Seru-seruan di Pucuk Coolinary Festival Bandung

Soal kuliner, saya jarang punya cerita menarik, kalaupun ada saya tulis biasa-biasa saja. Karena menulis kuliner sebenarnya gitu-gitu aja sih, menurut saya sih yah. Tapi lain cerita ketika saya menemukan event kuliner yang menarik dan beda.

Namanya, Pucuk Coolinary Festival Bandung.

Acara ini merupakan rangkaian festival kuliner yang diadakan teh Pucuk Harum. Bandung adalah kota kedua setelah Malang. Di kota ini, Pucuk Coolinary Festival Bandung (selanjutnya disebut PCF Bandung) hadir dua hari yakni tanggal 27 dan 28 Oktober 2018.
Apa yang menarik dari PCF Bandung ini?

Banyak. Di Acara PCF Bandung ini, hadir lebih dari 100 tenant yang berpartisipasi. Tenant ini dibagi ke dalam tiga zona, yakni zona manis, zona gurih, dan zona pedas.

Para tenant makanan ini bisa berlomba untuk memberikan pelayanan terbaik karena ada hadiah untuk tenant favorti tiap zona. Pemenang ini ditentukan lewat vote pengunjung. Pengunjung yang memberikan vote juga berkesempatan mendapatkan hadiah keren.

Kebetulan Instagram Pucuk Harum sudah memasang para pemenang ini.

Cuman itu keseruannya? Tentu saja tidak.

Keseruan dimulai pada Sabtu, saat pembukaan PCF Bandung. Pembukaan dibuka dengan seremoni gunting pita dan tarian tradisional.

Saya datang ke PCF Bandung sekitar pukul 09.30. Acara belum dimulai, baru pembukaan dengan tarian pembuka dengan suasana siang yang panas sekali.

Sebelum gerbang masuk ke tenant dibuka, beberapa pengunjung sudah tampak menunggu tidak sabar untuk segera masuk. Saat dibuka, tampak antusiasme pengunjung kota Bandung yang datang ke PCF Bandung.

Tidak menunggu lama sampai suasana di dalam meriah. Dimulai dari zona gurih, lanjut ke zona manis, dan ada zona pedas. Di zona pedas inilah saya lebih mengeksplorasi tenant-tenant. Ada banyak tenant disini.

Zona pedas juga kebetulan dengan dekat panggung utama. Di panggung utama da banyak hiburan dan berbagai pengumuman penting lainnya. Di sebelah panggung utama, ada booth khusus untuk pembagian batagor gratis.

Tidak tanggung-tanggung, Pucuk Harum membagikan 10 ribu porsi Batagor gratis selama 2 hari. Caranya untuk dapat batagor gratis ini yah tinggal membawa 2 botol pucuk harum untuk ditukarkan dengan satu porsi batagor.

Tadinya saya pikir acara ini tidak akan terlalu menarik perhatian. Dugaan saya salah. Pembagian batagor gratis ini dimulai Pukul 13.00 WIB.  Tetapi antrean sudah berlangsung dari pukul 12.00 WIB. Saya membuat catatan khusus di Twiter terkait betapa antusiasmenya warga Bandung terhadap hal gratisan.

Teman-teman pembaca bisa langsung cek twit trheads tersebut. Saya juga menyertakan video tentang suasana saat pembagian batagor.

Keseruan lain dari acara PCF Bandung adalah adanya kompetisi makan mie pedas gratis. Nama kompetisinya Spicy King Noodle Contest. Acara ini selama 2 hari tetapi saya tidak bisa menyaksikan acara ini karena sudah keburu pulang.

Oh yah tadi saya menyebutkan kalau saya lebih banyak di zona pedas. Di zona pedas PCF Bandung, ada beberapa tenant terkemuka sebut saja Baso Boedjangan, Babakaran, Sate Taichan Buah Batu, Baso Trisno, dan lain sebagainya. Pembaca bisa simak tenant yang ikut meramaikan di zona pedas ini pada foto berikut ini.

Saya juga sempat berkeliling ke zona gurih dan zona manis. Di kedua tempat saya membeli makannya untuk dibawa pulang.

Sementara di zona pedas, saya hanya membeli Baso Trisno. Harga yang saya dapatkan tergolong terjangkau, hanya Rp23 ribu. saja  Oh yah ngomong soal harga, pihak #PCF Bandung ini ternyata mengharapkan para tenant menjual produk makannya dengan diskon menarik.

Beberapa saya lihat tenant menjual produknya dengan harga yang lebih terjangkau.  Menariknya pembelian bisa menggunakan voucer potongan sebesar Rp. 10 ribu. Voucher ini bisa didapatkan juga di booth khusus Pucuk Harum.

Keseruan lain dari acara ini adalah hadirnya foto challenge. Program ini dtujukan khusus untuk para pengunjung PCF Bandung. Banyak para pengunjung PCF Bandung yang ternyata ikut kompetisi selfie ini.

Oh yah, saya tidak terlalu sering datang ke zona manis maupun zona gurih.  Yang saya perhatikan, banyak tenant ternama yang ikut ambil bagian darii keseruan PCF Bandung ini. Sekelas Martabak San Fransisco, kue Makuta, sampai makanan siap saji CFC hadir di festival yang berlangsung di Jalan ini.

Setelah selesai dari acara, saya banyak update status soal kehadiran festival kuliner ini di Lapangan Pussensif Kota Bandung.  Update media sosial tentang suasana di PCF Bandung membuat beberapa teman yang tinggal di Bandung pun jadi penasaran. Tidak sedikit dari mereka yang menanyakan lokasi dan kegiatan acara #PCF Bandung.

Saya jawab tentang hal ini sekaligus jadi penutup dari kegiatan. Acara PCF Bandung keren dan ramai sekali. Mantap jiwa pokonya. Tanpa berlama-lama lagi, mari bekerjasama, berkolaborasi, bukan mencaci-maki dan nyinyir gak jelas.

Advertisements

Drive Home Expo 2018, Ketika Pameran Properti dan Otomatif Hadir dalam Satu Atap

Umumnya sebuah pameran diadakan untuk menghadirkan atau memamerkan produk dengan niche yang sama. Kalaupun beda produk, pameran tersebut biasanya bersifat umum seperti pameran dari sebuah sponsor acara. Nah, bagaimana jika ada pameran yang menghadirkan dua niche berbeda dalam satu acara?

Memang bisa yah? Tentu saja bisa, apalagi kalau kedua niche menyasar target pasar yang sama dengan kebutuhan yang berbeda.

Hal tersebutlah yang dilakukan oleh Rumah.com dan Mobil123.com. Dua situs ternama tersebut menghadirkan pameran yang dinamakan Drive Home Expo 2018.

Pameran Drive Home Expo 2018 ini berlangsung di ICE BSD City Tangerang mulai tanggal 2 sampai 4 November 2018.

Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia dan Mobil23.com sebagai portal otomotif nomor 1 di Indonesia memamerkan produk properti dan otomotif yang bisa dipilih oleh kalangan first buyer atau siapapun yang memang membutuhkan properti dan kendaraan dalam waktu dekat.

Saya sendiri tertarik dengan pameran ini. Betapa enggak, saya bisa mencari properti yang sesuai dengan dana dan lokas sekaligus membeli atau sekadar lihat mobil untuk kebutuhan keluarga. Yah, meskipun saya belum bisa nyupir dan belum punya gak ada salahnya punya keinginan buat mobil dulu. Biar termotivasi buat belajar hehe.

Lantas apa yang melatarbelakangi hadirnya pameran Drive Home Expo 2018 ini?

Pameran Drive Home Expo 2018 ini dilatarbelakangi dari survey yang dilakukan oleh Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2018. Masih menurut rilis yang saya terima, survey ini dihadirkan mengetahui respon pasar dari sisi permintaan sekaligus untuk menciptakan transparansi informasi bagi konsumen.

Survey tersebut menunjukan data bahwa di semester kedua tahun 2018 ini kebutuhan untuk mencari rumah teroglong tinggi. Sebagai gambarang, 6 dari 10 orang memiliki rencana untuk membeli rumah pada paruh tahun kedua 2018.

Survey yang dilakukan pada Juni 2018 lalu ini juga mengungkapkan bahwa 63% dari 1.000 pengisi survey (responden) berencana membeli rumah dalam paruh tahun kedua 2018. 57% dari mereka yang berencana membeli rumah tersebut merupakan kategori first buyer atau kategori pembeli pertama yang umumnya berasal dari Milenial.

Atas dasar hasil survey tersebut, Country Manager Rumah.com, Marine Novita menginisiasi hadirnya pameran ini. Rumah.com menggandeng  Mobil123.com untuk bersinergi dalam menghadirkan pameran ini.

Alasan bergabungnya Mobil123.com di pameran ini didasari karena kebutuhan milenial yang memiliki mobilitas tinggi dan mencari rumah di sekitar pinggir Jakarta. Maklum, bagi para milenial, rumah di tengah sudah terlalu mahal. Karena itu banyak milenial yang mencari rumah di kawasan suburban tetapi dengan akses yang mudah ke tengah kota.

Berdasarkan hal tersebut, saya sepakat kalau memang menargetkan pasar yang sama kenapa tidak menggandeng mitra untuk bekerja sama tetapi dengan kebutuhan yang berbeda. Sebagai milenial pun saya juga pasti tertarik untuk datang ke pameran properti sekaligus lihat-lihat mobil yang diinginkan.

Terlebih menurut Regia Glamouria yang menjabat sebagai Country Manager Mobil123.com, mengatakan kalau tren penjualan kendaraan motor belakangan cenderung naik. Regia mengatkan hal tersebut berdasar pada data GAIKINDO yang menyatakan kalau penjualan kendaran bermotor selama Januari sampai September 2018 naik 7% jika dibandingkan periode yang sama di 2017.

Saya tertarik untuk mengunjungin pameran ini. Sayangnya domisili saya ada di Bandung. Barangkali kalau ada di sekitar Bandung pasti saya datang ke acara ini.

Nah, buat warga Jabodetabek atau dari daerah manapun yang memiliki waktu dan berniat membeli rumah dan mobil, bisa langsung datang ke Drive Home Expo 2018.  Di pamera ini, akan ada banyak mobil yang menarik dan bisa jadi salah satunya adalah idaman. Di pameran ini juga hadir pameran properti dengan penawaran skema DP 0%, cicilan uang muka, serta promo bebas biaya KPR.

Cuman itu? Tentu saja tidak, buat pengunjung yang datang Drive Home Expo 2018 bisa menikmati program khusus untuk yang membeli mobil dan properti sekaligus. Selain itu, bagi yang datang ke pameran ini menggunakan Grab, ada promo potongan harga spesial dengan kode GFBDriveHome.

Menarik bukan? Kalau menurut saya sih pameran ini menarik dengan banyak penawaran yang tergolong menggiurkan.

Belajar Mengembangkan Bisnis Online dari Kunto Wiyoga, Strategic Director Panenmaya Group

Tren jualan online yang terus meningkat membuat para pelaku di industri terus tumbuh. Hal ini juga dipengaruhi oleh berkembangnya marketplace semacam Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee yang memberi jalan untuk orang-orang berjualan secara online. Industri ini juga makin ramai dengan penetrasi belanja online yang kuat dari toko online semacam Lazada, Blibli, maupun JD.ID.

Continue reading “Belajar Mengembangkan Bisnis Online dari Kunto Wiyoga, Strategic Director Panenmaya Group”

Amanda Brow, Sepaket Kue Brownies dari Bandungku

Amanda Brownies itu adalah potongan kue “kenangan” yang tidak terpisahkan dengan kota Bandung. Kantor pusat dan pabriknya yang ada di Jalan Rancabolang, Bandung, dekat dengan tempat tinggalku. Kantornya juga dekat dengan tempat pernikahan saya dan istri. Kantornya juga hanya beberapa langkah dari Rumah Sakit Humana Prima. Rumah sakit ini adalah tempat Gladio, anak saya, pertamakali menatap dunia.

Seperti potongan kue yang manis dari Amanda Brownies, kawasan Rancabolang tersebut jadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan saya di Bandung. Terlebih usia Amanda Brownies setara dengan usia pertamakali saya menginjakan kaki di Bandung, yakni 18 tahun lalu.

Tentang Amanda Brownies

Mungkin kisahnya seperti ini: ketika saya pindah sekolah dari Ciamis ke Bandung, saat itulah, Amanda Brownies hadir pertama kali, yakni tahun 2000. Amanda ketika itu mulai ramai dibicarakan, mirip lah dengan kue artis kekinian yang tren belakangan. Bedanya, Amanda adalah perusahaan yang sudah mapan dan cukup bertahan lama. Sementara kue artis kekinian hanya mengikuti tren. Terbukti ada satu produk kue kekinian dari artis yang tutup.

Balik lagi ke Amnanda, titik balik perusahaan ini adalaah saat periode 2005 sampai 2008. Saat 2005, Amanda berhasil mengepakan sayap dengan membuka beberapa outlet di Kota Bandung. Sebelumnya, selama lima tahun berdiri, Amanda hanya punya satu outlet di Ruko Metro, Soekarno Hatta.
Oh yah pada 2005 juga, saya mengepakan saya ke kampusLulus putih abu-abu, saya diterima di Fakultas Sastra Unpad (sekarang namanya Fakultas Ilmu Budaya).

Periode 2006 – 2008, Amanda telah mengantongi hak cipta merk, toko, & restoran. Beberapa tahun kemudian, Amanda hadir di beberapa kota besar di Indonesia. Tentu hal tersebut dilakukan agar banyak orang Indonesia lebih mengenal produk brownies dan paastry khas Amanda. Banyak lho variannya tapi kalau saya pribadi lebih suka browenies Amanda rasa original dan coklat.

Selama kiprahnya sampai 2018, Amanda tercatat mendapatkan banyak penghargaan. Sebut saja Top Brand 2012, 2013, 2014, 2015, PR AWARD 2012, CSR Award 2011, Marketer 2013, Rekor Bisnis (ReBi) 2012, dan masih banyak lagi.

Paket Hemat Amanda Brow

Dengan pengalaman dan prestasi yang banyak tersebut, Amanda tetap terus berkembang dalam memenuhi keinginan pelanggan dan juga membuktikan komitmen Amanda Brownies yang selalu ingin memberikan harga yang terjangkau. Salah satunya adalah dengna menghadirkan paket terjangkau, yang dinamakan Paket Hemat Amanda Brow. Paket ini hadir dengan tiga tipe paket, yakni

1. Paket Pink

Paket ini terdiri dari tiga brownies rasa Pink Marble, Sarikaya Pandan, Original. Harganya hanya Rp112.900 saja.

2. Paket Blue

Paket ini terdiri dari tiga brownies rasa Blueberry, Tiramisu Marble, Original. Harganya hanya Rp114.900 saja.

2. Paket Choco

Paket ini terdiri dari tiga brownies rasa Choco Marble, Cheese Cream, Original. Harganya hanya Rp133.900 saja.

Paket Hemat Amanda Brow

Menilik harga paketnya,  Paket Hemat Amanda Brow ini jadi solusi yang baik untuk menghemat pengeluaran. TBuat para penyuka browneis, paket hemat ini pasti jadi incaran. Bagi saya pun demikian. Dengan harga hanya Rp100 ribuan saja, saya bisa mendapatkan tiga brownies enak. Kalau saya sih pasti memilih Paket Choco. Kenapa? Karena ada coklat yang mengingatkan pada kenangan manis dan keju memberikan asupan warna yang berbeda di lidah.

Paket Hemat Amanda Brow ini jadi kado istimewa perjalanan Amanda selama 18 tahun di Bandung. Sepaket istimewa dari Amanda untuk Bandung khususnya, dan untuk Jawa Barat umumnya. Kenapa Jawa Barat? Karena Hemat Amanda Brow ini berlaku di seluruh outlet yang ada di Jawa Barat, termasuk Amex (Amanda Express, semacam outlet kecil Amanda).  Satu hal lagi, Paket Hemat Amanda Brow  hanya berlaku Senin sampai Jumat. Sabtu Minggu, hari libur, maupun momen spesial (seperit lebaran atau natal) tidak berlaku.

Terakhir, barangkali teman-teman pembaca bertanya kenapa saya bisa tahu paket ini? Yah karena pada Senin, 13 Agustus 2018, saya diundang bersama beberapa narablog dari Bandung untuk datang ke kantor Amanda. Disana, kami bertemu dengan tim marketing Amanda Brownies yang menjelaskan tentang kehadiran Paket Hemat Amanda Brow ini.

Berkunjung ke Kantor Amanda Brownies

Rasanya tulisan ini dicukupkan yah. Daripaca baca panjang lebar, lebih baik datang ke outlet Amanda dan membeli Paket Hemat Amanda Brow yang murah meriah.  Amanda baik yah? Barangkali karena Amanda mencintai Bandung sehingga ia menghadirkan sepaket brownies murah untuk Bandung dan Indonesia.

Bonus foto-foto di outlet Amanda Brownies

 

“Mencicipi” Oppo Find X, Smartphone Idaman yang Datang dari Masa Depan

Oppo Find X adalah ponsel masa depan. Begitu pikiran saya ketika mendengar ponsel ini pertama kali diperkenalkan di Paris pada 19 Juni 2018. Betapa tidak, ponsel ini punya sebuah inovasi yang belum ditemukan di perangkat ponsel lainnya, yakni kamera yang tersembunyi atau pop-up camera. 

Baik kamera depan maupun kamera belakang, semuanya tersembunyi di bagian bodinya. Kamera akan muncul ketika pengguna membuka aplikasi kamera. Saat itulah, bagian bodi atas Oppo Find X akan bergerak secara motorik menunjukan kamera depan dan kamera belakang.

Bagi kamu yang penasaran bagaimana sistem motorik kamera yang menyembul ini dapat melihat dari tayangan video komersial Oppo Find X di Youtube berikut ini.

Perkenalan dengan Oppo Find X

Penasaran saya tentang Oppo Find X semakin menjadi-jadi saat Oppo Find X diperkenalkan di Jakarta, 18 Juli 2018. Saya tidak mendapat kesempatan hadir dalam acara tersebut yang tentu membua6t saya semakin penasaran.

Beruntungnya saya ketika Oppo dan Kaskus menyelenggarakan acara perkenalan produk sekaligus mencoba Oppo Find X secara langsung di Bandung, tempat tinggal saya. Bertempat di Saffron Restaurant, Four Points by Sheraton Bandung, saya dan kisaran ratusan orang berkesempatan mencoba memakai Oppo Find X. 

Acara berlangsung Sabtu, menjelang malam Minggu, 21 Juli 2018. Acara dimulai dengan makan dan salat Magrib terlebih dulu. Barulah kisaran 18.30, acara dimulai dengan perkenalan Oppo Find X bersama Mas Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia. Hadir pula dua bintang tamu yang berbagi pengalaman saat mereka memakai Oppo Find X, yakni Nadia Soekarno, seorang presenter ternama serta Warsa, pengulas gawai dari Droidlime.

Setelah sesi berbagi pengalaman  menggunakan Oppo Find X, acara berlanjut dengan gim seru per kelompok berdasarkan meja. Satu meja terdiri dair 5 orang yang sebelumnya tidak saling kenal karena setiap orang duduk mendapatkan meja sesuai yang diambil saat pendaftaran. Setelah gim perkelompok, barulah dilanjut dengna gim “experience bersama Oppo Find X” yang tergolong menyenangkan. Setidaknya menurut saya.

Saya tidak akan menjelaskan begitu detail bagaimana acara berlangsung. Fokus bahasan yang akan saya tulis kepada kamu semua adalah soal pengalaman saya mencoba Oppo Find X. Bagaimana perangkat ini mampu menjawab keresahan saya tentang smartphone kelas atas yang benar-benar berkelas. Artinya, smartphone kelas atas haruslah punya “nilai dan inovasi” yang berbeda yang membuatnya menarik.

Oppo Find X memberikan apa yang tidak diberikan smartphone kelas atas lainnya. Banyak fitur menarik dari ponsel ini yang membuat saya berkeyakinan dan tidak berlebihan menyebut Oppo Find X sebagai smartphone dari masa depan.

Fitur-fitur Oppo Find X

Sudah disebutkan di awal tulisan kalau saya memang kesengsem sama Oppo Find X. Penilaian saya mungkin subjektif tapi saya punya landasan kuat mengapa Oppo Find X adalah smartphone yang layak dimiliki.  Setidaknya, beberapa fitur Oppo Find X berikut ini yang membuat saya ingin memiliki ponsel ini.

1. Tiga Kamera Pop-up “3D Stealth Camera”

Oppo Find X datang dengan kombinasi tiga kamera, dua kamera di bagian belakang dan satu kamera selfie di bagian depan. Pada bagian belakang, tersemat dual kamera 20 MP + 16 MP yang punya kemampuan untuk memberikan efek blur pada bagian belakang foto alias  foto bokeh.   Sementara bagian depan, tersemat kamera 25 MP yang bisa diandalkan untuk selfie.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, baik kamera depan maupun kamera belakang tidak akan langsung terlihat. kamera akan terlihat ketika aplikasi kamera dinyalakan dan saat itu munculah bagian bodi yang menyembul ke atas alias bergerak secara motorik menampakan sensor kamera. Oppo menyebut sistm kamera ini sebagai  “3D Stealth Camera”.

Saat kegiatan “Experience dengan Oppo Find X” berkali-kali saya mencoba kamera Oppo Find X ini. Saya menyukai hasil fotonya, terutama selfie. Pasalnya ada begitu banyak sticker dan efek tiga warna yang membuat selfie tampak berbeda. Digunakan untuk selfie rame-rama pun cukup asyik. Berikut contoh hasil foto selfie menggunakan Oppo Find X.

 

Hal yang saya suka dari kamera Oppo Find X adalah sistem motorik nya yang ketika bergerak menyembul ke atas tampak seperti ada suara yang menyatu dengan pergerakan kameranya. Saya serasa melihat sebuah gawai dari masa depan yang punya kemampuan berubah bentuk, layaknya dalam film sci-fiction. 

Sistem motorik Oppo Find X perlu diacungi jempol. Pasalnya, sistem motorik sudah diuji coba selama 300.000 kali. Dan itu adalah ketahanan minimal bukan maksimal. kalau menurut Mas Aryo, dengan estimasi setiap hari orang menggunakan kamera Oppo Find X selama 150 kali, maka perangkat ini bisa bertahan sampai kisaran 5 tahun lebih. Waktu yang cukup panjang untuk ganti gawai ke yang lebih baru.

2. Kualtias Layar Terbaik

Fitur “3D Stealth Camera”  punya pengaruh besar terhadap bezel layarnya yang tipis. Jika ponsel lain mengakali layar penuhnya dengan hadirnya poni (notch) pada bagian atas, maka Oppo Find X mengusung layar yang benar-benar memiliki  bezel tipis, baik atas bawah maupun samping kanan dan kiri.

Dengan bezel yang tipis, bagian depan Oppo Find X hampir sepenuhnya layar dan ini membuat saya merasa menikmati layar yang penuh sehingga pengalaman multimedia menjadi lebih asyik.

Tidak hanya bezel yang tipis, layar pada Oppo Find X juga  mampu menampilkan pendaran visual dengan warna yang pekat dan tajam. Hal ini berkat panel AMOLED yang digunakan ponsel ini. Layarnya sendiri mengsuung dimensi 6,42 inch dengan rasio 19.5:9  yang berpengaruh pada resolusi yang lebih tinggi, yakni 1080 x 2340 piksel.

Dengan layar yang penuh dan rasio yang lebih memanjang, dimensi layar 6,42 inch tampak tidak terlalu besar di tangan. Feel saat menggenggam Oppo Find X serasa menggunakan ponsel 5,5 inch yang punya rasio 16:9.

Tampilan layar berkualtias pada Oppo Find X tidak mudah cacat begitu saja. Oppo tahu betul bahwa layar Oppo Find X benar-benar berkualitas dan berharga untuk dijaga. Karena itu, Oppo membenamkan pelindung layar Corning Gorilla Glass 5,  tipe pelindung yang punya ketahanan lebih baik dibanding Corning Gorilla Glass seri sebelumnya.

3. VOOC Flash Charge

Salah satu yang membuat Oppo Find X menarik adalah hadirnya fitur VOOC Flash Charge. Dengan fitur ini, Oppo Find X dapat diisi dengan cepat.  Bahkan lebih cepat dibanding ponsel lain yang punya fitur pengisian cepat.  Tengok saja kemampuan pengisian ponsel ini yang bisa memberi daya 75%  dengan pengisian waktu selama 30 menit saja. Sangat cepat dan terogolong cocok buat saya yang memang sibuk.

Bukan hanya fitur pengisian cepat yang menarik, daya tahan baterai ponsel ini juga tergolong baik. Dengan baterai berkapasitas 3.730 mAh, ponsel ini bisa bertahan sampai seharian.

4. Snapdragon 845

Oppo Find X dibekali dengan chipset Snapdragon 845. Chipset ini masih masuk kategori terkencang untuk saat ini. Hal ini dibuktikan dengan nilai Antutu Oppo Find X yang bisa mencapai 260 sampai 280 ribuan saja. Tidak perlu dipertanyakan dengan nilai Antutu tersebut, apakah ponsel ini bisa menjalankan gim dengan baik atau tidak. Sudah pasti gim dengan grafis berat pun bisa dilibas oleh ponsel ini.

5. Garansi 2 Tahun dan Asuransi Komponen Layar

Hal lain yang membuat Oppo Find X terasa istimewa adalah dukungan garansi sampai 2 tahun. Jarang sekali sebuah ponsel punya garansi smapai 2 tahun. Bukan cuman itu, Oppo juga meneydiakan asuransi komponen layar apabila layar mengalami kerusakan (tentu kerusakan bukan karena human erro).

Dengan berbagai kelebihan tersebut, rasanya tidak ada kata lain lagi selain keyakinan bahwa Oppo Find X adalah ponsel idaman untuk saya. Ponsel ini bisa menjadi teman yang baik buat saya dalam menjalankan berbagai aktvitais, termasuk aktivitas saya yang cukup sibuk.  Kemampuan kameranya yang sudah saya coba membuat saya kesengsem sekali untuk bisa memiliki ponsel ini.

Terakhir dari saya, Oppo Find X adalah ponsel yang datang dari masa depan yang membawa inovasi yang tak dimiliki vendor lain. Mengeluarkan uang kisaran 12 jutaan untuk membeli ponsel ini jelas tidak akan membuat pembeli rugi.

Tambahan: 
Berikut beberapa tambahan foto Oppo Find X yang saya jepret sendiri. 

 

3 Smartphone Terbaik Paling Kuat dan Tahan Banting!

CAT S60

Apakah kamu tergolong sebagai traveler yang senang melakukan hal penuh tantangan? Aktivitas seru mulai dari diving, panjat tebing, hingga mendaki gunung sudah pernah kamu lakukan?  Jika iya, tentu kamu membutuhkan smartphone dengan perlindungan kelas militer yang tahan banting.

Nah, smartphone yang telah memenuhi standar pengujian militer untuk perlindungan terhadap kejutan, air, debu, suhu ekstrem, dan getaran tentu akan menjadi pilihan yang tepat untuk kamu. Hanya perlu diingat kalau smartphone tahan banting umumnya memiliki desain yang tampak gahar. Kesan desain cantik menawan semisal ponsel Honor 9 Lite tidak akan ditemukan di smartphone tahan banting.

Oh iya, sebelum membeli smartphone tahan banting ini, kamu harus lebih memperhatikan perawatannya. Hal ini dikarenakan jika terjadi keretakan pada layarnya, maka ketahanan dari smartphone ini tidak dapat terjamin secara 100%. Selain itu, telepon jenis ini memiliki operator GSM seperti AT&T dan T-Mobile.

Penasaran, jenis smartphone tahan banting seperti apa yang dimaksud? Tanpa panjang lebar, berikut kami rangkum 3 smartphone rugged terbaik di tahun 2018 disini!

1.      The Ulefone Armor

The Ulefone Armor

(Sumber gambar: http://www.ulefone.com)

The Ulefone Armor membuktikan bahwa kamu bisa menikmati smartphone dengan fitur lengkap dengan desain yang kuat, alias tahan banting. Smartphone ini menggunakan prosesor Android 6.0 dengan CPU 1,3GHz MT6753 Octa-Core, 3GB RAM, 32GB penyimpanan, dan baterai 3500mAh. Menariknya, smartphone ini memiliki layar sentuh 4,7 inci 1280 × 720 Gorilla Glass 3 yang dapat dioperasikan saat basah.

Ponsel pintar ini dapat menahan tekanan dalam air hingga 1,2 meter selama 30 menit dan mampu mengambil gambar di bawah air dengan kamera belakang 13MP-nya. Telepon dual-SIM hanya memiliki ketebalan 12,5 mm dan memiliki tombol navigasi fisik di bawah layar.

Selain itu, Armor juga dapat bertahan dalam suhu -40 ° C hingga 80 ° C. Nah, buat kamu yang sering melakukan aktivitas outdoor lainnya, Armor menyediakan fitur unik di mana smartphone mampu  mengirim panggilan darurat dengan informasi GPS kamu ke kontak yang telah ditentukan. Fitur menarik lainnya adalah 4G, NFC, flash, dan sensor kompas.

Harga: Rp3.000.000-an hingga Rp5.000.000-an.

2.      CAT S60

CAT S60

(Sumber gambar: http://www.ictbusiness.info)

CAT S60 adalah smartphone pertama di dunia yang menghadirkan fitur kamera infrared. Tidak hanya itu saja, smartphone ini juga memiliki aplikasi multi fungsi yang bisa digunakan untuk memantau kinerja mesin, memeriksa level tabung gas untuk tangki masak, hingga menjelajahi alam bebas di malam hari.

Selain itu, S60 juga memiliki desain kokoh dan tahan di dalam air dengan tekanan hingga 1,8 meter. S60 memiliki Lockdown Switch yang memungkinkan smartphone bertahan di bawah air hingga kedalaman 5 meter selama 60 menit. S60 juga dirancang untuk mengambil foto dan video di bawah air.

Ponsel ini diperkuat dengan bingkai die-cast dan fitur desain lainnya termasuk ketahanan suhu ekstrem dari -25°C hingga 55°C. Fitur menarik lainnya adalah kapasitas baterai 3800mAh, layar 4,7 inci 1280 × 720 Corning Gorilla Glass 4 layar sentuh, 13 MP auto focus kamera belakang, kamera depan 5 MP, NFC, dan GPS. Prosesor yang digunakan adalah Qualcomm MSM8952-3 dengan 3GB RAM dan 32GB penyimpanan flash.

Harga: Rp7.000.000-an hingga Rp10.000.000-an.

3.      CAT S40

CAT S40

(Sumber gambar: http://www.totalmobilemalta.com)

Berbeda dengan S60, CAT S40 memiliki harga yang lebih murah. Meski begitu, S40 telah diuji mampu bertahan meski dijatuhkan dari ketinggian 2 meter. Selain itu, smartphone ini juga bisa tetap digunakan meski berada dalam kedalaman air hingga 1 meter selama 60 menit.

CAT S40 juga tahan debu dan telah melewati tes ketahanan MIL-STD-810G untuk shock and drop dan suhu operasi -25°C hingga 55°C. S40 memiliki CPU Cortex-A7 1,1-GHz Quad-Core dengan RAM 1GB dan penyimpanan 16GB. Untuk layarnya 4,7 inci-nya dilengkapi dengan fitur IPS di mana dapat memudahkanmu melihat meski terkena sinar matahari secara langsung. Layar sentuh dapat dioperasikan dengan sarung tangan.

Cocok banget untuk kamu yang memiliki hobi panjat tebing atau mendaki gunung! Baterai tergolong cukup memadai yaitu 3000mAh. Itu sebabnya, meskipun layar qHD 540 x 960 tidak bersaing dengan smartphone tahan banting sebelumnya, namun CAT S40 memiliki daya tahan baterai yang lebih baik.

Harga: Rp4.500.000-an hingga Rp7.500.000-an.

Itu dia beberapa smartphone tahan banting yang dijamin berguna banget ketika dibawa untuk traveling. Tertarik untuk beli salah satu dari 3 pilihan smartphone di atas? Selain beli smartphone di atas, kamu juga bisa melindungi telepon pintar modern kamu dengan softcase hp berkualitas. Happy shopping guys!

 

Mencanangkan Hari Anak Yatim Nasional pada 26 Juli, Perlukah?

Konferensi Pers Fornas LKSA-PSAA

Fornas LKSA-PSAA atau Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak – Panti Sosial Asuhan Anak  mencanangkan hari nasional khusus untuk anak yatim. Hari nasional tersebut dicanangkan jatuh pada 26 Juli 2018, yang bearti empat hari sesudah hari anak nasional.

Pencangkang ide soal Hari Anak Yatim Nasional ini digagas Forkas dalam sebuah Musyawarah Nasional atau Munas yang berlangsung pada 24-27 Juli 2018 di Hotel Grand Asrilia, Bandung.  Pada 26 Juli 2018, pulul 13.00 WIB di hotel yang sama, berlangsung konferensi pers terkait Munas ini. Saya hadir pada konferensi pers tersebut dan  mendapatkan banyak informasi baru, terutama soal lemba yang dinamakan LKSA-PSAA.

LKSA-PSAA ini merupakan organisasi yang beranggotakan 5.540 lembaga pengasuhan anak. Lembaga ini diinisiasi oleh para Ketua Panti Asuhan Anak, Praktisi dan Aktivis perlindungan anak. Karena itu, nama lembaga memakai Forum Nasional di depan LKSA-PSAA.

Kolaborasi Musisi dan Anak Yatim

Musyawarah Nasional yang dilaksanakan pada tahun 2018  ini sendiri sebagai momentum untuk pergantian kepengurasan. Pada munas ini, terpilih Ketua Fornas LKSA-PSAA  terbaru yakni,  Drs. H. Yanto Mulya Pibiwanto.

Selain pergantian kepungurusan agenda lainnya adalah pencanangan hari anak yatim nasional serta konsep yang disebut “Dream Collabo-Action; Tanamkan Peduli, Tumbuhkan Kolaborasi”.

Dream Collabo-Action ini adalah sebuah pertunjukan  kolaborasi antara musisi dengan anak-anak panti asuhan. Karena biasanya anak panti usahan diundang hanya untuk menonton pertunjukan, kali ini mereka semua terlibat dalam pertunjukan.  Tujuannya agar potensi anak yatim bisa dikembangkan dan mereka tidak hanya selalu jadi penonton.

Suasana Kegiatan Pertunjukan Dream Collabo-Action di Munas Forkas LPKS

Konsep tema ” Tanamkan Peduli, Tumbuhkan Kolaborasi “ juga bertujuan sebagai  peningkatan standar dan juga kualitas terhadap pengasuhan anak melalui proses pertukaran informasi.

Lewat Dream Collabo-Action ini, Fornas LKSA-PSAA  ini juga berencana melibatkan embaga pengasuhan anak, pemerintah dan juga masyarakat untuk bisa berkolaborasi. Pernyataan ini jadi jawaban dari pertanyaan saya kepada para narasumber saat konferensi pers berlangsung.

Waktu mendapat giliran tanya, saya menanyakan perihal kelanjutan kolaborasi apakah hanya untuk munas saja atau akan ada rencana kedepannya? Dan ternyata, Fornas LKSA-PSAA berencana untuk terus berkolaborasi dan menghadirkan pertunjukan untuk umum. Intinya, munas hanyalah langkah awal saja.

Pentingkah Hari Anak Yatim?

Pokok utama yang jadi sorotan munas adalah soal pencanangkan Hari Anak Yatim Nasional.  Barangkali sebagian pembaca bertanya, apakah memang hari anak yatim nasional itu penting? Mengingat sebenarnya ada hari anak nasional yang bisa disinergikan.

Saat konferensi pers berlangsung, pihak  Fornas LKSA-PSAA mengatakan jika pencanangan Hari Anak Yatim Nasional dilatarbelakangi karena minimnya perhatian terhadap anak yatim saat gelaran Hari Anak Nasional.  Hari Anak Nasional selalu identik dengan perayaan yang dilakukan oleh anak-anak yang bukan yatim piatu. Karena itu hadirnya Hari Anak Yatim Nasional sebagai wujud perhatian terhadap kehadiran anak yatim di Indonesia.

Hadirnya Hari Anak Yatim Nasional juga bukan sekadar seremonial. Hari ini sebagai bentuk tanggung jawab semua lembaga yang berkaitan dengan anak usah untuk peduli terhadap permasalahan sosial yang terjadi pada anak yatim. Contohnya hal yang berkaitan dengan kasus kekerasan terhadap anak yatim yang perlu tindakan dan penanganan yang lebih lanjut.  Selain itu kasus seperti gizi buruk, penelantaran, dan pelecehaan seksual juga jadi perhatian khusus.

Nantinya para pengelola lembaga pengasuhan anak, pemerintah dan juga masyarakat diproyeksikan untuk bisa berkolaborasi. Dalam hal menangani berbagai permasalahan sosial anak yang terjadi saat ini. Bahkan saat ini kasus mengenai kekerasan terhadap anak justru mengalami peningkatan. Jelas ini sangat mengkhawatirkan dan perlu tindakan lebih lanjut untuk menanganinya.

Bapak Drs. H. Yanto Mulya Pibiwanto yang cukup banyak bicara di konferensi pers bicara soal adanya Hari Anak Yatim Nasional  sebagai momentung pengingat untuk lebih peduli terhadap anak yatim dan panti asuhan yang ada di Indonesia.

Pria yang  juga menjabat seabgai Ketua Panti Asuhan Bayi Sehat Kota Bandung tersebut mengatkan pula jika momen ini juga sebagai langkah untuk membuka kesempatan berkolaborasi dengan berbagai aspek pengasuhan anak.

Pencanangan Hari Anak Yatim Nasional juga dapat dukungan dari Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. atau yang populer dipanggil Kak Seto. Bapak yang menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ini turut mendukung kegiatan munas dan pencanangan Hari Anak Yatim ini.

Menurut Kak Seto, anak panti asuhan juga bagian dari anak-anak Indonesia yang mempunyai hak sebagai anak. Lanjutnya lagi, anak Asuhan adalah anak yang punya hak untuk  tumbuh dan berkembang dengan optimal, serta dilindungi dari berbagai tindak kekerasan.

Dukungan Kak Seto ini menegaskan betapa pentingnya Hari Anak Yatim Nasional. Sayangnya, Kak Seto tidak sempat hadir pada konferensi pers karena ada kegiatan lain di luar kota. Namun, Kak Seto tetap hadir pada saat pertunjukan Dream Collabo-Action seperti pada foto berikut ini.

 Dream Collabo-Action di Munas Forkas LPKS bersama Kak Seto

Dengan terselenggarakannya Munas di Bandung ini,  Fornas LKSA-PSAA berharap banyak  lembaga yang ikut berkolaborasi dan menuyukseskan banyak program yang berkaitan dengan anak yatim. Terlebih dengan adanya Hari Anak Yatim Nasional, jadi peluang untuk lembaga atau organisasi atau pihak mananpun agar lebih peduli terhadap anak yatim di Indonesia.

Final Piala Dunia 2018: Perancis vs Kroasia, yang Menonton di Layar Kaca dan yang Menonton Langsung Depan Mata

gambar via http://hotjist.com/wp-content/uploads/2018/07/france-vs-croatia.jpg

Piala Dunia 2018 memberi pengaruh besar pada dunia.  Setiap hari, gelaran ini selalu jadi perbincangan. Bukan hanya dari kalangan yang suka sepakbola. Mereka yang tak biasa ngobrol tentang bola tiba-tiba ikut dalam keriuhan Piala Dunia 2018 atau World Cup 2018.

Gelaran Piala Dunia 2018 ini pada akhirnya menumbangkan banyak unggulan dan menyisakan dua tim yang berlaga di final: Perancis dan Kroasia. Kebetulan kedua tim ini sudah saya jagokan bakal masuk final. Meski harus diakui saat semifinal, sempat berpikir kalau kedua tim ini akan kalah. Nyatanya kini Perancis dan Kroasia menang dan maju di final.

Final Piala Dunia 2018 sendiri akan berlangsung di Luzhniki Stadium, Moscow. Pertandingan akan berlangsung pada 18.00 waktu setempat atau 22.00 WIB. Tentu saja di malam tersebut, hampir setengah penduduk dunia diperkirakan akan menyaksikan pertandingan final yang tak diduga tesebut.

Setengah penduduk dunia tersebut menyaksikan di layar kaca, tidak di stadion. Ya kali, stadion nampung penduduk milyaran.

Saya sendiri bakal menyaksikan laga Perancis versus Kroasia lewat streaming, seperti halnya kebanyakan generasi milenial di Indonesia. Saya tak masalah siapa yang menang meski lebih condong agar Kroasia yang juara.

Tentu saja menyaksikan lagia final ini akan lebih seru menyaksikannya di stadion. Sayangnya, saya belum punya kesempatan menonton secara langsung. Menariknya, ternyata ada juga orang Indonesia yang nonton langsung di stadion  Luzhniki Stadium, Moscow.

Mereka adalah Puan Khusyala Devi, Niken Paramita,  Yuda Okto, Fazri Ashari Romadhon, Yohan Gunawan, dan Jaya Lesmana. Dua nama yang pertama disebut adalah wanita yang menang lewat program dari Shopee. Sementara keempat nama terakhir yang disebut laki-laki yang kebetulan semua dari Bandung. Mereka menang karena merupakan program dari JNE Loyal Card (JLC).

Keempat pemenang tersebut tergabung di JLC dan sering melakukant transaksi pengiriman barang melalui JNE. Mereka berempat termasuk yang sering melakukan transaksi dan menukarkan poin. Pemenangnya sendiri ditentukan lewat undian.

Keenam orang tersebut adalah orang yang beruntung karena bisa menyaksikan langsung pertandingan final langsung di Rusia. Tentu saja mereka tinggal pergi karena akomodasi dan transportasi sudah jadi tanggung jawab JNE.

Keenam orang tersebut sebenarna adalah pemenang dari program JNE yang bekerjasama dengan Shopee. Program tersebut dinamakan “Race to Moscow”.  Kenapa saya bisa tahu? Tweet di bawah ini jawabannya.

Menilik tanggalnya, teman-teman pembaca sudah tahu kalau saya hadir pada 6 Juli 2018 di  180 Coffee & Music, Bandung. Pada tanggal tersebut, JNE mengadakan seremonial untuk empat orang terpilih yang kebetulan keempatnya dari Bandung.  Acara tersebut tak hanya seremonial peneyrahan hadiah tapi juga nonton bareng pertandingan Perancis versus Uruguay yang cukup seru.

Untuk acara seremonial sendiri, keempat pemenang hadir dan  Pak Iyus Rustandi, Branch Manager JNE Bandung yang berkesempatan memberikan hadiah kepada para pemenang.

Keempat pemuda asal Bandung tersebut adalah bukti dari loyalitas mereka sebagai member JLC. Karena itu, buat teman-teman juga yang sering bertransaksi dengan JNE, ada baiknya bergaung dengan JLC. Siapa tahu ada program berhadiah berikutnya yang bisa membawa teman-teman meraih hadiah atau keberutungan lain.

Untuk bergabung dengan JLC, teman-teman bisa klik situs JLC berikut ini.

Sebagai penutup, saya masu kasih tahu kalau saya dan keempat pemuda anggota JLC yang sudah disebutkan, punya kesamaan, sama-sama orang Bandung. Bedanya, saya bukan anggota JLC dan menonton final Piala Dunia 2018 dari kejauhan. Sementara mereka berempat merupakan anggota JLC dan bisa menonton pertandingan final Piala Dunia 2018 di Moskow, Rusia.

 

Mempertemukan Konsep Koperasi Kekinian dengan Generasi Milenial

Generasi milenial adalah mereka yang lahir di rentang tahun 1980 sampai 1995. Generasi ini adalah generasi yang melewati transisi dari era lama ke era digital. Sementara generasi Z adalah mereka yang lahir dari 1996 sampai 2010. Generasi ini adalah generasi yang tumbuh bersama era digital.

Kedua generasi berada di era yang disebut milenial (sebutan lain untuk orang-orang yang memang dekat dengan dunia digital). Di era milenial inilah, kedua generasi hidup dalam apa yang disebut sebagai “Industri 4.0”. Industri 4.0 ini mengacu pada pertumbuhan industri yang lebih banyak menggunakan data, komputasi awan, dan teknologi “pabrik pintar”

Dalam “Indusri 4.0”, mereka yang masih berpikir dengan cara-cara lama secara perlahan akan mulai tergerus dengan inovasi dalam teknologi, yakni inovasi destruktif. Sudah banyak kasus industri yang memakai cara lama mati dengan perusahaan baru yang mampu menawarkan solusi yang lebih baik dan praktis.

Contoh nyata korban dari industri 4.0 adalah bisnis tranportasi yang secara perlahan digantikan dengan aplikasi transportasi berbasis online. Contoh lainnya adalah ritel yang mulai perlahan tergantikan dengan kehadiran e-commerce. Pun dengan dunia finansial yang kini tak dikuasai sepenuhnya oleh perbankan. Kehadiran para pemain fin-tech, perlahan mulai mengikis peran perbankan.

Ada perbankan yang beradaptasi dengan fenomnena industri digital ini. Mereka melakukan cara-cara baru seperti membuka rekening secara online, sistem tatap muka yang bisa diadakan dimana saja, malah ada yang hanya melalu video call antara customer servide dan calon nasabah.

Fenomena Industri 4.0 ini harus jadi tantangan juga bagi dunia koperasi. Sebagai sokoguru perekonomian nasional, koperasi harus bisa mengikuti perkembangan industri di era milineal jika mau dilirik oleh para generasi milenial dan generasi Z.

Fakta di lapangan memang menunjukan kalau koperasi masih dikuasai oleh generasi X, yakni mereka yang lahir sebelum generasi milenial ada. Memang para generasi milenial ada yang tergabung dengan koperasi tapi jumlahnya tak banyak dan rata-rata bukan sebagai pengurus.

Fenomena inilah yang kemudian membuat koperasi sekadan diujung tanduk. Banyak pelaku koperasi khawatir kalau koperasi sudah tak dilirik lagi oleh generasi yang hidup di era milenial. Keresehana tersebut cukup beralasan, tapi resah saja tidak cukup.

Perlu ada upaya mendekatkan koperasi dengan generasi milenial. Upaya tersebut barangkali adalah jalan yang cukup panjang tapi bisa dilakukan.

Ibaratnya jika koperasi berada di jalan setapak yang berliku, sementara para generasi milenial hidup di jalan berasapal yang lurus, maka langkahnya adalah mempertemukan kedua jalan tersebut.

Maka yang perlu dilakukan adalah mengubah jalan setapak tadi menjadi jalan beraspal yang bisa bertemu dengan jalan aspal lainnya sehingga bisa satu tujuan.

Untuk itulah, diperlukan langkah-langkah tepat untuk lebih mendekatkan koperasi dengan era digital. Dan langkah-langkah tersebut bisa dilakukan dengan cara berikut ini.

1. Koperasi dengan Dukungan Teknologi

Salah satu keunggulan generasi yang hidup di era digital adalah bahwa sebagian dari mereka sudah punya “digital mindset”. Mereka paham bahwa saat ini sudah eranya digital dan mereka bisa dengan mudah mengadopsi hal tersebut.

Tinggal koperasi yang kemudian beradaptasi dengan digital ini. Cara-cara lama tidak akan bisa sejalan dengan para generasi milenial. Hal inilah yang menbuat koperasi serasa asing untuk kalangan generasi milenial dan generasi Z.

Adaptasi tersebut bisa dilakukan dengan cara mengubah wajah koperasi dengan pendekatan teknologi. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat website sebagai identitas koperssi, memiliki aplikasi tata kelola koperasi, bahkan melakukam Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara online. Dengan hadirnya aplikasi, tentu para generasi mudah bisa lebih mudah mengakses koperasi hanya dengan gadget yang mereka punya.

Lupakan buku besar yang berisi catatan simpan pinjam. Catatan di program MS Excel sudah ketinggalan zaman. Jurnal keuangan koperasi haruslah dibuat dengan aplikaso berbasis sistem “cloud computing” atau komputer awan.

Dengan sistem ini, menjalankan koperasi bisa lebih mudah. Pengurus koperasi tak harus selalu di kantor untuk mengurus catatab keuangan. Pun dengan anggota koperasi bisa melakukan pengajuan pinjaman dimana saja selama ada koneksi intetnet.

Dengan sistem tersebut, koperasi akan terasa lebih modern karena memakai sistem yang lebih mudah. Hal yang sama bisa diterapkan kepada tipe koperasi yang bukan hanya simpan pinjam, tapi juga untuk koperasi jenis lainnya seperti koperasi serba usaha maupun koperasi produksi.

2. Pemasaran Secara Digital

Pengguna internet didominasi oleh generasi Z dan generasi milenial. Jumlah yang besar itu bisa dimanfaatkan sebagai target utama koperasi. Dalam hal ini menjadi anggota koperasi.

Dengan cara ini, anggota koperasi tidak hanya ada dalam satu wilayah yang dekat saja tetapi juga bisa merambah ke wilayah lain.

Karena itu koperasi harus dekat dengan masyarakat yang disebut sebagai “netizen” alias warganet. Buatlah akun media sosial dengan konten-konten yang dekat dengan anggota milenial.

Kalaupun tidak direkrut untuk anggota, koperasi produksi atau koperasi serba usaha bisa menargetkan kalangan generasi milenial sebagai pangsa pasar mereka. Tentu koperasi harus menghadirkan produk yang dekat dengan generasi milenial.

3. Melakukan Pengenalan Sejak Sekolah

Langkah lain yang bisa diambil adalah dengan mengenalkan kembali sistem koperasi sejak sekolah. Tentu pengenalannya tidak dengan cara lama tapi juga dengan cara yang lebih modern. Misalnya sekolah punya aplikasi koperasi yang anggotanya adalah siswa dari sekolah tersebut. Siswa bisa mengajukan pinjaman lewat aplikasi dan punjamannya tent untuk yang produktif

Misalnya pinjaman untuk iurana bulanan atau pinjaman untuk studi tur. Tentu sistem ini harus dilibatkan ornag tua siswa tapi siswa bisa jadi pelaku utamanya.

Nah itlah beberapa contoh langkah-langkah dalam mendekatkan koperasi dengan generasi masa sekarang.

Tantangan Ekonomi Kreatif dalam Bersaing di Ranah Global

Awal tahun 2018 ini, JNE bekerjasama dengan salah satu perusahaan supply chain di Bandung, PTS.sc mengeluarkan apa yang disebut sebagai Friendly Logistic. Friendly Logisitics ini merupakan layanan untuk membantu dan memberikan solusi atau end to end solutions untuk para UMKM lokal, terutama dalam bidang pengelolaan logistik dan pengantaran barang.

Kehadiran layanan ini tentu membantu para UKM yang bisa lebih fokus pada marketing dan urusan rantai pengantaran logistik diurus oleh pihak lain (dalam hal ini perusahaan supply chain PTS.sc dan JNE). Hal ini juga tentu membuat industri kreatif di lokal bisa lebih berkembang karena lebih fokus pada produk.

forum diskusi JNE

Tantangan berikutnya bukan hanya lokal, tapi juga global. Berangkat dari konsep adanya pasar bebas dan meningkatnya impor barang dari luar negeri menjadi tantangan tersendiri bagi UKM dan industri kreatif yang ada di Indonesia.

Permasalahan inlah yang kemudian diangkat lagi dalam acara forum diskusi dengan tema pembahasan “Bersaing Secara Global dengan Industri Kreatif” Acara diskusi ini berlangsung di Mercure Hotel Setiabudi Bandung, 31 Mei 2018 yang tentunya dilanjutkan dengan acara berbuka puasa. Tapi saya takan bahas soal buka puasanya yah.

Rimma Bawazier
Rimma Bawazier, Enterpreuneur Fashion

Dalam diskusi tersebut, hadir 5 narasumnber dari berbagai kalangan. Ada Agung Suryamal, Ketua Umum Kadin Jawa Barat yang bahas industri logistik di era digitalisasi e-commerce. Ada Slamet Aji Pamungkas dari Kasubdit Pengembangan Kota Kreatif Bekraf Indonesia. Rimma Bawazier, Enterpreuneur Fashion yang punya banyak brand fashion terkenal di Indonesia. Eri Palgunadi, VP of Marketing JNE dan narasumber yang terakhir adalah Setijadi dari Suply Chain Indonesia.

Untuk memimpin diskusi, hadir moderator yang merupakan Redaktur Bisnis Indonesia, Hendra Wibawa.

 Hendra Wibawa.
Hendra Wibawa, Moderator Forum Diskusi

Dalam diskusi yang berlangsung cukup serius tersebut dibahas beberapa pokok persoalan seperti

  1. Neraca Ekonomi Indonesia yang defisit karena impor lebih besar dari sektor.
  2. Tantangan untuk industri kreatif agar bisa memiliki peran untuk meningkatkan ekspor
  3. Permasalahan logistik dan birokrasi yang seringkali jadi penghambat urusan ekspor
  4. Soal SDM dari Bekraf untuk pemasaran, riset, dan edukasi dalam dunia industri kreatif
  5. Permasalahan modal dan infrastruktur untuk mendukung industri kreatif di ranah global
  6. Pembelajaran tentang bagaimana menjadi entrepeneuer dan tantangan yang dihadapi
  7. Perkembangan JNE dan tantangannya dalam menghadapi perkembangan digital

Jika menilik pembahasan, memang terlihat seperti matieri yang serius dalam sebuah kampus. Tapi memang permasalahan tantangan industri kreatif ini merupakan hal yang serius untuk dibahas.

Kalau saya bisa ambil simpulan dari diskusi, JNE ingin mencari titik temu dalam meningkatkan industri kreatif di ranah global dengan dukungan infrastruktur dan proses birokrasi yang jelas.

Tentunya hal ini dilakukan karena persoalan serius mengenai data dari BPS atau Badan Pusat Statistik yang memiliki catatan bahwa pada April 2018 ini, Indonesia mengalami defisit US$1,63 Milyar. Hal ini disebabkan karena nilai ekspor Indonesi hanya US$14,47 dan impor mencapai US$14,05

forum diskusi JNE 3

JNE juga ingin menghadirkan contoh tokoh sukses sebagai role model bahwa industri kreatif mampu menghasilkan seorang pengusaha muda yang sudah sukses (plus cantik tentunya).

Dengan berbagai tantangan yang ada, diharapkan kedepan akan muncul para pelaku industri kreatif yang bisa masuk ranah global. Tujuannya agar ekonomi kreatif Indonesia bisa meningkat sampai US$60 milyar. Tentunya hal tersebut harus dibarengi juga dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan ekspor yang optimal.