri bilang kalau kelompok mereka disebut “paguyuban”, alih-alih disebut “geng”. Dan momen terkocak adalah ketika Lastri dan temennya mau keluar kelas lewat jendela dan mereka gak sadar kalau kelas itu ada di lantai 3. Kan kocak.

Trailer yang kocak, akting Morgan dan Widyawati yang keren, ide cerita yang segar, serta “tangan dingin” Monty Tiwa yang biasa menangani film komedi, bikin film “Mahasiswi Baru” jadi film yang layak ditonton. Kombinasi aktor-aktris lintas generasi juga jadi sajian menarik yang disajikan film ini.

Melihat trailer-nya sih, saya penasaran buat nonton film ini. Film ini sendiri bakal tayang mulai 8 Agustus 2019 di bioskop Indonesia. Filmnya cocok ditonton oleh semua usia, alias film ini adalah film keluarga. Terlebih karena film ini juga menyoroti hubungan ibu dan anak dan problematika keluarga

Film ini juga bisa ditonton bareng temen-temen geng karena temanya cukup pas dengan kehidupan mahasiswa zaman sekarang. Jadi, jangan lupa yah buat tonton film ini. Trailer ini aja bikin kocak, apalagi nanti filmnya.

 

 

Advertisements

Comic 8 Casino King, Film dengan Berbagai Bumbu Komedi

Ada dua tipe komedi. Pertama, komedi rendah. Jenis komedi ini adalah komedi merakyat. Komedi yang timbul dari celotehan atau lelucon yang tujuannya untuk membuat penonton tertawa.

Komedi ini umumnya menertawakan perilaku para komedian yang bersifat lucu, atau karena ocehan mereka tentang fisik. Komedia jenis ini umum di acara televisi.

Jenis komedi ini juga sangat merakyat karena memang datang dari rakyat. Contohnya, Lenong, Ludruk, atau di Jawa Barat dikenal juga longser, sebuah komedi dagelan yang membuat pentonton tertawa lepas.

Tipe komedi kedua adalah tipe komedi tinggi. Jenis komedi ini umumnya merupakan jenis komedi berkonsep yang tujuannya untuk menertawakan prilaku tertentu dengan cara kritis. Misalnya, mengkritisi pemerintah dengan cara menyindir perilaku para pejabat yang korup.

Komedi tinggi ini kadang juga tidak membuat penonton secara spontanitas tertawa terbahak-bahak. Bahkan, jikapun penonton tertawa, penonton mesti tahu konsepnya.

Komedi jenis ini memang hanya memiliki segmentasi sendiri. Tetapi komedi tinggi ini belakangan mulai populer berkat munculnya acara Stand Up comedy beberapa tahun belakangan ini.

Stand up comedy memang menjadi sarana untuk membagikan pemikiran atau kritikan lewat humor cerdas. Kompas TV dan Metro TV menjadi dua stasiun televisi yang cukup konsisiten dalam menghadirkan lawakan in.

Stand up comedy pun sangat populer bahkan sampai memiliki komunitasnya sendiri, tidak hanya di dalam kota tetapi juga sampai di daerah.

Lantas, apakah komedi tinggi hanya bisa dimainkan lewat stand up comedy? Tidak, komedi tinggi sebenarnya bisa tetap dikemas dengan cara lain. Tidak hanya lewat melucu dengan cara berdiri sendiri sambil memegang mic.

Begitu juga dengan komedi rendah. Konsep acara komedi rendah bisa saja menghadirkan jenis komedi tinggi tapi kadang hal ini kurang tepat mengingat penontonnya sudah terbiasa dengan jenis komedi rendah.

Nah, bagaimana jika dua jenis komedi ini menyatu dalam media lain? Ternyata bisa. Komedi tinggi dan komedi rendah bisa menyatu dalam balutan media film betajuk Comic 8 Casino King.

gambar via hardrockfm.com
gambar via hardrockfm.com

Film dengan Banyak Bumbu Komedi

Film yang merupakan sekuel Comic 8 ini menampilkan lelucon atau guyonan yang akan membuat penontonnnya tertawa. Ada guyonan khas komedi rendah semacam menampilkan kekurangan fisik yang dibungkus dengan baik. Ada juga guyonan komedi tinggi. Komedi slapstick atau komedi khas stand up comedy pun dibawa dalam film ini.
Tentang komedi rendah yang ada di film ini, misalnya tentang kekurangan fisik. Dalam acara komedi rendah, fisik selalu jadi bahan bercandaan atau bahkan hinaan.

Di Comic 8 Casino King, kekurangan fisik yang ditampilkan justru bukan semacam hinaan. Kekurangan fisik menjadi semacam kejutan. Contohnya yang dilakukan oleh Donny Alamsyah. Perannya dia sebagai Isa, seorang mesin pembunuh cukup menakutkan. Tapi dibalik sadisnya karakter ini, ternyata ada kejutan menarik yang membuat penonton tidak akan berhenti tertawa.

Kelucuan lainnya misalnya bagaimana sang sutradara, Anggi Umbara menampilkan tokoh Mo Sidik. Mo Sidik merupakan seorang karakter dengan tubuh besar. Tetapi dengan tubuh besarnya, Mo Sidik justru mampu memanfaatkannya untuk bertahan ketika berkelahi dengan para tokoh lain.

Komedi tinggi tentunya juga hadir di film ini. Beberapa karakter bahkan sempat berceloteh untuk mengkritik pejabat yang korupsi. Guyonan bertama isu “cinta sesama jenis kelamin” juga dihadirkan. Bahkan, di satu pulau tempat para komik bertualang, ada aturan yang melarang percintaan berbeda jenis kelamin tetapi percintaan akan sah jika laki-laki mencitai laki-laki dan perempuan mencintai perempuan.

Adegan lucu juga tidak hanya menampilkan celotehan komedi tinggi atau rendah saja. Film ini juga menampilkan adegan-adegan dari film-film terkenal. Panji, tokoh penjahat yang dipenjara ditampilkan dengan adegan mirip The Raid 2 ketika Iko Uwais berlatih memukul tembok.

Selain The Raid 2, ada juga unsur film The Hunger Games dan The Raid pertama, yakni games bertahan hidup. Games bertahan hidup ini harus diselesaikan dengan baik di sebuah pulau melawan pasukan elit yang dimainkan apra pemain legendaris.

Secara keseluruhan, unsur komedi yang ada di Comic 8 Casino King merupakan racikan dari berbagai macam jenis komedi. Racikan tersebut menghasilkan sebuah sajian yang menarik dan akan membuat tertawa sepanjang film.

Sayangnya, beberapa adegan yang tampaknya ingin menghasilkan tawa dari penonton gagal dieksekusi. Entah cara mengemasnya yang salah atau saya sebagai penonton kurang menikmati adegan tersebut. Tapi, adegan yang tidak membuat saya tertawa hanya beberapa adegan saja.

Tampaknya hal ini berhubungan dengan humor yang berhubungan dengan hal-hal “menjijikan”. Misalnya, ketiak Panji tidak menyiram toilet tempat dia buang air. Atau adegan ketika sebuah pedang menusuk pantat (maaf). Tapi adegan-adegan yang saya anggap gagal membuat lucu ini akan mudah dilupakan oleh kemasan kelucuan secara keseluruhan.

gambar via liputan6
gambar via liputan6

Efek yang Luas Biasa

Selain komedi, ada dua hal yang menarik dari Comic 8 Casino King. Pertama, soal fragmen penceritaan dan kedua tentang efek film.

Fragmen penceritaan ini merupakan konsep yang sudah diterapkan pada film pertamanya. Fragmen dalam hal ini semacam bab atau chapter. Chapter ini diberi judul dan dipisah-pisahkan. Penonton dibiarkan untuk berpikir tentang hubungan fragmen-fragmen terpisah ini.

Pembagian fragmen adalah hal yang bagus karena film bisa dimulai dari mana. Artinya, film ini tidak memulai plot dari A-Z tetapi justru mulai dari M kemudian lanjut ke S kemudian ke A lanjut ke G kemudian lanjut ke Z.

Hal yang menarik kedua adalahn soal efek. Jujur, saya dibuat kagum oleh adegan pertama film ini yang menampilkan para karakter film di sebuah film dan berhadapan dengan para buaya. Ada juga monster lain yang membuat nyawa karakter tersebut terancam.

Efek ledakan, efek dikejar-kejar oleh buaya, sampai ada beberapa karakter yang dimakan pun dikemas dengan tampilan yang memukau. Benar-benar efek kualitas Hollywood.

 

Kesimpulan

Comic 8 memberi saya banyak hiburan lewat bumbu komedi berbagai macam ‘rasa”. Film ini juga menampilkan plot yang tak biasa serta tampilan efek yang memukau. Film dengan banyak dukungan artis dan para comic ternama ini bisa jadi “santapan” menarik bagi keluarga menjelang liburan tiba ini.

Menilik Rasa Kehilangan dalam Film The Amazing Spiderman 2 : Sebuah Ulasan

spiderman3232

The Amazing Spiderman 2 adalah film garapan Mark Webb yang cukup menjanjikan. Film ini menghadirkan kembali petualangan Peter Parker dalam versi yang lebih baru dibandingkan film trilogy Spiderman sebelumnya (Versi Sam Raimi). Setiaknya,ada dua hal menarik dari film yang musiknya digarap oleh Hans Zimmer ini. . Pertama sosok Spiderman yang sangat mirip dengan karakter komiknya dan kedua adalah teknologi CGI pada film ini yang sangat luar biasa. Apalagi bila menonton film ini dalam  format 3D.  Terlepas dari hal itu, ada hal yang menarik yang coba diperlihatkan dari film ini. Hal tersebut adalah tentang rasa kehilangan. .

Kehilangan seolah menjadi sesuatu yang ingin coba disampaikan dalam The Amazing Spiderman 2. Setidaknya hal itu dapat terlihat dari perilaku  tokoh-tokoh yang digambarkan dalam film ini. Dari mulai tokoh utama, Peter Parker, sang Pacar Gwen Stacy, sang musuh Max Dillon, dan sahabat Peter Parker waktu kecil, Harry Osborn. Keempat tokoh ini saling terkait dan berjalan menjalani berbagai tindakan dengan latar rasa kehilangan yang berbeda.

Continue reading “Menilik Rasa Kehilangan dalam Film The Amazing Spiderman 2 : Sebuah Ulasan”

Captain America 2 : The Winter Soldier : Pergulatan Kesepian dan Kepercayaan Sang Tokoh Utama

344334

Banyak yang bilang bahwa Captain America 2 : The Winter Soldier merupakan film superhero terbaik yang pernah dibuat Marvel. Hal ini tidak berlebihan mengingat kemasan film ini memang menawarkan sesuatu yang berbeda dibandingkan film Marvel lainnya. Penokohan yang lebih kuat dibalut dengan konflik berbau politik membuat  kemasan film ini secara keseluruhan memiliki tone-tone  yang gelap dibandingkan film pertama, Captain America : First Avengers.

Tampaknya Marvel belajar banyak dari DC Comic yang lebih membuat para tokoh utamanya terlihaat lebih manusiawi dibandingkan hanya menampilkan superhero tukang pukul yang so heroik. Hal ini tampak dari karakter Steve Roger, sang Kapten Amerika. Tokoh yang satu ini dibuat lebih banyak mengalami konflik batin dengan dirinya sendiri. Dan hal ini yang akan menjadi fokus pembahasan dalam ulasan Captain America 2 : The Winter Soldier ini.
Continue reading “Captain America 2 : The Winter Soldier : Pergulatan Kesepian dan Kepercayaan Sang Tokoh Utama”

MOULIN ROUGE!: EKSOTISME PARIS DALAM MELODI

Poster Moulin Rouge

Lima tahun yang lalu, entah bulan apa, saya menonton film musikal MOULIN ROUGE. Saya tidak akan bercerita bagaimana saya menonton film ini dan berapa kali saya menonton film ini.  Hanya saja yang saya perlu garisbawahi disini adalah bahwa film ini memberi banyak pengaruh pada hidup saya. Menyenangi opera dan drama-drama melankolis tidaklah salah bukan? Hanya saja agak aneh  untuk seorang pria menyukai film seperti itu bahkan sampai beberapa kali, tidak macho, yah bisa jadi. tapi apakah itu jadi ukuran? ah tidak peduli.

Baiklah, mungkin tidak perlu banyak bicara tentang pengaruh  film tersebut terhadap saya. Saya hanya akan bicara bagaimana fim ini, tentu dengan gaya resensi tapi dengan cara saya menulis. Terlepas dari konteks? Bisa jadi, tapi bukankah setiap orang punya cara tersendiri dalam berbagi? Kita mulai saja.

Continue reading “MOULIN ROUGE!: EKSOTISME PARIS DALAM MELODI”