15 Makanan Hits Bandung yang Bisa Dipesan via GO-FOOD

Bandung terkenal dengan kulinernya yang enak-enak. Tak heran jika Bandung kemudian dijuluki sebagai surga kuliner. Hampir setiap tempat dan sudut kota Bandung selalu hadir restoran yang menyajikan makanan enak dan berkesan. Tak heran, jika banyak dari luar kota yang datang ke Bandung untuk wisata kuliner.

Orang Bandung sendiri juga suka dan bangga dengan kuliner yang ada di Bandung. Hal ini terlihat dari banyaknya orang memesan kuliner khas Bandung yang dipesan lewat layanan di aplikasi GO-JEK, GO-FOOD.  Yah berkat layanan antar makanan ini, banyak restoran yang kemudian berkembang dan laris manis. Ini membuktikan kalau GO-JEK telah berhasil menerapkan 3 pilarnya di kota Bandung. Ketiga pilar yang dimaksud adalah Social Impact, Speed, dan Innovation.

Sukses menerapkan 3 pilar tersebut, terlihat dari 15 merchant yang bisa berkembang dan berhasil bersama GO-FOOD. Ke-15 restaurant tersebut adalah sebagai berikut.

1. Makaroni Ngehe

Makaroni Ngehe

Tidak bisa dipungkiri orang Bandung itu suka kuliner Bandung yang pedas-pedas. Tak heran jika kemudian Makaroni Ngehe menjadi makanan kuliner paling hits yang bisa kamu pesan via Go-FOOD.

Betapa tidak, cemilan ini merupakan cemilan gurih yang memiliki tingkat level pedas yang unik.  Unik karena level pedasnya bukan angka tetapi apa yah. Coba bayangkan nama-nama ini: Ciwit Bu Tina, Kepret Pak Endang, dan, Pitnah Bu Lilis. Kalau melihat tingkat kepedasannya sih mungkin rasanya kayak gitu kali. Coba barangkali ada saudara atau tetangga kamu yang namanya Tina terus suruh ciwit (cubit) kamu, nah gitu kali yah rasa pedasnya.

2. Seblak Jebred

Seblak jebred

Seblak merupakan kuliner merakyat yang nikmat pedas dan menggoyang lidah tiada tara dan sudah jadi bagian tidak terpisahkan dari orang-orang Bandung. Nah, seblak kini hadir dengan konsep “premium” tapi harga dan rasa masih tetap merakyat.

Rasa merakyat artinya yah rasa Seblak Jebred itu cocok pisan sama lidah orang Bandung.  Ada plihan level pedas dan juga topingnya lho. Lokasi Seblak Jebred ada di Buah Batu  dan Dago nih. Kalau kamu gak dekat dengan kedua lokasi ini, jangan khawatir kan kamu juga bisa pesan lewat GO-FOOD.

3. Sate Taichan Buah Batu

Sate Taichan

Kalau mau jajan sate taichan yang tidak biasa, maka kamu wajib mencicipi Sate Taican Buah Batu.  Tahu kan sate taichan?  Itu lho sate khas daging ayam yang tidak dibumbui seperti sate pada umumnya. Khusus Sate Taichan Buah Batu, kamu bakal merasakan nikmatnya sate yang aduhai dan beda. Kayaknya sih ada resep rahasia dibalik enaknya sate ini. Coba yuk!

4. Bakso Aci Mas Jay

Bakso Aci Mas Jay

Kalau kamu pingin kuliner bakso yang kekinian dan lagi hits, coba atuh Bakso Aci Mas Jay ini. Katanya bakso aci ini terkenal karena tekstur yang lembut dan juga kuah merapinya. Pilihan toping yang beragam juga membuat bakso ini terkenal di Bandung dan sering dipesang lewat G0-FOOD.

5. Martabak San Francisco

Martabak San Fransisco

Martabak di Bandung yang kekinian tidak lepas dari satu nama ini. Teman-teman saya di kantor juga kalau ingin martabak selalu ingin pesan Martabak San Fransisco. Cukup berlasan sih martabak ini terkenal karena sudah berdiri sejak 1976. Sudah berpengalaman ditambah rasanya yang nikmat membuat  orang Bandung ketagihan untuk terus memesan Martabak San Fransisco.

6. Ayam Madu si Bangkong

Ayam Madu Si Bangkong

Kalau mau kuliner ayam yang beda yah ayam madu dari Ayam Madu si Bangkong jawabannya. Ayam madunya terkenal enak dan restorannya selalu penuh. Tidak aneh jika pesanan via GO-FOOD melonjak tinggi mengingat padatnya antrian di restoran ini.

7. Batagor H. Isan

Batagor H Isan

Nah kalau yang satu ini cocok buat kamu yang suka batagor. Mau jajan batagor yang enak rasanya dan tak terlupakan, Batagor H. Isan jawabannya. Batagor H. Isan sudah lama hadir di Bandung dan bahkan disebut sebagai pelopor batagor di Bandung. Karena namanya yang sudah terkenal, tidak berlebihan jika pesanan di GO-FOOD untuk membeli batagor di Batagor H. Isan cukup tinggi.

8. Bebek Om Aris

Bebek Om Aris

Bandung memang surganya kuline, termasuk untuk kuliner khas bebek. Banyak kan yah bebek goreng yang dijual di pinggiran jalan. Tapi asal kamu tahu, bebek goreng khas Bebeke Om Aris yang berlokasi di Dipatiukur adalah juaranya. Banyak yang sudah mengakui enaknya bebek goreng di restoran ini. Selain itu, sambel pedasnya juga katanya juga nikmat. Hmmm penasaran? Ya udah pesan aja via GO-FOOD.

9. Sambal Karmila

Sambal Karmila

Ini nih restoran yang menghadirkan sambal dengan berbagai variasi rasa mulai dari sambal cabe merah, ijo, dan lainnya.. Tapi restoran ini tidak sekadar mengunggulkan sambalnya.  Sambal Karmila juga terkenal dengan ayamnya yang enak. Salah satunya adalah ayam bumbu 35 rempah yang mantap sekali dan patut kamu coba.

10. Martabak Mertua

Martabak Mertua

Kalau mau martabak yang enak dan beda, maka martabak dari Martabak Mertua pilihannya. Martabak di restoran ini tidak hanya menjual martabak coklat atau martabak yang umum ada di penjual martabak lainnya.

Di Martabak Mertua, ada martabak dengan berbagai toping. Salah satunya adalah mozarella smoke beef keju. Keunikan topingnya yang beda ini yang membuat martabak ini terkenal dan sering dipesan.

11. Cau Nugget

Cau Nugget

Cau Nugget  kalau bahasa Indonesia berarti Nugget Pisang. Pemberian nama ini lantaran pisang goreng yang dijual bentuknya seperti nugget dengan dilumuri coklat, matcha, bubblegum, dan lainnya membuat Cau Nugget benar-benar pisang goreng yang enak dan menggoda. Pantes aja pesanan di GO-FOOD cukup tinggi, lihat gambarnya aja jadi kepingin.

12. Bubur Ayam Mang H. Oyo

Bubur Mang H Oyo

Sejak saya tinggal di Bandung saat usia 13 tahun, saat itulah saya mulai mengenal bubur ini. Bubur Ayam Mang H. Oyo memang bubur paling terkenal di Bandung. Selain rasanya yang memang sudah terkenal enak bubur ini juga tekenal karena tidak tumpah. Hmmm menarik yah. Kayanya banyak orang Bandung yang sarapan dengan bubur ini nih.

13. Babakaran

Babakaran
Gambar via https://hilmangraha.blogspot.com/2017/07/belajar-dari-ayobandungcom.html

Restoran babakaran kekinian ini menawarkan makanan khas daging yang dibakar. Umumnya sih sate, seperti sate ayam, sate sapi, dan lainnya. Tapi tidak cuman sate, babakaran juga menawarkan mie dengan kuah terpedas yang pernah ada yaitu mie lautan api. Saya pernah merasakan mie lautan api  kuahnya yang memang super pedas sekali. Sate dan mie kuah pedasnya sih memang bikin nagih. Pesen lagi ah.

14. Mie Tulang dan Mie Ceker Sukagalih

Mie Tulang dan Mie Ceker Sukagalih

Sesuai namaya, mie ini ada di daerah Sukagalih. Mie tulang dan mie ceker disini adalah makanan favorit dan banyak disukai orang. Betapa tidak, sajian mie yang dicampur ceker dan tulang pasti akan membuat kamu tergoda untuk memakannya.

Namun, yang mengejutkan adalah tempat ini justru terkeal lewat kue cubitnya. Aneh juga sih yah tapi mungkin justri itulah keunikan restoran ini. Plus harga disini terbilang terjangkau lho.

15. Ayamayaman

Ayam-ayaman

 

Restoran ini menyajikan banyak variasi ayam. Kamu bisa pilih menu ayam rasa lokal ataupun rasa internasional (apalah), western maksudnya. Yang pasti bakal bikin kamu tertarik, harga di restoran ini tergolong terjangkau lho untuk mahasiswa.

Nah itulah 15 restoran di Bandung yang paling banyak digandrungi di GO-FOOD alias banyak dipesan lewat aplikasi GO-FOOD. Jika kamu suka  dan tergoda dengan semua makanan tersebut, langsung saja order via GO-FOOD. Sudah punya aplikasinya kan? Tinggal unduh kok di playstore, GO-JEK. Nah, di aplikasi GO-JEK ini, tersedia layanan GO-FOOD yang memungkinkan kamu memesan makanan kesukaanmu. Jangan lupa untuk memesa 5 makan popular di atas yah.

Advertisements

Lebih Waspada dari Gempa dan Letusan Gunung Merapi dengan Aplikasi Magma

Pemanfaatan teknologi internet dalam bentuk layanan saat ini belum dimanfaatkan betul oleh pemerintah secara maksimal. Tapi saya tak menutup mata, ada beberapa instansi pemerintah yang sudah mulai melek beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Kehadiran aplikasi BMKG misalnya. Aplikasi ini sangat membantu karena kita sebagai pegguna bisa mendapatkan informasi mengenai Prakiraan Cuaca, iklim, kualitas udara, dan gempa bumi lebih cepat dalam genggaman.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Pusat Vilkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Instansi menghadirkan aplikasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Aplikasi tersebut adalah MAGMA INDONESIA atau kita ringkas saja aplikasi MAGMA .

MAGMA adalah kepanjangan dari Multiplatform Application for Geoharzard Mitigation and Assessment. Kurang lebih, aplikasi ini adalah layanan yang menyediakan informasi yang berkaitan dengan rekomendasi kebencanaan geologi terintegrasi (gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah).

Informasi terkait gempa tersebut dihadirkan secara realtime sehingga membuat masyarakat lebih waspada jika ada kejadian gempa.

Selain sebagai informasi gempa, aplikasi ini juga memungkinkan penggunanya untuk melaporkan kejadian gempa di tempat sekitar. Tapi, laporan tersebut nantinya akan dicek lagi atau diverifikasi. Jadi, meskipun semua orang bisa melapo akan ada kurasi. Tujuannya jelas agar tidak banyak berita hoax menyebar.

Saya sendiri sempat mencoba menggunakan aplikasi ini. Berdasarkan pengalaman saya mengunakan aplikasi ini, saya bisa mendapatkan banyak informasi terkait aktivitas gunung api, letusan/abu vulkanik untuk penerbangan (VONA, fitur yang sangat berguna untuk para pilot), aktivitas gunung merapi, ada siaran pers juga, smapai unduh kawasan bencana.

Aplikasi MAGMA tergolong responsif. Hanya saja saya cukup terganggu dengan seringnya push notiffication yang sering muncul. Untungnya, ada fitur yang memungkinkan kita sebagai pengguna untuk mematikan notifikasi.

Bahkan, kita bisa memilih fitur notifikasi mana yang ingin kita tampilkan atau kita matikan.

Misalnya, jika Anda seorang pilot, Anda bisa mematikan fitur lain dan hanya mengaktifkan fitur VONA saja.
Berikut contoh  tampilan aplikasi dari MAGMA ini.

Tampilan Antarmuka Aplikasi Magma

Oh yah, informasi terkait aplikasi MAGMA ini saya dapatkan pada 14 September 2017 pada gelaran Sosialisasi Aplikasi Magma Indonesia.

Acara tersebut diselenggarkan oleh PVMBG dan bertempat di Auditorium Museum Geologi Bandung.

Saya kebetulan dapat undangan untuk menghadir kegiatan sosialisasi tersebut.

Saat Sosialisasi Aplikasi Magma Indonesia, 14 September 2017, Museum Geologi Bandung

Pada gelaran sosialisasi tersebut, ada 3 pembicara, yakni Devy K Syahbana, Martanto, dan Syarif Abdul Manaf. Dari sosialisasi tersebut, saya mendapatkan banyak informasi terkait pengembangan apikasi MAGMA ini.

Ada dua fakta cukup mengejutkan. Pertama, aplikasi MAGMA ini ternyata sudah dikembangkan sejak 2015 lalu. Kedua, aplikasi ini dibuat atau dikembangkan langsung oleh para pegawai PVMBG. Jadi, pihak PVMBG tidak menunjuk perusahaan ketiga atau perusahaan swasta (semisal perusahaan dalam bidang jasa pembuatan aplikasi) . Mereka ternyata memiliki tim pengembang sendiri.

Proses pengembangan aplikasi MAGMA serta kehadiran aplikasi ini saya acungi jempol secara pribadi. Saya salut karena PVMBG tidak boros anggaran untuk pengembangan aplikasi. Jika menunjuk pihak ke-3 tentu akan menambah lagi biaya sehingga bisa membebani APBN.

Saya juga salut karena kehadiran aplikasi MAGMA adalah sesuatu yang sangat bermanfaat yang diciptakan oleh pemerintah. Apalagi, mengingat posisi Indonesia berada di kawasan yang rawan gempa, aplikasi MAGMA bisa menjadi solusi semacam layanan untuk “”mecegah atau menghindari sebelum terjadi bencana”. Contohnya, lewat aplikasi ini, kita akan bisa lebih mudah untuk evakuasi jika terjadi gempa ataupun adanya aktivitas gunung merapi di sekitar kita.

Ingin mencoba aplikasi MAGMA? Silakan unduh aplikasi Magma di Google PlayStore.

Jika, Anda malas mengunduh, Anda juga bisa mengakses aplikasi ini lewat peramban (browser) di https://magma.vsi.esdm.go.id/ (cover gambar tulisan ini adalah tampilan dari aplikasi MAGMA versi web).

Sebagai penutup tulisan, saya akan memberikan informasi terakhir bahwa aplikasi MAGMA INDONESIA ini merupakan aplikasi mobile pertama di dunia yang menyajikan ifnormasi secara resmi terkati kebencanaan geologi terintegrasi secara realtime.

Peluncuran Rumah Cantik dan Misi  Para Wanita untuk  Terus Berkembang

 

  • Mencerdaskan serta meningkatkan keterampilan wanita Indonesia
  • Menggali potensi diri dan memberdayakannya
  • Menyehatkan para wanita dan keluarganya
  • Menjadi wadah masyarakat yang profesional dan mampu memberi solusi masalah wanita

 

Apa yang pembaca pikirkan membaca poin-poin tersebut? Terlihat seperti sebuah visi dan misi? Jika benar, kira-kira organisasi apa yang memiliki visi untuk menyehatkan sekaligus memberdayakan perempuan? NGO? LSM yang sering mengangkat  isu gender? Atau organisasi lain yang ada hubungannya dengan wanita?

Nyatanya, keempat poin tersebut merupakan sebuah visi dari komunitas. Komunitas ini menyebut mereka sebagai LBC (Laddies Beauty Club). Sesuai namanya, komunitas ini ditujukan untuk mereka yang cantic. Tidak ada ruang bagi pria tampan (macam saya ini)  untuk gabung dengan komunitas tersebut.

Jujur saja, saya pun baru tahu ada komunitas bernama LBC ini saat diundang ke sebuah acara yang diseleranggakan oleh satu perusahaan penjualan langsung pada 27 Agustus 2017.  Acara yang digelar dari pagi sampai malam ini banyak dihadiri oleh para perempuan  cantic dari kalangan ibu-ibu muda sampai senior.

Tidak semua perempuan memang. Ada juga beberapa laki-laki yang meliput kegiatan (sama seperti saya) atau hanya sekadar mengantar istri ke acara ini.

Acara ini? Acara ini? Acara apaan emang?

Acara yang dimaksud adalah acara peluncuran Rumah Cantik yang dipersembahkan oleh K-Link Indonesia.  Peluncuran yang berlangsung di Jalan Karawitan No 18 Bandung  ini didatangi tamu istimewa yang tak lain adalah istri dari Ridwan Kamil, Ibu Atalia. Bukan cuman itu,direktur K-Link juga hadir pada peluncuran ini dan memberikan kata sambutan.

Dato Radzi Saleh, Direktur K-Link Indonesia memberikan sambutan
Ibu Atalia juga memberikan sambutan. Beliau sangat antusias dengan kehadiran Rumah Cantik

Sumber Gambar : Masdede

Lantas, apa hubungannya empat poin sebagai tulisan pembuka?  Perlu diketahui bahwa LBC merupakan komunitas  distribuotr K-Link yang semua anggotanya adalah wanita. Komunitas ini dibentuk bertujuan memiliki program-program khusus yg berkaitan dengan wanita. Besarnya komunitas ini membuat Direktur K-Link Indonesia, Dato Radzi Saleh, memfasilitasi kegiatan yang khusus berkaitan dengan wanita. Maka munculah Rumah Cantik yang pertamakalinya hadir di Indonesia.

Kehadiran Rumah Cantik di Indonesia ini akan sangat bermanfaat buat para ibu-ibu yang juga  anggota K-Link atau bisa juga untuk yang muda-muda yang menginginkan produk yang bermanfaat.

Oh yah, sebelum datang ke peluncuran, saya sempat ragu untuk menghadiri kegiatan. Pasalnya, kegitan ini terlalu “perempuan banget”. Apalagi ada embel-embel Rumah Cantik.

Ternyata eh ternyata, Rumah Cantik bukan salon kecantikan. Rumah Cantik ini bisa berfungsi sebagai fasilitator untuk berbagi dan diskusi terkait berbagai hal seperti kelas make-up, cooking class, yoga, peluang bisnis, bahkan ada kajian Islami.

Hadirnya Rumah Cantik ini ternyata dilatarbelakangi sebagai kado persembahan dari K-Link yang telah menginjak usia 15 tahun. Tidak hanya itu, Rumah Cantik juga sebagai “kado istimewa” dari Pak Direktur K-Link Indonesia kepada LBC. Maklum, LBC komunitas yang sudah terbilang cukup mapan dan penuh dedikasi. Tidak berlebihan kemudian jika para anggota K-Link khusus wanita merasa senang dengan kehadiran Rumah Cantik ini.

Hal tersebut juga sesuai dengan visi LBC yang berisi bahwa  LBC dan  K-Link membentuk wanita Indonesia menjadi sososk cantik luar dalam dengan menjalankan 4 misi utama yang sudah dijelaskan pada pembuka tulisan ini.

Oh yah soal acara, cukup seru konsep pembukaan yang ditawarkan. Tidak seperti acara peluncuran produk dari perusahaan lain, MC pada peluncuran Rumah Cantik  ini terkesan santai sehingga membuat suasana pembukaan Rumah Cantik ini tidak terkesan kaku dan malah cukup seru.

Keseruan sudah dirasa sebelum acara  dimulai. Banyak peserta yang cukup antusias, termasuk teman-teman narablog yang semua perempuan dan ikut meliput kegiatan ini.

Semangat teman-teman narablog yang meliput pembukaan Rumah Cantik

Saya sendiri cukup terhibur dengan acara peluncuran Rumah Cantik ini. Momen tak terlupakan adalah saat prosesi pengguntingan pita yang dilakukan oleh Ibu Atalia dan Bapak Direktur K-Link Indonesia, Dato Radzi Saleh. Cukup sulit mengambil momen ini tapi akhirnya seorang teman ada yang membagikan foto saat prosesi gunting pita dimulai

Sesaat sebelum gunting pita

Oh yah, sebagian pembaca pasti bertanya, apa sebenarnya tujuan didirikan Rumah Cantik K-Link ini? Tujuan Rumah Cantik dibangun sebagai support untuk jadi business woman yang sukses. Alasan kenapa dibuka terlebih dulu di Bandung karena banyak leader K-Link yang perempuan ada di Bandung.

Tapi jangan khawatir untuk kota lain. Rencananya, Rumah Cantik juga akan hadir di kota besar. Yang dalam waktu dekat kemungkinan dibuka itu Yogyakarta dan Medan.

Agak geli juga sebenarnya hadir ke acara peluncuran yang khas wanita, tapi tak apa, siapa tahu nanti malah diundang ke acara peluncuran Rumah Tamvan. Yah kalau ada sih…..

Sebagai penutup tulisan, izinkan saya untuk mengajak Anda menonton video tentang suasana dan kegiatan yang berlangsung saat peluncuran. Silakan ditonton!

 

Rumah Cantik K-Link Ladies Beauty Class

Jalan Karawitan no. 18, Turangga – Bandung

Kontak: Bu Erna 081281028750

IG Rumah Cantik: @rumahcantiklbc

IG K-link: @klink_indonesia_official

FB: K-Link Indonesia.

Twitter: @official_klink

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Filosofi Paul J Meyer di EV HIVE dalam Peranannya untuk Mendukung Ekosistem Startup

Communication – the human connection – is the key to personal and career success.

Paul J Meyer, pendiri Success Motivation Institute, mengatakan kalimat tersebut. Dalam bahasa Indonesia, kalimat yang menurut saya filosofis  tersebut berarti bahwa dalam komunikasi, hubungan manusia adalah kunci kesuksesan pribadi dan karir.

Sebuah kalimat yang tepat yang menggambarkan kondisi tentang perkembangan karir di era modern ini. Betapapun kita bisa melakukan segala sesuatu dengan internet, tetapi berhubungan langsung secara sosial itu masih sangat penting.

Hal ini pernah saya alami saat menjadi pekerja lepas rumahan selama tiga tahun. Katanya, jika dalam tiga tahun, kehidupan karier kita tidak berkembang, maka ada yang salah dengan cara kita bekerja dan berkomunikasi.

Saya baru sadar tentang hal ini. Di tahun ketiga, saya tidak melulu berada dalam dunia komputer dan rumah saja. Saya mulai mengenal beberapa teman baru. Mereka inilah yang kemudian menjadi titik balik dalam karier blogging saya sampai akhirnya saya juga mendapat pekerjaan penuh waktu pertama kalinya dalam karier.

Apa yang saya alami kemungkinan besar terjadi di berbagai perusahaan rintisan. Atau bahasa kerennya startup. Hanya sedikit startup yang mampu bertahan. Paling cuman 3% yang mengalami kemajuan. Sisanya banyak yang tidak berkembang selama 2 atau 3 tahun beroperasi.

Data tersebut diperkuat oleh laporan Techin Asia Indonesia yang dirilis pada Juli 2017. Berdasarkan data tersebut, jumlah startup baru di Indonesia mengalami penurunan 23 persen jika dibanding tahun 2016. Penurunan tersebut disebabkan karena berbagai masalah, seperti tidak efektif manajemen startup tersebut, tidak ada suntikan dana, dan yang paling banyak adalah membuat produk yang tidak dibutuhkan pasar.

Tapi saya melihat justru tidak berkembangnya startup  karena startup tersebut boleh dikatakan “kurang gaul”. Jika balik ke kalimat mutiara dari Paul J Meyer, maka gagal berkembangnya startup bisa jadi kebanyakan kurangnya berkomunikasi atau membangun jaringan. Terlalu sibuk dan ambisius di dalam ruangan sehingga lupa hubungan dengan orang di sekitar. Atau kurangnya pembelajaran dari orang-orang yang berpengalaman.

Untuk itu, penting bagi perusahaan rintisan untuk tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga membangun jaringan, belajar dari orang. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan berkantor di coworking space.

Coworking Space? Makhluk apa itu?

Dalam bahasa Indonesia, coworking space bisa dikatakan sebagai sebuah tempat atau fasilitas yang bisa digunakan untuk berkantor bersama. Misalnya, seorang pekerja lepas tidak punya tempat kerja, akhirnya ia memilih coworking space sebagai tempat kerjanya. Di tempat ini, ia melihat orang lain yang juga seorang pekerja lepas bekerja di tempat tersebut. Tak hanya orang, ia juga melihat tim yang lebih dari 3 orang berkumpul dan berkantor tiap jam kerja.

Mereka berada dalam satu ruangan kantor yang bisa dimiliki bersama dan bisa jadi alamat tetap ketika ada klien menghubungi mereka.

Konsep coworking space ini sudah dipopulerkan 15 tahun lalu di Wina, Austria lewat sebuah pusat enterpreneurship bernama Schraubenfabrik. Di Indonesia, konsep coworkng space baru dikenal tahun 2010 di Bandung oleh Yohan Totting.

Pada perkembangannya, coworking space mulai populer. Banyak coworking space dibuka di berbagai kota besar di Indonesia. Mereka hadir untuk mewadahi para startup atau pekerja lepas yang membutuhkan kantor bersama.

Seiring dengan berkembangnya startup, coworking space juga banyak bermunculan. Tapi seiring dengan tumbangnya startup pula , beberapa coworking space pun ikut tumbang.

Situs Tirto bahkan menyebut bahwa bisnis coworking space sedang berada di persimpangan jalan. Itu artinya, bisnis coworking space di Indonesia sedang mengalami paceklik atau tidak bisa berkembang seiring banyaknya coworking space yang tutup.

Apa itu artinya coworking space bukan tempat yang bagus untuk para pebisnis rintisan?

Jawabannya adalah “ya” dan “tidak”. “Ya”, jika para pelaku bisnis, baik perseorangan maupun tim (startup) memiliki dana yang cekak tetapi ingin berkantor di coworking space.

“Tidak”, jika para pelaku bisnis, penggiat startup, dan perusahaan rintisan mampu menemukan tempat coworking space yang tidak sekadar mencari keuntungan dari penyewaan tempat, tetapi juga tumbuh dan berkembang bersama coworking space itu sendiri.

Pilihan jawaban “ya” mengacu pada fenomena mahalnya coworking space yang “mencekik kantong” penggiat startup maupun enterpreneurship yang sedang berkembang. Karena mahal, mereka pun  lebih memilih bekerja rumahan, warung kopi, atau bahkan mini market yang menyediakan tempat kursi, colokan listrik, dan tentu saja Wi-Fi. Mereka berpikir bahwa bekerja di coworking space memakan biaya mahal bahkan biayanya bisa lebih mahal dibanding menyewa kantor sendiri.

Fenomena ini yang membuat beberapa coworking space hanya bisa “bernafas” sebentar. Para penyedia coworking space ini cenderung menarik biaya yang cenderung tinggi. Contohnya salah satu coworking space di Jakarta yang menerapkan biaya Rp 500.000 dengan akses 3 hari saja. Tentu para pelaku bisnis akan lebih memilih tempat yang lebih ramah kantong, apalagi mereka masih dalam tahap berkembang.

Jika semua coworking seperti ini, tentu akan berimbas pada perkembangan startup di tanah air yang berdasarkan data yang sudah disebutkan sebelumnya memang menurun pula.

Coworking Space yang Fokus Pada Pengembangan Komunitas

Beruntung masih ada yang coworking space yang percaya bahwa coworking space tidak ada di persimpangan jalan. Mereka yang percaya optimis bahwa coworking space bisa mewadahi para pelaku bisnis dan mereka yang berusaha merintis bisnis. Coworking space yang seperti ini yang perlu dikembangkan agar mendapat perhatian dari para pebisnis. Yakni sebuah coworking space yang tidak hanya sebagai penyewa tempat tetapi juga menjadi wadah untuk berrkembang. Ingat, bisnis coworking space berbeda dengan bisnis properti.

EV HIVE adalah contoh coworking space yang percaya bahwa berkantor di ruang kerja bersama tidak perlu mahal. Bagi mereka, ada yang lebih penting penting dari sekadar penyewaan tempat, yakni pengembangan ekosistem startup (perusahaan teknologi) di Indonesia itu sendiri.

Karena itu, dalam pengembangan coworking space-nya, EV HIVE lebih fokus pada pengembangan komunitas yang menjadi anggota atau menyewa di mereka. Tidak heran, jika EV HIVE sering mengadakan berbagai kegiatan (event) yang rutin digelar. Tujuannya jelas, supaya lebih banyak startup yang berkembang dengan cara belajar serta berjejaring dengan sesamanya.

Bayangkan, jika dalam satu coworking space, ada startup yang sedang berkemang, kemudian ia membutuhkan seorang desainer atau penulis. Jika dalam coworking space itu, ada desainer atau penulis, tentu tidak sulit bagi startup untuk mencari mereka. Sebaliknya, ada startup yang memiliki ide dan eksekusi yang bagus tetapi kurang dalam pendanaan, maka coworking space bisa menjadi jembatan penghubung dengan investor.

Hal-hal itulah yang  EV HIVE  lakukan. Coworking space yang didanai oleh East Venture ini tampaknya memang meyakini filosofi dari Paul J Meyer untuk membimbing startup maju dan berkembang.

Tidak terbatas pada visi saja. EV HIVE menunjukan dengan cara menawarkan paket yang lebih ramah di kantong, bahkan termasuk murah menurut saya. Betapa tidak, untuk akses satu hari, uang yang harus dikeluarkan cuman Rp 50.000 dengan fasilitas jam kerja seharian dan juga gratis minuman.

“Ah kalau harga segitu, di warung kopi juga bisa, malah lebih murah”

Oke, mungkin ada sebagian yang berpikir seperti itu. Tapi percayalah, kenyamanan adalah segalanya. Bayangkan dengan harga yang tidak begitu jauh, kita bisa mendapatkan tempat duduk layaknya kantor dan tanpa gangguan apapun. Beda dengan di warung kopi, akan banyak orang yang datang dan pergi. Yang mungkin duduk di sebelah kita mungkin akan berisik dan mengganggu pekerjaan kita.

Di coworking space EV HIVE, hal itu tidak akan terjadi.

Tentu saya tidak sembarang ngomong karena saya merasakan kenyamanan saat berada di EV HIVE. Pada 21 Agustus 2017 lalu, jauh-jauh dari Bandung, saya berkunjung ke EV HIVE IFC di Sudirman.

Saat saya bekerja dan bekerja  di EV HIVE IFC Sudirman

Aura kerja nan santai saya rasakan ketika duduk dan bekerja. Belum lagi kecepatan internet yang cukup kencang. Tidak terbayang sebelumnya jika saya bekerja di kawasan Sudirman, meskipun cuman sehari sih.

Ngomong-ngomong, EV HIVE IFC Sudirman adalah EV HIVE yang memiliki fasilitas lebih lengkap dibanding EV HIVE lainnya. Fasilitas seperti tempat santai buat lesehan, main PlayStation4, dan lainnya khas kantor teknologi kekinian hadir di EV HIVE ini.

Yang saya rasakan saat ada di EV HIVE IFC adalah kesan kantor resmi yang nyaman tetapi juga santai. Simak potret suasana EV HIVE IFC dibawah ini.

 

Jika ingin coworking space yang lebih go-green, bisa ke EV HIVE The Breeze yang ada di BSD.

EV HIVE The Breeze. sumber https://www.instagram.com/p/BWJwFO4jIhZ/?taken-by=evhive

Lho ada 2?

EV HIVE (saat artikel ini dibuat) memiliki 7 kantor yakni JSC Hive, EV HIVE D.LAB, EV The Maja, EV HIVE The Breeze, EV HIVE IFC, EV HIVE Dimo, dan EV HIVE Satellite.

Menurut Mbak Imez, Facility Manager EV HIVE IFC, kedepan akan ada banyak lagi kantor EV HIVE yang akan dibuka. Tidak hanya di Jakarta tetapi juga kabarnya akan ada di kota lain.

Mbak Imez, Facility Manager IFC

Berhubung saya ada di Bandung, tentu saya mengharapkan EV HIVE bisa hadir di kota ini. Di Bandung, banyak pelaku startup dan para enterpreneur yang bisa bekerja di EV HIVE. Memang ada coworking space di Bandung. Saya sempat coba salah satunya. Berhubung coworking space tersebut menyatu dengan kafe, perasaan yang didapat bukan bekerja di coworking space. Tidak ada bedanya dengan bekerja di warung kopi pada umumnya.

 

Jika melihat berkembangnya EV HIVE dan harga yang ditawarkan, saya percaya bisnis coworking space tidak akan ada di persimpangan atau bahkan menemui jalan buntu. Bisnis ini akan terus berkembang selama dijalankan dengan benar seperti yang dilakukan EV HIVE.

Terlebih EV HIVE menawarkan paket untuk tim seperti Flexi Desk, Dedicated Desk, bahkan Private Office dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan paket tersebut, iklim atau ekosistem startup di Indonesia akan turut terbantu karena tersedianya coworking space yang terjangkau bagi mereka.

Keuntungannya buat para enterprenuer bekerja disini? Tentu saja selain bisa menghemat biaya untuk sewa kantor, para enterpreneur dan pelaku startup bisa saling berjejaring atau dalam hal ini berkomunias. Dengan berkomunitas, EV HIVE percaya mereka akan bersinergi dan berkembang bersama para startup.

Sebagai catatan penutup, saya ingin berkata untuk EV HIVE agar tetap mempertahankan filosofi Paul J Meyer. Meskipun EV HIVE memiliki visi dengan filosofi atau kalimat muttiara dari Paul J Meyer, ruh tujuannya tetap sama yakni untuk terus saling terhubung antara para pelaku yang ada di EV HIVE.  Bahasa kerennya mengembangkan network.

Semua foto adalah dokumentasi pribadi penulis kecuali yang tertera sumbernya.