Keseruan Nonton Bareng Derby Manchester Bersama Viva.co.id

Nonton Bareng
Nonton Bareng

Malam Senin itu, sedikit berbeda dengan malam-malam sebelumnya saat saya nonton pertandingan bola. Kalau malam sebelumnya, saya lebih banyak menonton bola di rumah atau streaming lewat internet di kantor, malam senin itu, saya nonton bareng di sebuah hotel di Bandung.

Tepatnya, di Hotel Mitra Bandung,

Yah, saya menonton bola di sebuah hotel. Tetapi bukan di ruangan atau kamar yang saya sewa.

Saya menonton pertandingan bola Liga Inggris pada gelaran nonton bareng yang diselenggarakan oleh Viva.co.id yang bekerjasama dengan Asia Bagus.

Petandingan bola yang saya saksikan adalah derby Manchester, Manchester United versus Manchester City pada 25 Oktober 2015.

Seperti yang diketahui, pada pertandingan tersebut, hasil akhirnya adalah imbang tanpa gol.

Saya tidak akan menjelaskan secara rinci tentang pertandingan karena pembaca pasti sudah tahu tentang pertandingan dan skema pertandingan yang cukup membosankan.

Yang akan saya bahas kali ini adalah suasana nonton barengnya. Jujur, saya melupakan pertandingan karena ternyata suasana nonton bareng di hotel itu lebih seru dibandingkan harus melihat tendangan-tendangan yang tidak membuahkan hasil.

Mengapa suasana menontonnnya menarik? Hmm, mungkin karena suasana yang beda dan kerumunan serta teriakan dari orang-orang yang menonton membuat acara itu semakin seru dibandingkan pertandingannya.

Suasana sebelum nonton bareng berlangsung
Suasana sebelum nonton bareng berlangsung

 

Setidaknya, ada 5 hal yang membuat suasana nonton bareng tersebut menjadi sangat seru.

 

Pertama, Banyaknya Citizens Bandung yang Datang

banyak yang datang
banyak yang datang

Sebelum saya hadir ke lokasi, saya membayangkan bahwa nonton bareng nanti akan dipenuhi oleh fans dari kedua tim. Tapi, saat sampai lokasi, saya menemukan fakta bahwa nonton bareng itu khusus dihadiri oleh Citizens (sebutan untuk fans Manchester City) dari Bandung.

Ramai dan nonton dengan muka serius
Ramai dan nonton dengan muka serius

Saya tidak tahu jumlahnya tetapi satu ruangan nonton itu sangat dipenuhi oleh para citizen yang lekat dengan atribut warna biru langit.

Kedua, Adanya Citizens Ladies

wah ada mojang bandung yang fans manchester city
wah ada mojang Bandung yang fans Manchester City

Saya cukup kaget ketika datang ke lokasi, ternyata acara tersebut juga tidak hanya diisi oleh para cowok-cowok pengemar Manchester City.

ehm mau kemana?
ehm mau kemana?

Ternyata ada juga cewek-cewek penggemar Manchester City atau Citizens Ladies. Jumlahnya tidak hanya dua atau lima orang tetapi lebih.

Kehadiran mereka ini membuat suasana nonton bareng menjadi lebih segar (hehehe) . Maklum kehadiran fans cewek ini membuat saya juga tidak fokus.

Ketiga, Chant

Bagian belakang rajin menyanyikan chant
Bagian belakang rajin menyanyikan chant

Ketika pertandingan dimulai dan saat pertandingan berlangsung, terdengar suara-suara nyanyian. Saya tidak tahu itu nyanyian apa. Tapi, tampaknya nyanyian atau chant itu biasa didengungkan oleh fans Manchester City ketika bertanding.

Dan mendengar chant yang cukup kompak ini membuat nonton bareng ini serasa nonton di stadiun. Serius, mereka cukup kompak bernyanyi.

Mereka juga kadang-kadang “menyanyikan” chant khusus untuk salah satu pemain Machester City, yakni Aguero yang pad amalam itu kebetulan tidak bisa bermain.

Keempat, Teriakan

barisan chat
ada yang kesal, ada yang diam, dan ada yang gagal fokus

Selain adanya chant, suasana nonton bareng itu juga dihiasi dengan teriakan dan jeritan kekesalan yang keluar saat menyaksikan pertandingan.

Misal, ketika para pemain Manchester United menyerang dan sudah berhadapan gawang, para fans yang menonton berteriak agal gagal. Bahkan, ada seorang cewek yang selalu bilang “pahit-pahit”

(Note: omongan pahit-pahit adalah mitos ketika ada lebah mendekati kita. Katanya kalau bilang pahit-pahit lebah itu akan menjauh)

Mungkin cewek yang teriak tadi berharap agar bola kembali menjauh dari gawang Manchester City.

Kekesalan juga tampak terlihat dari para fans yang gregetan melihat para pemain Manchester City yang selalu gagal membobol gawang Manchester United.

Kelima, Games

Lagi main games bareng mojang fans city hehe
Lagi main games bareng mojang fans city hehe

Acara nonton bareng ini juga dihias dengan aneka games menarik yang melibat peserta. Games-games-nya tergolong sederhana tapi cukup menghibur.

Salah satu games-nya adalah siapa yang paling banyak anggota dalam satu geng-nya. Dan dalam hal ini, para Ladies juaranya sehingga mereka mendapat bingkisan menarik dari Viva dan Asia Bagus.

Nah, itulah kelima hal yang membuat suasana nonton bareng Manchester United versus Manchester City pada 25 Oktober 2015 di Hotel Mitra Bandung itu tampak lebih asyik dibandingkan pertandingannya itu sendiri.

Kayaknya, acara seperti ini perlu diadakan lagi yah. Seru soalnya hehehe,
Udah yah, udah malam, jari saya sudah mulai melemas. Dan otak saya masih memikirkan suasana nonton bareng. Padahal udah lewat tiga hari.

Ya sudahlah yah…. 🙂

Advertisements

Blog Ini Bukan Untuk Sekadar Menulis Tetapi Untuk Berbagi Pengalaman dan Cerita

Mengapa harus ngeblog? Gambar via jaytheanalyst.com

“Blog hanya curhat”

Begitulah yang ada dalam pikiran saya ketika saya membuat blog pertama kalinya, yakni tahun 2005 lewat platform Blogspot.

Itu berarti saya sudah mengenal blog sejak 10 tahun lalu.

Ketika itu saya masih selalu digalaukan oleh sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting (maklum lagi remaja). Menulis puisi, menulis cerita keresahan, dan menulis suara hati.

Mirip seperti buku diary.

Lima tahun kemudian, saya mengenal blog bukan sebagai tempat diary. Saya mengenal blog sebagai tempat menuangkan pikiran, tempat berkarya.

Sekitar awal tahun 2011, saya pun membuat blog ini sebagai tempat renungan saya. Tempat saya berbagi pikiran, baik cerpen, maupun tulisan resensi terhadap suatu film.

Masih tidak terlalu produktif karena waktu itu saya hanya menulis ketika saya ingin saja. Saya pun hanya bisa menulis puisi, cerpen, dan review film.Tapi, kemudian saya fokuskan kepada review film dan sesekali menulis review buku.

Membosankan? Yah, sedikit pembaca, sedikit komentar, semuanya seperti hampa. Blog saya pun tampak tak bernyawa.

Sedikit memikirkan bahwa mungkin memang tulisan tidak terlalu berguna. Atau terlalu kaku untuk dibaca. Perasaan-perasaan itu yang membuat saya seolah tak mau melanjutkan buat ngeblog.

Menemukan Tujuan Ngeblog

Appa tujuang blogmu? Gambar via dis-corp.com

Tahun 2014, barulah semuanya berubah. Mengenal orang-orang yang aktif sebagai blogger, mengenal blog-blog lain (blogwalking), dan bertemu komunitas baru semacam Blogger Bandung dan Warung Blogger membuat saya kembali bergairah menulis blog.

Tidak seproduktif yang lain memang tapi lebih produktif dibandingkan sebelumnya..

Tahun 2014 ini yang kemudian membuat saya mengubah pikiran tentang kegiatan blogging.

Yang tadinya hanya sebagai tempat curhat, yang tadinya hanya sebagai tempat berkarya, kini berubah sebagai sebuah tempat untuk menuliskan apapun yang dialami oleh saya.

Go for it untuk menulis apapun!

Makan di restoran tertentu, saya tulis.

Datang ke acara tertentu, saya tulis.

Bahkan, minum kopi pun, saya tulis.

Padahal saya tidak pernah terpikirkan bawah kegiatan kecil pun ternyata bisa menjadi sebuah tulisan menarik.

Sebuah pemikiran yang mengubah saya dari yang tadinya hanya membuat blog sebagai tempat cerita saja.

Bahkan, saya sempat berpikir bahwa blog hanya dikuasai oleh tulisan tips dari ibu-ibu muda perkotaan atau macam emak gaoel yang menuliskan lifestyle sekeliling mereka.

Maklum, waktu itu saya jalan-jalan ke blog lain, lebih banyak perempuan yang menulis dibandingkan laki-laki.

Perubahan inilah yang kemudian membuat saya lebih menyenangkan ketika menulis di blog.

Mengapa menyenangkan? Apa karena uang?

Ah itu wajar. Tapi bukan soal uang.

Kalau saya menulis blog karena uang, saya akan kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Ketika saya tidak produktif karena menulis di blog buang-bunga waktu dan tidak menghasilkan.

Uang hanya bonus.

Tujuan saya kedepan dengan blog adalah cerita tentang pengalaman saya.

Ini penting karena akan sangat membantu orang-orang yang betemu ke suatu tempat pertamkali atau menggunakan produk pertamakali.

Sungguh menyenangkan ketika di blogmu, ada banyak orang bertanya tentang apa yang telah saya alami terhadap produk tertentu.

Blog pengalaman atau cerita ini ternyata memang membantu. Membuat blogmu hidup dan tidak sekadar menulis review pesanan semata.

Inilah yang ingin saya bangun. Sebuah blog yang berisi cerita dan pengalaman ketika menggunakan sesuatu atau ketika saya berkunjung tempat baru.

Bukan menulis ide yang ada di internet untuk kemudian saya olah kembali.

Yang ingin saya bangun adalah sebuah blog yang memang penuh dengan cerita saya yang bisa bermanfaat terhadap banyak orang.

Menulis pengalaman juga akan membuat gaya tulisan saya berbeda ketika saya bekerja sebagai penulis konten yang lebih banyak mengambil sumber dari internet.

Dukungan Aplikasi Buat Ngeblog

Saya yakin, dengan konsep yang saya usung bersama blog saya ini, saya bisa berbagi banyak hal. Berbagai banyak pengalaman

Apalagi semua itu bisa saya lakukan dengan mudah berkat adanya aplikasi-aplikasi pendukung di perangkat mobile.

Beberapa aplikasi yang membantu saya diantaranya adalah Evernote dan Writer yang memudahkan saya menulis catatan atau menulis ide yang terlintas di kepala.

Writer dan Evernote yang memudahkan saya menulis dimana saja dan menuliskan ide yang terlintas
Writer dan Evernote 

Ada juga aplikasi  tools, seperti WordPress untuk melihat blog saya, dan juga Google Analytics untuk melihat statistik situs website tempat kantor saya bekerja

Aplikasi WordPress dan Google Analytics

Aplikasi tambahan lainnya yang membantu adalah Kurio, BaBe, dan Google Flipboard. Melalui aplikasi tersebut, saya menemukan berita atau topik terhangat yang bisa dijadikan bahan opini untuk blog saya.

Aplikasi kurasi berita sebagai inspirasi dan informasi

Aplikasi-aplikasi itu juga membantu saya dalam membuat konten di pekerjaan saya serta memberikan inpirasi untuk blog saya.

Itulah pengalaman dan tujuan saya membuat blog. Bersama blog ini, saya tidak ingin sekadar menulis tetapi lebih ke berbagi pengalaman kepada banyak orang.

Go For It Blog Competition

Kang Iwan, Pria Biasa yang Cinta Seni Tari dan Budaya

Di kota besar, orang lebih banyak sibuk dengan dirinya dan pekerjaannya. Orang lebih banyak sibuk dengan gadget-nya, dan isu tentang teknologi yang baru berkembang.

Tapi lain cerita buat seorang Iwan Setiawan.

Pria yang lahir tahun 1981 ini justru lebih sibuk mengajarkan kebudayaan pada anak-anak sejak dini.
Yah, Kang Iwan, begitu biasa dipanggil, adalah orang yang memiliki passion dalam bidang seni dan budaya.

Dia tidak muluk-muluk untuk mengjarkan pentingnya seni atau bercuap-cuap tentang pelestarian kebudayaan. Yang dia lakukan hanya satu: mengajarkan tari tradisional pada anak-anak kecil.

Kang Iwan sosok yang sederhana
Kang Iwan sosok yang sederhana

Hampir setiap sorenya, baik di sekitar rumahnya ataupun di kawasan rumah mertuanya, di daerah Kiaracondong, Iwan Setiawan mengajarkan anak-anak kecil (yang semuanya rata-rata perempuan ) beberapa tari tradisional.

Apakah ia mengajarkannya secara gratis?

Iwan Setiawan yang kebetulan seorang guru SD ini bertutur bahwa ia memang membuka kursus tari dengan sistem bayaran murah. Sekitar Rp 10 sampai Rp 15 ribu per-pertemuan. Harga yang cukup murah.

Kang Iwan sedang mengajarkan tari
Kang Iwan sedang mengajarkan tari

Kadang-kadang, dengan harga semurah itu, ia juga terlalu baik hati. Ada beberapa anak yang bahkan tidak membayar lantaran memang kurang berkucupan. Kadang pula ada orang tua yang lupa membayar atau memang belum punya uang.

Padahal orang tua tersebut termasuk cukup.

Ia tidak pernah marah-marah. Kadang-kadang ia pun sering menggratiskannya.

Pelatih Tari yang Juga Guru Honorer

Kang Iwan tahu kalau ia bukan kalangan yang berada. Bahwa istrinya akan selalu meminta uang bulanan untuk berbagai keperluan. Bahwa gajinya sebagai guru SD honorer juga tidak terlalu besar.

Tapi ia selalu terima dengan lapang dada. Karena pada awalnya, ketika ia sudah mengajarkan tari semenjak tahun 2006 dan 2007, ia sadar bahwa ia sedang tidak berbisnis tetapi ia lebih kepada cinta akan seni budaya sendiri.
Lihatlah video berikut ini ketika Kang Iwan benar-benar mengajarkan seni tari dengan sepenuh hati!

Ia ingin jadi penyeimbang bahwa nantinya, generasi mendatang tidak hanya sibuk dengan gadget dan teknologi. Tidak hanya sibuk menonton smart TV tetapi juga ada generasi yang tetap cinta pada seni dan budaya.

Ia ingin agar anak-anak zaman sekarang tetap melestarikan seni tari tradisonal. Meskipun nanti setelah besar, ada anak yang mungkin lupa bahwa ia pernah kursus, setidaknya anak tersebut pernah mau belajar seni budaya.

Yah, sudah banyak murid yang mengikuti kursus tari Kang Iwan. Tapi sekali lagi, bukan berarti ia kemudian kaya raya. Karena kursus tari bukanlah bisnis yang begitu besar.

Meskipun ada kursus tari yang memang komersil, tapi ia tidak mau berkonsep seperti itu. Karena ketika sudah dikomersilkan, ia merasa justru akan banyak anak-anak yang nantinya tidak ikut kursus tari.

Dengan harga yang mahal, ia menduga bahwa akan banyak orang tua yang tidak akan mendaftarkan anaknya. Karena itulah ia lebih baik membuka kursus tari yang murah.
Hasilnya?

Sudah saya sebutkan ada banyak murid yang ikut. Salah satunya adalah Triana, seorang anak yang belajar di SLB atau Sekolah Luar Biasa.

Anak ini memiliki IQ sekitar 40. Tapi jangan salah, meskipun IQ-nya kecil, ia pandai menari dan sering mendapatkan juara.

Kang Iwan dan muridnya Tirana
Kang Iwan dan muridnya Tirana

Tentunya itu semua juga tidak lepas dari kerja kerasnya Triana serta bimbingan dari Kang Iwan sebagai guru tarinya.

Memiliki Kelompok Seni dan Penyewaan Kostum

Kang Iwan dan kelompok seninya
Kang Iwan dan kelompok seninya

Kang Iwan juga tak hanya fokus pada bidang seni tari. Beliau juga memiliki grup seni bernama Menara Oza. Grup ini fokus pada pertunjukan teater.

Dengan grupnya ini, kang Iwan sudah pentas di berbagai tempat seperti di Unpad,  IFI Bandung (dulu CCF Bandung), GK Rumentang Siang Bandung, Unikom, dan masih banyak lagi.
Salah satu karya pertunjukan teater yang disutradarai  Kang Iwan adalalah “Lelakon Sumbi”. Pertunjukan teater ini mengangkat budaya lokal dalam kemasan teater modern

Selain memiliki kelompok seni teater dan kursus tari, Kang Iwan juga aktif menjahit kostum tari tradisional. Ia lakukan karena pemasukan dari kursus tari serta gajinya sebagai guru honorer masih kurang.

Ia memiliki bebeberapa kostum tradisional yang sering ia sewakan. Misalnya, jika ada anak kecil yang ingin menari. Sering orang tua menyewa kostum dari Kang Iwan. Meskipun ada juga yang kadang tidak membayar, Kang Iwan sering menerima lapang dada karena ia tahu rejeki tidak akan kemana.

Beberapa kostum yang Kang Iwan buat  diantaranya adalah

12165784_10206348306600035_525800247_n 12166505_10206348306400030_1180122873_n 12170546_10206348306160024_1400507101_n

Yah, itulah kang Iwan. Seorang pria sederhana yang mencintai seni dan budaya. Seorang pria yang ingin agar generasi mendatang tidak melupakan akar budaya.

Kang Iwan adalah seorang guru, sang panutan, yang tak sekadar mengajar uang. Ia hanya mencintai seni dan mengajar dan tetap yakin bisa hidup karenannya.
Saat ini Kang Iwan hidup di rumah yang sederhana. Rumah yang tidak besar dengan satu kamar, satu ruangan dengan lemari penuh kostum. Sebuah rumah kecil  tetapi cukup menampung mereka berdua bersama satu orang anak yang masih bayi.

Jangan bayangkan, Kang Iwan punya TV Kabel. Televisinya pun masih tipe lama bukan layar datar.

Ia adalah contoh pria yang hidup sederhana di tengah banyaknya pria yang banyak gaya. Para pria yang sok kaya, padahal smart TV dan TV kabel saja tak punya.

Beda dengan Kang Iwan yang selalu bahagia dengan mengajarkan anak-anak tradisional yang tentunya perlu dilestarikan sebagai generasi penerus bangsa.

Dengan kecintaannya terhadap budaya, saya meyakini bahwa dia adalah sosok yang bukan sekadar teman saya. Tetapi juga sosok pahlawan yang melestarikan bangsa dengan melakukan hal-hal kecil.

Sesuatu yang bisa disebut sebagai made for minds  seperti yang diharapkan oleh DW Indonesia.

Kang Iwan bersama muridnya ketika menjuarai salah satu lomba tari kontemporer anak (tahun 2010)
Kang Iwan bersama muridnya ketika menjuarai salah satu lomba tari kontemporer anak (tahun 2010)
Kang Iqan juga sering melatih tarian untuk upacara adat pernikahan
Kang Iwan juga sering melatih tarian untuk upacara adat pernikahan

5 Situs Jurnalisme Warga Ini Bisa Jadi Tempat Kamu Berbagi Tulisan

Ketika media online semakin ketat dan sesak, konsep media online citizen journalism mulai bermunculan beberapa tahun belakangan ini.

Ini karena arus informasi yang cepat dan datang begitu saja harus segera diumumkan ke publik. Karena itu media sosial jadi tempat jurnalisme warga

Dan ketika konsep ini beredar, maka publik butuh ruang yang lebih besar dibandingkan media sosial saja. Maka dari itu, situs jurnalisme warga menjadi solusinya.

Situs ini mulai banyak bermunculan dan menawarkan konsep yang lebih menarik dibandingkan situs media online saja. Kenapa menarik? Karena semua orang bisa berbagi dan berkomentar tentang apa yang tejadi di sekitar mereka.

Dan diantara banyaknya situs-situs jurnalisme warga yang bermunculan tersebut, ada beberapa situs yang saya anggap sebagai salah satu situs jurnalisme warga terbaik. Berikut daftarnya

1. Plimbi

Plimbi

Plimbi adalah situs jurnalisme warga yang terbialng baru. Namun, meskipun baru, situs ini mampu menghadirkan konten-konten menarik yang cukup layak dibaca.

Kontennya cukup luas meski konten teknologi tampaknya masih terbilang dominan. Ini wajar karena setelah saya telusuri, Plimbi adalah transformasi dari situs Portal.Paseban.com.

Namun, belakangann kontennya lebih beragam bahkan ada konten fiksi yang cukup banyak pembacanya. kamu bisa submit berbagai jenis artikel dengan tiga kategori utama (news, article, dan review).

Artikel yang kamu publish akan dapat penilaian berupa rating dari pembaca dan editor yang akan memengaruhi skor poin yang kamu dapatkan.

Konsep lainnya yang menarik dari Plimbi adalah konsep poin yang bisa didapatkan oleh para author (istilah penulis dari Plimbi) jika tulisannnya banyak dibaca atau dikomentari.

Dan yang menguntungkan adalah memungkinkannya para author terpilih sebagai “Best Author of The Month” yang akna mendapatkan uang.

Mirip seperti pemilihan “Pekerja Terbaik Bulan Ini” di sebuah perusahaan swasta yang selalu mendapatkan bonus tambahan.

2. Kompasiana

Kompasiana
Bisa dikatakan, Kompasiana adalah pelopor jurnaslimew warga di Indonesia. Lahir sekitar tahun 2008, Kompasiana menawarkan diri sebagai sebuah blog rembugan untuk berbagai penulis dari berbagai latar belakang.

Jumlah penulis di Kompasiana cukup banyak dengan berbagai latar belakang usia. Ini wajar karena Kompasiana memang sudah lama bermain di ranah ini dan nama besar Kompas yang ada di belakangnya membuat Kompasiana berada di garda depan.

Kompasiana memiliki berbagai kanal yang beragam. Namun, kanal utamanya adalah Terbaru, Headline, Rubrik (yang terdiri dari berbagai kategori), Evetn, Kompasiana TV, dan Shop.

Kelebihan dari Kompasiana adalah orang yang menulis di situs ini atau para penulisnya (biasa disebut Kompasianer) mudah terkenal. Apalagi jika yang menulis mampu menghasilkan tulisan populer yang banyak disuka.

3. Ruang Publik (Rubik)

Rubik

Rubik adalah situs jurnalisme warga yang lahir dari situs berita Okezone.com. Situs jurnalisme warga ini menghadirkan berbagai kanal menarik yang bisa dijadikan tempat semua orang berbagi.

Ada berbagai kanal di Rubik. Ada kanal Berita, Surat Pembaca, Ruang Sastra, Foto, dan Video. Situs ini juga menghadirkan poling serta kategori topik pilihan yang tampaknya dipilih sebagai artikel unggulan yang dimuat di Rubik.

4. Indonesiana

Indonesiana

Indonesiana adalah produk jurnalisme warga dari Tempo.co. Situsnya banyak memuat kejadian dan berita yang terjadi. Bahkan, sempat terasa bahwa Indonesiana tampak seperti media berita online dibandingkan situs jurnalisme warga.

Mungkin karena memang konsepnya lebih konsep berita yang banyak terjadi.

Indonesiana memiliki berbagai kanal yang dibagi menjadi 7 kanal. Kanal-kanal tersebut adalah News, Sains & Sports, Hiburan, Pilihan Editor, Tempo SMS, dan Foto.

Jika kamu seirng berbagi berita yang terkait polik dan sosial, maka Tempo.co adalah tempatnya.

5. Pasang Mata

Pasang MataPasang mata adalah situs jrunalsime warga yang dibuat oleh Detik.com. Situs ini tidak memiliki kanal khusus seperti keempat situs jurnalisme warga lainnya.

Hanya saja situs ini lebih kepada konsep kontribusi foto. Artinya, banyak penulis yang submit pada situs ini adalah konten foto dari berbagai kejadian seperti kondisi lalu lintas, peristitwa kecelekaan, dan sebagainya.

Pasang Mata menawarkan konsep Reward (DetikRewards) dengan mengumpulkan poin untuk orang yang sering berkontribusi.
Poin-poin itu nantinya bisa didapatkan untuk ditukar hadiah. Tapi tentunya mendapatkan poinnya tergolong susah karena hadiah yang harus didapatkan memiliki poin yang tinggi.
Nah, itulah 5 situs jurnalisme warga yang terbaik dan memiliki konsep yang jelas. Sebenarnya, masih banyak situs lain yang sejenis. Bahkan ada situs yang memiliki konsep gabungan media dan juga jurnalisme warga. Hanya saja saya memilih 5 yang terbilang populer.

Dan diantara 5 situs jurnaslime tersebut, Plimbi bisa dikatkan memiliki konsep yang menarik karena menawarkan share pendapatan iklan Plimbi.com. Sangat cocoklah buat kamu-kamu yang ingin menambah uang saku.