Cara Sangat Mudah Screen Capture di Komputer

Jika Anda membaca blog ini,  pastikan Anda kenal dengan Emak Gaoel, sang blogger kece dan pastikan kecepatan internet Anda kencang karena Anda akan buffer video. Saya sarankan gunakan internet cepat dari Smartfren.

Oke, jadi sesuai judul,  bagaimana cara mudah melakukan screen capture di komputer? Nah, sebelum saya berikan tutorialnya,  saya yakin setidaknya Anda dihadapkan dulu pada tiga masalah berikut.

1. Pernah mengalami kesulitan ketika ingin save gambar tetapi kamu tidak bisa menyimpannya?

 

Saya sering dan itu kadang membuat saya sedikit kelimpungan lantaran saya butuh gambar tersebut.  Tenang, saya kalau ngambil gambar selalu diusahakan untuk menyertakan sumbernya.

Tapi,  sayangnya tidak semua situs mau gambarnya diambil dengan mudah. Ada beberapa situs yang tidak membolehkan gambar untuk disimpan dengan cara klik kanan atau “save as”. Saya pun dibuat kebinungan

2. Ingin menyimpan sebuah gambar dari sebuah adegan di film yang kamu tonton tapi kesusahan?

 

Yah saya saya juga merasakan hal yang sama. Seringkali saya dibuat kesusahan ingin mengambil adegan atau scene penting dari sebuah film. Sebenarnya ada sih caranya, dengan cara  menekan “Prt SC Sysrq” dan menyalinnya di aplikasi edit gambar. Tapi itu ribet. Saya butuh yang mudah.

 

3.  Pernah diminta teman untuk membagikan screenshot dari komputer kamu?

 

Kalau satu teman sih gak masalah, cukup membagikan dan upload sekali ke yang bersangkutan. Tetapi bagaimana jika beberapa teman meminta secara bersamaan. Atau kamu ada di satu tim yang harus saling mendukung jika ada kendala, dan kamu diminta kirim screenshot oleh semua anggota tim?

Kebingungan kan?

Saya sempat dibuat bingung oleh ketiga masalah tersebut. Untungnya saya bisa menjawab ketiga persoalan tersebut oleh sebuah program screen capture yang sangat mudah digunakan. Semudah kita melakukan screenshot di ponsel Android.

Program tersebut adalah Lightshot. Program yang saya yakini harus teman-teman punya. Apalagi jika teman-teman sering dihadapkan pada masalah teknis.

Lantas, seperti apa Lightshot dan bagaimana cara instalnya?

Biar Anda tidak lelah bacanya, berikut saya buatkan video tutorialnya. Video tutorial yang saya buat tengah malam dengan semangat istri yang mencium di pipi sebelum ia tidur.

Selamat menikmati dan mencobanya.

 

 

banner

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Melupakan Bank Ini Tidak Semudah Melupakan Mantan

screenshot-2-572f4301d27a617a048b4567

Saya sudah lama memakai BNI. Tepatnya ketika saya kuliah dulu. Waktu itu saya tidak begitu peduli terhadap BNI karena saya sebenarnya memakai rekening BNI karena kartu mahasiswa saya terintegrasi dengan BNI. Jadi, ketika mahasiswa dulu, saya tidak begitu memanfaatkan rekening atau ATM BNI saya selain hanya untuk membayar semester.

 

Tidak ada saldo yang terisi di rekening BNI mahasiswa saya. Saya juga tidak terlalu peduli, yang penting saya bisa bayar kuliah tepat waktu lewat BNI.

Seiring berjalannya dengan waktu, saya lulus kuliah dan melupakan kartu mahasiswa BNI tersebut. Bukan melupakan sih tetapi menutup rekening BNI tersebut.
Setelah itu, dua tahun saya bergelut tanpa punya rekening. Maklum saya masih ingat ketika 2011 sampai 2013, saya lebih banyak bertransaksi secara tunai. Maklum pula saya kala itu pengangguran yang lebih banyak punya pekerjaan serabutan dan dibayar tunai.

Pertengahan 2013, saya masih bekerja serabutan tetapi sekarang lebih ke online. Karena online, mari saya sebut pekerjaan ini sebagai freelance. Biar lebih keren. Pekerjaan online ini mengharuskan saya punya rekening bank karena pembayaran dilakukan lewat rekening.

Saya jadi ingat rekening BNI saya yang ditutup. Tapi, tentu saya tidak memakainya. Akhirnya saya membuka rekening baru di bank lain. Kala itu sebenarnya saya memilih bank tersebut karena potongannya yang riingan tiap bulan.

Pertengahan tahun 2014, saya kehilangan buku tabungan dan ATM dari bank tersebut. Saya tadinya mau mengurus soal kehilangan ini. Waktu saya menanyakan ke bank tersebut, katanya saya harus mengurus mulai dari RT RW sampai surat kehilangan dari kepolisian.

Ribet.

Karena tidak ada saldo di dalam rekening saya tersebut, saya tidak peduli lagi. Daripada ribet, mending dibiarkan saja.

Kebetulan saya punya rekening lain. Hanya saja belum digunakan.

Memasuki 2015, barulah saya “galau”. Saya jadi ingat BNI dan ingin punya rekening kembali di bank ini. Ketika saya masuk sebuah perusahaan, saya lantas berpikir agar punya rekening untuk gaji saya. Maka sudah saya pastikan untuk memilih BNI kembali.

Rekening saya yang satu lagi, biarlah jadi rekening cadangan.
Saya datangi kantor BNI terdekat dari kantor tempat saya bekerja, yakni di daerah Buah Batu, Bandung.

Mengingat di kawasan tersebut banyak bank dan bangunan lain, saya harus menyusuri jalanan pelan takut terlewat.

Saya pun tiba di kantor BNI. Namun, BNI yang saya datangi ternyata adalah BNI Syariah. Saya baru tahu bahwa di dua kantor tersebut, ada dua kantor BNI. Pertama kantor BNI yang dekat dengan perempatan buah batu (Soekarno Hatta)(. Dan yang kedua kantor BNI Syariah yang posisinya hampir dekat dengan perempatan Pelajar Pejuang

Tadinya saya ragu untuk masuk ke BNI Syariah. Tapi sudah kepalang memarkirkan motor, akhirnya saya masuk dan langsung diarahkan oleh satpam ke bagian customer service ketika saya menyatakan niat untuk membuka rekening.

Saya duduk menunggu karena ada orang lain yang sedang dilayani oleh customer service tersebut.
Setelah itu, giliran saya tiba dan sang customer service menanyakan keperluan.

Saya utarakan bahwa saya ingin membuka rekening BNI. Tapi saya juga menanyakan apakah BNI Syariah berbeda dengan BNI?

Customer service yang melayani saya adalah seorang wanita berkerudung dengan wajah cukup manis itu menjelaskan tentang produk BNI Syariah. Ia juga menjelaskan kalau BNI Syariah satu jaringan dengan BNI. Jadi, kartu ATM BNI Syariah dapat digunakan untuk transaksi di ATM BNI secara gratis.

Tentu ini menarik mengingat bank lain yang juga punya embel ‘syariah” malah punya jaringan ATM sendiri sehingga ketika digunakan di ATM yang tidak memakai embel-embel “syariah” malah kena potongan.

Saya pikir tidak ada salahnya untuk kemudian membuka tabungan di BNI Syariah. Apalagi nantinya akan saya gunakan untuk keperluan menampung gaji saya tiap bulan.

Saya ditawarkan oleh dua produk tabungan BNI Syariah yakni dengan akad Mudharabah atau Wadiah. Saya memilih akad Wadiah karena tidak ada potongan bulanan dan saldo minium yang mengendap juga kecil, yakni 20 ribu saja.

Tanpa menunggu lama, saya punya rekening di BNI Syariah. Saat itu saya sudah punya tabungan BNI Syariah. Untuk ATM sendiri, tidak bisa diambil saat itu (saya lupa karena apa, mungkin stock kartunya yang habis). Saya pun menunggu sekitar dua minggu dan datang ke kantor tersebut.

Akhirnya saya punya ATM BNI lengkap tertera nama saya sendiri di kartu tersebut.

screenshot-2-572f4301d27a617a048b4567
Setelah itu saya sering bertransaksi menggunakan BNI Syariah.

Pemakaian BNI Syariah ini kadang-kadang membuat orang lain malas mentransfer karena tidak umum. Padahal jaringan ATM BNI Syariah sama dengan BNI.

Sempat seorang teman mau transfer uang ke rekening saya. Dia minta kalau bisa rekening BNI. Waktu itu saya memberikan nomor rekening BNI Syariah. Dia keberatan karena nantinya saldo akan terpotong.

Saya pun meyakinkan dia kalau BNI ke BNI Syariah tidak ada potongan untuk transfer karena satu jaringan.

Mengingat jaringan ATM BNI dan BNI Syariah sama saja, saya kadang tidak lagi menyebut BNI Syariah. Cukup BNI saja karena keduanya satu jaringan. Yang membedakan hanya soal sistem tabungannya saja yang bersifat syariah.

Teman saya yang beda bank waktu itu juga sempat kebingungan mencari kode BNI Syariah. Saya bilang pilih BNI saja karena jaringannya sama.

Banyak kejadian lainnya yang membuat saya lebih mudah dalam menggunakan transaksi menggunakan BNI, terutama BNI Syariah.

Saya pun kemudian sedikit merenung, dulu saya sempat memakai BNI, kemudian “pindah ke lain hati”, tpai ternyata tidak bertahan lama. Saya pun kembali menggunakan BNI karena BNI adalah “mantan” yang sulit dilupakan.

Kalau soal mantan sih, saya gampang lupain. Tapi kalau bank seperti BNI ini rasanya sulit dilupakan.

Yah meskipun saya kembali ke BNI dalam “versi lain” yang lebih syariah. Kalau ibarat wanita, BNI yang saya pilih adalah BNI yang lebih syari dan menjauhkan dari riba.

Romantika Ulang Tahun di Bulan Mei

Saya dan Istri dalam Romantika Mei
Saya dan Istri dalam Romantika Mei

Saya pernah membuat sebuah cerpen yang tak selesai. Judulnya “Romantika Mei”. Cerpen ini saya buat ketika saya awal kuliah dulu. Saya tak sempat menyelesaikan cerpen ini lantaran kertasnya hilang.

Waktu itu saya belum sempat mengetiknya.

Tapi saya masih ingat dengan cerita di cerpen yang saya buat itu. “Romantika Mei” bercerita tentang pria yang kuliah di Fakultas Sastra bernama Roman. Ia jatuh cinta pada seorang gadis jurusan akuntasi bernama Tika.

Setiap Selasa menjelang siang mereka sering bertemu di terminal BIS Damri. Kebetulan Roman terbiasa pulang dari kampusnya ke Bandung menggunakan Damri Dipatiukur-Jatinangor. Dan Tika menunggu BIS Damri  pulang ke rumahnya di Jatinangor sehabis kuliah.

Mereka sering berpapasan dan pada akhirnya ngobrol dan berkenalan. Hingga mereka tahu kalau ulang tahun mereka sama di bulan Mei.

Saya tidak sempat menyelesaikan ceritanya sampai akhir. Tapi “Romantika Mei” ini  pada akhirnya memberi kesan tersendiri pada kehidupan nyata saya. Bahwa di sekitar saya banyak orang yang berulang tahun di bulan Mei. Teman sekelas saya waktu kuliah juga paling banyak ulang tahunnya ada di bulan Mei.

Mengenal Warung Blogger beberapa tahun lalu dan mengetahui bahwa komunitas blog ini lahir bulan Mei membuat Mei menurut saya memiliki romantikanya sendiri. Setidaknya itu menurut penilaian saya.

Tapi penilaian saya tidak berlebihan karena Mei memang menjadi bulan romantis dalam hidup saya. Di bulan inilah, saya lahir ke dunia. Tepatnya tanggal 5 Mei 1987. Beberapa tahun kemudian, pada tanggal 1 Mei lahirlah seorang wanita yang ditakdirkan untuk hidup bersama saya. Yah, jelas dia istri saya.

Ini mirip seperti cerita pendek yang saya buat bahwa dua tokoh utamanya lahir pada bulan Mei. Tetapi tentu saja cara saya dan istri saya bertemu berbeda dengan yang ada di cerpen saya.

Yang pasti “Romantika Mei” terjadi dalam kehidupan saya. Yang paling membahagiakan 2 tahun belakangan ini.

Mei 2015 lalu, saya baru 5  bulan menjalin hubungan dengan perempuan yang kini jadi istri saya. Beberapa bulan sebelumnya saya tak menyangka kalau dia lahir juga pada bulan Mei. Itu yang membuat menarik karena saya bisa mempersiapkan hadiah untuknya jauh-jauh hari.

Karena dia sering bilang tentang panda, akhirnya saya memberikan kado berupa boneka Panda yang besar padanya. Kata istri saya waktu itu, itu adalah hadiah terindah dari saya. Dan dia selalu lebih bahagia tiap malam karena ia bisa ditemani  boneka panda.

Kado Boneka Pada
Kado Boneka Pada

Yah, meskipun sekarang setelah jadi suami istri, yang dipeluk bukan Panda. Hehehhe.

Empat hari kemudian, pada ulang tahun saya, tidak ada yang istimewa. Istri saya waktu itu juga tidak memberikan kado apa-apa. (Kan nyebelin…..). Untungnya, sebelum Mei berakhir, istri saya membelikan sepatuh warna hitam. ‘Makasih pacarku” Itu yang kukatakan waktu itu.

Mei 2015 cukup berkesan meski pada akhirnya Mei 2016 ini adalah pemenangnya. Bulan Mei ini adalah romantika yang sebenarnya.

Apa pasal?

Sehari sebelum Mei tiba, saya dan istri saya melangsungkan pernikahan. Pada malam harinya, atau pada pukul 00.00, 1 Mei 2016, istri saya mendapat “perlakukan khusus” di ulang tahunnya.

Bahkan kalau saja, beberapa bulan lalu kami melobi gedung lebih cepat, kami akan melangsungkan pernikahan pada 1 Mei 2016. Bukan pada 30 april 2016.

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=10207647763445644&set=a.10200958520258745.1073741825.1038356154&type=3&theater

Tentu jika saja pernikahan kami berlangsung pada tanggal 1, itu akan menjadi kado terindah untuknya.

Sebelum kemudian 1 Mei 2016 berakhir, saya akan memberikan hadiah dalam bentuk lain pada istri saya. Karena kami sudah halal, saya memberikan kejutan padanya untuk menginap di hotel.

Hotel tempat kami menginap adalah Best Western La Grande Bandung. Itu toh hotel yang  ada di sebrang BIP. Sebuah hotel jaringan kelas dunia.

Di Kamar Hotel Best Western La Grande
Di Kamar Hotel Best Western La Grande

Tidak perlu saya bercerita apa yang terjadi di kamar  hotel (hehehe). Yang pasti, istri saya merasa senang karena dia bisa diajak ke hotel semewah ini. Apalagi, hotelnya memiliki fasilitas yang baik. Dan dari jendela kita bisa mengintip kemacetan pusat kota Bandung.

Malam itu, kami menginap penuh “khidmat” menjadikan Mei lebih romantis dari sekadar cerita picisan yang saya buat waktu kuliah itu.

Mei menjadi lebih romantis setelah itu ketika kami menonton “Ada Apa dengan Cinta? 2”, terhibur dengan “Captain America: Civil War” serta menikmati keseruan menikmati penjelajahan di Taman Hutan Raya Dago.

Saya dan Istri ketika jalan-jalan di Taman Hutan Raya Dago
Saya dan Istri ketika jalan-jalan di Taman Hutan Raya Dago

Saya  pikir, empat hari setelah menikah itu menjadi petualangan kami yang paling menyenangkan. Sebuah hadiah yang lebih dari sekadar kue tar.

Dan lebih menyenangkan ketika pertamakali dalam hidup, saya diberikan kejutan. Tepatnya, pukul 00.00 5 Mei 2016, Istri saya membangunkan saya. Dengan wajah mengantuk saya bangun dan bertanya ada apa?

Ia kemudian mengeluarkan kue ulang tahun. Sebuah kejutan yang tidak pernah saya dapatkan setiap tanggal 5 bulan Mei. Meski Mei ini, istriku adalah ulang tahun terindahku, ia memberikan keindahan dengan kejutan kue yang ia pesan tanpa sepengetahuanku.

https://web.facebook.com/photo.php?fbid=10207675566620706&set=a.10200958520258745.1073741825.1038356154&type=3&theater

Mei 2016 ini belum berakhir. Tiap harinya, ada saja nama teman dekat yang berulangtahun. Dan 25 Mei menjadi hal yang menyenangkan karena Warung Blogger rupanya juga jadi bagian  “Romantika Mei” dalam catatanku.

Terimakasih Mei semoga nanti bertemu dengan cerita yang lebih manis dari ini.

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke lima Warung Blogger

warung blogger

Investasi untuk Masa Depan Ternyata Bisa Dilakukan di Pegadaian

2
Seminar tentang keuangan yang penulis ikuti selalu berujung pada satu hal: investasi. Mulai dari reksa dana, asuransi, dan simpanan depositi di bank, semua itu pasti membicarkan tentang investasi. Jalurnya berbeda tetapi tujuannya sama: mempersiapkan dana untuk masa depan.

Penulis juga sering teribat dalam obrolan warung kopi dengan teman tentang investasi. Meski pada ujungnya dia mengajak saya untuk bergabung dan menjadi agen dari perusahaan terkait investasi.

Penulis juga sering menerima telepon dari orang yang tak dikenal. Menyapa penulis dengan panggilan akrab, seolah kita sudah kenal sejak reformasi dulu. Penulis hanya mengangguk dan sesekali menjawab tidak pada penawarannya tentang berinvestasi.

Pada akhirnya penulis tahu kalau investasi sesuatu yang penting tetapi bukan berartti semuanya jadi genting. Harus ikut semua seolah uang tiap bulan penulis selalu ada.

Penulis juga memilah dan memilih, mana yang perlu untuk saat ini. Dan investasi apa yang tepat yang harus penulis pilih sebagai persiapan dana cadangan.

Penulis hanya punya tabungan.  Satu tabungan untuk pendapatan penulis dari bekerja di kantor orang. Satu lagi tabungan simpanan untuk masa depan.

Tapi penulis merasa itu belum cukup. Penulis pernah bermimpi untuk investasi dalam hal lain.

Keinginan Berinvestasi Emas

Terbesit dalam benak penulis, agar penulis bisa investasi emas. Hanya saja bagaimana caranya?  Seluk beluk emas tidak pernah ketahui, kecuali perhiasan yang dipakai istri penulis.

Secara kebetulan, penulis “dipertemukan” dengan Pegadaian. Tahu kan? Instansi BUMN yang mengurus soal gadai.

Waktu itu, penulis mengikuti seminar tentang blog. Kebetulan sponsor seminar ini adalah Pegadaian. Waktu itu, penulis antipati. Kenapa harus ada pegadaian? Apa nanti penulis harus menggadaiakan barang? Atau jangan-jangan menggadaikan cinta?

Ah, penulis tidak terlalu peduli sebenarnya. Tapi penulis jadi peduli dan tertarik saat segmen dari pihak Pegadaian yang memaparkan tentang produk-produk Pegadaian. Waktu itu penulis mengerenyitkan dahi.

Apa pasal? Ternyata Pegadaian tidak seperti yang penulis pikirkan. Pegadaian bukan soal meminjam uang dan menggadaikan sesuatu. Pegadaian kini telah berkembang menjadi sebuah instansi BUMN yang lebih modern, yang tidak hanya sekadar meminjamkan uang dan mendapatkan barang sebagai jaminan.

 

Tabungan Emas dari Pegadaian

Pegadaian kini punya tabungan investasi emas. Namanya “Tabungan Emas Pegadaian”. Tentu ini merupakan sesuatu yang membuat penulis jadi tertarik.

Tabungan Emas Pegadaian merupakan sebuah  layanan dari Pegadaian yang mengurus soal penjualan dan pembelian emas dengan fasilitas titipan. Jadi, kita bisa menabung untuk membeli emas di Pegadaian.

Penulis pun ingin tahu lebih banyak soal tabungan berkonsep Pegadaian Emas ini. Penulis tertarik untuk bergabung. Apalagi cara gabungnya cukup mudah, hanya tinggal membawa identitias diri, administrasi sebesar Rp 5.000  dan uang titipan selama setahun sebesar 30 ribu.

Jika sudah bergabung, maka emas bisa dibeli dengan kelipatan 0.01 gram atau senilai Rp. 5.550, (harga emas saat artikel ini dibuat Rp. 555.000,-). Itu artinya, saldo di rekening minimal 0.1 gram dan  tidak ada biaya administrasi perbulan seperti di bank.

Dari pemaparan itu, penulis pun langsung membuat rekening saat itu juga. Kebetulan, Pegadaian memang membuka pendaftaran bagi yang hadir hari itu untuk membuka “Tabungan Emas Pegadaian”.

Tiga hari setelah pendaftaran, penulis dapat SMS dari Pegadaian untuk mengambil buku Tabungan Emas Pegadaian” di kantor Pegadaian cabang Pungkur. Penulis pun berangkat pagi sekali ke kantor yang dimaksud.

Kantor Pegadaian Pungkur Bandung
Kantor Pegadaian Pungkur Bandung

 

Suasana pagi di kantor Pegadaian Pungkur Bandung
Suasana pagi di kantor Pegadaian Pungkur Bandung

 

Penulis tiba di kantor cabang Pegadaian dan langsung diarahkan ke bagian customer service oleh Satpam saat penulis bilang akan mengambil buku tabungan. Perempuan  cantik di customer service pun hanya meminta  identitas untuk verifikasi dan kemudian memberikan buku tabungan milik penulis.

Berikut bentuk tabungan emas dari Pegadaian
1 6

 

Oh yah, saat itu penulis sempat bertanya, apakah tabungan emas ini harus berbentuk emas jika kita ingin mengambilnya? Dan ternyata, tabungan ini bisa diambil juga dalam bentuk tunai. Hanya saja jika ingin mengambil dalam bentuk tunai, saldo di rekening haruslah senilai dengan 1 gram emas.

Jika ingin mengambil dalam bentuk emas, maka saldo di rekening harus senilai dengan 5 kepingan gram emas atau kelipatannya (10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram) dan ada biaya cetak jika ingin mengambil dalam bentuk emas.

Penulis pun kini merasa senang karena kini penulis bisa punya investasi lain untuk masa depan. Investasi itu adalah simpanan gadai emas di Pegadaian.

Narsis di Pegadaian
Narsis di Pegadaian

Menelisik Lebih Dalam Smartphone 1-Jutaan Advan i5A 4G LTE

Advan I5A
Advan I5A

Kalau mau jujur, saya sebenarnya kurang akrab dengan produk-produk dari Advan. Saya sempat punya tablet Advan beberapa tahun lalu tapi jujur tidak berkesan. Bentuk dan varian produk dari Advan terkesan sama. Monoton.

Ini barangkali yang membuat saya tidak terlalu mengenal dekat dengan produk Advan.

Belakangan saya tahu, seri Vandroid dari Advan mengalami banyak perubahan desain dan tampilan. Saya sadar hal ini ketika Advan jadi official partnert klub besar di Spanyol, Barcelona.

Iklan Advan dan adanya logo Barcelona ini yang kemudian menarik perhatian saya. Saya pun mulai penasaran dengan Advan. Terutama dengan produk, Advan I5A 4G LTE.

Continue reading “Menelisik Lebih Dalam Smartphone 1-Jutaan Advan i5A 4G LTE”