Seminar atau diskus yang berkaitan dengan pertumbuhan anak, umumnya didatangi oleh para ibu atau mamah sang anak. Dari mamah muda sampai mama angkatan veteran meamdatai acara diskusi yang berkaitan dengan pertumbuhan anak. Sangat jarang (meskipun ada) para ayah atau papa keren datang ke acara yang menurut mereka tidaklah keren.

Kalaupun ada ayah yang ikut, biasanya karena dua hal. Pertama dipaksa sang istri atau kedua sekadar mengantar aiias jadi supir saja.

Tapi sekali lagi, gak semua yah. Masih ada papa keren yang datang ke acara diskusi pertumbuhan anak untuk benar-benar tahu tentang materi pertumbuhan anak. Papa macam ini yang keren, papa kekinian yang tidak hanya peduli soal kerjaan saja.

Dan papa-papa keren itu juga hadir di acara Konferensi Ayah Bunda Platinum “Siapkan Kecerdasan Multitalenta Si Kecil Sejak Dini”, semacam seminar keluarga yang dipersembahkan oleh Morinaga dan diselereggarakan di berbagai kota besar.

Pada 5 Agustus 2017, konferensi ini digelar di Hotel Harris, Festival Citylink, Bandung. Banyak ayah keren kekinian yang ternyata hadir di gelaran konferensi ini. Meski memang jumlah ibu-ibu yang datang dan memaka kode baju warna merah lebih banyak, tapi para bappak-bapak juga tampak hadir di acara yang berlangsung sekitar hampir 6 jam itu,

Saya, termasuk salah satu papa milenial keren (narsis dikit) yang turut hadir di gelaran konferensi ini. Meski hadir sebagai blogger yang diundang oleh pihak Morinaga, saya tidak hanya sekadar datang, tapi juga sekaligus mencari tahu lebih dalam tentang perkembangan anak.

Tidak percaya? Cek Instagram saya berikut

Ada banyak photobooth keren di sepanjang area luar, salah satunya photobooth tempat saya berfoto. Banyaknya photobooth tentu agar suasana acara di luar tidak kaku dan kosong. Ini terlihat dari adanya arena permainan anak seperti gambar berikut ini.

Seperti di taman bermain

Jelas kehadiran tempat permainan anak para orang tuas pastinya hadir dengan buah hati mereka,

Oh yah, saat saya datang jam 9 pagi lebih dikit ke lokasi, photobooth itu tampak tidak terlihat karena membludaknya pengunjung yang datang dengan dominasi baju warna merah.

Para ibu yang datang tampaknya memang diberitahu panitia untuk memakai baju merah (dress code). Sementara para ayah umumnya memakai baju bebas. Karena jumlah para ayah lebih sedikit, jadi hal ini tidak terlalu berpengaruh.

Coba tengok gambar suasana sebelum acara berikut ini. Banyak kan pasukan berwarna merahnya?

Peserta riuh berbaju merah

 

Menyimak Faktor Pembentuk Kecerdasan Anak

Keramaian di luar ruangan adalah bukti antusiasme peseta yang hadir di seminar ini. Tercatat jumlahnya mencapai 1000  orang lebih, seperti yang diklaim oleh panitia. (Yah kali saya ngitung sendiri).

Di luar ruangan terlihat sepi ketika semua peserta mulai masuk ke dalam, duduk sesuai nomor yang mereka dapatkan. oh yah, tempat duduk para peserta tidak hanya diatur berdasarkan nomor tetapi juga warna yang ditandai dengan kain yang mengikat kursi.

 

Memotret ruangan konferensi saat semua peserta belum masuk. Tampak kain warna ijau diikatkan pada kursi
Ini yang warna biru

Ada empat warna (merah, kuning, biru, hijau) kain yang meekat pada kursi yang ternyata ini berhubungan dengan materi yang disampaikan oleh pembicara pertama yakni tentang “4 Faktor Pembentuk Anak Generasi Multitalenta”

Materi ini disampaikan oleh Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K).

Oh yah, hampir lupa, acara ini dipandu oleh selebritas yang juga jadi Brand Ambassador Morinaga, Teuku Zacky.

Saat Pak Ahmad menyampaikan materi, peserta cukup antusias menyimak materi.  Apalagi ini berkaitan dengan pertumbuhan anak. Jelas ibu-ibu juga menyimak dengan baik. Oh yah, kalau saya perhatikan, ada juga bapak-bapak yang antusias sama acara. Yah, ini contoh ayah keren (seperti saya).

Selain Pak Ahmad, hadir pula Dr dr Eddy Fadlyana, SpA, seorag dokter yang berpraktik di rumah sakit Hermina Pasteur. Beliau naik ke panggung saat sesi tanya jawab.

dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), (kiri) ditemani oleh Dr dr Eddy Fadlyana, SpA (tengah) dan Teuku Zacky (kiri) saat penyampaian materi dan tanya jawab soal tumbuh kembang anak 

Lantas, apa inti materi dari Pak Ahmad Suryawan?

Pak Ahmad memaparkann bahwa 4 faktor pembentuk anak adalah

  1. Perkembangan Otak
  2. Sistem Ketahanan Tubuh
  3. Tumbuh Kembang Optimal
  4. Kesehatan Saluran Cerna

Keempat faktor pembentuk tersebut dipengaruhi oleh NUTRISI serta SIMULASI yang dimulai sejak anak dalam kandungan. Karena itu materi ini sangat penting untuk pasangan, bukan hanya ibu hamil. Para ayah juga harus siap sedia dan tahu persis kebutuhan nutrisi, baik saat ibu sedang hamil maupun saat anak lahir dan memasuki fase 1000 hari.

Setelah pemaparan materi, ada tanya jawab yang cukup mendapat perhatian karena berlangsung dua sesi tanya jawab. Sesi pertama adalah tanya jawab yang didasarkan pada 4 poin tersebut dan disesuaikan dengan kain warna tempat duduk. Sesi kedua adalah tanya jawab bebas tanpa memerhatikan warna tempat duduk.

Yang cukup terngiang dalam ingatan, salah satu peserta, seorang ayah keren (lagi-lagi), bertanya apakah gadget itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak?

Sebagai ayah milenial yang baru punya bayi, tentu pertanyaaan ini menarik dan cukup menohok. Maklum banyak anak sekarang yang baru lahir beberap bulan saja sudah dirangsang dengan permainan atau tontonan lewat gadget atau gawai dalam bahasa Indonesia.

Pak Ahmad Suryawan mengatakan bahwa gadget berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Apalagi jika diberikan saat batita (bayi dibawah tiga tahun). Namun, Pak Ahmad juga sadar bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dihindarkan. Karena itu solusina adalah bukan melarang penggunaan gadget tapi mengurangi kalau bisa sih dihindari.

Para peserta serius dan antusias dalam mengikuti materi dan saat sesi tanya jawab

Penggunaan gadget juga ini berlaku dalam hubungan keluarga. Jika semua anggota keluarga sibuk dengan gadget, maka hal ini tidak baik untuk perkembangan anak. Semisal, ketika makan malam bersama, semua anggota keluarga asyik makan sambil gadget, bukan ngobrol untuk mendekatkan hubungan.

Karena itu, penting bagi orang tua zaman sekarang untuk meminimalisir penggunaan gadget.

Selain bapak tadi yang bertanya soal penggunaan gadget, ada juga yang bertanya masalah kesehatan anak. Saya agak lupa tentang hal ini, maklum suasana ruangan sudah agak sedikit kurang teratur.

Banyaknya anak-anak yang hadir membuat suasana agak kurang kondusif. Maklum, anak kecil kan pasti aktif dan bosen kali duduk terus di pangkuan ibunya.

Sesi dengan Pak Ahmad Suryawan selesai pukul 12.00. Umum di waktu ini adalah istirahat, salat, dan makan. Tentu saja waktu ini juga berlaku buat saya dan teman-teman narablog yang memag diundang spesial oleh Morinaga untuk meliput acara ini.

 

Tentang 8 Kecerdasan dan Permaianan  Pembentuk Kecerdasan

Setelah sesi istirahat, acara berlanjut pada lagi denga narasumber berbeda. Masih dipandu dengan Teuku Zacky, acara selanjutnya adaah tentang “Kekuatan Bermain Untuk Membentuk Kecerdasan Multitalenta di Era Milenial” bersama Dr. Rose Mini M. Psi.

Teuku Zacky bersama Ibu Rose Mini Saat Sesi Kedua 

Ibu Rose membahas tentang peranan permainan dalam membentuk kecerdasan anak. Perbedaan permainan akan memengaruhi pembentukan kecerdasan anak. Karena sejatinya, ada 8 kecerdasan anak yang orang tua harus tahu, yaitu

1. Kecerdasan Musikal

Kecerdasan yang tumbuh dari kemampuan anak dalam menanggapi atau mengekspresikan dirinya terhadap musik dan irama.

2. Kecerdasan Kinestetik

Kecerdasan yang tumbuh dari kemampuan anak dalam menggunakan tubuhnya yang lentur dalam melakukan aktivitas atau meyelesaikan masalah.

3. Kecerdasan Logika Matematika

Kecerdasan yang tumbuh dari kemampuan anak dalam menganalisis sesuuatu secara matematis atau berdasarkan logika.

Catatan: Banyak orang yang tua yang mengharapkan anaknya memiliki kecerdasan karena umum kalau pintar matermatika otomatis dia dianggap pintar sementara jika pintar dibidang lain belum tentu dianggap pintar.

Tentu hal ini keliru karena setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing.

4. Kecerdasan Visual-Spasial

Kecerdasan yang tumbuh dari kemampuan anak untuk berimajinasi dan berpikir kreatif. Umumnya, anak-anak yang memiliki kecerdasan ini adalah anak kreatif yang berbakat dalam menggambar atau melukis.

5. Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan yang tumbuh dari kemampuan anak  dalam hal yang bekaitan dengan bahasa, baik dalam kemampuan berkomunikasi, membaca, maupun menulis. Anak-anak yang memiliki kecerdasan ini adalah para pekerja kreatif di bidang penulisan. (blogger misalnya)

6. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan yang tumbuh dari kemampuan anak  dalam bersosialisasi di masyarakat. A nak dengan kecerdasan ini adalah anak yang mampu bekerjasasama dengan baik degan orang dan memiik empati yang tinggi. Umumya sih tipikal calon pemimpin atau tokoh masyarakat.

7. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan yang tumbuh dari kemampuan anak  menganalisis diri sendiri sebagai landasan dalam perencanaan hidup kedepan. Anak dengan kecerdasan ini adalah anak yang mengenali dirinya sendiri.

8. Kecerdasan Natural

Kecerdasan yang tumbuh dari kemampuan anak  menganalisis dalam mengindentifikasi flora dan fauna. Anak dengan kecerdasan ini juga mampu “membaca” hal-hal yang berkaitan dengan  Alam Semesta ini.

Dalam membentuk kecerdasan tersebut, ada beberapa tipe permainan yang patut dikenal, yaitu

  • Permainan fungsionalitas, permainan untuk mengembangkan otot dan fisik. Cocok dimainkan untuk bayi sampai usia 2 tahun
  • Permainan konstruktif, permainan menggunakan bahan atau material yang ada disekeliling. Cocok dimainkan untuk anak 2 sampai 3 tahun
  • Bermain peran, permainan untuk memerankan atau meniru sesuatu seperti berperan jadi superhero. Bisa juga berperan menyerupai benda, semisal menjadi pesawat terbang, kereta api, dan sebagainya. Permainan ini cocok dimainkan untuk anak usia 3-7 tahun
  • Bermain dengan aturan, permainan ini adalah permainan yang memiliki aturan khusus. Contohnya permainan tradisional atau bermain catur misalnya. Permainan cocok dikenalkan apda anak usia 7 tahun keatas

Pada sesi ini, banyak juga yang bertanya pada Ibu Rose. Ibu Rose juga memberikan sebuah games tebak permainan yang membuat suasana seminar menjadi lebih ceria. Maklum pada sesi ini, beberapa peserta ada yang tidak fokus, mulai dari menemani anak di luar atau memberikan anak makan.

Secara keseluruhan sebenarnya acaranya sudah berjalan dengan baik. Apalagi ada acara doorprize dan penghargaan kepada peserta dengan kostum terbaik. Yap, meskipun hampir semua memakai baju merah, tapi setidaknya ada 3 ibu-ibu yang memakai baju mera yang patut  diapresiasi memiliki kostum terbaik.

3 Ibu-ibu Ini Mendapat Hadiah Karena Kostum Mereka Dianggap Terbaik oleh Panitia
Di Akhir Acara Morinaga Memberikan Doorprize Kepada Peseta yang Dipanggil Nomornya

Oh yah, acara konferensi ini berakhir seitar pukul 3 sore. Banyak keseruan yang saya dapatkan dari acara ini. Tap yang jelas pengetahuan tentang pertumbuhan anak dan materi kecerdasan anak adalah “materi daging’ yang wajib orang tua tahu. Tidak hanya para ibu, tetapi juga para ayah.

Makanya saya sangat mengapresiasi kehadiran para ayah yang datang ke acara semacam ini. Karena ayah yang keren adalah ayah yang datang ke Konferensi Ayah Bunda Platinum..

Sebagai penutup, mau menginformasikan kalau Morinaga sebagai penyelenggara konferensi ini, juga hadir di kota lain, jadi bukan hanya di Bandungyah .

Dan buat orang tua yang tidak sempat hadir dan ingin tahu tentang kecerdasan anak Anda, bisa mengunjungi situs interaktif Morinaga di Morinaga Mi Play Plan.  Bisa cek juga video Tentang Morinaga Mi Play Plan berikut ini.

Advertisements