Saya dan Istri dalam Romantika Mei
Saya dan Istri dalam Romantika Mei

Saya pernah membuat sebuah cerpen yang tak selesai. Judulnya “Romantika Mei”. Cerpen ini saya buat ketika saya awal kuliah dulu. Saya tak sempat menyelesaikan cerpen ini lantaran kertasnya hilang.

Waktu itu saya belum sempat mengetiknya.

Tapi saya masih ingat dengan cerita di cerpen yang saya buat itu. “Romantika Mei” bercerita tentang pria yang kuliah di Fakultas Sastra bernama Roman. Ia jatuh cinta pada seorang gadis jurusan akuntasi bernama Tika.

Setiap Selasa menjelang siang mereka sering bertemu di terminal BIS Damri. Kebetulan Roman terbiasa pulang dari kampusnya ke Bandung menggunakan Damri Dipatiukur-Jatinangor. Dan Tika menunggu BIS Damri  pulang ke rumahnya di Jatinangor sehabis kuliah.

Mereka sering berpapasan dan pada akhirnya ngobrol dan berkenalan. Hingga mereka tahu kalau ulang tahun mereka sama di bulan Mei.

Saya tidak sempat menyelesaikan ceritanya sampai akhir. Tapi “Romantika Mei” ini  pada akhirnya memberi kesan tersendiri pada kehidupan nyata saya. Bahwa di sekitar saya banyak orang yang berulang tahun di bulan Mei. Teman sekelas saya waktu kuliah juga paling banyak ulang tahunnya ada di bulan Mei.

Mengenal Warung Blogger beberapa tahun lalu dan mengetahui bahwa komunitas blog ini lahir bulan Mei membuat Mei menurut saya memiliki romantikanya sendiri. Setidaknya itu menurut penilaian saya.

Tapi penilaian saya tidak berlebihan karena Mei memang menjadi bulan romantis dalam hidup saya. Di bulan inilah, saya lahir ke dunia. Tepatnya tanggal 5 Mei 1987. Beberapa tahun kemudian, pada tanggal 1 Mei lahirlah seorang wanita yang ditakdirkan untuk hidup bersama saya. Yah, jelas dia istri saya.

Ini mirip seperti cerita pendek yang saya buat bahwa dua tokoh utamanya lahir pada bulan Mei. Tetapi tentu saja cara saya dan istri saya bertemu berbeda dengan yang ada di cerpen saya.

Yang pasti “Romantika Mei” terjadi dalam kehidupan saya. Yang paling membahagiakan 2 tahun belakangan ini.

Mei 2015 lalu, saya baru 5  bulan menjalin hubungan dengan perempuan yang kini jadi istri saya. Beberapa bulan sebelumnya saya tak menyangka kalau dia lahir juga pada bulan Mei. Itu yang membuat menarik karena saya bisa mempersiapkan hadiah untuknya jauh-jauh hari.

Karena dia sering bilang tentang panda, akhirnya saya memberikan kado berupa boneka Panda yang besar padanya. Kata istri saya waktu itu, itu adalah hadiah terindah dari saya. Dan dia selalu lebih bahagia tiap malam karena ia bisa ditemani  boneka panda.

Kado Boneka Pada
Kado Boneka Pada

Yah, meskipun sekarang setelah jadi suami istri, yang dipeluk bukan Panda. Hehehhe.

Empat hari kemudian, pada ulang tahun saya, tidak ada yang istimewa. Istri saya waktu itu juga tidak memberikan kado apa-apa. (Kan nyebelin…..). Untungnya, sebelum Mei berakhir, istri saya membelikan sepatuh warna hitam. ‘Makasih pacarku” Itu yang kukatakan waktu itu.

Mei 2015 cukup berkesan meski pada akhirnya Mei 2016 ini adalah pemenangnya. Bulan Mei ini adalah romantika yang sebenarnya.

Apa pasal?

Sehari sebelum Mei tiba, saya dan istri saya melangsungkan pernikahan. Pada malam harinya, atau pada pukul 00.00, 1 Mei 2016, istri saya mendapat “perlakukan khusus” di ulang tahunnya.

Bahkan kalau saja, beberapa bulan lalu kami melobi gedung lebih cepat, kami akan melangsungkan pernikahan pada 1 Mei 2016. Bukan pada 30 april 2016.

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=10207647763445644&set=a.10200958520258745.1073741825.1038356154&type=3&theater

Tentu jika saja pernikahan kami berlangsung pada tanggal 1, itu akan menjadi kado terindah untuknya.

Sebelum kemudian 1 Mei 2016 berakhir, saya akan memberikan hadiah dalam bentuk lain pada istri saya. Karena kami sudah halal, saya memberikan kejutan padanya untuk menginap di hotel.

Hotel tempat kami menginap adalah Best Western La Grande Bandung. Itu toh hotel yang  ada di sebrang BIP. Sebuah hotel jaringan kelas dunia.

Di Kamar Hotel Best Western La Grande
Di Kamar Hotel Best Western La Grande

Tidak perlu saya bercerita apa yang terjadi di kamar  hotel (hehehe). Yang pasti, istri saya merasa senang karena dia bisa diajak ke hotel semewah ini. Apalagi, hotelnya memiliki fasilitas yang baik. Dan dari jendela kita bisa mengintip kemacetan pusat kota Bandung.

Malam itu, kami menginap penuh “khidmat” menjadikan Mei lebih romantis dari sekadar cerita picisan yang saya buat waktu kuliah itu.

Mei menjadi lebih romantis setelah itu ketika kami menonton “Ada Apa dengan Cinta? 2”, terhibur dengan “Captain America: Civil War” serta menikmati keseruan menikmati penjelajahan di Taman Hutan Raya Dago.

Saya dan Istri ketika jalan-jalan di Taman Hutan Raya Dago
Saya dan Istri ketika jalan-jalan di Taman Hutan Raya Dago

Saya  pikir, empat hari setelah menikah itu menjadi petualangan kami yang paling menyenangkan. Sebuah hadiah yang lebih dari sekadar kue tar.

Dan lebih menyenangkan ketika pertamakali dalam hidup, saya diberikan kejutan. Tepatnya, pukul 00.00 5 Mei 2016, Istri saya membangunkan saya. Dengan wajah mengantuk saya bangun dan bertanya ada apa?

Ia kemudian mengeluarkan kue ulang tahun. Sebuah kejutan yang tidak pernah saya dapatkan setiap tanggal 5 bulan Mei. Meski Mei ini, istriku adalah ulang tahun terindahku, ia memberikan keindahan dengan kejutan kue yang ia pesan tanpa sepengetahuanku.

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=10207675566620706&set=a.10200958520258745.1073741825.1038356154&type=3&theater

Mei 2016 ini belum berakhir. Tiap harinya, ada saja nama teman dekat yang berulangtahun. Dan 25 Mei menjadi hal yang menyenangkan karena Warung Blogger rupanya juga jadi bagian  “Romantika Mei” dalam catatanku.

Terimakasih Mei semoga nanti bertemu dengan cerita yang lebih manis dari ini.

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke lima Warung Blogger

warung blogger

Advertisements