Hal-hal Menarik dari Kehadiran Mobil123.com, Situs Jual Beli Mobil dan Portal Otomotif Terdepan di Indonesia

Suatu ketika, sanak saudara minta tolong pada penulis untuk mengiklankan mobil miliknya di internet. Tujuannya jelas untuk mencari pembeli mobil bekasnya dengan harga yang pas. Penulis menyanggupi hal ini karena penulis sebelumnya juga sudah terbiasa diminta tolong untuk hal seperti ini.

Ada dua situs iklan baris terkenal yang penulis biasa gunakan untuk menjual mobil. Maka, penulis langsung coba iklankan mobil di dua situs tersebut. Sayangnya, iklan tersebut kurang laku, entah kurang menarik atau apa. Yang pasti, tidak ada konta yang menghubungi penulis atau sanak saudara untuk deal harga.

Penulis pikir, kedua situs tersebut sudah tidak relevan untuk menjual barang bekas, apalagi mobil. Perlu sebuah situs marketplace yang benar-benar tepat sasaran. Kebetulan, penulis ingat sebuah situs jual beli mobil yan juga portal otomotif, Mobil123.com.

screenshot_5

Pertama mencobanya, penulis sedikit kebingungan karena situs ini berbeda dengan situs jual beli yang sudah penulis coba. Bukan soal pendaftaran atau pembuatan akun, tetapi soal cara mengiklankan mobil.

DI mobil123,com, mobil yang diiklankan haruslah memenuhi standar tertentu. Kalau tidak, iklan akan ditolak. Contoh paling gampang, adalah soal kelengkapan foto dari mobil yang akan dijual. Jka situs lain, cukup dua atau bahkan satu foto mobil agar bisa tayang, di Mobil123.com, foto mobil yang dijual tidak cukup sekadar tampang bodi saja. Foto haruslah memuat juga bagian dalam mobil.

Cukup ribet sebenarnya dan cukup bikin jengkel. Tapi setelah dipikir-pikir, sistem seperti ini lebih bagus karena calon pembeli nantinya bisa melihat kondisi mobil secara keseluruhan. Tanpa berpikir lagi, penulis pun meminta foto mobil lengkap ke sanak saudara agar bisa mudah tayang di situs Mobil123.

Diskusi Bersama Mobil123.com

Pengalaman tersebut membuat penulis jadi lebih familiar dengan situs mobil123.com. Terlebih, pada 28 Oktober 2016, penulis mendapat undangan diskusi bersama mobil123.com di Atsmohphere Bandung, yang diselenggarkan waktu petang menjelang malam.
Pada diskusi tersebut, ada tiga pembicara yang hadir. Deni Rohmat (Sales Supervisor Auto 2000 Cabang Soekarno Hatta Bandung), Indra Prabowo (Managing Editor Mobil123.com), dan Pak Irwan Nufiandy (Head of Marketing Mobil123.com). Ketiganya berada dalam satu foto berikut ini.

screenshot_3

Diskusi tersebut membawa tema terkait “tips memlih mobil untuk anak muda”. Penulis menangkap bahwa ternyata anak muda saat ini lebih membutuhkan mobil yang memiliki teknologi “kekinian”. Seperti mendukung aktivitas para generasi muda yang selalu identik dengan gadget dan internet.

Tapi selain soal teknologi, anak muda juga perlu tahu pentingnya faktor keselamatan atau safety dari sebuah mobil. Tentu saja soal harga yang terjangkau juga jadi salah satu perhitungan.

Lebih Jauh Tentang Situs Mobil123.com

Pada gelara yang sama, penulis mendapat kesempatan untuk mewawancarai Pak Irwan Nufiandy. Beliau sudah empat tahun bekerja di Mobil123.com.

wawancara dengan Pak Irwan Nufiandy
Penulis sedang mewawancarai Pak Irwan Nufiandy Sumber Foto : Nia K Haryanto

Dalam wawancara tersebut, penulis mendapatkan sejumlah fakta menarik terkait mobil123.com . Berikut faktanya

1. Mobil123.com sudah lama hadir di Indonesia dan merupakan salah satu situs besutan lokal.

2. Pada 2010, Mobil123.com kemudian bergabung dengan iCarAsia, sebuah perusahaan yang bermarkas di Malaysia.

3. Mobil123.com menjadi situs marketplace mobil terdepan dibandingkan situs lain yang sejenis. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pengunjung situs Mobil123.com dan juga rangking di Alexa.

4. Mobil123.com memberlakukan sistem akun berbeda, untuk individual, sales, maupun dealer mobil.

5. Tidak ada biaya yang dikenakan kepada pengguna yang akan menjual mobil di Mobil123.com. Semua biaya gratis dan Mobil123.com tidak memotong anggaran jika transaksi jual beli selesai dilakukan.

6. Mobil123.com menerapkan monetasi dengan sistem poin dan member premium. Jika pengguna ingin iklannya tampil paling atas dan terdepan, maka sistem poin ini bisa jadi pilihan.

7. Pengunjung Mobil123.com rata-rata berusia muda dewasa 

8. Akses mobil123.com banyak berasal dari mobile web dengan lonjakan akses terjadi pada mulai petang sampai malam hari (pukul 5 sore sampai malam)

Selain 8 hal tersebut, banyak juga informasi lain yang penulis dapatkan. Tapi karena tangan penulis pegal untuk mengetik panjang, maka izinkan penulis pamit dan menyudahi tulisan terkait situs portal otomotif yang juga membawahi situs otospirit.com

 

 

Advertisements

Menjajal Kamera Oppo F1s “Selfie Expert” dalam Acara OPPO F1s MeetUp Bandung

Basah. Itulah kondisi saya ketika datang menghadiri acara Oppos F1s di …….

Untungnya saya sudah mengantisipasi hal ini dengan membawa 2 baju. Jadi, ketika sampai lokasi saya mengganti pakaian basah dengan pakaian lain yang saya bawah. Yang basah saya kemudian saya simpan di bagasi motor yang luasnya tak seberapa itu.

Sebelum berganti pakaian, saya sempat memotret diri kalau saya sedang dalam keadaan basah. Benar-benar tidak ada kerjaan. Tak apalah, sekadar menunjukan semangat kalau saya sangat antusias untuk datang ke acara Oppo F1s dan merasakan sensasi memakai Oppo F1s.

Hasil foto selfienya kurang memuaskan. Saya tak berani berbagi foto tersebut karena yah gambarnya kurang bagus lah. Tampaknya kamera depan 8MP yang tersemat pada gadget yang saya punya belum maksimal dalam menghasilkan foto selfie yang bagus.

Rasanya saya jadi semakin penasaran untuk mencicipi sebuah smartphone dengan tagline yang bahkan membuat saya mengerenyitkan dahi ketika mendengar nama Oppo F1s “Selfie Expert”.

Benarkah smartphone ini layak sebagai sebuah ponsel yang mendukung aktivitas selfie yang maksimal?

Dengan rasa penasaran itu, saya pun langsung mencoba kamera selfie Oppo F1s begitu si ponsel saya pegang.

Jepret, sebuah foto pun jadi, dan inilah foto itu….

Selfie Memakai Oppo F1s
Selfie Memakai Oppo F1s

 

Belum puas, untuk potret sendiri, saya pun mengajak rekan blogger yang juga hadir pada acara tersebut, Sandra, untuk ikut berfoto ria memakai kamera depan Oppo F1s. Tak sadar, Kalis, yang merupakan tim social media community Oppo ikut nimbrung di foto.

Selfie Foto Kedua
Selfie Foto Kedua Memakai Oppo F1s

Hasil yang memuaskan ketika menjajal Oppo F1s ini. Sayangnya, saya ini sebenarnya kurang begitu memaksimalkan foto selfie. Untungnya, pada gelarang tersebut, bang Aswi, seorang bloggger yang sering eksis dengan foto selfie-nya berbagi tips tentang selfie maksimal memakai Oppo F1s.

 

Penjelasan dari Bang Aswi tentang tips untuk selfie berfokus pada 5 poin berikut ini.

 

Tips Foto Selfie dengan OPPO F1s dari Bang Aswi

1. Kenali dirimu. Kenali bentuk wajahmu. Nilai sendiri bagian mana yang fotogenik.

2. Pencahayaan. Percayalah bahwa cahaya alami selalu menjadi yang terbaik untuk hasil selfiemu.

3. Background. Yup, latar menjadi bagian terpenting dari selfie yang berhasil. Biasanya pemandangan alam, lokasi yang ekstrem, atau memang spot buatan yang unik.

4. Malu? Jangan pernah jaim atau sungkan melakukan selfie di tempat umum. Berselfie di tempat keramaian biasanya memberikan efek yang berbeda dibandingkan selfie di tempat sepi.

5. Jangan pernah percaya dengan prinsip satu kali jepret. Lakukan beberapa kali selfie/wefie

Tips yang sangat bermanfaat sekali

Belajar dari Berkembangnya Pricebook Sebagai Situs Pembanding Harga Ternama di Indonesia

onlineoffline

Persaingan pada ranah perdagangan elektronik (e-Commerce), membuat para pengguna terkadang mengalami kesulitan dalam memilih dan memilah barang yang akan dibeli. Hal ini dialami pula oleh saya, sebagai konsumen.

Ketika saya membeli sebuah barang dari salah satu e-Commerce, saya baru menyesal kemudian ketika saya menemukan barang yang sama di situs lain yang sejenis tetapi di banderol dengan harga murah. Hal semacam ini umum terjadi tentunya, bukan hanya saya sendiri. Pembaca juga pasti ada yang pernah merasakannya.

Nah, kendala semacam ini sebenarnya sudah bisa diatasi dengan situs pembanding harga yang ada di Indonesia. Salah satu yang ternama adalah Pricebook.

Mengapa Pricebook?

Hal utama kenapa saya menyebut startup ini adalah karena situs ini fokus pada barang gadget dan elektronik. Produk yang saya beli rata-rata sih memang barang elekronik sehingga situs ini merupakan situs yang tepat untuk menemukan harga terbaik (katakanlah termurah) diantara banyaknya harga yang berseliweran di banyak toko online.

Dengan Pricebook, kita tidak perlu membuka satu persatu-satu toko online untuk membandingkan harga. Cukup membuka Pricebook kemudian temukan barang yang kita cari, dan lihat kita bisa dengan mudah menemukan barang termurah diantara barang lainnya.

screenshot_10

Tapi saya tidak akan membahas Pricebook dan fungsinya. Pembaca bisa langsung berkunjung ke situs Pricebook untuk merasakan sendiri pengalaman membandingkan harga produk dan menemukan harga terbaik.

Yang akan saya bahas disini adalah proses perkembangan Pricebook yang bisa dibilang cukup bagus semenjak mereka hadir di Indonesia. Mereka bukanlah pemain pertama di ranah situs perbandingan harga. Mereka hadir pada tahun 2013 di saat situs sejenis juga sudah hadir beberapa tahun sebelumnya.

Tapi, startup asal Jepang ini mampu berkembang cepat dalam tempo dua tahun lebih.

Perkembangan Pricebook ditandai dengan investasi atau pendaan awal yang mereka terima pada Desember 2013 sebesar US$150 ribu (sekitar Rp1,9 miliar). Kurang dari dua tahun, dengan tim yang masih terdiri dari 12 orang, Pricebook kembali mendapatkan pendanaan pada Mei 2015 dari Global Brain Corporation, IMJ Investment Partners, dan Direktur M&S Mitra PTE, Hiro Mashita.

Dengan dana tersebut, Pricebook semakin berkembang. Hal ini ditandai dengan kemitraan Pricebook dengan ratusan toko gadget di kota-kota besar di Indonesia.

Setahun kemudian, yakni September 2016, Pricebook yang semakin berkembang dengan 20 karyawan, mendapatkan pendanaan kembali. Pendanaan ini berasarl dari KLab Venture Partners dan Aucfan, venture kapital asal Jepang. Dengan pendanaan yang tidak disebutkan jumlahnya ini, Pricebook terus berkembang untuk menyelesaikan persoalan informasi asimetris antara konsumen dan pelaku bisnis tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.

Pricebook juga berkembang tidak hanya sebagai situs pembanding tetapi juga sebagai mesin pencari belanja online to offline (O2O) terdepan di Indonesia. Bahkan, situs lain lain yang sejenis belum melakukan hal ini.

Karena itulah, Pricebook bisa disebut sebagai situs pembanding ternama bahkan dikatakan nomor satu dibandingkan situs lain yang sejenis.

 

Belajar dari Perkembangan Pricebook

businessflow1-en
                                                                   Image: Business Flow

Situs yang di Indonesia bernama PT. Pricebook Digital Indonesia terus melebarkan sayapnya sebagai solusi untuk menyediakan informasi mengenai harga penjualan baik toko online dan fisik

Dengan pendanaan baru ini, Pricebook memiliki niatan untuk melakukan ekspansi ke beberapa kota besar di Indonesia. Situs ini juga punya rencana untuk menambah kategori produk lain. Saat ini, Pricebook hanya fokus menghadirkan perbandingan harga untuk perangkat elektronik seperti smartphone, komputer, hingga kamera. Tapi kedepan, kategori produknya bisa bertambah sehingga membuat Pricebook terus berkembang.

Perkembangan Pricebook ini bisa jadi bahan pelajaran buat para usahawan atau para perintis startup. Kuncinya adalah fokus terhadap produk yang lebih spesifik terlebih dulu. Setelah berkembang, pengembangan lini bisnis bisa dilakukan.

Pada dasarnya, ramuannya tetap sama, yakni fokus pada bisnis dengan segementasi tertentu. Langkah ini lebih efektif dibandingkan kita langung bermain atau berbisnis dengan target yang lebih umum.

Jika pada segmen pasar tersebut sudah berkembang, tidak ada salahnya untuk kemudian melebarkan sayap atau menambah hal-hal baru.

Dalam bisnis, bisa sebagai menargetkan segmentasi pasar, menghadirkan produk terbaru, atau menambahkan fitur terbaru pada produk yang sudah ada.

Seperti halnya Pricebook, yang sebelumnya fokus pada segmentasi produk gadget. Setelah berkembang, merekapun berniat untuk menambah fitur baru dan tidak hanya fokus pada gadget saja.