Dua Wanita Cantik yang Jago Food Photography Ini Berbagi Tips Tentang Cara Memotret Makanan agar Hasilnya “Memuaskan”

Jarang sekali saya ini belajar soal foto makanan. Padahal kadang sering nerima undangan untuk peluncuran produk makanan. Saya tak banyak berpikir sih, lansung jepret karena selalu beranggapan kalau kameranya sudah oke(meskipun pake HP), ya sudah nanti langsung tayangkan hasilnya.

Tapi memotret makanan tidak sesederhana itu ternyata. Ada ilmunya ternyata. Istilah “Food Photography”. Narablog yang fokus di makanan ternyata paham hal ini, apalagi para selebgram kuliner tentunya paham soal ini.

Akun Instagram @FOODAFFAIR (yang memiliki followers mendekati 70 ribu) adalah salah satu contoh akun Instagram yang fokus pada potret makanan.

Dari foto-foto yang ditampilkan tampak memang kalau semua fotonya memilikikhas sendiri. Jauh berbeda dengan foto makanan hasil jepretan saya yang asal-asalan.

Yang menarik, ternyata pemilik akun Instagram @FOODAFFAIR adalah dua wanita cantik kakak beradik. Mereka adalah Felicia dan Meidi. Kayak gimana sih orangnya? Ini nih…

Felicia dan Meidi

Kalau ke orang cantik pasti Kepo nih….. hmmm enggak sih sebenarnya.

Saya baru tahu mereka juga karena mereka jadi narasumber dalam gelaran bertajuk “Food Styling & Smartphone Photography with PRIME 7”. Acara yang diselenggarakan oleh Polytron dan Indoblognet ini berlangsung pada Kamis, 21 Desember 2017 di Ngopi Doeloe Setiabudi,Bandung.

Dari judul acaranya jelas kalau ini semacam diskusi dan pembelajaran tentang cara memotret makanan dengan baik. Felicia dan Meidi dan tidak pelit lho berbagi ilmu tentang cara motret makanan seperti yang mereka terapkan pada foto-foto yang mejeng di akun Instagram @FOODAFFAIR .

Apa saja sih tips memotret makanan dari mereka? Ini dia tips-tipsnya.

1. Penggunaan Cahaya

Cahaya adalah hal yang penting saat memotret makanan. Ambilah foto makanan saat penerangan cukup dan ambil pada posisi dekat jendela. Saat paling bagus untuk memotret makanan adalah saat pagi hari (08.00-10.00) dan sore hari (04.00-05.00).

Jika foto dilakukan di luar jam tersebut, bisa menggunakan cahaya tambahan seperti reflector terutama untuk yang motret menggunakan kamera ponsel.

 

2. Cari Sudut Pandang Yang Sesuai

Angle atau sudut pandang menjadi faktor penting saat memotret makanan. Nah ketika kita akan memotret makanan, kita harus menentukan sudut pandang mana yang tepat untuk makanan tersebut.

Ada dua sudut pandang yang biasa dipakai dalam food photography.

Pertama adalah Eye Angle yakni pengambilan gambar dengan yang sudut pandangnya sejajar dengan mata. Tipe sudut pandang ini cocok untuk mengambil makanan  yang berlapis seperti burger, kue bolu lapis, dan sejenisnya.

Kedua adalah Top Angle yakni pengambilan gambar dari sudut pandang atas. Penggunaan sudut pandang ini tujuannya untuk bercerita tentang makanan secara keseluruhan atau justru ingin menonjolkan sisi utama bagian atas seperti Pizza yang jelas fokusnya pada topping-nya.

 

3. Styling Properti Foto

Taplak meja, vas bunga, serbet, dan properti lainnya bisa dijadikan tambahan tujuannya untuk menambahkan gaya foto. Menurut Felicia dan Meidi, bahkan tembok pun bisa jadi latar  keren lho. Properti ini tentunya hanya tambahan dan fokus utama foto tetap makanan.

4. Menambahkan “Human Element”

Jika tak ada properti, “unsur manusia” pun bisa dimasukan. Contohnya tangan manusia saat sedang potong kue. Atau juga saat orang sedang makan burger misalnya. Tapi penambahan unsur manusia tidak melebarke selfie karena fokus utama foto adalah makanan.

5. Shoot The Fresh Food

Seperti halnya makanan yang memiliki perubahan suhu cepat saat terlalu lama, maka memoto makanan pun demikian. Es krim yang disajikan dingin tentu akan berubah bentuknya saatsudah tak dingin lagi karena itu segeralah untuk foto saat es krim sedang dingin.

Pun sama dengan tahu bulat yang digoreng dadakan itu. Coba foto saat tahu tersebut dingin akan tidak indah bentuknya dan jelas tidak bulat.

Karena itu fotolah makanan saat sedang segar-segarnya.

 

6.  Katakan Tidak untuk Zoom

Saat memotret makanan, hindari memotret makanan dengan cara melakukan zoom in. Apalagi jika menggunakan kamera ponsel. Kenapa tidak boleh zoom? Karena penggunaan zoom akan membuat hasil foto tidak bening. Menurut kakak beradik cantik Felicia dan Meidi, daripada zoom, sebaiknya kita mendekat ke objek foto.

7. Rule Of Third

Ini penting, Rule of Third ini berlaku juga sebenarnya selain untuk foto makanan. Hanya saja untuk foto makanan, objekutama sebaiknya berada pada titik garis pertemuan dari 9 kotak.

Itu 9 kotak darimana? Lihat gambar berikut!

Contoh Rule of Third

Pada foto bagian kiri adalah foto keseluruhan yang  diberi garis imajiner yang membagi 9 kotak. Sementara bagian kanan adalah foto polos. Nah pembagian kotak tersebut adalah sama besar. Ada 4 titik pertemuan antara garis horizontal dan garis vertikal.  Nah, titik pertemuan tersebut sebaiknya merupakan objek foto.

8. Editing

Namun Fellicia dan Meidi berpendapat bahwa hasil foto sebaiknya melalui proses editing sebelum ditayangkan di media sosial atau blog.  Tentunya edit foto hanya sebatas penambahwan warna atau cropping. Foto hasil jepretan mereka sendiri sering diedit terlebih dulu menggunakan  VSCo atau Snapseed.

 

Selain memberikan tips, Fellicia dan Meidi  juga memperlihatkann hasil foto mereka yang menggunakan ponsel.  Fotonya sudah tayang di Instagram mereka. Ini dia.

Sumber Foto @FOODAFFAIR

Keren banget hasil fotonya meski hanya menggunakan kamera ponsel. Dan perlu pembaca tahu kalau foto tersebut diambil menggunakan ponsel Polytron Prime 7.

Saat acara berlangsung, saya dan peserta  diskusi lain juga berkesempatan untuk menerapkan tips tersebut. Kami pun ramai memotret makanan. Kami juga dipersilakan memotret menggunakan kamera Polytron Prime 7.  Tentu saja kami juga cukup senang dengan acara ini.  Terlebih suasana tempat diskusi keren juga nih tempatnya.

Tes foto menggunakan Polytron Prime 7

 

Suasana peserta saat latihan foto makanan

 

Tempat dengan suasana keren untuk diskusi

Selain dapat ilmu, hal baru yang tidak dilewatkan oleh saya adalah berkenalan dengan Polytron Prime 7.  Smartphone sudah terbukti memiliki kemampuan kamera yang baik. Buktinya sudah digunakan oleh Felicia dan Meidi. Selain faktor kamera, smartphone ini juga unggul dari daya tahannya. Berbahan material kuat, smartphone tahan banting bahkan pernah diuji tes ketahanan dan smartphone ini baik-baik saja.

Yang penasaran dan mau banget Polytron Prime 7, bisa cek kesini yah.

Terakhir dari saya, terimakasih buat Indoblognet dan Polytron yang telah menggelar kegiatan sehingga saya berkenalaan dengan selebram makanan kece yang mau baik hati berbagi tips untuk memoto makanan. Dari diskusi ini juga saya mau mulai belajar foto makanan untuk tidak asal jepret lagi.

 

 

 

 

Advertisements

Tips Memilih Jam Tangan Berkualitas di Diskon Harbolnas

Aksesoris merupakan benda koleksi yang banyak dimiliki oleh orang. Dengan memiliki banyak koleksi aksesoris, Anda bisa menggunakannya untuk dipadupadankan dengan berbagai busana yang dimiliki.

Salah satu aksesoris yang banyak dijadikan koleksi adalah sebuah jam tangan. Jam tangan banyak digunakan oleh para pekerja kantoran atau profesional untuk membantu mereka menunjukkan waktu.

Selain itu jam tangan juga bisa dikoleksi untuk dipadupadankan dengan busana sehingga antara aksesoris dengan busana menjadi sepadan.

Untuk mencari jam tangan yang berkualitas namun dengan harga yang lebih terjangkau untuk menambah koleksi, Anda bisa memanfaatkan diskon harbolnas di Bukalapak yang bisa kalian klik disini www.bukalapak.com/promo-harbolnas1212.

Harbolnas merupakan singkatan dari hari belanja online nasional yang dirayakan setiap tanggal 12 Desember.

Di tanggal tersebut, Bukalapak sebagai salah satu situs belanja online terpercaya dan besar di Indonesia memberikan berbagai promosi menarik untuk para calon pembelinya.

Salah satunya adalah dengan memberikan potongan harga hingga 90% agar banyak calon pembeli yang bisa memanfaatkannya untuk membeli berbagai kebutuhan dengan harga yang terjangkau termasuk diantaranya adalah jam tangan.

Bukalapak merupakan situs yang memiliki banyak penjual  yang menjual berbagai produknya secara online. Salah satu produk yang banyak dijual di Bukalapak adalah jam tangan.

Dari kualitas biasa hingga brand jam tangan terkenal ada di Bukalapak. Anda bisa mendapatkan berbagai model, warna dan bentuk jam tangan yang disesuaikan dengan busana Anda sehingga bisa dijadikan koleksi yang bermanfaat.

Namun karena banyaknya penjual dan barang yang diperjualbelikan di Bukalapak, Anda harus berhati-hati dalam memilihnya. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memilih jam tangan berkualitas.

 

  1. Perhatikan merk jam tangan tersebut. Jika Anda ingin jam tangan berkualitas bertaraf internasional maka sebaiknya Anda memilih jam tangan branded dengan harga yang wajar. Diskon yang diberikan di diskon harbolnas di Bukalapak pun tak bisa terlalu besar karena memang harga modal untuk jam tangan tersebut sudah besar.
  2. Perhatikan reputasi penjual dengan cara membaca testimoni pembeli sebelumnya. Anda bisa mencari reputasi yang mengatakan bahwa barang jualannya adalah produk asli dan bergaransi untuk jam tangan branded.
    Gambar via pexels.com

     

  3. Baca testimoni untuk produk jam tangan terutama jika Anda memilih jam tangan kw atau jam tangan produksi dalam negeri. Jangan membeli barang jika banyak yang menuliskan mengenai kelemahan produk jam tangan tersebut.
  4. Perhatikan harga jual. Dengan adanya promo dari Bukalapak di hari Harbolnas, maka harga jual akan semakin terjangkau. Namun hal ini biasanya hanya akan berlaku untuk produk kw saja sedangkan untuk jam tangan branded akan tetap memiliki harga jual yang tinggi. Anda justru harus berhati-hati jika ada penjual yang menjual produk jam tangan branded dengan harga murah karena bisa jadi barang tersebut adalah produk KW.
  5. Pilih sesuai dengan budget yang dimiliki. Jika Anda sudah menerapkan budget, maka belilah sebuah jam tangan sesuai dengan budget tersebut. dengan adanya promo, Anda bisa membeli jam tangan dengan kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan harganya.

 

Dengan membeli jam tangan di diskon harbolnas di Bukalapak Anda bisa mendapatkan berbagai kualitas jam tangan sehingga akan banyak koleksi yang bisa Anda dapatkan dengan harga yang cukup terjangkau.

Selain memanfaatkan promosi potongan harga, Anda juga bisa memanfaatkan promosi ongkos kirim dimana Bukalapak juga memberikan promo gratis ongkos kirim ke beberapa wilayah tertentu atau menggunakan jasa paket tertentu.

Cover image via pixabay.com

7 Kebiasaan Buruk yang Berpengaruh Terhadap Lambatnya Kesuksesan

Banyak orang yang ingin sukses dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari kesuksesan tersebut. Tapi, hanya sedikit orang yang menuju jalur sukses dengan cara yang benar.

Kebanyakan orang hanya berangan bahwa suatu hari mereka akan memiliki banyak orang yang bekerja untuk mereka.

Banyak orang yang hanya membaca kisah sukses tanpa pernah mengikuti jejak atau proses yang dilakukan orang-orang tersebut.

Paling-paling mereka hanya bisa terkagum. Praktiknya, mereka selalu melakukan kebiasaan yang serupa yang bahkan tidak dilakukan orang sukses.

Mereka dalam hal ini bisa saja Anda atau saya. Yah,  siapapun itu, jika ingin sukses tidak semudah membalikan telapak tangan.

Ada hal-hal yang harus dijalani. Ada proses yang panjang untuk menjadi sukses. Beberapa proses itu adalah tentang sikap yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang sukses.

Yah, orang-orang sukses bisa mencapai posisi mereka karena mereka mereka tidak memiliki 7 sikap atau kebiasaan berikut ini.

1. Menunda Pekerjaan

Dalam bahasa Inggris, sikap ini disebut sebagai “procrastination”. Sikap ini adalah sikap untuk menunda-nunda segala pekerjaan yang dibebankan.

Sikap menunda ini kurang bagus.  Orang sukses selalu sigap tetapi orang gagal selalu menunda pekerjaan tanpa mereka sadari bahwa pekerjaannnya akan terus menumpuk.

Orang gagal seperti lupa bahwa waktu sangat berharga dan tidak bisa dikembalikan. Sementara orang sukses tahu artinya waktu yang sangat penting.

Bukankah, dalam agamapun, ibadah tidak baik kalau ditunda-tunda? Jadi, mari kita mulai untuk tidak menunda-nunda kewajiban dan tugas-tugas kita.

Jangan banyak procrastination seperti yang diceritakan oleh video berikut ini!

2. Selalu Menyalahkan Orang Lain atau Hal Lain 

Orang gagal selalu menyalahkan orang lain ketika mereka memang melakukan kesalahan. Seolah-olah mereka takut kalau kesalahan itu adalah tanggung jawab mereka.

Gagal berkompetisi, menyalahakna sarana. Gagal dalam ujian, menyalahkan guru. Gagal berbisnis, menyalahkan pasar.

Orang sukses tidak pernah menyalahkan apapun. Ia tahu kalaupun gagal, mungkin ada yang salah dengan dirinya dan ia ingin perbaiki.

Tips untuk orang yang selalu menyalahkan adalah dengan menerima bahwa mungkin kita yang salah.

Tidak ada apa-apa kalau kita melakukan kesalahan selama setelahnya kita belajar dan tidak mengulanginya lagi.

3. Sinis dengan Prestasi yang Dicapai Orang lain

Pada era media sosial yang begitu terbuka ini, banyak orang yang memamerkan prestasinya. Terkadang hal ini membuat sebagian  orang melihatnya sebagai sebuah motivasi agar bisa menjadi orang tersebut.

Tapi orang gagal berbeda. Dia akan mengatakan

“Aku juga bisa melakukannnya. Cuman segitu aja mah bisa. Asal aku bisa lebih keras”

Padahal dia hanya bisa ngomong dan tidak melakukan apa-apa. Selalu sinis dan tidak mengapresiasi orang prestasi yang orang lain dapatkan.

Lapang dada adalah kunci agar terhindar dari sikap ini. Tentunya lapang dada juga disertai dengan ucapan selamat terhadap teman yang mendapatkan prestasi.

 4. Konsumtif

Ada dua perbedaan dalam hal pembelian barang dari orang gagal dan orang sukses. Orang sukses tidak terlalu bergantung pada barang-barang yang sedang tren meskipun dia mudah mendapatkannya. Dia akan selektif untuk memilih apa yang ia butuhkan.

Orang gagal justru lebih konsumtif. Ada flash sale gadget yang murah, dia ikutan. Padahal, gadget yang dia punya masih cukup mumpuni.

Dia juga akan mudah tergoda untuk membeli makanan ataupun barang-barang yang sebenarnya tidak teralu dibutuhkan.

Karena itu, kurangilah sikap konsumtif. Belilah sesuatu yang memang diperlukan. Kalau memang misalnya sedang butuh pakaian baru lantaran pakaian lama sudah gak layak pakai, belilah pakaian tersebut. Jangan sampai ada pada situasi saat butuh pakaian baru tetapi justru uangnya malah untuk makan-makan di kafe ternama.

5. Cuman Wacana

Inilah sikap yang mungkin banyak ditemukan pada orang-orang di sekitar. Mungkin termasuk saya atau Anda.

 Kita terlalu banyak bicara.

Kita terlalu banyak berteori atau terlalu banyak berwacana tanpa mempraktikan hal tersebut.

Orang gagal selalu ingin didengarkan tapi ia tidak pernah mau mendengarkan.  Bisanya cuman “ngomong doang”

Karena itu, beri ruang untuk orang lain bicara dan Anda jadi pendengar yang baik agar bisa belajar sesuatu dari mereka.

6. Terlalu banyak Berasumsi atau Beralasan Negatif

Orang gagal lebih banyak bicara  seperti

“Gakan berhasil”

Atau

“Ah, disana jarang ada yang beli kalau buka usaha”

“Saya gak punya bakat buat lakuin hal itu”

“Mustahil ah dikerjakan seminggu”

dan banyak asumsi serta alasan lainnya yang berkonotasi negatif. Kalimat-kalimat itu adalah kalimat sakti untuk membuat orang gagal terus berada pada jalurnya.  Mereka akan terus bicara seperti itu tanpa pernah benar-benar mencobanya.

7. Berhenti Sebelum Berhasil

Orang gagal selalu ingin sukses secara instan. Karena itu banyak orang yang memang lebih banyak mengagumi orang sukses dibandingkan menduplikasikan apa yang dilakukan orang sukses tersebut.

Orang gagal merasa kalah ketika bisnis pertama yang ia geluti tidak menguntungkan. Orang gagal merasa kalah ketika ia tidak bisa mencapai posisis manajer. Mereka tidak mencoba lagi dan berhenti di tengah jalan.

Padahal orang sukses itu berangkat dari banyak kegagalan.

Jangan menyerah!

Terus lakukan lagi karena ada banyak orang yang sedikit lagi berhasil tetapi mereka berhenti dan terlalu lelah. Atau mungkin juga mereka terlalu takut untuk melakukan lagi.

Ingin sukses? Maka tinggalkanlah  7 kebiasaan tersebut. Mulailah dengan cara mengurangi sikap-sikap yang memang  tidak membuat Anda sukses. Terus berjuang dan jangan menyerah menghadapi tantangan!

 

 

Disclaimer 

Artikel pertamakali tayang di Plimbi, ditayangkan kembai dengan sedikit perubahan

Sumber cover image via Flickr

5 Pekerjaan Tambahan untuk Para Penulis Lepas yang Bisa Dicoba

Pertumbuhan digital dan teknologi informasi membuat beberapa pekerjaan baru bermunculan. Salah satunya adalah penulis yang dilakoni oleh saya sendiri. Penulis dalam hal ini tentu saja makannya adalah mereka yang suka menulis, apapun mediana, tidak terpaku pada buku saja.

Saya sendiri adalah penulis yang sering menulis di blog, bahasa kerennya saat ini adalah blogger, bahasa Indonesia bakunya, narablog.  Tapi narablog bukan pekerjaan utama saya. Pekerjaan utama saya adalah mengatur konten, bahasa kerennya, content marketing di salah satu perusahaan jasa.

Tidak sedikit narablog yang menjadikan blog hanya sampingan karena memiliki pekerjaan utama. Meski ada juga yang memang menjadi narablog adalah ladang utamabdia mencari nafkah.

Oh yah selain narablog, ada juga para penulis yang bekerja di perusahaan lain. Sebutan kerennya, Content Writer. Ada yang bekerja tetap (full time), ada juga para penulis yang bekerja di perusahaan secara paruh waktu (freelance).

Tidak ada yang salah memilih bekerja penuh atau paruh waktu, apapun pilihannya itu tergantung individunya masing-masing. Saya sendiri pernah merasakan berada di kedua posisi tersebut. Tidak ada masalah besar asal bisa mengelola keuangan dan waktu, terutama untuk mereka para penulis yang bekerja paruh waktu.

Jujur saja, saya pernah bekerja paruh waktu dengan pendapatan defisit. Penyebabnya sih saya sendiri. Seperti yang  umum diketahui, bekerja paruh waktu itu dibayar ketika kita kerja. Kalau kita tidak bisa menyelesaikan tulisan atau proyek tulisan, yah kita tidak dibayar.

Dan ada masa saat saya malas menulis karena kebosanan pekerjaan. Ujung-ujungnya, saya berutang.

Tak mau mengalami kesalahan yang sama, saya mulai berpkir bahwa penulis lepas (apapun jenisnya) harus memilki pekerjaan tambahan. Tujuannya agar pekerjaan lebih variatif, tidak membosankan, dan juga tentu saja menambah pundi-pundi uang agar dapur tetap mengepul

Dan inilah 5 pekerjaan tambahan yang bisa dilakukan para penulis lepas.

1. Jual Beli Online

via https://pixabay.com/p-1929002/

Ini adalah bisnis yang menurut saya semua orang bisa melakukannya. Asal mengerti tentang internet dan pola jual belinya. Banyak yang sukses berkat jual beli online ini.

Gak punya modal buat memulai? Jangan jadi alasan karena kita bisa melakukannya dengan modal 0 yakni dengan cara dropshipe, yakni menjual produk  orang lain terlebih dulu.

Setelah itu, baru naik tingkat menjadi reseller. Kalau in kamu bisa memulai dengan cara belanja di toko-toko online kemudian menjual di media social atau memiliki website sendiri. Atau kamu juga bisa menjual secara offline.

Ketika sudah ada modal, barulah kamu bisa memulai dengan menjual produk sendiri

2. Afiliate Produk

via http://www.creative-commons-images.com/handwriting/images/affiliate-marketing.jpg

Kalau yang satu ini sebenarnya tidak beda jauh dengan nomor 1. Hanya saja dalam hal ini, kamu bekerja sebagai “makelar” alias sebelum orang membeli produk, kamu bisa mengarahkan orang tersebut menggunakan link afiliasi kamu. Yang perlu kamu lakukan adalah memiliki website atau share media sosial yang didalamnya ada link afiliasi kamu ke salah satu toko online.

Kamu bebas untuk afiliasi apa saja, bisa produk digital, produk kecantikan, gadget, bahkan afiiliasi untuk jual beli mobil baru pun jelas bisa.

3. Jasa Pembuatan Website atau Desain

via http://www.publicdomainpictures.net/pictures/190000/velka/responsive-web-design-concept.jpg

Kalau yang satu ini kamu perlu kemampuan dan perlu belajar lebih lanjut. Tapi saya yakin, tidak sedikit para penulis lepas yang memiliki blog yang dalam hal ini jelas mereka juga sambil belajar membuatt website. Nah, kemampuan membuat website sederhana tersebut bisa kamu jajakan ke teman atau orang yang membutuhkan website sederhana.

Kalau kamu punya kemampuan menggambar atau mendesain, jelas kamu juga bisa menjajakan kemampuan desain kamu. Apalagi kalau kamu mahir web desain, sudah paket lengkap. Bisa menulis, bisa membangun website dan bisa web desain.

4. Jasa SMO dan Jasa SEO

via https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/dc/Click4networks.png

SMO adalah Social Media Optimazation yang artinya optimalisasi media sosial. Kamu bisa belajar tentang hal ini karena di Google banyak sekali caranya. Yang paling penting kamu menguasai media sosial. Nah, jika ada teman kamu ada yang jualan online, kamu bisa menawarkan ke mereka untuk mengoptimalkan media sosial mereka.

Sementara SEO adalah Search Engine Optimazation atau optimalisasi mesin pencari. Sebenarnya, mempelajari SEO agak susah-susah gampang. Namun yang jelas pemahaman kamu yang suka membuat blog akan DA, PA, SEO On-page, SEO off-page bisa jadi bekal buat membuka jasa ini.

5. Pelatihan atau Kursus

via https://pixabay.com/p-589859

Yang kelima adalah membuka pelatihan atau kursus. Mengapa? Karena kamu tidak harus menyimpan ilmu kamu sendiri. Kamu bisa membuka kursus pelatihan menulis atau pelatihan membuat website sederhana. Siapa tahu, nanti kamu bisa jadi trainer handal dan malah jadi narasumber. Amin

Nah itu tadi, 5 pekerjaan tambahan yang bisa dilakukan para penulis lepas terutama untuk para narablog alias blogger. Semoga bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi kepada teman-teman penulis untuk mencari peluang lain dalam mendapatkan uang.

 

Sumber Cover image https://pixabay.com/p-1989333/

6 Inovasi Teknologi Balitbang PUPR yang Memiliki Dampak Bagi Masyarakat

Hari yang cerah Minggu pagi itu, 19 November 2017, di Dago Bandung. Seperti biasa, di kawasan ini pada Minggu pagi ada kegiatan rutin yang disukai warga bandung ke Car Free Day alias CFD. Saya pun berada disana, pukul 6 pagi, lebih cepat satu jam dibanding kebanyakan orang datang.

Saya tak selalu sering kesini, hanya beberapa kali dalam setahun. Setiap kali ke CFD Dago, selalu ramai saat orang, dari mulai jualan, promosi produk atau kegiatan, panggung hiburan, dan berbagai kampanye dari pemerintah, instansi swasta, LSM/NGO,  maupun dari organisasi nirlaba.

Seperti pada pagi itu, pada tanggal yang sudah saya sebutkan, saya menemukan kampanye seru dari BALITBANG PUPR (Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) terkait produk berupa inovasi teknologi yang mereka ciptakan.

Kampanye dari Balitbang PUPR diadakan persis di depan Eduplex. Ada panggung disana, ada musik, dan yah ada aerobik yang menarik saya untuk kemudian ikut melatih badan. Lagu Sayang dari Via Vallen diputar membuat saya ikut senam aerobik.

Bukti kalau saya ikut bergoyang

Tidak ketinggalan, saya rekam pula kegiatan senam itu yang bisa disaksikan lewat video berikut ini.

Tapi saya tidak akan bercerita tentang senam aerobiknya. Biarlah itu jadi hiburan pembuka. Karea acara utama adalah ketika Pak Herry Vaza, Sekretaris Balitbang memberikan sambutan kepada pengunjung (dalam hal ini warga kota Bandung) dan menjelaskan tentang peranan Balitbang PUPR lewat inovasi teknologi yang mereka kembangkan.

Pak Herry Vaza salah satunya menjelaskan tentag inovasi teknologi mereka yakni teknologi  penggunaan sampah plastik untuk aspal jalan.  Menurut Pak Herry, pada 2018 diperkirakan laut memiliki kapasitas 1 kilogram sampah berbanding 3 kilogram ikan. Diperkirakan pada 2025 ada kemungkinan tiap 1 kilogram sampah berbading dengan 1 kilogram ikan, itu berarti kapasitas ikan di laut berkurang. Hal ini juga ditenggarai dengan alasa sampah plastik hitam yang tidak bisa memakai metode 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle).

Pak Herry Vaza menjelaskan tentang sampah plastk hitam yang tak terpakai

Oh yah, sekitar area Balitbang PUPR di CFD Dago tersedia informasi berupa infografis yang dipajang seperti layaknya pameran foto. Tujuan adanya foto stand ini jelas untuk meningkatan awarness warga kota Bandung terhadap inovasi teknologi yang dicanangkan oleh  peranan Balitbang PUPR.

Beberapa program berupa inovasi teknologi dari Balitbang PUPR ini antara lain sebagai berikut.

1. Teknologi Pemanfaatan Limbah Plastik

Masalah sampah plastik hitam yang sudah disebutkan sebelumnya kini bisa diatasi dengan teknologi pemanfaatan limbah plastik.   Teknologi ini meungknkan plastik hitam dikelola untuk dijadikan aspal jalan. Campuran aspal yang dimodifikasi dengan polimer ternyata bisa  membuat  umur layan jalan jadi meningkat karena limbah plastik mampu meningkatkan stabilitas dan kekuatan dari campuran aspal.

2. RISHA

Risha  merupakan rumah layak huni yang terjangkau. Proses bangunan RISHA  bisa selesai hanya dalam satu hari.  Kok Bisa? Yah karena, RISHA dibangun dengan komponen yang fleksibel penggunaannya. Bahkan, proses pembangunan rumahnya bisa dilakukan cukup tiga orang saja.

Karena kemudahan tersebut, RISHA sudah dilirik 67 aplikator dan sudah diterapkan pada lebih dari 10.000 unit di Aceh. Yang bisa membuat orang tertarik terhadap RISHA adalah karena rumah ini bisa dibangun lebih cepat, harganya lebih murah, lingkungan rumah lebih ramah lingkungan, dan yang paling penting RISHA adalah rumah lebih tahan gempa.

3.  Ecotech Garden

Ecotech Garden adalah inovasi teknologi  pengolahan air selokan. Teknologi hasil Puslitbang Sumber Daya Air ini  memanfaatkan tanaman hias air. Manfaat dari teknologi ini adalah peningkatan estetika lingkungan, menurunkan bau, serta menurunkan BOD.

4. Green Pedestrian

Green Pedestrian dibangun sebagai sarana untuk menyediakan fasilitas pejalan kaki dengan konsep kota hijau sehingga daerah pedestarian tersebut bisa disebut  Walkability.

Walkability dalam hal ini adalah dukungan keseluruhan untuk pejalan kaki dan memperitungkan konektivitas jalan, kondisi jalan, pola penggunaan lahan, serta kenyamanan saat berjalan.

5. ABDULAH

ABDULAH merupakan singkatan yang memiliki kepanjangan Akuifer Buatan dan Daur Ulang Air Hujan. Serupa dengan Ecotech Garden, teknologi ini dikembangkan oleh Puslitbang Sumber Daya Air. Teknologi ini diciptakan untuk pemenuhan kebutuhan air wudhu. Air wudhu ini bersumber dari hasil pemanfaatan  air hujan yang yang kemudian bisa dipakai secara berulang-ulang.

6. ABSAH

ABSAH merupakan singkatan yang memiliki kepanjangan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan. Teknologi ini mirip dengan aliran air yang terjadi di alam. Fungsinya ditujukan untuk penyediaan air baku mandiri yang bisa diterapkan terlepas dari penyediaan air dari PDAM.

 

Keenam inovasi teknologi dari Balitbang PUPR tersebut dipamerkan dalam bentuk photostand dan warga Bandung di CFD Dago cukup awarness dengan pengenalan produk Balitbang PUPR ini. Apalagi, both Balitbang PUPR photostand yang bisa digunakan untuk pamer di media sosial.

Sebagai penutup cerita saya di CFD dengan Balitbang PUPR ini, saya sisipkan foto menggunakan photostand Balitbang PUPR berikut ini.

.

 

Disclaimer 

  • Foto merupakan dokumentasi pribadi, khusus infografis berasal dari situs
  • Tulisan ini  dimuat terlebih dulu di Kompasiana, saya terbitkan ulang dengan pergantian judul dan beberapa perubahan kalimat. 

Facebook Groups yang Kehilangan Diskusi dan Mulai Ditinggalkan

Kehadiran Facebook adalah gegap gempita media sosial yang sebenarnya. Friendster memang hadir lebih dulu tapi gaung dan pengaruhnya kalah jauh dengan Facebook. Didirikan tahun 2004, Facebook mulai populer di Indonesia mulai tahun 2009. Sejak saat itu, banyak orang berbondong-bondong punya akun Facebook.

Betapa tidak, Facebook kala itu adalah tempatyang tepat berbagi pikiran dan perasaan, menjaring pertemanan, berkumpul, bahkan menjadi awal langkah pertumbuhan jualan di dunia maya.

TIdak hanya itu, kehadiran Facebook membawa banyak kenangan. Orang-orang di masa lalu bisa bertemu kembali di Facebook. Hal itu tak lepas dari algoritma jaringan pertemanan Facebook. Maka pertemuan itupun melahirkan sebuah grup Facebook alumni sekolah, alumni kuliah, dan sebagainya.

Facebook Groups tidak hanya untuk grup alumni sekolah. Banyak juga grup terbentuk karena kesukaan dan hobi yang sama. Misalnya grup yang anggotanya suka membaca dan menulis, suka drama Korea, fans dari musisi atau selebritas tertentu, sampai grup berbau mesum yang belakangan “dicyduk” oleh pihak yang berwajib.

Salah satu grup yang cukup saya ikuti perkembangannya adalah grup narablog. Bergabung dengan grup narablog membuat saya bisa berkenal dengan orang banyak dan tentu saja ketemu dengan narablog lain. Dari mulai grup sebatas kumpulan narablog di Bandung, kemudian kenal dengan narablog luar kota, sampai kenal dengan banyak narablog (yang rerata banyaknya perempuan) di lingkaran Facebook saya.

Perkenalan saya dengan teman-teman narablog lain itu tak lepas dari keaktifan mereka di grup-grup narablog untuk berbagi tautan akan tulisan mereka. Grup-grup narablog yang saya ikuti memang sering jadi tempat untuk semua anggota berbagi alamat blog atau tulisan mereka.

Tidak sedikit pula grup-grup itu yang kemudian berbagai tips mengenai blog dan sejenisnya.

Sayangnya, sejak populernya WhatsApp, grup di Facebook mulai ditinggalkan. Jumlah anggota grup yang makin banyak atau mungkin karena kesibukan tertentu, mulai tampak lebih sepi. Dan yang ramai di grup hanya sesekali.

Hal ini juga dilandasi dengan banyaknya orang yang tadinya dalam satu lingkaran grup Facebook mulai membuat “lingkaran” yang lebih eksklusif dalam grup WhatsApp. Maka tak heran, grup Facebook menjadi lebih sepi. Obrolan dan dialog menarik yang lebih fleksibel di Facebook kini berpindah di grup WhatsApp.
Saya tak menyalahkan hal ini karena saya juga tergabung di grup WhatsApp sebuah komunitas narablog. Yang disayangkan oleh saya adalah bahwa aktivitas di WhatsApp dan di grup yang sama di Facebook tidak seimbang.

Orang lebih suka berbagi tips di grup WhatsApp dibanding di grup Facebook. Berbagi informasi terkait lowongan pekerjaan, peluang, ataupun informasi lebih banyak di grup WhatsApp. Grup Facebook juga sebenarnya masih banyak tapi lingkaran pertemanannya lebih luas.

Lalu, apa inti yang ingin saya sampaikan? Tidak ada sebenarnya. Saya menerima perubahan karena perubahan tak bisa dihindarkan. Hanya saja saya amati, grup Facebook (terutama lingkaran narablog) hanya jadi tempat berbagi tautan saja. Sementara aktivitas diskusi lebih banyak di WhatsApp Groups. Lagipula, grup narablog juga meskipun nama komuntiasnya beda, orangnya juga kurang lebih itu-itu juga sih.

Saya pikir grup Facebook sebagai induk kelahiran grup-grup WhatsApp perlu tetap aktif dalam rangkaian diskusi terutama sebagai sarana bagi yang baru belajar terhadap hal-hal baru dan tidak hanya jadi tempat orang berbagi tautan saja. Bagaimana caranya? Jelas keaktifkan diskusi kita yang tidak melulu ada di aplikasi chat berlogo telepon dan berwarna hijau (yah meskipun sama-sama satu perusahaan sih) hehehe

Bagaimana menurut teman-teman tentang grup Facebook? Tulis di komentar yah pendapatnya.