(Hands-On) Review Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG, Performa Memukau di Kelas Harga Terjangkau

Asus Zenfone 2 dengan RAM 4GB yang perkasa itu sempat membuat saya tergoda. Bahkan, ketika hari peluncurannya yang ramai diberitakan sampai luar negeri itu membuat saya semakin kesal pada diri sendiri lantaran tak bisa mencicipi Zenfone 2 itu.

Beruntung, rasa sakit itu terobati oleh seri Zenfone 2 lainnya. Meski tidak menggunakan Ram 4GB, Zenfone 2 ini tetap memikat saya untuk bisa terus “berduaan’ dengannya.

Dia adalah…

ASUS Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG

Saya tidak tahu mengapa Asus tidak memberikan nama baru untuk smartphone ini. Setidaknya itulah yang saya pikirkan mengingat nama Zenfone 2 sudah terlalu banyak.

Tapi, tampaknya ini adalah strategi Asus yang ingin mengukuhkan nama Zenfone sebagai produk smartphone yang identik dengan Asus.

Untungnya penamaan Laser bukan sekadar pilihan nama yang asal tetapi lebih kepada fitur yang dimiliki smartphone ini. Tentang hal ini, akan saya bahas nanti.

Sebelumnya lebih baik simak dulu ketika saya memegang smartphone ini pertamakali pada video berikut ini.

Dan mari kita bahas bahas lebih rinci terkait produk ini.

Review Zenfone 2 Laser ZE500KG

Desain

bagian belakang yang cukup menawan
bagian belakang yang cukup menawan

Bobot 145g yang ditulis pada banyak media tentang spesifikasi smartphone ini membuat saya berpikir kalau smarpthone ini akan ringan jika dipegang.

Dan perkiraan saya tepat. Smartphone ini tergolong ringan dan nyaman digenggaman tangan saya.

Model yang saya pegang adalah model kasing warna putih. Bagian belakang yang warna putih ini tampak menyatu dengan bagian depannya yang warna hitam.

Tekstur kasingnya juga cukup halus.

Tangan saya tidak merasa kasar dan sangat ergonomis ketika saya memegang Zenfone 2 Laser ini.

Layar

Saya pikir, smartphone yang paling ideal itu adalah smartphone dengan layar 5 inci.

Meski saya menyukai Zenfone 2 4GB yang memiliki layar 5,5 inci, tapi saya harus akui, layar 5 inci adalah model terbaik untuk penggunaan mobile.

Alasannya karena model 5 inci biasanya bisa digunakan dengan satu tangan.

Saya harus akui itu, ketika saya memegang gawai dengan layar 5,5 inci saja itu membuat saya harus navigasi dengan dua tangan.

Kalaupun satu tangan itu akan sangat kerepotan.

Tidak usah jauh-jauh, ketika saya melakukan video rekaman seperti yang terlihat pada video Youtube tersebut, satu tangan saya memegang Zenfone 2 Laser ZE500KG.

Satu lagi, tangan saya memegang gawai lain untuk melakukan rekaman.

Praktis kan?

zenfone
Kemudahan menggengam Zenfone 2 Laser ZE500KG dengan satu tangan

Itulah kelebihan layar 5 inci dan itu yang membuat saya tampaknya lebih menyukai Zenfone 2 Laser ZE500KG.

Terlebih Zenfone 2 Laser ZE500KG ini sudah dilengkapi dengan pelindung Corning Gorilla Glass 4. Well, ini pelindung sangat amat membantu saya. Apalagi saya kadang sedikit ceroboh.

Bahkan, bebrapa hari kemudian Zenfone 2 Laser ZE500KG sempat mengalami gesekan.

Untung, layarnya masih utuh karena teknologi pelindungnya bukan sekadar Super Anti Scratch Corning Gorilla Glass 4 tetapi sudah dilengkapi dengan oleophobic Anti-Finger Coating.

Oh yah, tampilan layar Zenfone 2 Laser ZE500KG sudah cukup buat saya dengan dukungan resolusi 720 x 1280 piksel dan kerapatan layar 294 ppi.

Sebenarnya saya tidak terlalu peduli dengan nilai kerapatan layar, kadang tampilan lebih bisa membuktikan kualitas tampilan layarnya dibandingkan sekadar angka-angka.

Saya lebih percaya kepada teknologi yang Asus sebut sebagai ASUS TruVivid Technology, sebuah teknologi yang mengubah 4 lapis layar konvensional menjadi dua lapis dengan laminasi penuh.

Dan inilah beberapa tampilan layar Zenfone 2 Laser ZE500KG yang hadir dengan tampilan antarmuka Asus Zen UI dan dukungan ASUS TruVivid Technology.

Screenshot_7
Tampilan ZenUI pada Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG

 

Tampilan Zen UI dari Asus selalu membuat saya tergoda semenjak Zenfone generasi pertama keluar. Saya baru bisa merasakan tampilan antarmuka ZenUI ini lewat produk Zenfone 2 Laser ZE500KG.

Saya bisa jujur ini adalah tampilan antarmuka yang sempurna. Tampilan antarmuka yang memudahkan saya untuk melakukan navigasi. Terlebih sentuhan demi sentuhan pada layarnya cukup responsif.

Ketika saya memakai sarung tangan pun memang navigasinya amsih berjalan.

Sebuah pembuktian yang hebat dari Asus yang tak sekadar bicara bahwa smartphone ini mendukung fitur Asus Glove Touch, teknologi yang mendukung navigasi meski dengan sarung tangan.

Performa

Zenfone 2 Laser ZE500KG hadir dengan chipset Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410. Chipset ini terdiri dari prosesor Quad-core 1.2 GHz Cortex-A53 dengan GPU Adreno 306.

Sebenarnya chipset ini juga digunakan di smartphone lain pada kelas yang sama. Hanya saja, kehadiran RAM 2GB membuat Zenfone 2 Laser ZE500KG lebih kencang untuk urusan multitasking dan performa.

Pernyataan tersebut bukan sekadar dugaan karena saya mencobanya sendiri. Wolf Among Us, Brave Frontier, sampai game berat semacam Asphalt 8 sudah saya jalankan pada smartphone ini dengan sangat lancar.

Bahkan sambil bermain games dan membalas chat media sosial juga bukan masalah besar. Dukungan spesifikasi yang cukup memadai ditambah Android™ 5.0 Lollipop 64-bit sebagai sistem utamanya tentu menjadi alasan tersendiri performa yang bagus dari smartphone ini.

Saya penasaran sebenarnya dengan performa keseluruhan. Dan saya pun mencoba melakukan tes bencmark dengan dua tes benchmark.

Pertama, saya tes bencmark menggunakan AnTuTu Benchmark (sebuah tes untuk mengukur skor keseluruhan).

Skor yang didapatkan smartphone ini untuk AnTuTu Benchmark adalah 21165.

Skor AnTuTu Benchmark
Skor AnTuTu Benchmark

Pada tes GFX OpenGL, sebuah tes bencmark yang mengukur kualitas performa GPU, skor yang didapatkan adalah 526.1 frames untuk T-Rex test. Dan untuk Manhattan test, skor yang didapatkan adalah 237.0 frames.

Screenshot_16
Skor GFX OpenGL Benchmark
Screenshot_1
Skor GFX OpenGL Benchmark

Skor tersebut tentunya sudah cukup mumpuni.

Fakta menarik, skor AnTuTu yang diperoleh smartphone ini lebih tinggi dibandingkan smartphone lain dengan spesifikasi yang hampir serupa dan rentang harga yang sama (skor Antutu smarpthone tersebut 20745).

Salut untuk Asus yang berhasil menghadirkan smartphone dengan kemampuan terbaik dan skor mumpuni. Skor yang bahkan bisa mengalahkan produk dari brand smartphone Android terpopuler untuk dua produknya (kelas mid—end).

Baterai

Bagaimana dengan konsumsi baterai Zenfone 2 Laser ZE500KG? Well, dengan kapasitas baterai 2070 mAh Prismatic, tadinya saya sempat berpikir kalau smartphone ini akan sangat boros baterai.

Tetapi, ternyata ketika tidak gunakan bermain games ataupun tidak membuka browser, smartphone ini bisa menyala sampai satu harian lebih.

Beda kondisi, ketika saya maksimalkan smartphone ini untuk bermain games, membuka browser, aktif chat media sosial, semuanya saya nayalakan, dan baterainya bertahan sampai 6 jam.

Sebuah pencapain waktu yang lumayan baik sebenarnya untuk sebuah kapasitas baterai 2070mAh.

 Screenshot_6

Memori

Zenfone 2 Laser ZE500KG yang saya gunakan memiliki memori internal 16GB. Kapasitas memori ini tentunya lebih besar jika dibandingkan produk pesaing. Itulah alasan yang membuat saya lebih memilih smartphone ini dibandingkan produk lainnya.

Zenfone 2 Laser ZE500KG juga mendukung ruang penyimpanan tambahan. Tapi, saat artikel ini dibuat, saya belum terlalu membutuhkan ruang tambahan microSD yang bisa diekspansi sampai 128GB.

Ruang penyimpanan awan atau cloud storage 5GB yang diberikan ASUS pun belum saya gunakan. Mungkin nanti saja ketika saya ingin melakukan backup.

Kamera dengan Fitur Laser yang Luar Biasa

Awal tulisan saya bilang kalau, penamaan “Laser” pada produk ini lebih ditujukan kepada fitur yang dimilikinya. Fitur yang saya maksud adalah fitur autofokus laser yang hadir pada kameranya.

Untuk menjelaskan hal ini, coba lihat dulu spesifikasi kamera belakang dan depan dari Zenfone 2 Laser ZE500KG yang saya ambil gambarnya dari situs resmi Asus.

Screenshot_2

Screenshot_3

Dari gambar tersebut, jelas bahwa kamera belakang Zenfone 2 Laser ZE500KG adalah 8MP. Sementara kamera depannya hanya 5MP.

Bagaimana menurut teman-teman tentang spesifikasi kamera smartphone ini? Terlalu rendah angka MP-nya jika dibandingkan produk sebelah?

Yah secara angka memang rendah tetapi harus diketahui, kualitas sebuah kamera smartphone tidak hanya bergantung pada tingginya angka megapiksel. Ada faktor-faktor lain yang membuat sebuah kamera meski dengan angka yang lebih rendah bisa menghasilkan kualitas foto yang bagus.

Pernyataan itu bisa saya buktikan lewat produk Zenfone 2 Laser ZE500KG ini. Teman-teman lihat lagi gambar, bahwa selain kamera 8MP, kamera belakangnya telah dilengkapi dengann 5P Lensa Largan dan nilai aperture f/2.0.

Belum lagi, kameranya dilengkapi dengan Dual LED Real Tone Flash, Blue Glas Filter, Sensor Toshiba dan Laser Autofocus yang menjadi andalan dari kameranya.

Kamera depannya juga tidak kalah. Kamera depannya memiliki nilai aperture yang sama, yakni f/2.0 dengan sudut lebar 85◦

Bagi Anda, mungkin malas mendengar fitur lengkap tanpa dibuktikan dengan hasil fotonya. Saya akan memberikan hasil foto.

Berikut hasil foto indoor dan outdoor menggunakan kamera belakangnya.

Hail Foto Indoor
Hasil Foto Indoor
Hasil Foto Outdoor
Hasil Foto Outdoor

Belum puas, oke saya akan berikan lebih.

Untuk diketahui telebih dulu, Zenfone 2 Laser ZE500KG ini dilengkapi dengan fitur berbagai mode kamera yang membuat Anda lebih mudah menangkap gambar.

Mode-mode tersebut diantaranya adalah mode manual, Auto, Beautification, Depth of Field, Panorama, Super Remove dan sebagainya.

Anda bisa melihat lengkapnya pada gambar berikut.

Screenshot_8
Mode-mode kamera Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG (Saya bagi dua tampilan karena tidak cukup ditampilkan dalam satu tampilan layar)

Beberapa smartphone dari produk lain memiliki juga mode kamera sendiri. Hanya saja, Zenfone 2 Laser ZE500KG memiliki pilihan mode yang lebih banyak.

Terlebih ada mode Super Remove yang membuat saya bisa berkreasi dengan menghilangkan bagian tertentu pada foto. Tanpa menggunakan software. Untuk melakukan ini, saya harus melakukan potret dua kali.

Lihat contohnya!

Tangkapan kamera

edit object 2
Mode super remove yang cukup menarik

 

 

Dan ini beberapa hasil foto dari pilihan mode kamera yang pernah saya gunakan.

Mode Auto (outdoor)
Mode Auto

 

Mode Depth of Field
Mode Depth of Field

 

Mode Super Resolution
Mode Super Resolution

 

Mode Panorama
Mode Panorama

Oh yah, saya juga mau membandingkan kamera selfienya. Ada dua mode, pertama mode selfie standar.

Kedua mode beautification. Mode selfie biasa hasil gambarnya tampak jelas dengan aslinya, tetapi ketika menggunakan mode beautifcation, hasilnya lebih sempurna. Wajah saya jadi terlihat lebih bersih.

 

Mode selfie standar
Mode selfie standar
Mode selfie beauty
Mode selfie beauty

Kesimpulan

Berdasarkan pengalaman saya menggunakan kamera Zenfone 2 Laser ZE500KG, saya bisa simpulkan bahwa Zenfone 2 Laser ZE500KG adalah pilihan tepat untuk pengguna yang menang suka dengan selfie.

Bukan hanya itu, pengguna yang sering memotret dan ingin mendapatkan kualitas gambar yang bagus, Zenfone 2 Laser ZE500KG juga adalah pilihan tepat. Fitur Autofocus Laser beserta fitur lainnya membuat hasil foto lebih mengagumkan.

Hasil foto juga didukung dengan pengembangan software khusus untuk kameranya. Fitur semacam ini jarang ditemukan di smartphone kelas terjangkau.

Ada memang produk lain yang menggunakan software khusus kamera sendiri tetapi harganya bahkan dua kali lipat dari Zenfone 2 Laser ZE500KG.

Kalau dipikir lagi, saya yakin diantara rivalnya pada rentang harga dan spesifikasi yang hampir mirip, kualtias kamera Zenfone 2 Laser ZE500KG adalah nomor satu.

Smartphone performa hebat dengan harga bersahabat
Smartphone performa hebat dengan harga bersahabat

Bukan soal kamera juga menurut saya yang patut diacungi jempol, performa smartphone ini juga sangat memukau. Saya tidak sekadar bicara karena saya telah mengujinya lewat tes benchmark yang saya lakukan sendiri. Saya juga mengetesnya dengan bermain games berat macam Asphalt 8, dan hasilnya lancar.

Satu hal yang mungkin perlu jadi catatan penting buat Anda yang akan memilih Zenfone 2 Laser ZE500KG. Smartphone ini tidak mendukung 4G LTE.

Smartphone ini hanya berjalan dengan DUALSIM yang dua-duanya mendukung jaringan 3G HSPA. Menurut saya ini bukan masalah besar, mengingat jaringan 4G LTE belum merata dan pengguna 3G HSPA juga masih banyak.

Harga
Seperti yan saya katakan di video Youtube, harga Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG ini dibandrol dengan harga sekitar Rp 1,9 jutaan untuk versi 16GB. Anda bisa pesan produk ini di beberapa toko online ternama di Indonesia.

Advertisements

Cerpen: Renjana yang Ditinggalkan

Kesibukannya serta kesuksesannya membuat aku bangga.  Betapa tidak, aku telah menemani suamiku semenjak ia dan aku mulai kehidupan baru dalam sebuah rumah yang sederhana. Sebuah rumah kontrakan dengan hanya satu kamar tidur, ruang keluarga, dan ruang dapur yang sempit yang menyambung ke kamar mandi.

Ia bekerja sebagai seorang business development di sebuah perusahaan berkembang. Sedangkan aku baru satu tahun bekerja sebagai akuntan.

Pekerjaan kami memang terdengar keren.  Gaji kami juga cukup. Tapi kami tahu kalau kami belum bisa membeli rumah. Berniat mencicilnya juga bukan keputusan yang tepat.

Aku dan suamiku tahu kalau mencicil rumah hanya menyisakan masalah jika tidak diperhitungkan dengan benar.

Karena itu, kami berhemat. Kami lebih banyak menabung supaya kami bisa membli rumah dengan tunai.

Aku juga tidak pernah mempermasalahkan hal ini. Pergi ke kantor dengan diantar oleh motor yang ia gunakan semenjak kuliah menjadi rutitnitas sehari-hari. Sering aku digoda oleh teman-teman untuk meminta suami membeli motor baru. Tapi aku tak mau. Aku pikir biarlah dia yang memutuskan kapan akan membeli motor baru.

Sebagai seorang business development, suamiku sebenarnya dituntut untuk memiliki kendaraan mobil. Tapi bukan sebuah keharusan. Suamiku leibh memilih menggunakan motor untuk melakukan pekerjaan. Lebih cepat dan efektif.

Setahun berlalu, suamiku pindah kerja. Masih dengan posisi yang sama tetapi di perusahaan besar. Aku masih bekerja sebagai akuntan tetapi kini kondisiku sedang hamil. Pendaptan kami meningkat tapi kami maish bertahan dengan kondisi yang sama dengan setahun lalu.

Dua tahun berlalu, aku baru berhenti bekerja dan lebih mengurus anakku. Aku pikir ini tidak masalah untuk pendapatanku karena suamiku naik jabatan di tempat ia bekerja. Kondisi ini membuat pendapatan kami meningkat.

Bahkan, bulan depan kami sudah akan punya rumah di sebuah pinggiran kota ibukota. Rumah  itu atas namaku, Mariana Pertiwi. Katanya, rumah itu adalah bukti cinta dia terhadapku. Dan bukti terimakasihnya karena telah mendampinginya sampai sesukses sekarang.
Yah, suamiku orang sukses. Suamiku juga orang sibuk. Kadang ia pergi pagi dan pulang malam. Aku tak pernah mempermasalahkannya. Hanya saja, aku ingin agar sesekali ia sekadar menyapa putrinya. Bermain dengan putrinya yang selalu aku temani. Yang selalu ingin mencoba memanggil papa dengan air mata yang melinang di pipinya.

Tapi, aku tak berani mengungkapkannya.

Pernah suatu ketika aku akan bilang padanya. Aku meminta dia agar jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan. Tapi aku urung.

Waktu itu, pukul 9 malam, kondisinya hujan besar. Hujan yang membuat putriku menangis. Apalagi kadang-kadang terdengar suara petir yang menggelagar menggangu telinga. Suamiku datang dengan wajah pucat dan kelelahan. Mukanya tampak tak menyiratkan senyum. Tampak seraut wajah yang tampan itu hilang ditelan dengan kerut wajah yang kekuning-kuningan.

Jangankan untuk mengatakan keinginan, betanya ada apa pun, aku tak sanggup.

Malam itu, akupun lebih banyak diam dan hanya membantu melepasnya. Ketika kami tidur pun, aku memunggunginya. Aku ingin cepat selesai dan melihat wajahnya yang berseri. Wajah yang ‘memabukanku’ ketika aku jatuh cinta padanya, wajah yang selalu ceria, ketika ia hanya naik kendaran roda dua. Wajah yang hilang yang lama kurindukan.

Dan wajah itu semakin hilang ketika aku menemukan sebuah surat di samping tidurku. Sebuah surat yang meneteskan air amtaku tak habisnya. Sebuah surat yang membuat aku….

 

Maaf, buat kamu khawatir tiap malam. Aku selalu ada pekerjaan yang harus kuselesaikan dan tak pernah punya waktu untukmu dan putri kita. Tapi ini kulakukan untuk masa depan kita. Bukan hanya kita, tetapi keluarga kita.

Aku harus meningkatkan kerjaku karena perusahaan menjanjikan bonus besar. Aku tahu adikmu akan masuk Fakultas Kedokteran. Dan dia bukan adikmu saja tetapi adikku juga.

Ini hanya sementara, Bersabarlah!

Sebuah surat yang membuat aku terharu. Surat yang menyiratkan seorang suami yang bertanggungjawab. Tetapi ini juga surat yang membuat aku semakin rindu padanya.

 

 

“Halo, Kak” Suara wanita terdengar di sana.

“Yah, Ada apa?’

“Aku ingin menemuimu, Kakak. Ini penting!”

“Aku sedang sibuk kerja sekarang, Malam Jam 7 malam di kafe biasa aja.” jawabku tugas.

Aku langsung tutup teleponnya tanpa mendegar suaranya lagi.  Aku ingin fokus pada pekerjaanku. Tapi, nyatanya aku tak bisa. Suara yang tadi menelepon menggangu pekerjaanku. Suara yang tentu saja aku kenal. Dia adalah Anita, seorang perempuan yang kukenal lewat sebuah komunitas.

Aku pernah menjalin hubungan dengannya. Kami hanya beda 5 tahun. Jadi tidak masalah bagiku dan baginya untuk melanjutkan hubungan ini. Tapi, ternyata kami tak bisa melanjutkan hubungan ini.

 

“Kak, aku minta maaf” gadis cantik dengan rambut panjang terurai ini begitu gemetar suaranya. Ada beban di kata maaf yang ia lontarkan.

Sementara aku hanya diam saja. Aku mencoba tenang di hadapan dia. Meski sebenarnya aku tak tenang lantaran bentuk tubuh Anis yang tampak seperti biola dan dandanannya membuat perasaanku bergairah.

Sempat muncul kembali perasaan untuk kembali bersamanya. Tapi, aku gengsi. Aku sudah putuskan untuk tidak menjalin hubungan dengannya.

“Kak, aku tahu kaka diam. Kakak tak mau maafin aku kan?” Panggilan kakak yang membuatku tampak seperti kaka kandungnya dibandingkan mantannya itu membuat aku ingin membuka mata. Tapi, aku masih tak bisa. Bayang-bayang kenangan masa lalu, masih terlihat jelas, ketika orang tuanya  tak setuju denganku.

 

Yah, aku masih ingat. Ketika aku dan dia bersama-sama. Mengikat janji untuk terus mengarungi hidup. Mengabadikan hidup dalam berbagai momen. Sering foto saat traveling, saat makan, atau saat main wahana.

Kegemaran kami akan fotografi membuat kami semakin dekap. Apalagi, aku dan dia memang kenal di komunitas foto.

Tapi, aku tak bisa melanjutkan kisah indah ini. Orangtuanya lebih memilih untuk menikahkan dia dengan seorang pegawai bank. Orang tuanya tak mau  menjdodohkan aku yang waktu itu bekerja sebagai pekerja paruh waktu.

Maklum, belum banyak orang tua yang yakin penghasilan freelancer seperti aku yang hanya dapat job dari foto dan blog ini bisa membiayai hidup.

Ketika aku ditawari pekerjaan tetap di kantorku sekarang, aku masih tetap tidak bisa melamar Anita. Itu karena Anita sudah dijodohkan dengan orang lain.

Anita memohon padaku untuk membawanya kawin lari. Aku ingat saat itu.

 

“Kak, aku mohon, lebih baik kita kawin lari. Kita pergi ke rumah bibiku di Bandung. Aku akan minta dia menjadi saksi pernikahan kita” katany tersedu-sedu.

“Anita, itu bodoh!.  Realistislah sedikit!” kataku sedikit membentak.

“Apa dengan kawin lari akan nyelesain masalah? Gak Anita. Itu hanya nambah masalah. Dan aku tak mau menambah masalah”

“Kakak tidak mencintaiku kan? Kakak hanya ingin…”

“Anita…”

“Diam, Kak! Aku tahu Kakak hanya mencintai pekerjaan Kakak. Ketika Kakak punya peluang kerja dengan penghasilan tinggi. Kakak menolaknya. Kalau saja Kakak gak menolaknya waktu itu, ayah pasti menyetujui hubungan kita.”

“Anita, ini bukan soal berapa gaji yang kuinginkan”

“Diam Kak! Aku gak mau basa-basi. Lebih baik aku gak menemui kakak lagi’

“Itu lebih baik, Anita!”

Aku ingat saat itu, aku pergi meninggalkannya dalam keadaan menangis dan aku tak pernah menemuinya lagi.

Dan kini, Anita ada di hadapanku. Ia meminta maaf. Ia ingin kembali padaku.

“Anita, aku terima maaf kamu. Aku juga minta maaf. Tapi, bukannya aku tak mau kembali padamu. Tapi, aku tak bisa. Pulanglah! Lebih baik nikahi pilihan ayahmu yang telah kamu tundah sampai 5 tahun ini.

“Aku tak bisa melupakanmu, Kak”

“Aku tahu, tapi hidup punya resikonya masing-masing. Piilihan itu akan selalu sulit tetapi, selalu ada keputusan baik meski kamu memilih jalan yang terburuk”

Malam itu, hujan semakin lebat saja. Derainya begitu menusuk, tapi derai air mata di pipi Anita, lebih dari segalanya.

Dan tiba-tiba, aku mendapati panggilan tak terjawa dari istriku ketika aku cek handphoneku.

*

Kadang aku tidak pernah mengerti pikiran kakak iparku. Kadang ia menjadi penyayang pada kakakku, kadang ia terlihat tak mempedulikan kakakku.  Di saat seperti itu, aku selalu marah padanya tapi itu hanya dalam hati. Apalagi, kakakku kadang sering menangis ketika ia rindu kakak iparku yang selalu sibuk melulu.

Aku tak pernah dekat dengan kakak iparku sebenarnya. Menyapanya saja juga buat aku segan. Tapi, apapun perilakunya, yang aku tak tahu dia tak akan membiarkan orang-orang yang dicintainya tidak bahagia.

Seperti sekarang, ketika aku menikah dengan orang yang kucintai, seorang wartawan yang mencitaiku dengan tulus. Kakak iparku lah yang hampir membiayai pernikahan ini. Bukan hanya itu, sekitar 8 tahun lalu, ketika aku kuliah, dialah yang membiayaku.

Aku pikir dia tak mau melihat orang-orang terdekatnya kekurangan. Itulah kenapa ia memilih untuk bekerja keras dan membuang keinginan terbesar dan renjananya.

 

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta Atau Uang?” #KeputusanCerdas yang diselenggarakan oleh www.cekaja.com danNulisbuku.com

10 Langkah yang Saya Lakukan Untuk Mengelola Keuangan dan Mepersiapkan Dana Masa Depan

Jangan tanya pada saya soal mengelola keuangan, saya bukan ahlinya. Saya bukan orang yang terlalu bagus ketika ada setumpuk uang di dompet atau digit yang besar di rekening saya.

Semuanya seolah mudah “menguap” seperti air yang cepat mendidih.

Tapi itu dulu…

Ketika saya masih euforia mendapat gaji petama yang begitu besar untuk ukuran saya. Ketika saya masih “sok pamer” pada teman dan ingin berbagi kebahagaian dengan mereka lewat traktir di tempat makan.

Saya terlampau telat bahkan sedikit menyesal…

Bahwa…

Saya terlalu banyak mengeluarkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin sekali dua kali tak apa. Tapi biasanya kalau lebih dari tiga kali bisa lain cerita.

sumber: Wikipedia
sumber: Wikipedia

Pemikiran saya masih bahwa besok saya bisa makan, bahwa bulan depan saya tetap gajian. Dan, bahwa saya tidak pernah khawatir tentang kondisi perusahaan kedepan.

Saya terlampau telat bahkan sedikit menyesal…

Bahwa…

Pemikiran itu begitu sempit. Begitu membuat saya ada dalam rutinitas yang membosankan. Pagi kerja, sore makan di restoran, malam belanja, akhir pekan nonton, dan akhir bulan makan mie instan.

Saya pun sadar. Bukan atas kehendak sendiri sebenarnya. Tapi, seminar yang saya ikuti membuat saya berpikir bahwa saya salah langkah selama ini. Bahwa saya terlalu buruk mengelola keuangan.

 

Adalah Sun Life dan Safir Senduk (ahli perencana keuangan) yang membuat saya sadar betapa pentingnya mengelola keuangan. Saat itu, saya menghadiri acara diskusi tentang mengelola keuangan yang diadakan oleh Sun Life dengan narasumber Safir Senduk.

Pada acara yang berlangsung di Mozaik and Co Restaurant, Trans Studio, Bandung, 3 Oktober 2015 itu, Safir Senduk membukakan mata saya tentang pentingnya mengelola keuangan.

Beliau memulai dengan ilustrasi tiga orang dengan tiga profesi yang berbeda.

Pertama adalah karyawan (orang yang bekerja pada perusahaan), kedua adalah profesional (orang yang bekerja secara mandiri seperti blogger, artist, desainer, dan sebagainya), dan pengusaha (orang yang memiliki bisnis).

sumber: makalah Sun Life
sumber: makalah Sun Life

Safir Sinduk bertanya, diantara tiga profesi tersebut, manakah yang paling kaya diantara mereka bertiga?

Dalam hati, saya menjawab pengusaha. Tetapi jawaban itu salah. Karena yang paling kaya, menurut Safir Sinduk adalah mereka yang memiliki investasi dan mengelola keuangan dengan baik.

Beliau mengatakan bahwa karyawan atau profesional yang memiliki investasi yang banyak bisa lebih kaya dibandingkan pengusaha.

Bagaimana bisa?

Jawabannya…..

Karena pengusaha belum tentu punya investasi di luar bisnisnya. Kalau seorang karyawan memiliki 5 sumber investasi sementara pengusaha hanya memiliki satu bisnis, jelas sang karyawan lah yang lebih kaya.

Kurang lebih begitu.

Apapun, pernyataan tersebut.

Itu membuat saya terperanjat dan mengatakan ”Helllo, dunia”, saya sebagai karyawan mampu lebih kaya dari pengusaha.

Kuncinya itu tadi…

Mengelola keuangan.

Sebatas itukah?

Jelas tidak.

Safir Sinduk menjelaskan secara rinci tentang pentingnya mengelola keuangan dengan car amengetahui dan mengelalui cashflow.

 

Apa itu Cashflow?

Cashflow adalah arus keluar masuk dari penghasilan yang didapatkan. Safir Sinduk menjelaskan hal ini lebih lanjut. Dan, dari apa yang beliau sampaikan, saya merangkumnya menjadi 10 langkah penting yang sedang dan akan saya lakukan.

10 langkah ini sangat penting untuk dilakukan agar saya tidak salah langkah lagi dalam mengelola keuangan.

 

1. Berinvestasi Sebanyak Mungkin

Mari banyak berinvestasi sumber: wikipedia
Mari banyak berinvestasi
sumber: wikipedia

Ketika saya mendapatkan gaji, uang gaji tersebut lebih banyak saya keluarkan untuk hal-hal yang konsumtif. Padahal kalau uang tersebut saya alihkan untuk investasi, tentu akan lebih baik.

Pasalnya investasi adalah aset. Aset yang membantu saya nantinya ketika saya tidak bekerja. Ketika saya pensiun atau tiba-tiba perusahaan bangkrut, maka saya harus mencari cara agar saya bisa mendapatkan penghasilan meskipun saya tidak bekerja.

Investasinya pun bisa berupa apa saja. Saya bisa berinvestasi emas, menanam modal, saham, deposit, properti, atau asuransi.

 

2. Tidak Bekerja untuk Gaji

Bekerja buka sekadar gaji sumber: pixabay
Bekerja buka sekadar gaji
sumber: pixabay

 

Ketika saya belum bekerja, saya selalu berpikir bahwa mendapatkan gaji itu enak kayaknya. Saya bisa membeli itu ini dan menabung.

Tapi setelah saya bekerja, gaji yang saya dapatkan terasa kurang. Malah saya tidak bisa menabung. Hal-hal yang sebelumnya saya rencanakan tidak pernah berhasil.

Bahkan, saya cenderung tidak puas dengan gaji saya sekarang. Saya terkadang selalu ingin lebih.

Manusia sebenarnya, tetapi hal ini justru membuat saya harus bekerja untuk gaji. Artinya, saya lebih menitikberatkan pada jumlah gaji.

Padahal, sebaiknya saya mengelola gaji tersebut, berapapun gaji yang saya terima untuk membuat aset atau investasi seperti yang diejlaskan pada poin pertama.

 

3. Menyiapkan Dana Masa Depan

Rencanakan keuangan masa depan dengan matang sumber gambar: makalah Sun Life
Rencanakan keuangan masa depan dengan matang
sumber gambar: makalah Sun Life

Poin ini sangat penting dan mulai saya rencanakan. Yah, saya jangan selalu berpikir lagi kapan gaji saya naik atau kapan saya mapan. Tapi, saya harus fokus pada penataan dana untuk masa depan.

Setidaknya, ada lima pos pengeluaran besar di masa depan yang harus saya siapkan. Kelima pos tersebut adalah

  • Menikah

Saat artikel ini saya buat, saya belum menikah. Dan saya harus memikirkan dana untuk menikah karena ini sangat penting. Apalagi biaya pernikahan di era modern ini semakin mahal.

  • Rumah

Rumah adalah pembelian terbesar banyak orang. Saya pun tentu saja menginginkan rumah. Apalagi kalau saya membelinya secara tunasi. Maka dari itu, penting menyiapkan dana untuk meembeli rumah.

  • Sekolah Anak

Sesudah menikah, memiliki rumah, bukan berarti semua tidak ada lagi masalah. Masalah akan terus bertambah. Apalagi jika tidak mempersiapkan dana sekolah untuk anak. Karena itu, penting mempersiapkan dana untuk sekolah sang anak di masa depan

  • Kendaraan

Hidup di era yang serba cepat ini mengharuskan saya harus memiliki mobilitas tinggi. Tentu saja ini membuat kendaraan harus memiliki pos dana sendiri yang harus saya siapkan sekarang.

  • Liburan

Berinvestasi untuk liburan bukan hal yang terlarang. Liburan bisa menghilangkan stress dan semua orang suka liburan. Karena itu, saya juga harus mempersiapkan dana untuk pos ini.

 

4. Menghindari Kredit

Hindari Kredit sumber :mappijatim.or.id
Sebaiknya Hindari Kredit
sumber :mappijatim.or.id

Di zaman sekarang ini, banyak barang yang bisa didapatkan dengan kredit. Dan ini membuat saya cukup tergoda untuk mengambil kredit tersebut.

Tapi, mengambil kredit ini harus disertai perhitungan matang. Malah lebih baik, saya ingin menghindari kredit. Ini akan saya rencanakan, karena bagi saya mempersiapkan dana untuk suatu barang seperti pada poin tiga lebih penting dibandingkan kredit.

 

5. Mengendalikan Keinginan

Kebutuhan lebih utama dibandingkan keinginan Sumber: tannerfriedman.com
Kebutuhan lebih utama dibandingkan keinginan
Sumber: tannerfriedman.com

Cara paling dasar agar kita bisa mengelola keuangan adalah dengan mengendalikan keinginan kita. Safir Sinduk mengatakan bahwa lebih baik membeli barang yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.

Pernyataan membuat saya sadar bahwa selama ini saya selalu mengeluarkan uang untuk apa yang saya inginkan bukan untuk apa yang saya butuhkan.

Contohnya saya ingin gadget canggih padahal saya sudah memiliki sebuah gadget yang sudah cukup layak digunakan.

Tapi ternyata, saya tidak bisa mengendalikan untuk membeli gadget yang lebih canggih. (Jangan ditiru yah)

 

6. Semua Uang Besar dimulai dari Uang Kecil

 

Falsafah yang bagus dari Pak Safir Senduk Sumber: Dokumentasi Pribadi
Falsafah yang bagus dari Pak Safir Senduk
Sumber: Dokumentasi Pribadi

 

Pernyataan Safir Sinduk ini membuat saya sadar bahwa kita bisa mendapatkan sesuatu tidak selalu dengan uang besar.

Kita bisa memulainya dengan uang kecil, yakni menabung.

Yah, menabung menjadi langkah penting yang paling mudah dalam mengelola keuangan dan mempersiapkan dana masa depan.

7. Mengetahui Seberapa Boros

Hitung seberapa boros kita? sumber: pixabay
Hitung seberapa boros kita?
sumber: pixabay

 

Sebelum saya tahu tentang pengelolaan keuangan, saya tidak tahu bahwa ternyata saya teramat boros.

Saya ternyata lebih boros terhadap hal-hal konsumtif yang membuat saya lebih banyak pengeluaran untuk sesuatu yang kemudian hilang. Artinya, uang tersebut tidak jadi aset.

Untuk itu, penting mengetahui seberapa boros kita. Tentu saja agar kita tahu bahwa pengeluaran kita terlalu banyak untuk hal yang tidak penting dan kita bisa mengevaluasinya seperti yang sedang saya lakukan.

 

8. Memiliki Asuransi

Pada poin pertama, disebutkan bahwa investasi penting untuk dilakukan sejak dini. Tapi, investasi seperti apa yang paling baik?

Ada banyak jenis investasi yang bisa dijadikan pilihan.

Tapi memilih investasi berupa asuransi adalah pilihan terbaik.

Asuransi ibarat payung. Payung tidak menjamin hujan tidak akan turun. Tapi menjamin anda tidak akan basah kalau ada hujan. Sumber gambar: pixabay
Asuransi ibarat payung. Payung tidak menjamin hujan tidak akan turun. Tapi menjamin Anda tidak akan basah kalau ada hujan.
Sumber gambar: pixabay

Hanya saja ingat, jangan sembarang memilih asuransi! Kenali dulu bentuk asuransinya, siapa pengelolanya, dan bagaimana cara pengelola asuransi tersebut membawa “aset” kita nantinya.

Dan Sun Life adalah pilihan asuransi terbaik yang bisa saya sarankan.
Mengapa Sun Life?

Jelas karena perusahaan ini sudah berpengalaman. Sudah 150 tahun kiprah Sun Life dan Indonesia, perusahaan sudah berumur 20 tahun. Perusahaan ini stabil dan bahkan bisa bertahan ketika krisis melanda tahun 1998.

Agen yang tersebar di berbagai kota besar dengan sistem investasi yang beragam (termasuk Syariah) membuat pilihan investasi di Sun Life menjadi pilihan asuransi yang tepat.

 

9. Membagi Pengeluaran

Bagi pengeluaran Anda tiap bulan sumber gambar : readersdigest
Bagi pengeluaran Anda tiap bulan
sumber gambar : readersdigest

Saifr Sinduk mengatakan jika kita punya pendapatan kita harus pandai membagi pengeluaran kita. Dan pembagian ini sangat penting dalam rangka mengelola keuangan kita.

Pembagian pengeluaran yang baik dari pendapatan adalah untuk hutang sekitar 30%, untuk tabungan s10%, berinvestasi (asuransi misalnya) 10%, dan untuk kebutuhan hidup 50%/.

Tentu saja angka tersebut tidak mutlak harus dilaksankan. Menurut beliau, angka tersebut bisa berubah sesuai kondisi. Misalnya kebutuhan hjdup menjadi 40% dan 10% lagi untuk beramal.

 

10. Memiliki Target Jelas

Target jelas menuju kesuksesan sumber gambar: knowyourmeme
Target jelas menuju kesuksesan
sumber gambar: knowyourmeme

Dalam pengelolaan keuangan yang paling penting adalah target yang jelas dari setiap hal yang direncanakan. Target yang jelas bisa membawa kita pada kesuksesan.

Tentunya hal tersebut dengan perencanaan matang yang kita lakukan.

Misalnya, ketika kita sudah mempersiapkan dana untuk menikah. Maka harus dipikirkan sejak lama berapa durasi waktu (bulan atau tahun) bagi kita dalam mengelola dan mempersiapkan jenjang pernikahan tersebut.

Pun berlaku untuk hal-hal lainnya.

Nah, itu tadi 10 langkah yang saya jadikan pegangan dalam mengelola keuangan dan menata dana untuk masa depan.

Semoga saya bisa melaksanakan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.