Cerita Tentang Layanan uberMOTOR dan #BiruItuBandung

Sekitar dua bulan belakangan ini saya dibilang cukup rutin menggunakan layanan on-demand Uber. Terutama untuk layanan bernama uberMOTOR. Tidak sering sih, tapi untuk seseorang yang memiliki kendaraan pribadi, saya terbilang cukup sering memakai uberMOTOR.

Biasanya saya memakai uberMOTOR untuk keperluan pekerjaan. Contohnya untuk menemui klien yang jaraknya agak jauh dan saya malas bawa motor. Atau bisa juga untuk menghadiri acara blog yang menurut saya lebih efektif memakai uberMOTOR.

Sepengalaman saya memakai uberMOTOR, saya menemukan banyak kejadian menarik. Tapi yang cukup berkesan adalah bertemu dengan driver yang sama dalam waktu yang cukup berdekatan.

Pada Jumat, 16 Desember 2016, saya memesan uberMOTOR menuju daerah Sarijadi. Saya mendapat supir bernama Septiyan yang saya ketahui ternyata rumah kami cukup berdekatan. Saya cukup lama ngobrol dengan Septiyan sehingga kami bisa dibilang jadi akrab untuk seseorang yang baru bertemu.

Sepuluh hari kemudian, saya memesan uberMOTOR lagi. Tak disangka Septiya kembali yang menerima order yang saya pesan pada sore menjelang malam tanggal 26 Desember 2016.

Karena ini momen penting, saya pun mengabadikan momen perjalanan bersama Septiyan. Saya foto sebelum berangkat, ketika berangkat dan selesai sampai tujuan.

Sebelum Berangkat
Sebelum Berangkat
foto saat di perjalanan
foto saat di perjalanan
foto saat sampai tujuan
foto saat sampai tujuan

 

Lho, mengapa harus difoto?

Soalnya nih yah, uberMOTOR di Bandung sedang mengadakan event yang dinamakan #BiruItuBandung. Event ini sebagai bagian untuk mempromosikan identitas uberMOTOR di Bandung. Bisa dibilang untuk ngasih tahu kalau uberMOTOR di Bandung itu sudah hadir lho.

Yang menarik dari program ini adalah adanya lomba foto bareng driver uberMOTOR yang memakai jaket biru hitam. Yah seperti yang saya lakukan itu. Hadiahya keren lho, yakni Uber Credit sebesar Rp. 500.000. Caranya cukup unggah foto bareng driver uberMOTOR ke Instagram dan gunakan tagar #BiruItuBandung. Buruan ikutan karena event ini cuman sampe  akhir Desember 2016

Uber credit dengan nilai besar sih udah paling mantap. Kan enak kalau menang event ini, nantinya kita tidak perlu membayar uang secara tunai karena Uber akan otomatis memotong Uber Credit kita selama masih mencukupi.
KIta bisa memesan uberMOTOR tanpa ragu. Bahkan, kita bisa memesan uberX dan uberBLACK dan membayarnya memakai Uber Credit. Perlu diketahui bahwa layananan uberX dan uberBLACK adalah layanan Uber dalam bentuk mobil biasa (uberX) dan mobil premium (uberBLACK). Di Bandung sendiri, saat artikel ini dibuat, layanan uberBLACK belum tersedia.

Oh yah, selain naik uberMOTOR, saya juga pernah memakai layanan uberX. Saya dengan istri beberapa kali naik uberX. Biasanya saya memesan layanan ini kalau hari sedang hujan.
Saya juga pernah membantu istri untuk memesankan layanan uberX. Waktu itu, istri saya sedang ada di Dago dan hendak pulang. Sementara saya ada di rumah. Ia menelepon kepada saya untuk memesankan uberX.

 Saat saya memesakan uberX untuk istri
Saat saya memesakan uberX untuk istri

Saya pun langsung memesan uberX untuk istri dengan cara memilih lokasi penjemputan yang berbeda dengan yang dibaca oleh GPS. Biasanya nanti sering ada pertanyaan, apakah akan melakukan pemesan uberX untuk orang lain? JIka benar, nanti kita tinggal memasukan kontak orang yang akan dihubungi oleh driver uberX.

Hal utama karena saya senang naik uberX adalah mobilnya bagus-bagus. hehehe.
Saya sarankan sih kepada pembaca untuk segera unduh aplikasi Uber. Unduh dan daftar yah, gak sulit kok buat daftarnya. Tidak ribet, karena yang dibutuhkan biasanya cuman nama, nomor telepon agar mudah dihubungi, dan email untuk verifikasi.

Hayuk atuh unduh Uber di toko aplikasi

Advertisements

Jati Diri yang Terverifikasi di Ranah Online

Pernahkah berpikir bahwa orang kita kenal di dunia maya benar ada orangnya? Ataukah transaksi jual beli online yang kita lakukan benar-benar aman? Mungkin diantara pembaca ada yang sudah yakin dengan si pembeli atau si penjual dengan menyertakan identitas media sosial mereka? Tapi apakah hal itu cukup?

Pertanyaan lain, tanda tangan yang dibubuhkan oleh kita kemudian kita pindai apakah sah dan memiliki kekuatan hukum?

Sederet pertanyaan itu yang jadi topik hangat perbincangan seminar yang penulis ikuti pada Selasa, 13 Desember 2016 lalu. Seminar bertajuk “Tanda Tangan Digital pada Transaksi Elektronik” tersebut berlangsung di Trans Luxury Hotel, Bandung.

Seminar Tanda Tangan Digital di Bandung
Seminar Tanda Tangan Digital di Bandung

Penyelenggara seminar ini adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang dengan giat memperkenalkan sistem yang disebut SiVION (Sistem Verifikasi Identitas Online Nasional) di berbagai kota besar di Indonesia. SiVION sendiri merupakan sebuah sistem untuk identifikasi orang di dunia digital lewat tanda tangan digital atau digital signature.

Landasan Hukum Tanda Tangan Digital

Perlu diketahui, jika pembaca menandatangani sebuah dokumen atau surat menyurat kemudian pembaca pindai dokumen tersebut dan dikirimkan ke orang yang berkaitan dengan dokumen tersebut, maka dokumen tersebut tidak memiliki kekiuatan hukum yang kuat. Yah, pembaca memang menandatangani surat tersebut tetapi ketika sudah menjadi dokumen elektronik, dokumen tersebut menjadi memilliki kekuatan hukum yang lemah, dan itu bukan tanda tangan digital.

Kurang lebih seperti itu yang diungkapkan oleh Dr, Edmon Makarim, Skom, SH, LLM, Dosen Hukum Telematika FH-UI, yang menjadi salah satu pembicara dari seminar tersebut.

Dasar hukum tanda tangan digital ini mengacu pada undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 11 yang berbunyi “Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah”

Dasar hukum lain mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) Bab V dan Bab VI PP PSTE..

Dengan adanya landasan hukum tersebut, jelas bahwa jati diri kita di dunia maya akan terverifikasi. Penulis nantinya tidak akan ragu jika bertransaksi jual beli online dengan orang yang baru kenal di dunia online. Jelas selama orang tersebut memiliki tanda tangan digital. Pembaca juga nantinya bisa memverifikasi jodoh yang ditemui pembaca di dunia online lewat layanan jodoh online macam Setipe, Tinder, Wavoo, dsb.

Mengapa hanya lewat tanda tangan elektronik ini, seseorang bisa mudah diidentifikasi? Jawabannya karena tanda tangan elektronik bukan soal tanda saja. Tanda tangan ini berisi informasi identitas pemilik tanda tangan. Informasi tersebut didapatkan karena tanda tangan digital telah terintegrasi dengan informasi elektronik lainnya.

Kebetulan, penulis dan orang yang menghadiri gelaran seminar yang berlangsung dari pukul 09.00 sampai 17.00 tersebut berkesempatan menjadi 1000 orang pertama di Bandung yang memiliki tanda tangan digital. Yah, sebagai informasi diikuti oleh 1000 orang yang terdiri dari PNS, profesional, dosen, mahasiswa, komunitas, dan para narablog dari Bandung.

Penulis dan 999 orang melakukan prosedur pendaftaran dengan verifikasi KTP yang telah dipindah (scanning) atau bisa juga difoto lewat tautan khusus yang diberikan Kominfo. Prosedurnya pendaftaran tanda tangan digital cukup mudah tetapi proses penggunaan tanda tangan digital ini yang mungkin agak sulit. Penulis sendiri dengan jujur masih agak kesulitan meskipun saat acara berlangsung, beberapa pembicara memberikan intruksi penggunaan tanda tangan digital.

Kegunaan Tanda Tangan Digital

Lalu, untuk apa sebenarnya tanda tangan digital? Belum cukupkah KTP elektronik sebagai identitas? Diantara pembaca mungkin ada yang bertanya demikian. Kedua pertanyaan tersebut sempat terlintas juga di otak penulis ketika mengikuti seminar. Penulis pun mendapat jawabannya lewat poin-poin berikut.

  • Sebagai identitas di dunia online yang nanti kedepan akan terintegrasi dengan KTP elektornik.
  • Tanda tangan digital bisa menjadi solusi agar kita tidak sembarangan memberikan identitas ke layanan yang ada di internet.
  • Tanda tangan digital bisa mengefektifikan pendaftaran pada berbagai layanan di internet. Tidak perlu daftar ulang karena nanti kita bisa mengintegrasikan pendaftaran lewat tanda tangan digital.
  • Keamanan sebuah pesan yang dikirimkan bisa terjaga dengan baik karena lewat SiVION, tidak semua orang berhak membaca isi pesan tersebut.
  • Sebagai identifikasi jati diri dari pihak-pihak yang melakukan komunikasi di duniga digital.
  • Penggunaan tanda tangan digital bisa menjadi solusi untuk kegiatan transaksi dan membuat kita tidak bergantung lagi pada kertas. Penghematan kertas ini jelas akan membuat kita bisa menjaga bumi tetap hijau.

Penulis berpendapat bahwa tanda tangan digital ini merupakan salah satu langkah positif dari pemerintah dalam menghadapi era digital. Di masa depan, penulis optimis bahwa transaksi atau berbagai kegiatan online lainnya akan meningkat. Berbeda dengan sekarang yang dalam hal transaksi jual beli, kita harus memiliki kewasapaan.

Tertarik kan menggunakan tanda tangan digital? Tapi pembaca mesti bersabar karena saat ini pendaftaran tanda tangan digital ke publik. Tunggu saja karena tidak lama lagi program SiVION ini akan dibuka ke publik dan orang pun nantinya akan memiliki jati diri yang terverifikasi di dunia digital.