Sepenggal Cerita Ketika Anak Harus ke Rumah Sakit

RS Mitra Keluarga Surabaya

Kamis, 16 Juli 2020 ini jadi hari yang spesial bagi anak pertama saya, Gladio. Pada hari tersebut, anak saya menjalani “operasi” yang jika saya kuping percakapan suster disebut rekonstruksi penis. Orang jelas lebih mengenalnya sebagai sunat.

Sebenarnya, tidak ada rencana Gladio harus disunat pada tahun 2020 ini. Usianya baru 3 tahun lebih. Tetapi karena alasan medis, akhirnya Gladio harus dikhitan.

Awal mula Gladio dikhitan ini ketika dia mengalami susah pipis dan merasa kesakitan. Ini adalah kedua kalinya. Saya lupa yang pertama kapan tepatnya tetapi waktu itu, Gladio mengalami hal yang sama. Ia baikan setelah akhirnya pipis dengan lancar.

Kejadian kedua membuat kami (saya dan ibu Gladio) harus membawa Gladio ke dokter. Kami periksa di dokter umum terlebih dahulu karena kami memakai asuransi dari pemerintah yang terkenal itu. Dokter merujuk kami ke spesialis. Katanya harus diperiksa oleh spesialis, kalau masih belum pipis harus ke IGD. Untung, setelah dari dokter, Gladio pipis banyak.

Meski sudah pipis, kami tetap membawa Gladio ke spesialis sesuai rujukan ke salah satu rumah sakit di Bandung. Sayangnya, rujukannya ternyata salah. Rujukan tertulis adalah ke urologi dan menurut admin rumah sakit, kami harusnya dirujuk ke bedah anak. Kami kembali ke faskes pertama dan meminta rujukan ke bedah anak.

Tadinya, saya berpikir mencari rujukan bedah anak di rumah sakit yang dekat dengan rumah kami. Sayangnya, beberapa rumah sakit yang dekat ternyata tidak memiliki spesialis bedah anak. Saya pun akhirnya ke salah satu rumah sakit yang memiliki spesialis bedah anak. Dan akhirnya, dokter bedah anak memeriksa dan mengharuskan Gladio untuk disunat. Kami pun melakukan sunat dengan dokter tersebut di rumah sakit.

Cerita tentang membawa anak ke rumah sakit ini bukan pertama kali. Adik Gladio, Kanaya, waktu usia menginjak 1 tahun pernah mengalami penurunan trombosit yang membawanya harus ke IGD. Kami pun ke IGD dan akhirnya mendapatkan perawatan yang baik sampai akhirnya Kanaya sembuh. Hanya saja tempat Kanaya dirawat adalah rumah sakit yang berbeda dengan rumah sakit tempat Gladio disunat.

Dua kejadian ini membuat saya berpikir, kenapa rumah sakit itu ada yang memiliki klinik spesialis yang lengkap, ada yang tidak. Coba, bayangkan, jika ada rumah sakit yang modern, nyaman, dan memiliki poliklinik yang lengkap. Di kota tempat saya tinggal, memang ada tetapi jumlahnya sedikit.

Saya sih inginnya ada rumah sakit di kota kami seperti Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya. Rumah Sakit ini merupakan rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap. Rumah sakit ini sudah ada sejak tahun 1998. Berarti sudah cukup lama melayani masyarakat Surabaya.

RS Mitra Keluarga Surabaya

Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya ini merupakan rumah sakit yang ada di bawah naungan Mitra Keluarga Grup. Grup ini cukup banyak memiliki rumah sakit, sayangnya belum ada perwakilannya di Kota Bandung.

Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya sendiri hadir dengan layanan seperti Bonedensinometeri, USG 4D, Bank darah dan lainnya. Kelengkapan layanan ini tentunya membuat Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya menjadi salah satu pilihan tempat bagi masyarakat untuk mendapat layanan kesehatan yang baik.

Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya memiliki banyak poliklinik dengan dokter spesialis yang sudah berpengalaman. Mulai dari Poliklini Bedah, Poliklinik Jantung dan Pembuluh Darah, Poliklinik Saraf, Poliklinik Kandungan dan Kebidanan (dan masih banyak lagi. Banyaknya poliklinik jelas membuat Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya sebagai salah satu rumah sakit pilihan yang menarik.

RS Mitra Keluarga Surabaya

Gedung Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya juga tergolong tinggi dan besar. Hal ini membuat ruang rawat inap di rumah sakit ini tergolong banyak dengan berbagai pilihan kelas.

Nah, buat pembaca yang tinggal di Surabaya dan sekitarnya, dapat mengunjungi rumah sakit ini. Terlebih untuk pembaca yang anaknya akan disunat, bisa di rumah sakit ini karena Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya juga punya dokter spesialis bedah anak.

Namun, sebagus-bagusnya Rumah Sakit tentunya akan lebih baik jika kita selalu sehat sehingga tidak perlu mendatangi rumah sakit. Datanglah ke rumah sakit jika memang diperlukan. Bila sehat pun sebenarnya bisa berkunjung untuk melakukan medical check up. Terlebih di kondisi sedang maraknya wabah pandemi Covid-19. Keberadaan rumah sakit sangat penting, terutama untuk mereka yang memiliki gejala atau reaktif terhadap Coronavirus.

Sebagai penutup, saya berharap Rumah Sakit Mitra Keluarga punya jaringan rumah sakit di Bandung. Siapa tahu, manajemen Mitra Keluarga Grup membaca tulisan saya ini. Karena menurut saya, menilik informasi Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya, rasanya Kota Bandung juga cukup pantas memiliki rumah sakit sekelas ini.

 

ASUS VivoBook S14 S433 dan Alasan Mengapa Harus Memilih Laptop Intel 10th Generation

Saya setuju dengan pendapat soal laptop bukan sekadar tentang spesifikasi seperti prosesor, kartu grafis, dan lainnya. Tetapi juga fungsi secara keseluruhan itu sendiri yang membuat sebuah laptop memang layak di kelas harganya.

Meskipun demikian, prosesor selalu jadi peranan paling penting dari sebuah perangkat komputer, laptop khusus. Karena prosesor merupakan otak dari bagaimana sebuah laptop bisa berjalan dengan lancar dan baik. 

Laptop dengan prosesor yang mumpuni jelas akan membuat performa si laptop bisa lebih maksimal. Laptop dengan prosesor Intel misalnya. Laptop dengan Intel Core i5 dan intel Core i7 dianggap sebagai laptop yang memiliki performa baik. Laptop dengan prosesor ini mampu menghadirkan kinerja yang optimal, terutama untuk kebutuhan produktivitas seperti membuat konten grafis atau video. 

Karena itu, ketika kadang saya mendapat pertanyaan soal laptop yang performanya bagus dan layak digunakan, saya sering menyarankan untuk memakai minimal Intel Core i5. Namun, saya tidak sekadar memberikan saran tipe Intel Core i5 tetapi juga generasi yang digunakan. 

Di 2020, tentu saya tidak akan menyarankan memilih laptop dengan Intel Core i5 generasi ke-7 atau bahkan generasi ke-6. Meskipun tipe laptop ini sudah jarang di pasaran. Untuk 2020, tentunya akan lebih baik jika memakai Intel 10th generation atau Intel generasi ke-10. 

Mengapa Harus Intel Generasi ke-10? 

Intel Core i 10th Gen

“Mengapa harus memakai Intel generasi ke-10?

Mengapa tidak generasi lain?

Kan sama-sama Intel Core i5 atau Intel Core i7?”

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan harus dipahami, bahwa tiap tahun, teknologi prosesor akan selalu berkembang terus. Teknologi prosesor Intel Core generasi ke-5 tentu akan berbeda dengan Intel Core generasi ke-10 meski sama-sama menawarkan Intel Core i5. Teknologi ini bisa berupa kecepatan prosesor, cache memory, TDP, dan konsumsi daya prosesor tersebut. Bahkan proses pembuatan prosesor tersebut berbeda. 

Tiap generasi prosesor biasanya menjanjikan peningkatan performa yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Seperti contohnya Intel Core i5-10210U dan Intel Core i7-10510U. Kedua prosesor tersebut adalah prosesor Intel Core generasi ke-10 dengan kode nama Comet Lake. 

Prosesor Comet Lake ini merupakan prosesor Intel Core generasi ke-10 dengan fabrikasi 14mm yang lebih optimal. Seringkali juga disebut 14nm++++. Untuk laptop, tipe prosesor yang digunakan adalah tipe U yang sering nempel di akhir seri.

Karena itu, prosesor Intel Core i5-10210U dan Intel Core i7-10510U merupakan dua diantaranya banyaknya prosesor Comet Lake-U, yang merupakan versi lebih baik dari generasi sebelumnya, yakni Whiskey Lake-U. 

Peningkatan lebih baik tersebut yakni penggunaan frekuensi turbo yang tinggi yang mencapai 300 MHz dan dukungan RAM tipe DDR4-2666 and LPDDR3-2133. Peningkatan lain adalah dukungan jumlah core sampai 6 core, 12 threads. Tipe 6 core ini khusus untuk prosesor Intel Core i7 10710U dan Intel Core i7 10810U. 

Sementara Intel Core i5-10210U dan Intel Core i7-10510U menawarkan 4 core, 8 threads. Meskipun hadir dengan 4 core, kedua prosesor ini mampu menawarkan performa yang oke, terlebih untuk kebutuhan produktivitas. 

Intel Core i5-10510U menawarkan kecepatan dasar 1.6 GHz dengan kecepatan maksimal 4.2 GHz dan memiliki 6M cache. Sementara Intel Core i7-10510U menawarkan kecepatan dasar 1.8 GHz dengan kecepatan maksimal 4.9 GHz dan memiliki 8MB cache. Kedua prosesor sama-sama menawarkan prosesor grafis terintegrasi Intel UHD. 

Untuk sebuah prosesor laptop,  Intel generasi ke-10 Comet Lake ini memang fokus menawarkan kecepatan maksimal dengan clock yang tinggi. Fokus dari prosesor Intel generasi ke-10 ini untuk “productivity powerhouse” alias produktivitas yang kencang dengan clock yang tinggi. 

Selain clock tinggi, prosesor Intel generasi ke-10 juga menawarkan fitur seperti dukungan Thunderbolt 3 dan Wi-Fi 6 atau Wi-Fi IEEE 802.11 AX. Dukungan Wi-Fi 6 sangat penting, terutama untuk kreator konten atau pemakai laptop yang butuh kecepatan internet lewat Wifi yang tinggi.  

Hal ini karena WiFi 6 mendukung 4x bandwidth dibandingkan generasi sebelumnya, yakni WiFi 5. Kecepatannya bahkan lebih dari 2x lipat dari WiFi 5, yakni 9,6Gbps.Tetapi fitur ini memang bakal optimal jika modem wifi yang digunakan juga memakai WiFi 6.  Selengkapnya soal Intel Core i generasi ke-10 Comet Lake dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 

Selain memiliki clock yang tinggi dan juga dukungan Wi-Fi 6, Intel generasi ke-10 Comet Lake juga memiliki konsumsi daya yang lebih rendah. Hal ini penting karena biasanya pengguna laptop akan membawa laptopnya kemana-mana sehingga keawetan baterai tentu jadi pertimbangan tersendiri. 

Alasan Memilih ASUS VivoBook S14 S433

Dengan spesifikasi tersebut, tentunya memilih laptop dengan prosesor Intel Core i5-10210U dan Intel Core i7-10510U sangat direkomendasikan. Terlebih fitur-fitur yang dimilikinya tampak pas dengan kondisi sekarang yang fokus mencari laptop untuk kerja dan produktivitas. Terutama generasi Z, yang banyak memakai laptop untuk membuat konten video atau untuk menunjang kebutuhan kerja dan tugas kuliah atau sekolah mereka. 

Dan laptop yang bisa dipilih untuk hal tersebut adalah ASUS VivoBook S14 S433. Laptop ini bisa jadi rekomendasi utama saya ketika ada yang bertanya soal laptop dengan Intel Core i5 atau Intel Core i7. Tidak hanya itu, laptop ini juga akan saya rekomendasikan untuk orang-orang sebagai berikut. 

1. Untuk yang Suka Desain Menarik 

4 varian model ASUS VivoBook S14 S433 yang menarik

ASUS VivoBook S14 S433 ini sangat cocok dipilih untuk mereka yang butuh laptop berkelas dengan desain yang menarik. Terlebih karena laptop ini hadir dengan 4 pilihan warna menarik. Pilihan warna tersebut diantaranya adalah Indie Black, Gaia Green, Dreamy Silver dan Resolute Red.

Selain itu, ASUS VivoBook S14 S433 juga sangat pas dipilih untuk yang suka memasang sticker di bodi laptopnya. Apalagi ASUS mendesain laptop ini agar penggunanya bisa menempelkan sticker dengan bebas di bodi laptop. 

Coba tengok saja logo ASUS VivoBook yang ada di laptop ini yang lebih condong ke pinggir, tidak di tengah. Ternyata, penempatan logo ini agar bisa memberi ruang untuk memasang sticker. Apalagi, yang membeli akan mendapat sticker lucu dan menarik kreasi dari seniman bernama Muchlis Fachri alias Muklay. 

ASUS VivoBook S14 S433

Penambahan sticker ini jelas sesuai dengan karakter generasi Z yang muda dan ekspresif. Cukup menarik bukan?

2. Untuk yang Suka Performa Stabil dan Nyaman untuk Multitasking 

ASUS VivoBook S14 S433 ini menawarkan performa yang tinggi berkat dukungan Intel Core i generasi ke-10 seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Prosesor ini ditandemkan dengan RAM 8GB 2666MHz DDR4. 

Tidak ada slot untuk upgrade RAM tetapi kehadiran RAM 8GB 2666MHz DDR4 sudah sangat mumpuni karena sudah dual channel. Perlu diingat, bahwa performa sebuah prosesor akan semakin meningkat dan lebih baik jika RAM yang digunakan memakai konfigurasi dual channel, bukan single channel. 

Hal ini jelas akan membuat ASUS VivoBook S14 S433 memiliki performa yang stabil dan nyaman digunakan. Dipakai untuk multitasking juga sudah oke dan tidak akan membebani begitu berat prosesornya. Hasil dari benchmark seperti Cinebench R20 dan PCMark 10 juga menunjukan kalau performa dari laptop ini benar-benar bagus. 

3. Untuk yang Suka Membuat Konten dan Hiburan Main Gim 

Karena kini banyak platform yang membuat orang harus kreatif, maka muncul segmentasi baru untuk laptop, yakni laptop untuk kreator konten. Laptop tipe ini biasanya adalah laptop yang sudah cukup layak untuk dijadikan andalan dalam membuat konten. Contohnya membuat konten video dan konten grafis. 

Dan hal tersebut sudah terpenuhi oleh ASUS VivoBook S14 S433. Pasalnya, ASUS VivoBook S14 S433 memiliki performa grafis Nvidia Geforce MX250 2 GB GDDR5 dengan kemampuan full power. Harus diingat, ada juga Nvidia Geforce MX250 yang disematkan di sebuah laptop tetapi performanya dibatasi alias tidak full power. 

Kemampuan dari grafisnya ini terbukti dari hasil 3D Mark yang besar. Hal ini juga membuat laptop ini juga sebenarnya bisa digunakan untuk bermain game esport dan kasual. Cek hasil skor 3D Mark yang tergolong tinggi yang menunjukan performa laptop ini juga cocok untuk kerjaan sedikit berat. 

Dukungan layar laptop ini juga jadi salah satu spesifikasi pendukung yang menegaskan kalau laptop ini benar-benar untuk kreator konten. Pasalnya, layar laptop ini menawarkan tipe layar dengan dengan fitur sRGB 100% yang dikombinasikan dengan Splendid dan True2Life agar layar memiliki kualitas tampilan yang oke. 

Layar laptop ini juga memiliki bezel tipis yang ASUS sebut sebagai NanoEdge Display. Berkat teknologi ini, layar laptop ini memiliki 85% screen-to-body-ratio. Untuk resolusinya, laptop ini hadir dengan layar layar 14 inci beresolusi 1920 x 1080 piksel dan memiliki panel IPS level. 

4. Untuk yang Suka Upgrade Storage 

ASUS VivoBook S14 S433

Tidak mendukung upgrade RAM, bukan berarti laptop ini alfa dari upgradable. Justru di bagian storage, laptop ini memungkinkan pemakainya meningkatkan kapasitas storage yang digunakan. 

Untuk storage bawaanya sendiri, laptop ini hadir dengan Intel® Optane™ Memory H10 with Solid State Storage 512GB. Storage ini memiliki kecepatan baca dan tulis yang baik seperti terlihat pada hasil CrystalDisk Mark berikut ini. 

Skor tersebut menegaskan kalau kemampuan SSD tergolong bagus dan cepat. Jika kurang puas dengan storage yang ada, pengguna bisa menambahkan storage SSD NVME PCIE lewat slot M.2. Penggunaan SSD tentunya akan membuat performa menjadi lebih baik. 

5. Untuk yang Suka Fitur Premium 

ASUS VivoBook S14 S433 adalah laptop yang menilik spesifikasi yang ditawarkan termasuk cukup masuk akal harganya. Tidak terlalu mahal tetapi menariknya, laptop ini sudah dibekali dengan itur premium seperti fingerprint sensor, teknologi fast charging, serta backlit keyboard.  

Kehadiran fingerprint sensor tentunya akan sangat berguna untuk mereka yang butuh fitur keamanan. Fitur ini sangat berguna untuk  mendukung login dengan mudah lewat fitur Windows Hello> Karena fitur ini memanfaatkan  sensor sidik jari alias fingerprint sensor yang tersedia di laptop ini.

Fitur fast charging atau pengisian cepat tentu sangat dibutuhkan untuk mereka yang tidak mau menunggu lama waktu pengecasan. ASUS mengklaim kalau laptop ini dapat terisi sampai 60% dalam waktu 49 menit. 

Sementara backlit keyboard adalah fitur yang berguna untuk kenyamanan mengetik, terlebih mengetik di tengah malam. Keyboard-nya juga tergolong nyaman dan sangat cocok untuk para penulis. Seperti saya contohnya yang rajin mengetik 10 jari, tentunya saya akan memilih laptop dengan fitur keyboard yang nyaman ketika digunakan mengetik. 

Kombinasi prosesor Intel Core i generasi ke 10 yang dipadukan dengan spesifikasi mumpuni dan terkemas dalam sebuah laptop dengan desain menawan, membuat laptop ini layak dipilih. Tidak hanya untuk generasi Z, tidak hanya untuk kreator konten, tetapi juga untuk mereka yang butuh laptop dengan performa mumpuni, bahkan dipakai untuk bermain gim sekalipun. 

Dengan hadirnya laptop ini, saya tidak akan lagi kesulitan merekomendasikan bagi mereka yang butuh laptop dengan Intel Core i5 atau Intel Core i7. Bahkan, saya sendiri pun sangat tergoda untuk memiliki laptop ini sebagai andalan saya dalam bekerja dan mendukung kegiatan blogging. 

Tertarik dengan ASUS VivoBook S14 (S433)? Jika tertarik, simak terlebih dahulu spesifikasi lengkap dari ASUS VivoBook S14 (S433) berikut ini.

Spesifikasi ASUS VivoBook S14 (S433)

Main Spec. ASUS VivoBook S14 (S433)
CPU Intel® Core™ i7-10510U Quad Core Processor (8M Cache, up to 4.9 GHz)

Intel® Core™ i5-10210U Quad Core Processor (6M Cache, up to 4.2 GHz)

Operating System Windows 10
Memory 8GB DDR4 RAM
Storage 512GB M.2 NVMe™ PCIe® SSD with 32GB Intel® Optane™ Memory
Display 14.0″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) NanoEdge Display, 100% sRGB
Graphics NVIDIA GeForce MX250 with 2GB GDDR5 VRAM

Integrated Intel HD Graphics 520

Input/Output 1x USB 3.2 (Gen1) Type-C, 1x USB 3.2 (Gen1) Type-A, 2x USB 2.0 Type-A, HDMI, Audio Jack, MicroSD card reader
Camera 720p HD camera
Connectivity Wi-Fi 6(Gig+)(802.11ax), Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
Audio Built-in speaker, Built-in microphone, Audio by ICEpower®//harman/kardon (Mainstream)
Battery 50WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimension 32.40 x 21.30 x 1.59 ~ 1.59 cm
Weight 1.4Kg with battery
Colors Gaia Green, Resolute Red, Dreamy White, Indie Black
Warranty 2 tahun garansi global

 

PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah, Produk Asuransi Terjangkau dengan 8 Keunggulan

Konferensi Zoom Prudential

Pandemi Covid-19 tidak hanya membuka mata masyarakat soal pentingnya tabungan atau dana cadangan tetapi juga soal asuransi jiwa dan kesehatan. Hal ini didasari karena masyarakat sadar bahwa Covid-19 menyerang dengan cepat dan perlu diantisipasi dengan baik.

Selain tentunya dengan menjaga kesehatan, masyarakat juga mulai sadar bahwa mereka perlu asuransi kesehatan sebagai proteksi dini. Terlebih karena faktanya, berdasarkan data survey 2020 Global Medical Trends Survey Report yang dilakukan Willis Towers Watson, terjadi kenaikan biaya pengobatan dari tahun 2017 sampai 2019. 

Dari survey tersebut, Indonesia mengalami kenaikan biaya pengobatan rata-rata 31,80%. Angka ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan rata-rata Tiongkok dan India, dua negara dengan penduduk terbesar di dunia. Sementara pada 2019, diperkirakan biaya pengobatan meningkat 10,8% dari 2018.

Sudah pasti tidak ada lagi kalimat “Gimana nanti?” jika menilik survey tersebut. Tanpa survey pun sebenarnya kenaikan biaya pengobatan memang nyata adanya. Apalagi efek inflasi yang memang tidak terhindarkan. 

Tapi, kenaikan biaya pengobatan ini seharusnya tidak perlu ditakuti jika memang kita sudah mempersiapkan dengan baik. Salah satunya dengan perlindungan asuransi dari Prudential. 

Prudential dan Pentingnya Asuransi 

Mengapa perlindungan asuransi sangat penting? Karena ternyata, masih banyak orang yang merogoh kocek sendiri untuk berobat di rumah sakit. Dan seperti data yang ditunjukan sebelumnya, biaya pengobatan semakin hari semakin mahal. Tetapi masih banyak masyarakat yang justru tidak memakai asuransi. 

Contohnya berdasarkan riset pada 2015. Riset tersebut dilakukan di 6 provinsi besar di Indonesia dengan peserta asuransi yang baru keluar dari rumah sakit. Dari data tersebut, terdapat 18% dari 2.728 pasien yang membayar biaya pengobatan tanpa menggunakan perlindungan asuransi alias memakai uang pribadi. 

Merespon fenomena ini, Prudential Indonesia menghadirkan produk yang dinamakan PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah. Kedua produk ini diperkenalkan pada konferensi via Zoom pada Selasa, 30 Juni 2020 lalu. Konferensi ini dihadiri oleh para media nasional dan juga blogger, termasuk saya.

Konferensi Zoom Prudential
Konferensi Zoom pada Peluncuran PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah

Pada kesempatan tersebut, saya mendapatkan insight baru seputar asuransi dan produk dari Prudential. Terutama produk  PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah

PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah  ini merupakan dua produk asuransi kesehatan dari Prudential yang ditujukan untuk keluarga Indonesia untuk melindungi dari biaya kesehatan yang membengkak. Peserta layanan ini nantinya akan mendapat manfaat seperti biaya yang sesuai tagihan rumah sakit untuk manfaat tertentu. 

Himawan Purnama yang menjabat sebagai Head of Product Development Prudential Indonesia, menjelaskan lebih rinci tentang kehadiran PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah. 

Konferensi Zoom Prudential
Pak Jens Reisch (President Director Prudential Indonesia)-kiri atas; Pak Himawan Purnama (Head of Product Development Prudential Indonesia-kanan atas); dan Prof. Budi Hidayat, SKM, MPPM, Ph.D ( Pakar Ekonomi dan Asuransi Kesehatan)-bawah.⁣

Menurutnya, kedua produk ini hadir sebagai solusi akan kebutuhan solusi yang terjangkau bagi keluarga Indonesia. Produk ini merupakan proteksi kesehatan murni tanpa komponen investasi yang komplit. Produk ini juga memiliki memiliki fleksibilitas tinggi pada pilihan perlindungan kesehatan serta jangkauan hingga ke seluruh dunia. 

President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch, pada kesempatan yang sama mengatakan kalau hadirnya Covid-19 menjadi suatu pelajaran penting bagi masyarakat tentang resiko kesehatan yang bisa menyerang siapa saja tanpa diprediksi. Dan pandemi ini juga tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi juga masalah finansial keluarga. 

Keunggulan ProSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah

Untuk itulah, ProSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah hadir sebagai solusi asuransi kesehatan murni yang terjangkau dan terfokus pada perlindungan kesehatan. Produk ini memiliki beberapa 8 keunggulan utama, yakni sebagai berikut. 

1. Fleksibilitas

ProSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah punya keunggulan dalam menentukan wilayah pertanggungan, tipe, dan batas kamar. 

2. Batas manfaat yang besar

ProSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah memiliki manfaat sampai Rp65 miliar dengan fasilitas PRUSolusi Sehat Limit Booster yang tergantung dengan plan yang dipilih.

3. Perlindungan seluruh dunia

Produk asuransi ini tidak hanya berlaku di Indonesia tetapi juga dapat dimanfaatkan di seluruh dunia yang tergabung dalam PRUMedical Network. 

4. Perlindungan penyakit berat

Produk asuransi ini dapat melindungi penyakit berat seperti rawat jalan kanker dan cuci darah. Perlindungannya bahkan sesuai tagihan, tanpa atau dengan rawat inap sebelumnya

5. Klaim di luar area

Produk asuransi ini dapat dimanfaatkan di luar wilayah pertanggungan dengan persentase tertentu. Tentunya hal ini harus mengacu ketentuan pada polis.

6. Batasan kunjungan dokter

ProSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah dapat dimanfaatkan untuk kunjungan dokter umum dan dokter spesialis 2 kali dalam sehari. 

7. Perlindungan rawat jalan

ProSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat memberi manfaat besar dalam perlindungan rawat jalan, baik sebelum atau sesudah tindakan bedat. Manfaatnya mencapai 30 hari sebelum dan 90 hari setelah tindakan bedah rawat jalan (one day surgery).

8. Perpanjangan pertanggungan

ProSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat memiliki pertanggungan sampai 1 tahun. Menariknya, masa pertanggungan dapat diperpanjang hingga tertanggung berusia 99 tahun.

Dengan keunggulan tersebut, jelas ProSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah jelas merupakan produk asuransi yang menarik. Terlebih di tengah kondisi pandemi, masyarakat harus bijak dalam menentukan perencanaan keuangan. 

Seperti yang dikatakan pula oleh Prof. Budi Hidayat, SKM, MPPM, PhD selaku pakar ekonomi dan asuransi kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Pada konferensi yang sama, beliau mengatakan kalau tantangan kesehatan sekarang semakin rumit karena hadirnya sejumlah resiko sakit sehingga perencanaan keuangan jadi satu hal yang krusial agar terhindar dari pengeluaran katastropik.

Menurut beliau, pembelanjaan untuk kesehatan ini bisa 10% dari total pendapatan. Itu berarti tiap bulannya, sebaiknya kita menyisihkan 10% pendapatan untuk asuransi kesehatan. Tentu asuransi kesehatan apapun bisa dipilih tetapi jelas ProSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah sangat menarik untuk dipertimbangkan.