Ada bom di Nagasaki, meluluhlantahkan bangunan, gedung, rumah, serta orang-orang Jepang. Dibalik peristiwa itu ada satu tentara Jepang yang berhasil selamat. Dia adalah Yashida, yang diselamatkan oleh Logan, sang Wolverine. Itulah adegan pembuka Film The Wolverine, sebuah sekuel X-men Saga yang berfokus pada petualangan Wolverine di Jepang.

wolf

Adegan itu sendiri adalah Flashback dan merupakan adegan penting dari dasar cerita film ini. Setelah kejadian di X Men The Last Stand (2006), Logan mengasingkan diri untuk mencari arti dari hidupnya yang abadi. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang wanita Jepang bernama Yukio (diperankan Rila Fukushima), utusan dari Yashida (diperankan Haruhiko Yamanouchi) yang kini dalam keadaan sekarat. Yashida ingin berterimakasih atas pertolongan Logan. Ia juga meminta tolong agar Logan menjaga cucunya, Mariko (Tao Okamoto). Di tengah pergulatan ini, muncul Yakuza, Ninja dan juga orang lain yang berkepentingan dengan Marriko, cucu Yashida pewaris semua kekayaan dan perusahaan.

Itu gambaran besar Plot Film The Wolverine. Film ini memang hanya berfokus pada Logan. Tidak ada tokoh utama X-men lainnya yang muncul di seri keenam X-men Saga ini. Jikapun ada, hanya Jean (diperankan kembali oleh Famke Janssen) yang tampil sebagai bayangan atau halusinasi yang menghantui Logan. Halusinasi itulah yang membawa Logan pada pertanyaan untuk apa dirinya hidup sementara orang-orang yang disekitarnya pergi. Jadi jangan bayangkan Jean akan kembali dari kematiannya dan mengeluarkan kemampuannya sebagai manusia mutan.

wolverine

Kemampuan penyembuhan Logan yang membuat ia abadi menjadi fokus utama dari film ini. Kemampuan abadi dan kematian, dua hal psikologis yang coba dijelajahi oleh sang sutradara James Mangold. Dia berusaha menekankan pergolakan seoarang ksatria untuk memilih menjadi manusia normal atau membiarkan diri dalam keabadian. Kematian Jean diungkap secara tegas dan membuat sang superhero seolah ingin menemukan takdirnya yaitu menuju kematian. Logan bahkan diungkap terlihat siap dengan kematian itu sendiri. Namun petualangan di Tokyo dan keterlibatannya dia dalam menyelamatkan sang putri membuat si tokoh mulai menemukan dirinya sendiri.

Belenggu masa lalu, petualangan di Jepang, serta pencarian jati diri kembali adalah tiga hal yang diungkap dalam film ini. Tampak sekali bahwa sang Sutradara ingin mencoba formula baru film superhero yang cukup sukses belakangan ini. Formula tersebut adalah buatlah tokoh superhero yang juga memiliki posisi sebagai orang biasa, lebih menuasiawi dan tidak hanya mengalahkan kejahatan. Tetapi untuk film ini rasanya sisi tersebut masih tannggung. Mencoba menghadirkan sekuel yang dikhususkan untuk membuka sisi psikologis sang tokoh? James tampaknya bisa membuat film ini lebih matang.

yukio

The Wolverine tidak menyajikan hal baru. Bahkan jauh dari nuansa X-Men secara keseluruhan. Meskipun di film ini ada tokoh mutan penjahat bernama Viper, tapi penampilannya kurang menggigit.Sebagai perempuan antagonis, kesan Femme Fatale dalam diri Viper terasa kurang greget. Malah tokoh Yukio (diperankan Rila Fukushima) tampil lebih eksotis dibandingkan Viper. Mariko (diperankan Tao Okamoto) juga tampil cukup meyakinkan di film ini. Sayangnya, meskipun menjadi salah satu peran kunci, hubungan hatinya dengan Logan terlihat menggelikan. Bukan apa-apa, Mariko aadalah cucu yang diceritakan masih remaja. Melihat hubungannya dengan Logan yang dewasa? Tidak ada yang salah tetapi chemistry yang dibangunnya sangat terasa jauh apabila dibandingkan jika Logan berpasangan dengan tokoh wanita yang lebih dewasa

Sekuel yang Tanggung

Secara keseluruhan, Film The Wolverine terlihat tanpa arah. Petualangan Logan ke Tokyo hanya terlihat kebetulan semata Penjelajahan psikologis Wolverine pun kurang mengena. Untungnya film ini dihiasi bertarung yang cukup keren serta dengan sedikit bumbu humor yang bisa membuat penonton tehibur dan tersenyum

Jika diberi penilaian, Film ini mendapatkan poin 7/10. Unsur aksi mungkin menjadi pendongkrak film ini layak tonton. Sayangnya untuk sebuah sekuel X-men Saga, Film ini terkesan tanggung. Tampaknya film ini hanya pemanas sebagai pembuka kisah X-men berikutnya. Bahkan penonton yang lebih mementingkan plot cerita ketimbang aksi tidak perlu menonton film ini. Tetapi bagi mereka yang ingin menikmati aksi pertarungan dalam sebuah film, film The Wolverine bisa menjadi alternatif. Dan bagi Anda yang akan menonton, jangan lewatkan adegan terakhir setelah credit tittle merupakan sebuah kejutan tambahan yang akan membuat para penikmat seri ini tidak sabar untuk menunggu sekual X-Men The Day of The Future Past.

Advertisements